Pasangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, sukses mencetak kemenangan penting pada babak 16 besar Malaysia Open 2026. Mereka menyingkirkan unggulan kedua tuan rumah, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, lewat pertarungan dua gim ketat 26-24, 21-17.
Febriana mengungkapkan bahwa kesiapan mental menjadi kunci utama menghadapi tekanan bermain di depan publik Malaysia. Sejak awal laga, mereka sudah bertekad fokus pada permainan sendiri dan tidak terpengaruh atmosfer arena.
“Alhamdulillah kami bisa bermain dengan baik hari ini. Dari awal sudah siap akan bermain seperti apa, dengan segala tekanan karena mereka main di depan publik sendiri, tapi kami fokus ke main kami saja,” ujar Febriana.
Pertarungan sengit terjadi terutama pada gim pertama. Setelah sempat terkejar, Febriana/Meilysa memilih bermain lebih berani di poin-poin krusial.
“Setelah mereka bisa mengejar, kami coba lebih nekat lagi. Saling mengingatkan untuk terus main berani karena di poin-poin kritis tidak boleh terlalu hati-hati,” tambahnya.
Memasuki gim kedua, keuntungan kondisi lapangan dimanfaatkan dengan maksimal.
“Di gim kedua posisi kami menang angin jadi lebih nyaman untuk terus menekan,” jelas Febriana.
Kemenangan ini juga memiliki makna emosional tersendiri. Kekalahan dari pasangan yang sama di final SEA Games sebelumnya masih membekas dan menjadi bahan bakar motivasi tambahan.
“Kami masih ingat rasanya di final SEA Games kemarin. Sudah unggul di gim ketiga tapi tersusul dan akhirnya kalah. Rasa sakitnya kami ingat dan jadi tambahan motivasi supaya tidak terulang lagi hari ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Meilysa menyoroti pentingnya menjaga fokus setelah sempat unggul jauh di gim pertama.
“Setelah unggul 11-1 di interval gim pertama, kami sempat mengendurkan tempo. Tapi coach Karel terus mengingatkan kami untuk menjaga fokus,” kata Meilysa.
Dalam situasi kejar-kejaran poin hingga setting, pasangan Indonesia memilih bermain tanpa beban.
“Di poin-poin setting itu kami hanya berpikir untuk terus mengejar bola. Selama belum jatuh harus terus lanjut,” lanjutnya.
Kemenangan ini menjadi kemenangan perdana (pecah telur) Febriana/Meilysa atas Pearly/Thinaah, sekaligus membuka peluang besar untuk melangkah lebih jauh di turnamen pembuka BWF World Tour musim 2026 tersebut.

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.