Mengenal Sosok Anthony Sinisuka Ginting

WhatsApp Image 2021-05-11 at 06.43.53Anthony Sinisuka Ginting lahir di Cimahi, 20 Oktober 1996 merupakan anak dari pasangan Edison Ginting dan Lucia Sriati. Sesuai dengan nama marga dari ayahnya, ia memiliki darah Karo, sebuah daerah di Sumatera Utara. Perkenalan Ginting dengan olah raga bulutangkis dimulai sejak umur 6 tahun. Ketika itu, ayahnya mengajak Ginting ke tempat bermain bulutangkis sang ayah dan teman-teman kantornya. Di tempat tersebut terdapat juga klub bulutangkis, sehingga Ginting kecil ikut klub tersebut.

Bakat Ginting sudah terlihat sejak dini. Di usia 8 tahun, ia sudah mampu menjadi juara ketiga di Kejuaraan tingkat kota Bandung. Tahun 2007, Ia bergabung ke klub SGS PLN Bandung dibawah asuhan Iie Sumirat, seorang pelatih yang membina Taufik Hidayat sewaktu masih kecil. Sang bintang Taufik Hidayat pula yang menjadi panutan Anthony dengan mengkuti jejaknya meraih prestasi-prestasi besar.

Tahun 2008, Ginting berhasil menjadi juara tunggal putra tingkat SD dalam ajang MILO School Competition. Di seri Bandung, Anthony (Pandu, Bandung) mengalahkan Panji A (Situraja, Sumedang), 21-14, 21-14. Ia mengulagi prestasinya dengan menjadi juara tunggal putra tingkat SMP di MILO School Competition tahun 2012.

Anthony yang saat itu merupakan siswa kelas 3 SMP 1 Bandung, berhasil mengalahkan Dodi Ahmad Hidayat dari SMP 2 Sumedang, 21-8, 21-5 di MILO School Competition seri Bandung.  Bukan hanya satu gelar, ia juga meraih gelar juara ganda putra SMP berpasangan dengan Billy. Pasangan ini mengalahkan Drajat/Ari Dwi Nurseto dengan skor 24-22; 21-19. Anthony pun berhak mengikuti  babak grand final di Jakarta, yang bertanding melawan juara-juara dari Malang, Jambi dan Manado. Anthony kembali membuktikan ketangguhannya dan menjadi juara. Selain itu, Ginting banyak memenangkan turnamen-turnamen lainnya. Diantaranya, ia menjuarai nomor tunggal remaja putra di Sirnas Jawa Barat Open dan Sirnas Jawa Timur Open 2012.

Tahun 2013, Ginting bergabung ke Pelatnas ketika usianya sudah menginjak 17 tahun. Ia juga mulai meraih gelar juara internasional. Anthony menjuarai nomor tunggal putra Tangkas Junior International Challenge. Di babak final, ia mengalahkan sesama pemain Indonesia, Rico Hamdani, 21-15, 17-21, 21-19.

Tahun 2014, Anthony didaulat untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Junior di Alor Setar, Malaysia. Kiprahnya menghasilkan medali perunggu setelah kalah di babak semifinal dari Shi Yu Qi (Tiongkok), 19-21 dan 15-21. Shi Yu Qi sendiri gagal menjadi juara setelah dikalahkan rekannya sendiri Lin Guipu.

Anthony mendapat kesempatan langka karena mewakili Indonesia di Youth Olympic (Olimpiade Remaja) 2014 di Nanjing (Tiongkok). Tidak banyak pemain junior yang mendapat kesempatan karena ajang ini diselenggarakan setiap 4 tahun sekali. Anthony berhasil menembus babak semifinal, namun langkahnya dihentikan Lin Guipu dengan rubber game, 21-19, 19-21 dan 17-21. Namun dalam perebutan medali perunggu, Anthony berhasil mengalahkan Aditya Joshi (India), 21-17 dan 21-16. Anthony menjadi pebulutangkis Indonesia pertama yang meraih medali dalam ajang Youth Olympic.

Tahun 2015, Anthony mulai berkiprah di turnamen level atas. Anthony berhasil meraih posisi semifinalis turnamen Vietnam Open Grand Prix, Indonesia Open Grand Prix Gold dan Hong Kong Open Superseries. Demikian pula di tahun 2016, ia merebut tempat di empat besar Australian Open Superseries. Anthony juga menjadi anggota tim Indonesia di Piala Thomas 2016.

Gelar Superseries pertama akhirnya datang juga. Anthony berhasil merebut juara di Korea Open Superseries 2017 setelah memenangkan partai all Indonesian final atas Jonatan Christie. Anthony menang dalam pertarungan selama lebih dari satu jam dengan skor, 21-13, 19-21, 22-20. Di tahun 2017 ini, Anthony juga memetik hasil sebagai semifinalis Malaysia Masters Grand Prix Gold, Thailand Masters Grand Prix Gold, Swiss Open Grand Prix Gold dan Singapore Open Superseries 2017.

Mengawali tahun 2018, Anthony mempersembahkan gelar juara di depan pendukungnya. Ia berhasil menaiki podium teratas BWF World Tour Super 500 – Indonesia Masters 2018. Dalam perjalanan menuju tangga juara, ia berhasil mengalahkan pemain kuat asal Tiongkok, Chen Long dengan skor, 21-11, 16-21 dan 21-18. Kemudian mengalahkan Chou Tien Chen (Chinese Taipei), 21-16, 13-21 dan 21-12 di babak semifinal. Puncaknya ia menaklukan Kazumasa Sakai (Jepang), 21-13, 21-12 di babak final.

Babak perempat final Asian Games 2018, Anthony kembali menjadi momok bagi Chen Long. Anthony mengalahkan peraih medali emas Olimpiade Rio De Janeiro 2016 tersebut dengan skor, 21-19, 21-11. Namun Anthony harus puas dengan medali perunggu setelah kalah dari Chou Tioen Chen, 21-16, 21-23 dan 17-21 di babak semifinal. Sebelumnya Anthony juga menjadi andalan Indonesia di nomor beregu dan sempat mengalami kram saat berhadapan dengan Shi Yuqi dari tim Tiongkok. Ia harus mundur dari pertandingan saat skor, 21-14, 21-23 dan 20-21. Perjuangannya mendapat simpati langsung dari presiden Joko Widodo yang menyambangi Anthony di ruang medis.

Penakluk Empat Juara Dunia

Anthony menciptakan hasil yang gemilang pada BWF World Tour Super 1000 – China Open 2018. Ini bukan hanya merebut gelar juara tetapi juga menundukan empat juara dunia sekaligus. Di babak pertama, ia berhadapan dengan Lin Dan yang merupakan pemegang dua medali Olimpiade (2008 & 2012) serta lima kali juara dunia (2006, 2007, 2009, 2011 & 2013). Setelah bertarung tiga game, Anthony menang dengan skor 22-24, 21-5 dan 21-19.

Di babak kedua, Anthony bertemua dengan Victor Axelsen. Pemain Denmark ini merupakan juara dunia 2017. Dengan dua game langsung, Anthony menang, 21-18, 21-17 atas Victor. Memasuki babak perempat final, Anthony dinantikan oleh Chen Long. Pemain tuan rumah ini merupakan peraih medali emas Olimpiade 2016 dan juara dunia berturut-turut tahun 2014-2015. Anthony kembali menang atas Chen Long dengan 18-21, 22-20, 21-16.

Kesempatan bertemu Chou Tien Chen di semifinal, tidak disia-siakan oleh Anthony. Ia berhasil membalas kekalahannya di Asian Games dari pemain Chinese Taipei ini. Anthony melaju ke final setelah menang dengan 23-21, 21-19. Di partai puncak, Anthony bersua juara dunia teranyar (2018), Kento Momota asal Jepang. Anthony kembali menunjukan kehebatannya dengan mememangkan pertandingan dalam dua game, 23-21 dan 21-19.

Tahun 2019, prestasi Anthony dapat dikategorikan stabil. Namun sayang, ia sering kandas di partai puncak. Anthony menderita kekalahan dalam lima kali babak final yang dilaluinya. Anthony kalah dari Kento Momota di final Singapore Open (super 500), China Open (super 1000) dan BWF World Tour Finals.  Ia juga gagal mengatasi Lee Cheuk Yiu dari Hong Kong di final Hong Kong Open (super 500) dan kalah dari Jonatan Christie di final Australian Open (super 300). Anthony menutup tahun 2019 dengan menempati peringkat 7 dunia.

Anthony semakin menjadi idola publik Istora. Ia meraih gelar juara turnamen Indonesia Masters 2020. Ini berarti menglangi gelar yang sama yang diraihnya tahun 2018. Di babak final Indonesia Masters 2020, Anthony berhasil menuntaskan perlawanan Anders Antonsen dari Denmark dengan, 17-21, 21-15, 21-9. Gelar ini sangat berarti bagi Anthony untuk mengubur puasa gelar juara yang dialami di tahun 2019.

WhatsApp Image 2021-05-11 at 06.43.53 (1)

Profil

Nama                                    : Anthony Sinusuka Ginting

Tanggal Lahir                      : 20 Oktober 1996

Tempat Lahir                      : Cimahi

Nama Ayah                         : Edison Ginting

Nama Ibu                            : Lucia Sriati

Pegangan Raket                : Kanan

 

Prestasi

Juara BWF World Tour Super 1000 – China Open 2018

Juara BWF World Tour Super 500 – Indonesia Masters 2018

Juara BWF World Tour Super 500 – Indonesia Masters 2020

Juara Korea Open Superseries 2017

Juara Tangkas Junior International Challenge 2013

Runner up BWF World Tour Finals 2019

Runner up BWF World Tour Super 1000 – China Open 2019

Runner up BWF World Tour Super 500 – Hong Kong Open 2019

Runner up BWF World Tour Super 500 – Singapore Open 2019

Runner up BWF World Tour Super 300 – Australian Open 2019

Medali perunggu Asian Games 2018

Medali perunggu World Junior Championships 2014

Medali perunggu Youth Olympic Games 2014

Semifinalis Vietnam Open Grand Prix 2015

Semifinalis Hong Kong Open Superseries 2015

Semifinalis Indonesia Masters Grand Prix Gold 2015

Semifinalis Australian Open Superseries 2016

Semifinalis Malaysia Masters Grand Prix Gold 2017

Semifinalis Thailand Masters Grand Prix Gold 2017

Semifinalis Swiss Open Grand Prix Gold 2017

Semifinalis Singapore Open Superseries 2017

Semifinalis BWF World Tour Super 300 – Swiss Open 2019

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply