Mengenal Sosok Apriyani Rahayu

WhatsApp Image 2021-05-10 at 16.22.32Nama Apriyani Rahayu melambung begitu cepat di usianya masih muda. Keputusan pelatih menduetkannya dengan pemain senior Greysia Polli telah mengantarnya sebagai pasangan ganda putri nomor satu Indonesia. Ditengah sulitnya pemain-pemain putri Indonesia bersaing di papan atas dunia, Apriyani bersama Greysia Polii mampu meraih medali Perunggu di Kejuaraan Dunia.

Pemain yang akrap disapa Apri ini lahir di desa Lawulo, kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara pada tanggal 29 April 1998. Apri merupakan anak perempuan pasangan Amiruddin dan Almarhumah Sitti Jauhar. Sang ayah gemar bermain bulutangkis. Kegemaran sang ayah inilah yang diturunkan kepadanya ditambah Apri kecil sudah tertarik menonton pertandingan bulutangkis di layar televisi.

Apri mulai diperkenalkan dengan olahraga bulutangkis sejak umur 3 tahun. Ia mulai bermain bulutangkis menggunakan raket milik ayahnya. Keseriusan Apri ditunjukan dengan berlatih di sebuh gedung bulutangkis yang tak jauh dari rumahnya. Ia dilatih oleh Sapiuddin yang sempat berguru di Sekolah Atlet Ragunan Jakarta.

Saat duduk di kelas V Sekolah Dasar, Apri mengikuti ajang O2SN. Namun ia harus puas sebagai runner up sekaligus menggagalkan impiannya untuk bertanding di Jakarta mewakili daerahnya. Kegagalan ini membuat Apri semakin rajin berlatih. Setahun kemudian, ia berhasil menjadi juara dan berhak bertanding ke Jakarta. Setelah tiba di ibukota, Apri dihadapkan dengan kenyataan bahwa anak-anak dari pulau Jawa masih lebih baik dibandingkan dirinya.

Selepas dari bangku SD, sang pelatih pindah ke Konawe. Apri memutuskan untuk mengikuti pelatih yang telah mengajarkannya teknik bermain bulutangkis tersebut. Disinilah Apri mulai mengikuti banyak pertandingan dan memenangkannya. Atas berbagai prestasinya, Pengcab PBSI Konawe membawa Apri ke Jakarta. Ia diantarkan ke PB Pelita di kawasan Kosambi, Jakarta Barat. Akhirnya Apri diterima untuk berlatih di klub milik sang juara dunia bulutangkis, Icuk Sugiarto tersebut. Apri diberikan masa percobaan selama tiga bulan untuk menunjukan prestasinya. Selama tiga bulan tersebut, Apri mendapatkan faslitas secara gratis dari PB Pelita.

Awalnya Apri bermain sebagai pemain tunggal. Ia memulai debutnya diajang Sirkuit Nasional di Banjarmasin 2012. Turun di nomor tunggal pemula putri, Apri kalah di babak kedua dari Ranti Dwi (Aufa), 12-21, 13-21. Evaluasi dari hasil ini, ia mendapat arahan dari pelatihnya Toto Sunarto bahwa Apri lebih memiliki bakat untuk bermain di nomor ganda.

Berikutnya di Djarum Sirnas Jakarta Open 2012, Apri kembali kalah di babak kedua dari Jauza Fadhila Sugiarto, 15-21, 21-15 dan 19-21. Jauza merupakan putri dari Icuk Sugiarto. Selain nomor tunggal, Apri mulai tampil di nomor ganda berpasangan dengan Melisa Andesti. Terbukti hasilnya lebih dengan menembus babak final walaupun harus puas sebagai runner up setelah kalah dari Yulfira Barkah/Dianita Saraswati, 16-21 dan 15-21.

Setelah itu, Apri dipasangkan dengan Jauza yang masih sering turun di nomor tunggal. Debut Apri/Jauza di arena Sirnas langsung menjuarai ganda pemula putri Djarum Sirnas Banten Open 2012. Disusul kemudian dengan menjuarai Djarum Sirnas Jawa Timur Open 2012.

Tahun 2013, Apri/Jauza naik ke kelompok umur remaja.  Dua gelar juara nomor ganda remaja putri diraih Apri/Jauza di Sirnas KalimantanTimur 2013 dan Sirnas Yogyakarta 2013. Bahkan Apri mampu meraih “double winners” di Sirnas Yogyakarta 2013 setelah merebut juara ganda campuran remaja bersama Fauzi Habibi.

Apri kembali meraih dua gelar juara di USM Flypower Open 2014 di Semarang. Apri/Jauza menjuarai kelompok umur yang lebih tinggi, ganda taruna putri. Demikian pula dengan Apri bersama Fauzi Habibi menjuara ganda campuran taruna. Langkah besar dibuat Apri/Jauza yang berhasil merebut gelar juara ganda dewasa putri di usia yang masih junior. Apri/Jauza juara di Sirnas Sumatera yang berlangsung di Padang.  Mereka mengalahkan pasangan senior seperti unggulan pertama Devi Tika Permatasari/Keshya Nurvita Hanadia di semifinal dan unggulan kedua Aris Budiharti/Ery Octaviani di babak final.

Berbagai prestasi yang dibuat Apri membuatnya terpilih mengikuti Kejuaraan Asia Junior 2014. Dinomor ganda campuran, Apri yang berpasangan dengan Tedi Supriadi terhenti di babak 16 besar setelah kalah dari rekannya Muhammmad Rian Ardianto/Zakia Ulfa, 13-21, 21-11 dan 17-21. Sedangkan diganda putri, Apri/Jauza kalah di babak perempat final dari Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, 7-21, 12-21.

Di Kejuaraan Dunia Junior 2014, terjadi perombakan pasangan. Apri berduet dengan Rosyita Eka Putri Sari berhasil menembus babak final, setelah mengalahkan Jiang Binbin/Tang Pingyang (Tiongkok), 21-13, 21-16 di semifinal. Sayang, peluang meraih juara dunia junior tersandung Chen Qing Chen/Jia Yi Fan. Apri/Rosyita harus puas dengan medali perak setelah kalah dengan skor, 11-21, 14-21.

Di tahun 2014 ini, Apri kerap turun di berbagai turnamen internasional. Diantaranya bersama Jauza menembus semifinal Singapore International Series 2014 dan menjadi juara Jaya Raya Indonesia Junior International Challenge 2014.

Kehilangan Ibu Tercinta

Kiprah internasional berlanjut di tahun 2015. Apri/Jauza didaulat tampil pada ajang Asian School Badminton Championships 2015. Mereka meraih posisi runner up setelah kalah di final dari sesama ganda Indonesia, Nisak Puji Lestari/Rika Rositawati. Di Kejuaraan Asia Junior 2015, Apri/Jauza tersingkir dibabak 16 besar setelah kalah dari Nami Matsuyama/Chicaru Shida, 19-21, 20-22. Sedangkan di ganda campuran, Apri yang digandeng Fachriza Abimanyu berhasil meraih medali perunggu. Pasangan ini kalah di semifinal dari Zheng Si Wei/Chen Qing Chen, 14-21, 14-21.

Sementara pada Kejuaraan Dunia Junior yang berlangsung di kota Lima, Peru, tanggal 10-15 November 2015. Apri/Jauza kalah di babak 16 besar, sedangkan Apri/Abimanyu kembali meraih medali perunggu. Kali ini mereka kalah dari ganda campuran Tiongkok lainnya Hi Jiting/Du Yue, 13-21, 10-21.

Peristiwa pilu menimpa Apri saat bertanding di Kejuaraan Dunia Junior ini. Ibunya meninggal dunia karena menderita sakit. Takut konsentrasinya terganggu, Apri baru diberitahu setelah ia pulang ke tanah air. Ibunya merupakan salah seorang pendukung utama karir Apri. Ibunya ikut mencari biaya untuk keperluan latihan, raket dan kock dengan berjualan bahkan hingga menggadaikan perhiasannya. Setiba di tanah air, Apri pulang kampung ke Konawe untuk menziarahi makam ibunya dan kembali berlatih setelah sepekan kemudian.

Catatan prestasi Internasional lainnya dicetak Apri sepanjang tahun 2015 adalah runner up ganda campuran Indonesia International Series bersama Panji Akbar, juara ganda putri Singapore International Series dan semifinalis ganda putri Jaya Raya Indonesia Junior International Challenge.

Memasuki tahun 2016, Apri kembali mengikuti berbagai turnamen internasional dari level International Series hingga Superseries. Diajang Walikota Surabaya International Series 2016, Apri/Jauza tampil sebagai juara ganda putri setelah menaklukan Dian Fitriani/Nadya Melati, 12-21, 21-18, 22-20. Apri juga menaiki podium tertinggi ganda campuran bersama Agripinna Prima Rahmanto Putra setelah menundukan Yantoni Edy Saputra/Marsheilla Gischa Islami, 21-12, 21-12.

Apri kembali tampil di ajang Kejuaraan Asia Junior. Bersama Jauza hanya mampu sampai babak 16 besar.  Sedangkan di ganda campuran, Apri mempertahankan medali perunggu. Kali ini, ia berpasangan dengan Rinov Rivaldy kalah dari Won Ho Kim/Yu Rim Lee, 17-21, 20-22 di babak empat besar. Tetap berpasangan dengan Rinov, Apri berhasil menjadi juara ganda campuran Pembangunan Jaya Raya Indonesia Junior Grand Prix 2016. Namun Apri/Rinov terhenti di babak perempat final saat bertanding di Kejuaraan Dunia Junior 2016 yang berlangsung di Bilbao, Spanyol.

Diajang domestik, Apri meraih dua gelar juara pada ajang Sirnas Jawa Barat Open. Di ganda campuran, Apri yang berduet dengan Devand Riefky Reksadillano menaiki podium tertinggi setelah mengalahkan M. Robby Darwis/Monika Insany, 21-14, 21-18 di babak final. Sedangkan di ganda taruna putri Apri/Jauza mengalahkan Febriana Dwi Puji Kusuma/Ribka Sugiarto, 21-16, 18-21, 21-19. Namun di penghujung tahun, Apri/Jauza harus menelan kekalahan dari Febriana/Ribka di babak final Kejurnas Taruna dengan skor, 21-14, 17-21, 19-21.

Tanggal 4 Januari 2017, PP PBSI mengumumkan skuat Pelatnas. Apri termasuk salah satu pemain yang mendapat promosi untuk berlatih di Cipayung. Awalnya, Apri diduetkan dengan Della Destiara Haris. Debutnya terjadi di Thailand Masters 2017 dan mencapai babak perempat final. Mereka kalah dari Cheng Qin Ceng/Jia Yi Fan, 10-21, 10-21. Kemudian di All England 2017, Apri dicoba dengan Anggia Shitta Awanda. Pasangan ini hanya mencapai babak 16 besar. Duetnya dengan Anggia berlangsung dalam dua turnamen berikutnya Swiss Open dan China Masters 2017.

Berpasangan Dengan Greysia Polii dan Langsung Juara

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mengandalkan pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari di nomor ganda putri. Duet peraih medali emas Asian Games 2014 ini harus bubar karena Nitya mengalami cedera yang parah. Greysia dicoba dengan beberapa pemain Pelatnas lainnya tetapi belum menghasilkan prestasi yang maksimal. Tibalah saatnya Apri mendapat giliran menjadi tandem Greysia Polii.

Apri/Greysia dicoba pada pertandingan kedua Piala Sudirman 2017 saat tim Indonesia menghadapi Denmark. Pasangan ini masih harus mengakui keunggulan Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen, 18-21, 21-13, 13-21. Namun penampilan Apri mulai mencuri perhatian dalam pertandingan tersebut. Tim Indonesia sendiri tersingkir di penyisihan grup meskipun menang 3-2 atas Denmark. Sebelumnya Indonesia kalah 1-4 dari India.

Sepekan kemudian, Apri/Greysia tampil perdana di turnamen perorangan. Mereka mengikuti Thailand Open Grand Prix Gold 2017. Pasangan ini langsung meraih gelar juara di turnamen perorangan pertama mereka. Di babak final, Apri/Greysia mengalahkan Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong, 21-12, 21-12.

Gelar superseries pertama berhasil diraih di French Open Super Series pada bulan Oktober 2017. Mereka mengalahkan lawan-lawan kuat dalam perjalanan menjadi juara. Di babak 32 besar, mengalahkan Maiken Fruergaard/Sara Thygesen (Denmark), 21-17 , 21-8. Lalu di 16 besar menundukan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang), 21-19, 21-18. Kiprah mereka berlanjut di babak perempat final setelah menaklukan Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto (Jepang), 19-21, 21-13, 21-19.

Dibabak semifinal, Apri/Greysia menaklukan juara dunia 2017, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (Tiongkok), 21-5 dan 21-10. Puncaknya mereka menundukan Lee So Hee/Shin Seung Chan (Korea), 21-17 dan 21-15.

Apri/Greysia kembali ke puncak turnamen superseries di Hong Kong Open 2017. Namun kali ini harus mengakui keunggulan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, 21-14, 16-21 dan 15-21 di babak final. Prestasi Apri/Greysia sangat mengesankan di tahun pertama mereka berpasangan.

Tahun 2018, Apri/Greysia memperoleh satu gelar juara yakni di India Open super 500 setelah di babak final mengalahkan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai (Thailand), 21-18 dan 21-15. Lalu, satu kali runner up di Indonesia Masters super 500. Mereka kalah dari Misaki Matsutomo/ Ayaka Takahashi (Jepang), 17-21 dan 12-21. Di tahun ini, mereka juga meraih medali perunggu di Asian Games dan Kejuaraan Dunia.

Apri/Greysia mencatat beberapa kali di posisi semifinalis yakni Japan Open Super 750, China Open Super 1000, Denmark Open Super 750, French Open Super 750 dan Hong Kong Open super 500. Uniknya semua kekalahan di babak semifinal tahun 2018 terjadi dari pemain-pemain putri Jepang. Pasangan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, Misaki Matsutomo/ Ayaka Takahashi dan Yuki Fukushima /Sayaka Hirota menjadi penyebab tujuh kekalahan di babak empat besar tersebut.

Tahun 2019, Apri/Greysia mengalami penurunan prestasi dibandingkan tahun 2018. Mereka memang berhasil mempertahankan gelar juara di India Open super 500 setelah mengalahkan Chow Mei Kuan/ Lee Meng Yean (Malaysia), 21-11, 25-23. Selebihnya, mereka mencapai runner up Malaysia Masters super 500, semifinalis Indonesia Masters super 500 dan mempertahankan medali perunggu Kejuaraan Dunia. Dua semifinalis lainya dicetak dari turnamen level lebih rendah, Australian Open super 300 dan New Zealand Open super 300. Untungnya, Apri/Greysia memperoleh hiburan dengan meraih medali emas di SEA Games yang berlangsung di Manila, Philipina.

Suasana haru terjadi di turnamen Indonesia Masters 2020. Setelah sepekan sebelumnya meraih semifinalis Malaysia Masters, Apri/Greysia berhasil merebut juara di Istora Senayan, Jakarta. Kemenangan menghapus dahaga 12 tahun sektor ganda putri Indonesia untuk menjadi juara di Istora. Sebelumnya, Vita Marissa/Liliyana Natsir meraihnya di Indonesia Open Superseries 2008. Selain itu bagi Apri/Greysia, kemenangan ini sekaligus membangkitkan kembali semangat dari keterpurukan prestasi tahun 2019. Di babak final, Apri/Greysia mencatat kemenangan dramatis atas Maiken Fruergaard/Sara Thygesen (Denmark), 18-21, 21-11, 23-21.

Apriani/Greysia menambah koleksi gelar juaranya dari ajang Barcelona Spain Masters 2020. Di final turnamen super 300 tersebut, mereka mengungguli duet bersaudara Gabriela Stoeva/Stefani Stoefa (Bulgaria), 18-21, 22-20, 21-17. Sebelum pertandingan internasional dihentikan sementara karena wabah Covid-19, Apriani/Greysia sempat turun di turnamen All England 2020, namun terhenti di pertandingan perdana.

Setelah hamper setahun tidak turun di pertandingan akibat pandemic Covid-19, Apriani/Greysia Kembali turun gelanggang. Di turnamen perdana, Apri/Greysia berhasil meraih juara pada turnamen Yonex Thailand Open. Dibabak final, mereka mengandaskan pasangan tuan rumah Jongkolphan Kititharakul/ Rawinda Prajongjai, 21-15, 21-12. Ini merupakan gelar turnamen super 1000 pertama bagi Apri/Greysia khususnya dan ganda putri Indonesia umumnya.

Sepekan berikutnya, diajang Toyota Thailand Open atau dikenal juga dengan Thailand Open II, Apri/Greysia meraih hasil sebagai semifinalis. Mereka kalah dari Lee So Hee/ Shin Seung Chan (Korea), 16-21, 18-21 di babak empat besar tersebut.

WhatsApp Image 2021-05-10 at 16.22.32 (1)

Profil

Nama                                    : Apriani Rahayu

Tanggal Lahir                      : 29 April 1998

Tempat Lahir                      : Lawulo

Nama Ayah                         : Amiruddin

Nama Ibu                            : Sitti Jauhar

Pegangan Raket : Kanan

 

Prestasi

Medali emas ganda putri SEA Games 2019 (/Greysia Polii)

Juara ganda putri BWF World Tour Super 1000 – Yonex Thailand Open 2021 (/Greysia Polii)

Juara ganda putri BWF World Tour Super 300 – Barcelona Spain Masters 2020 (/Greysia Polii)

Juara ganda putri BWF World Tour Super 500 – Indonesia Masters 2020 (/Greysia Polii)

Juara ganda putri BWF World Tour Super 500 – India Open 2018 & 2019 (/Greysia Polii)

Juara ganda putri French Open Superseries 2017 (/Greysia Polii)

Juara ganda putri Thailand Open Grand Prix Gold 2017 (/Greysia Polii)

Juara ganda campuran Jaya Raya Indonesia Junior Grand Prix 2016 (Rinov Rivaldy)

Juara ganda campuran Walikota Surabaya Victor International Series 2016 (/Agripinna Prima Rahmanto Putra)

Juara ganda putri Walikota Surabaya Victor International Series 2016 (/Jauza Fadhila Sugiarto)

Juara ganda putri Singapore International Series 2015 (/Jauza Fadhila Sugiarto)

Juara ganda putri Indonesia Junior International Challenge 2014 (/Jauza Fadhila Sugiarto)

 

Runner up ganda putri BWF World Tour Super 500 – Malaysia Masters 2019 (/Greysia Polii)

Runner up ganda putri BWF World Tour 500 – Indonesia Masters 2018 (/Greysia Polii)

Runner up ganda putri   Hong Kong Open 2017 (/Greysia Polii)

Runner up Ganda campuran USM International Series 2015           (/Panji Akbar)

Medali perak ganda putri World Junior Championships 2014 (/Rosyita Eka Putri Sari)

 

Medali Perunggu ganda putri      BWF World Championships 2018 & 2019 (/Greysia Polii)

Medali Perunggu ganda putri Asian Games 2018 (/Greysia Polii)

Medali Perunggu ganda campuran World Junior Championships 2015 (/Fachriza Abimanyu)

Medali perunggu ganda campuran Asia Junior Championships 2015 (/Fachriza Abimanyu)

Medali perunggu ganda campuran Asia Junior Championships 2016 (/Rinov Rivaldy)

Semifinalis ganda putri BWF World Tour Super 1000 – Toyota Thailand Open 2021 (/Greysia Polii)

Semifinalis ganda putri BWF World Tour Super 500 – Malaysia Masters 2020 (/Greysia Polii)

Semifinalis ganda putri BWF World Tour Super 300 – Chinese Taipei Open 2019 (/Greysia Polii)

Semifinalis ganda putri BWF World Tour Super 300 – Australian Open 2019 (/Greysia Polii)

Semifinalis ganda putri BWF World Tour Super 500 – Indonesia Masters 2019 (/Greysia Polii)

Semifinalis ganda putri BWF World Tour Super 500 – Hong Kong Open 2018 (/Greysia Polii)

Semifinalis ganda putri BWF World Tour Super 750 – French Open 2018 (/Greysia Polii)

Semifinalis ganda putri BWF World Tour Super 750 – Denmark Open 2018 (/Greysia Polii)

Semifinalis ganda putri BWF World Tour Super 1000 – China Open 2018 (/Greysia Polii)

Semifinalis ganda putri BWF World Tour Super 750 – Japan Open 2018 (/Greysia Polii)

Semifinalis ganda putri New Zealand Open Grand Prix Gold 2017 (/Greysia Polii)

Semifinalis ganda putri Jaya Raya Indonesia Junior International Challenge 2015 (/Jauza Fadhila Sugiarto)

Semifinalis ganda putri Singapore International Series 2014 (/Jauza Fadhila Sugiarto)

 

Leave a Reply