Mengenal Sosok Melati Daeva Oktavianti

5161635a9924e97cb2fb8939ba1d09c5

Melati Daeva Oktavianti (Sumber Foto : PBDjarum)

Pebulutangkis berparas cantik bernama Melati Daeva Oktavianti ini merupakan putri sulung dari pasangan Dauh Suhendar dan Eva Muzalivah. Melati lahir di Serang, Banten, 26 Oktober 1994. Saat usia tiga tahun, Melati sempat mengalami masalah dengan paru-parunya. Setelah berangsur-angsur sembuh, ayahnya ingin Melati lebih sehat. Mulailah Melati diperkenalkan dengan olah raga bulutangkis yang merupakan olah raga kesukaan sang ayah.

Dari ajakan bermain dari ayahnya, Melati menyenangi olah raga tepok bulu ini. Dengan  dukungan ayahnya, Melati serius menggeluti bulutangkis. Ia bergabung dengan klub Ratih Banten yang berlokasi tak jauh dari rumahnya. Tahun 2008 atau saat usia 14 tahun, Melati mengikuti seleksi masuk di klub PB Djarum. Melati berhasil melewati seleksi dengan baik dan diterima di klub yang banyak mencetak atlet-atlet bulutangkis handal tersebut.

Kemampuan Melati semakin terasa sejak berlatih di klub PB Djarum. Ini terlihat dari prestasi-prestasi yang dicapainya. Melati yang difokuskan bermain di nomor ganda, mulai berhasil merebut gelar juara diajang Sirnas tahun 2010. Melati yang berpasangan dengan Ririn Amelia, berhasil menjuarai nomor ganda taruna putri Sirnas DKI Jakarta dan Sirnas Sumatera di Medan tahun 2010.

Tak hanya di ganda putri, Melati juga tampil mengesankan di sektor ganda campuran. Tahun 2011, Melati meraih tiga gelar juara Sirnas di nomor ganda taruna putri dan dua gelar dari nomor ganda campuran taruna. Tiga gelar ganda putri diraihnya bersama Ririn Amelia pada Sirnas di Palangkaraya, Medan dan Bandung. Sedangkan di ganda campuran bersama Edi Subaktiar menjuarai Sirnas di Bandung dan Surabaya.

Memasuki tahun 2012, pasangannya di ganda putri Ririn Amelia dipanggil ke Pelatnas. Sedangkan Melati tetap berlatih di klubnya. Lalu, Melati dipasangkan dengan Rosyita Eka Putri Sari di ganda putri. Sementara di ganda campuran tetap berduet dengan Edi Subaktiar.

Diawal tahun 2012 ini, klub PB Djarum memberikan kesempatan kepada Melati untuk mengikuti tur ke Eropa pertama kalinya. Turnamen yang diikuti adalah Dutch Junior dan German Junior. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Melati. Di Dutch Junior, ia menjuarai nomor ganda campuran bersama Edi setelah mengalahkan Tam Chun Hei/Sin Ying Yuen (Hong Kong) di final dengan skor, 24-22, 21-23. Sedangkan di ganda putri bersama Rosyita hanya mencapai babak 16 besar.

Berikutnya di German Junior, giliran nomor ganda putri ditaklukan oleh Melati. Ia bersama Rosyita berhasil menaiki podium tertinggi setelah mengalahkan Joo I Jeon/Soo Yeon Yang (Korea), 21-9, 21-13. Hasil sebaliknya di ganda campuran dimana Melati/Edi terhenti di babak 16 besar. Dua gelar juara dari tur Eropa semakin mengukuhkan Melati sebagai pemain muda berpotensi.

Bulan Maret 2012, Melati kembali mendapat kesempatan ke Eropa untuk bertanding di Banuinvest International Series di Rumania. Ia kembali menjawab kepercayaan klub dengan menjadi juara di nomor ganda campuran dan semifinalis di sektor ganda putri. Kembali ke tanah air, Melati bersama Rosyita menyabet juara di ajang Walikota Surabaya Open 2012.

Namun sayang penampilannya di Kejuaraan Asia Junior yang berlangsung di Gimcheon, Korea, harus terhambat di babak perempat final pada kedua nomor. Di ganda campuran, Melati/Edi kalah dari Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (Tiongkok), 13-21, 16-21. Sedangkan Melati/Rosyita ditaklukan Shin Seung Chan/Lee So Hee (Korea), 6-21, 10-21.

Raih Gelar Juara Dunia Junior 2012

Kegagalan di Kejuaraan Asia Junior menjadi pelajaran bagi Melati pada Kejuaraan Dunia Junior 2012 yang berlangsung di Chiba, Jepang. Melati bersama Edi berhasil melewati babak penyisihan dengan mudah termasuk mengalahkan Jung Jae Wook/Shin Seung Chan (korea), 21-14, 21-19 di babak perempat final. Lalu di semifinal, Melati/Edi menundukan Liu Yu Chen/Chen Qing Chen (Tiongkok) dengan rubber game, 14-21, 21-18 dan 21-11. Puncaknya mengalahkan rekannya sendiri Alfian Eko Prasetyo/Shella Devi Aulia di babak final dengan skor, 21-17 dan 21-13 sekaligus memastikan gelar juara dunia junior.

Sementara di nomor ganda putri, Melati/Rosyita kalah di babak perempat final dari Mei Kuan Chow/Lee Meng Yean (Malaysia), 18-21, 21-14, 12-21. Sekembalinya ke tanah air, Melati menyabet juara ganda putri Walikota Surabaya Cup bersama Rosyita. Kemudian, dua gelar juara ganda campuran diajang Sirnas DKI Jakarta dan Jawa Barat berhasil diamankan bersama Edi Subaktiar.

Di penghujung tahun 2012, Melati meraih “double winners” dalam ajang Kejurnas Taruna PBSI dari nomor ganda putri dan ganda campuran dengan kedua pasanganya. Berbagai keberhasilannya, Melati diminta untuk bergabung ke dalam skuat Pelatnas mulai awal tahun 2013.

Awal yang berat buat Melati setelah melepas status sebagai pemain junior. Ia harus bersaing dengan para pebulutangkis terkuat dunia. Melati yang berkonsentrasi di nomor ganda putri bersama Rosyita, belum mampu menembus babak empat besar turnamen kelas atas. Prestasi terbaiknya adalah runner up Maldives International Challenge 2913 setelah kalah dari rekannya Maretha Dea Giovani/Melvira Oklamona, 15-21, 15-21 di babak final.

Memasuki tahun 2014, Melati dipasangkan dengan Melvira Oklamona. Di beberapa kesempatan, ia juga bermain rangkap di nomor ganda campuran. Penampilan Melati/Melvira di Vietnam International Challenge 2014, membuahkan prestasi sebagai runner up. Mereka kalah di babak final dari Yano Chiemi/Yumiko Nishiyama (Jepang), 12-21, 20-22. Sementara di ganda campuran, Melati berduet dengan Ronald Alexander hanya mencapai babak perempat final.

Berikutnya di New Zealand Open GP, Melati/Melvira terhenti di babak kedua. Namun Melati yang berduet kembali dengan Edi Subaktiar di ganda campuran, berhasil menduduki posisi kedua. Mereka kalah dari rekannya Alfian Eko Prasetyo/Annisa Saufika, 18-21, 21-17, 12-21 di babak final.

Gelar juara akhirnya bisa diraih kembali oleh Melati. Ia tampil sebagai juara ganda campuran Indonesia International Challenge 2014 bersama Ronald Alexander. Mereka mengalahkan Muhammad Rijal/Vita Marissa, 7-11, 11-4, 11-6, 11-7 di babak final. Sedangkan di ganda putri, Melati/Melvira kalah dari Suci Rizky Andini/Tiara Rosalia Nuraida, 9-11, 8-11, 8-11 di babak semifinal. Penggunaan skor sampai dengan angka 11 ini, merupakan uji coba dari badan bulutangkis dunia.

Di turnamen berikutnya New Zealand Open GP 2014, Melati/Ronald tidak bisa mengulagi kemenangannya atas Rijal/Vita. Mereka kalah dari seniornya tersebut di babak semifinal dengan skor, 11-21, 18-21. Melati/Ronald juga mencapai semifinal di Bulgaria International Challenge 2014. Namun mereka tidak bisa mengatasi pasangan Jerman Max Schwenger/Carla Nelte dan kalah, 17-21, 18-21.

Kebersamaan Melati dan Ronald terus berlanjut di tahun 2015. Bahkan Melati tidak turun lagi di nomor ganda putri. Pasangan ini menembus babak final Austrian Open International Challenge 2015. Namun mereka harus merelakan gelar juara kepada rekannya Edi Subaktiar/Gloria Emanulle Widjaja setelah kalah dengan skor 21-15, 20-22, 18-21.

Setelah terhempas di babak penyisihan dalam beberapa turnamen, Melati/Ronald mampu melangkah ke babak empat besar Chinese Taipei GPG 2015. Namun laju mereka diredam Shin Baek Cheol/Chae Yoo Jung (Korea), 18-21, 10-21. Tiga bulan setelahnya, Melati/Ronald kembali tampil dengan baik di Taipei. Mereka lolos ke babak final Chinese Taipei GP 2015. Pasangan ini merebut gelar juara setelah menundukan pasangan tuan rumah Ko Chi Chang/Hsin Tien Chang, 21-18, 25-27, 21-15. Terobosan ke babak empat berikutnya terjadi di Macau Open GPG. Mereka kalah dari Choi Solgyu/Eom Hye Won 19-21, 19-21 di semifinal.

Sepanjang tahun 2015, Melati/Ronald  mengalami penurunan. Tidak ada prestasi yang mengesankan dari pasangan ini. Mereka kembali bangkit di Indonesia Masters GPG yang berlangsung di Balikpapan pada bulan September 2016. Melati/Ronals meraih gelar juara setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing (Malaysia), 21-16, 21-17. Prestasi Melati lainnya di tahun 2016 ini adalah meraih medali emas ganda campuran bulutangkis pada Pekan Olah raga Nasional (PON) XIX  Jawa Barat. Ia meraihnya bersama pasangannya Praveen Jordan yang mewakili provinsi Jawa Tengah.

Tujuh turnamen BWF diikuti Melati/Ronald dari awal hingga pertengahan tahun 2017. Namun mereka hanya berkutat di babak pertama sampai babak kedua. Pada bulan September 2017, Melati dicoba berpasangan dengan Alfian Eko Prasetyo. Debut Melati/Alfian langsung menghasilkan gelar juara di ajang Vietnam Open Grand Prix 2017. Pasangan ini mengalahkan rekannya Riky Widianto/Masita Mahmudin, 21-14, 21-14 di babak final. Setelah itu, Melati/Alfian kalah di babak 16 besar Macau Open GPG, 16 besar Hong Kong Open Superseries dan perempat final Gwangju Korea Masters 2017.

Reuni Dengan Praveen Jordan

1520823305_capture

Praveen & Melati kembali bersatu (Sumber foto : PB Djarum)

Pelatih Pelatnas PBSI memasangkan Melati dengan Praveen Jordan diawal tahun 2018. Melati dan Praveen pernah berpasangan sebelumnya dan meraih medali emas PON 2016. Penampilan perdana mereka tahun 2018 ini adalah di turnamen Malaysia Masters super 500. Di babak pertama, mereka berhasil mengalahkan lawan kuat Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang), 25-23, 21-16. Namun kalah di babak kedua dari pasangan Tiongkok Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong, 16-21, 12-21 di babak kedua.

Hasil menggembirakan dicapai pada turnamen kedua dimana Melati/Praveen mencapai babak semifinal. Namun mereka harus menyerah dari seniornya Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, 20-22, 17-21. Melati/Praveen menembus babak final di turnamen ketiga di BWF World Tour Super 500-India Open 2019. Sayang, gelar juara belum bisa diraih. Mereka kalah dari Mathias Christiansen/Christinna Pedersen, 14-21, 15-21.

Tetapi setelahnya, Melati/Praveen gagal ke babak 4 besar dalam 15 turnamen berturut-turut. Mereka baru mencicipi babak semifinal kembali di BWF World Tour Super 300 – Korea Masters yang berlangsung pada penghujung tahun 2018.

Melati/Praveen mencicipi babak empat besar turnamen bergengsi All England 2019. Namun mereka belum mampu melangkah lebih jauh setelah ditundukan Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong, 21-13, 20-22, 13-21. Setelahnya, dari beberapa turnamen yang diikuti, Praveen/Melati menembus babak final di empat turnamen yakni India Open (super 500), New Zealand Open (super 300), Australian Open (super 300) dan Japan Open (super 750). Di India, Australia dan Jepang, mereka kalah dari lawan yang sama, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (Tiongkok). Sedangkan di Australia, kalah dari Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia).

Seolah tak mau dijuluki sebagai spesialis runner up, Praveen/Melati berhasil menaiki poium tertinggi. Momen kebangkitan Praveen/Melati berhasil diraih dalam dua pekan tur Eropa di bulan Oktober 2019. Dimulai dari Denmark Open (super 750), Melati/Praveen mengalahkan pasangan peringkat satu dunia, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong, 18-21, 21-16 dan 22-20 di babak perempat final. Lalu menang mudah atas Wang Chi Lin/Cheng Chi Ya (Chinese Taipei), 21-12 dan 21-12 di semifinal. Gelar juara dipastikan setelah mengandaskan musuh bebuyutanya Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping di babak final dengan skor 21-18, 18-21 dan 21-19.

Pekan berikutnya, Melati/Praveen kembali tampil gemilang. Setelah melewati dua babak awal French Open (super 750), mereka mengalahkan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand), 21-14, 21-7. Lalu, mengalahkan pasangan suami-istri Chris Adcock/Gabrielle Adcock (Inggris), 21-19, 21-12. Di babak final, Melati/Praveen kembali bertemu Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dan berhasil menang dengan, 22-24, 21-16 dan 21-12. Mereka meraih dua gelar berturut-turut sekaligus mengalah pasangan peringkat 1 dunia dua kali dalam dua pekan. Keberhasilan ini membuat nama Praveen/Melati masuk dalam nominasi “Most Improved Players of the Year 2019”, walaupun akhirnya tidak terpilih sebagai pemenang.

Melati/Praveen berhasil meraih medali emas di ajang SEA Games ke-30 yang berlangsung di Manila, Philipina. Mereka berhasil mengubur impian pasangan Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai di pertandingan pamungkas dengan skor, 21-19, 19-21 dan 23-21. Kiprah Melati/Praveen ini sepanjang tahun 2019, mengantarkan mereka menduduki peringkat ke-5 ganda campuran dunia.

Sebagai pebulutangkis, Melati bercita-cita meraih tiga gelar yang paling diidamkan yaitu All England, juara dunia dan medali emas Olimpiade. Terwujudlah salah satunya setelah ia bersama Praveen menjuarai All England 2020. Pasangan ini berhasil menumbangkan pasangan Dechapol Puavaranukroh/ Sapsiree Taerattanachai dari Thailand, 21-15, 17-21 dan 21-8 di babak final.

Setelah vakum turnamen Internasional selama hampir satu tahun, Praveen/Melati Kembali terjun ke arena pertandingan pada bulan Januari 2021. Di turnamen Yonex Thailand Open 2021, Praveen/Melati harus puas menjadi runner up. Kali ini, mereka harus mengakui keunggulan Dechapol/Sapsiree, 3-21, 22-20 dan 18-21.

Profil

Nama                                    : Melati Daeva Oktavianti

Tanggal Lahir                      : 26 Oktober 1994

Tempat Lahir                      : Serang, Banten

Jenis Kelamin                     : Perempuan

Nama Ayah                         : Dauh Suhendar

Nama Ibu                            : Eva Muzalivah

Pegangan Raket                : Kanan

 

Prestasi

Juara World Junior Championships 2012 (/Edi Subaktiar)

Medali emas SEA Games 2019 (/Praveen Jordan)

Juara     BWF World Tour Super 750 – French Open 2019 (/Praveen Jordan)

Juara     BWF World Tour Super 750 – Denmark Open 2019 (/Praveen Jordan)

Juara     Vietnam Open GP 2017 (/Alfian Eko Prasetyo)

Juara     Chinese Taipei GP 2015 (/Ronald Alexander)

Juara     Indonesia International Challenge 2014 (/Ronald Alexander)

Juara     Tangkas Spec Junior International 2012 (/Edi Subaktiar)

Juara     Tangkas Spec Junior International 2012 (/Rosyita Eka Putri)

Juara     Bannuinvest International Series 2012 (/Edi Subaktiar)

Juara     German Junior 2012 (/Rosyita Eka Putri)

Juara     Dutch Junior 2012 (/Edi Subaktiar)

Runner up BWF World Tour Super 1000 – Yonex Thailand Open 2021 (/Praveen Jordan)

Runner up BWF World Tour Super 750 – Japan Open 2019 (/Praveen Jordan)

Runner up BWF World Tour Super 300 – Australian Open 2019 (/Praveen Jordan)

Runner up BWF World Tour Super 300 – New Zealand Open 2019 (/Praveen Jordan)

Runner up BWF World Tour Super 500 – India Open 2019 (/Praveen Jordan)

Runner up BWF World Tour Super 500 – India Open 2018 (/Praveen Jordan)

Runner up Austrian Open IC 2015 (/Ronald Alexander)

Runner Up New Zealand Open GP 2014 (/Edi Subaktiar)

Runner Up Vietnam International Challenge 2014 (/Melvira Oklamona)

Runner up Maldives International Challenge 2013 (/Rosyita Eka Putri)

Semifinalis  BWF World Tour Super 1000 – All England 2019 (/Praveen Jordan)

Semifinalis BWF World Tour Super 300 Gwangju Korea Masters 2018 (/Praveen Jordan)

Semifinalis BWF World Tour Super 500 – Indonesia Masters 2018 (/Praveen Jordan)

Semifinalis Macau Open GPG 2015 (/Ronald Alexander)

Semifinalis Chinese Taipei GPG 2015 (/Ronald Alexander)

Semifinalis Bulgarian International Challenge 2014 (/Ronald Alexander)

Semifinalis Vietnam Open GP 2014 (/Ronald Alexander)

Semifinalis Indonesia International Challenge (/Melvira Oklamona)

Semifinalis Singapore International Series (/Rosyita Eka Putri)

Semifinalis Bannuinvest International Series (/Rosyita Eka Putri)

 

 

 

Leave a Reply