Wuhan, Bulutangkis dan Olimpiade

Gallery_BAC2019_Practice6Sebenarnya kota Wuhan akan menjadi perhatian bagi para penggemar bulutangkis pada bulan April mendatang. Direncanakan tanggal 21-26 April 2020 akan berlangsung Kejuaraan Asia (BAC) di kota tersebut. Bukan sekedar kejuaraan rutinitas biasa seperti tahun-tahun sebelumnya, BAC tahun ini merupakan kejuaraan terakhir dalam perebutan poin menuju Olimpiade Tokyo 2020.

Ada beberapa kejadian pada kualifikasi tahun sebelumnya, kelolosan seorang pemain ke Olimpiade ditentukan oleh kejuaraan yang ditetapkan sebagai kualifikasi paling terakhir. Mengamati kondisi terakhir dimana kota Wuhan terserang virus corona, maka bisa dipresiksi BAC 2020 tidak bisa digelar di kota tersebut. Kalaupun tetap dipaksakan, apakah para pemain akan mengambil resiko sedemikian besar?

Beberapa opsi tentu saja sedang dipikirkan induk bulutangkis dunia. Seandainya BAC dibatalkan begitu saja, maka para atlet Asia akan mengalami kerugian pada ranking menuju Olimpiade karena dalam waktu bersamaan Kejuaraan Eropa akan digelar. Dengan demikian, pemain Eropa memiliki keuntungan satu turnamen dibandingkan dengan pemain Asia.

Opsi lainnya yaitu dipindahkan ke kota atau negara lain dengan kategori aman. Tentu saja tidak akan mudah dalam melakukan persiapan terutama mencari dukungan sponsor. BAC ini menyediakan hadiah U$$ 400.000 atau 5,6 Milyar. Sebuah turnamen yang hadiah dan poinnya setara superseries. Belum lagi biaya-biaya lainnya yang harus disediakan tuan rumah pengganti.

Mungkin, opsi terbaik adalah memangkas turnamen yang menjadi ajang kualifikasi Olimpiade, yakni hanya sampai minggu ketiga April. BAC, Kejuaraan Eropa dan kejuaraan kontinental lainnya tidak perlu diperhitungkan sebagai poin kualifikasi Olimpiade.

Berbicara lebih jauh mengenai Olimpiade sendiri, bisa saja ajang olahraga sejagad ini akan tertunda. Sedianya akan berlangsung tanggal 24 Juli – 9 Agustus 2020. Namun melihat perkembangan bila virus menyebar hingga Beijing yang merupakan ibukota Tiongkok, maka keikutsertaan Tiongkok di Olimpiade pun terancam. Olimpiade tanpa Tiongkok tentu saja menurunkan pamor Olimpiade itu sendiri karena prestasi negara tersebut berada di papan atas.
Apapun yang terjadi semoga muzibah virus corona ini tidak semakin menyebar dan segera teratasi. (Admin)

Foto : PBSI

Leave a Reply