Kalimat “semangat tanpa batas” diucapkan Liliyana Natsir dalam tayangan iklan televisi disela-sela penanyangan langsung babak final Hong Kong Open Superseries dimana bertemunya dua finalis asal Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto. Kalimat yang disampaikan tersebut bukan sekedar memenuhi tuntutan peran dalam iklan tetapi juga terpatri di lapangan. Tontowi/Liliyana berhasil meraih juara setelah mengalahkan yuniornya tersebut dengan skor, 21-19 dan 21-17.
Keberhasilan Tontowi/Liliyana di Hong Kong ini, berarti mereka menjuarai dua turnamen besar berturut-turut dalam dua minggu. Bagi pemain kawakan seperti mereka, memang bukanlah suatu kejutan besar. Namun dibalik itu, ada sebuah perjuangan tanpa batas yang berhasil mereka lewati. Liliyana yang sudah terlihat cedera sejak pekan sebelumnya di China Open Superseries, tetap tampil bersemangat di Hong Kong.
“Kami sangat puas dengan hasil ini. Karena kami bisa merebut dua gelar dalam dua minggu. Dengan kondisi saya yang seperti ini, tentu saya mengucap syukur kepada Tuhan atas prestasi yang kami peroleh,” kata Liliyana kepada situs remi PBSI.
“Tadinya kami sempat ingin memutuskan untuk mundur setelah Ci Butet (Liliyana Natsir) agak cedera. Kami juga sempat ragu-ragu untuk main di sini. Tapi saya meyakinkan Ci Butet bahwa kami bisa main di sini. Apalagi saya lihat arah angin di lapangan cocok buat kami. Jadi coba aja, kami paksa buat main di sini. Ternyata benar, hasilnya bisa maksimal,” ujar Tontowi.
Demikianlah komitmen besar seorang Liliyana, bahkan tidak menyerah walaupun lawan pamungkas adalah yuniornya sendiri. Tetapi “semangat tanpa batas”, bukan hanya milik Liliyana. Kalau kita menyaksikan seksama pertandingan di Hong Kong, terlihat daya juang Tontowi yang mengcover sebagian besar lapangan. Dengan keterbatasan gerak dari Liliyana, Tontowi berhasil menutup ruang dengan baik. Kedua pemain juga tidak cepat puas dengan prestasi-prestasi sebelumnya meskipun mereka sudah meraih prestasi tertinggi yakni emas Olimpiade.
“Setelah kami mendapat medali emas Olimpiade, mungkin orang berpikir kami sudah santai-santai dan nggak mikir prestasi lagi. Tapi ternyata kami bisa membuktikan di China Open Super Series Premier dan di sini lanjut lagi menang di Super Series,” kata Liliyana.
Pelajaran berharga dari dua pebulutangkis senior Indonesia ini, patut menjadi contoh bagi yunior-yuniornya. Bahkan bisa dijadikan inspirasi bagi semuanya dalam berjuang dibidang profesinya masing-masing.
(hendrigumay.wordpress.com )
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.