Persatuan bulutangkis seluruh Indonesia (PBSI) tandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badminton Association of Malaysia (BAM) terkait program pertukaran atlet muda, Sabtu (4/4). Penandatanganan tersebut dihadiri oleh Anton Subowo (Sekjen PP PBSI), Tengku Tan Sri Mahaleel Tengku Ariff (Presiden BAM), Bambang Roedyanto (Kasubid. Hubungan Internasional PP PBSI) dan Tan Sri Mohamed Al Amin Majid (Deputy Presiden BAM).
“Ini merupakan sejarah baru bagi kita, karena selama ini Indonesia belum pernah mengadakan kerja sama dengan Malaysia, dalam bidang bulutangkis. Kami juga melihat Malaysia mempunyai program yang bagus untuk bulutangkis, kedepannya jika kami bekerja sama maka ini akan menjadi hal positif bagi perkembangan bulutangkis ke depannya,” kata Anton dalam konferensi pers yang diadakan di Putra Stadium, Kuala Lumpur, Malaysia.
“Program ini akan difokuskan untuk atlet muda U-19 dan U-15. Ini melihat dari potensi teknis, sport science dan juga dari sisi mental para atlet muda. Atlet-atlet junior harus lebih dikenalkan lagi dengan bulutangkis dari berbagai sisi,” ujar Anton.
Sebelumnya Indonesia dan Malaysia sendiri masing-masing sudah menjalankan program yang sama dengan Korea. Kombinasi tiga negara bulutangkis ini pun diharapkan mampu melahirkan generasi muda bulutangkis yang lebih matang, baik secara teknis maupun mental.
“Kami sebelumnya sudah ada kerjasama dengan Korea, Malaysia juga sudah bekerjasama dengan Korea. Saat ini untuk program secara umum sudah berlangsung. Kami juga sedang mematangkan formula pertukaran ini agar kedepannya bisa lebih efektif,” tambah Anton.
Sama seperti kerjasama dengan Korea sebelumnya, dalam program ini akan mengirimkan atlet muda Indonesia ke pemusatan latihan bulutangkis Malaysia, dan sebaliknya. Selain pertukaran mengenai teknik bermain, perbedaan program dalam pola latihan mental juga diharapkan mampu memperkaya kapasitas masing-masing atlet.
Di sisi lain, Presiden BAM Tengku Tan Sri Mahaleel Tengku Ariff mengemukakan harapannya terhadap program ini agar lebih efektif dalam melahirkan generasi bulutangkis yang lebih matang dan berkualitas.
“Program ini mempunyai pengaruh yang sangat bagus untuk kedua negara, saya berharap program ini bisa berlangsung secepatnya,” kata Tengku Tan Sri Mahaleel Tengku Ariff. (*)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.