Pasangan ganda putri Indonesia, Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta gagal melanjutkan kejutan di babak perempat final BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016. Tiara/Rizki harus dihentikan langkahnya oleh pasangan Belanda, Eefje Muskens/Selena Piek dalam tiga game dengan skor 10-21, 24-22, dan 23-25 pada Jumat (03/06) siang di Istora Senayan, Jakarta.
Sempat unggul beberapa kali sejak game pertama, Tiara/Rizki nampak bermain kurang tenang dan cenderung terburu-buru. Di poin-poin kritis bahkan Rizki/Tiara cenderung sering melakukan kesalahan sendiri. Tiara/Rizki harus puas dengan hasil ini karena memang Eefje/Selena mampu lebih mengontrol keadaan.
“Tiara Rizki adalah pemain yang bagus juga. Buktinya mereka bisa mengalahkan juara Olimpiade,” ujar Selena.
“Ini pertama kali kami masuk semifinal di level superseries. Ini adalah hal luar biasa karena kami juga bisa menang di Indonesia di mana memang negara yang bulutangkis besar,” lanjutnya.
Sedangkan baik Tiara mau pun Rizki mengakui kalau hari ini mereka tidak bisa bermain tenang. Mereka bermain terlalu terburu-buru sehingga keduanya rentan melakukan kesalahan sendiri di akhir game ketiga. Tiara/Rizki mengakui kalau mereka kalah sabar daripada permainan Eefje/Selena.
“Hari ini kurang hoki. Buru-buru, mau matiin malah jadi mati sendiri kitanya,” ujar Tiara.
Walaupun mengalami kekalahan, Tiara/Rizki tetap mendapat apresiasi lebih. Mengingat, selain pasangan ini adalah pasangan baru, ini juga merupakan pertandingan perdana mereka di babak perempat final level Super Series Premier.
“Nuraidah/Pradipta tetap tampil membanggakan di rumah sendiri. Percaya superseries berikutnya bisa lebih beruntung,” tutur ketua umum PP PBSI Gita Wirjawan dalam tweet-nya di akun Twitter pribadinya.
(RF/DD)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.