(Jakarta, 31/05/2015)
Juara All England 2016, Praveen Jordan/Debby Susanto, terpaksa harus mengakhiri kiprahnya di babak pertama BCA Indonesia Open 2016 pada Selasa (31/05). Praveen/Debby takluk di tangan ganda campuran China, Lu Kai/Huang Yaqiong, dalam dua game langsung dengan skor 21-15 dan 21-10.
Kekalahan ini tentunya menjadi sebuah hal yang mengejutkan. Pasalnya, Praveen/Debby yang menjadi unggulan kedelapan ini memerlukan poin banyak dari turnamen ini untuk menjaga peringkat unggulan di Olimpiade Rio Agustus mendatang.
“Kita tadi lebih banyak error, tapi lawan justru mainnya lebih rapi. Dari awal kita udah tertekan, diatur juga pola pemainannya sama mereka (Lu/Huang),” ucap Debby.
Di tengah dukungan publik istora yang begitu meriah, Praveen Jordan mengaku menyesal dengan kekalahannya ini. Praveen mengatakan bahwa ia kecewa dengan hasil yang didapat saat ini.
“Nyesel banget. Udah dapet support yang sebegitu banyak, tapi kitanya malah kalah. Tapi, ya, mau digimanain lagi,” tutur Praveen.
Kekalahan ini pun menjadi salah satu bahan untuk instropeksi diri mereka menjelang Olimpiade Rio mendatang. Beberapa hal harus mereka perbaiki terutama ketika kondisi mereka sedang tertekan.
“Ini jadi pembelajaran banget dengan kekalahan-kekalahan kita setelah juara All England kemarin. Jadi bahan evaluasi aja menjelang olimpiade,” ucap Debby.
Padahal, Praveen/Debby menargetkan untuk melangkah lebih jauh dan bisa bertemu dengan Tontowi/Liliyana di babak perempat final.
Hingga berita ini diturunkan, untuk sektor ganda campuran Indonesia sudah meloloskan tiga wakilnya ke babak kedua, yaitu Riky Widianto/Richi Puspita Dili, Alfian Eko/Annisa Saufika, dan pasangan Ronald Alexander/Melati Daeva Oktaviani.
Sedangkan pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir belum bertanding dan dijadwalkan akan bertanding melawan pasangan Australia, Sawan Serasinghe/Setyana Mapasa.
(RF/DD)
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.