Cerita Dari Sebuah Foto Bersama Anthony Ginting

Nur Sasongko

Dari : Nursasongko Soegijatno

(Foto diatas ketika menjelang penyerahan medali Sirnas Bulutangkis Jatim 2013 di Surabaya, November 2013)

Mendadak teringat dengan perjuangan para atlet Indonesia di Piala Thomas Uber, Seru!
Dulu saya cuma ngefans, sekarang ikut jadi saksi perjuangan mereka dari kecil. Bersyukur
saya mendapat kesempatan ikut merasakan perjuangan dari nol para atlet itu, karena saya
berkesempatan menjadi Pengurus PBSI Propinsi jabar sejak 2001 dan Klub Bulutangkis SGS

Di paling kanan di foto ada Fajar Alfian, pemain ganda putra muda usia asal majalaya, Kab Bandung
Fajar punya masa depan yang cerah, saat ini dia merupakan pemain ganda putra no 6 Indonesia, dan no 37 dunia
bersama pasangannya Rian Andrianto. Baru baru ini dia menjadi Juara International series di Surabaya, kelak
dia akan menjadi penerus Hendra, Ahsan dan lainnya

Yang ditengah sebelah saya Redi perdana, dia sempat mencicipi Pelatnas 1 tahun, namun sayang hanya bisa bertahan 1 tahun
namun kegigihannya sehingga mampu menembus pelatnas, patut diacungi jempol.

Yang paling kiri di foto adalah Anthony Ginting, baru saja menyumbangkan point sebagai tunggal kedua Piala Thomas 2016
di semifinal melawan Korea, saat ini dia menempati ranking ke 3 Indonesia dan 23 dunia di usia 20 tahun. Jangan salah
Anthony pernah meraih medali perunggu tunggal putra di Youth Olympic 2014, Olimpade Khusus Remaja sedunia.

Mereka semua bisa seperti ini karena perjuangan orangtuanya, tak terkecuali para pelatih, seperti Pak Ade & Ko Bubun (Anthony) Pak Iwan (Fajar) dan sederet pelatih dan pengurus yang pernah memoles mereka

Saya? Sebagai fans Bulutangkis, senang pernah ikut bantu bantu sedikit sebagai pengurus, seperti memperjuangkan kesempatan main di sirnas sirnas ketika mereka yunior, mengurus uang saku, mengurus tiket transportasi, mengurus hotel, akomodasi , perlengkapan dll ketika mereka Yunior. Meski selalu teringat ada yang sempat ngambek dan mau mundur dan harus saya bujuk di asrama sampai jam 3 pagi atau Anthony yang selalu menomorsatukan sekolah dengan didampingi ketat orangtuanya, selalu belajar disela sela pertandingan, karena prinsip orangtuanya, jadi orang cerdas berpengaruh ke pola pikir di lapangan dan terbukti.

Well saya bukan pelatih yang membentuk mereka, tapi saya senang ikut serta sedikit berjuang untuk negara dengan membantu atlet atlet junior ketika masa pembentukannya. Tidak semua atlet yang saya urus jadi atlet Top, namun saya senang karena saya punya kesempatan untuk sumbangsih, tidak hanya sekedar menjadi fans Bulutangkis yang hanya tahu pemain pemain ketika sudah Top atau ketika sudah menjadi pemain nasional saja.

Keep humble Fajar, Tony, roda akan selalu berputar, ada waktunya nanti kalian pensiun dan jadi orang biasa kembali, manfaatkan anugerah dari Tuhan sebaik baiknya saat ini untuk nama bangsa Indonesia. Saya akn terus mensupport Bulutangkis Indonesia.

 

Leave a Reply