Sony Taklukan Lin Dan di Singapura Terbuka

(Singapura, 16/04/2016)

Peraih medali perunggu Olimpiade Athena 2004, Sony Dwi Kuncoro, masih menunjukan tajinya di ajang Singapore Open Super Series 2016. Sony berhasil melenggang ke babak final setelah mengalahkan peraih medali emas olimpiade London 2012, Lin Dan, dalam pertarungan berdurasi 1 jam 9 menit dengan skor 21-10, 17-21, dan 22-20.

Pemain berusia 31 tahun ini berhasil menggagalkan usaha mega kill Lin Dan atas pemain tunggal putra Indonesia. Pasalnya, sejak babak pertama Lin Dan sudah bertemu beberapa pemain tunggal putra Indonesia. Di antaranya adalah Ihsan Maulana Mustofa, Jonatan Christie, dan terakhir Lin Dan berhasil mengalahkan pemain terbaik Indonesia saat ini, Tommy Sugiarto.

Sony sudah berhasil memegang permainan sejak awal game pertama. Sempat bermain ketat dalam tiga poin pertama, Sony langsung meninggalkan Lin Dan dengan skor 8-3. Terus menggempur sisi pertahanan Lin Dan, Sony semakin percaya diri dengan memperlebar margin skor ke poin 17-5. Akhirnya, Sony menutup game pertama dengan skor 21-10.

Game kedua pun sebetulnya sudah sempat dipegang oleh Sony. Namun, kematangan Lin Dan membuat ia sanggup beberapa kali menyamakan kedudukan. Saat Sony berhasil memimpin dengan skor 10-8, Lin Dan langsung menyamakan kedudukan bahkan berbalik unggul menjadi 10-11.

Sejak interval game kedua, Sony tidak mampu menyamakan kedudukan dan perolehan poinnya selalu tertinggal dari Lin Dan. Salah satu pemain terbaik China ini langsung menutup game kedua dengan skor 17-21.

Mengawali game ketiga, Sony langsung unggul cepat dengan skor 5-0. Lagi, Lin Dan tidak kehilangan motivasi untuk menang. Ia mampu membalikan keadaan dan mengubah skor menjadi 5-7. Namun kematangan Sony membuat keadaan kembali berbalik ketika ia sanggup menutup interval game penentuan dengan skor 11-10.

Perolehan skor semakin ketat setelah interval game ketiga, Sony dan Lin Dan terus saling kejar mengejar angka. Match Point berhasil diamankan Sony dengan skor 20-19. Namun hal itu tidak berangsur lama setelah Lin Dan bisa menyamakan kedudukan menjadi 20-20.

Suasana di dalam lapangan semakin menegangkan ketika sorak-sorak penonton Indonesia di Stadium Walk terus menyebut nama Sony dan Indonesia. Harapan dan dukungan publik Indonesia di Singapura tidak disia-siakan oleh Sony. Ia menutup game penentuan dengan skor 22-20.

Hasil ini membuat Sony berhasil menjajakan kakinya di babak Final. Di babak final besok (17/04), Sony akan melawan Son Wan Ho asal Korea.

“Menurut saya pertandingan malam ini sungguh luar biasa, ini adalah buah dari kerja keras saya di latihan. Saat menang, saya langsung berpikir kalau saya ternyata masih bisa menang dari Lin Dan,” tutur Sony kepada Badmintonindonesia.org.

“Saya rasa Sony malam ini bisa bermain lebih baik dari saya. Penampilan saya di game pertama tidak bagus, sempat membaik hingga akhir permainan, namun sekali lagi, Sony tampil lebih baik dari saya,” ujar Lin Dan.

 

Reporter: Rizaldy Fry

Leave a Reply