(Brimingham, 12/03/2015)
Laga semifinal ajang All England Open Superseries Premier 2016 menjadi momen pembuktian untuk Praveen Jordan/Debby Susanto. Pasangan pelapis Tontowi/Liliyana ini mampu melaju ke babak final setelah mengalahkan pasangan nomor satu dunia asal China, Zhang Nan/Zhao Yunlei, dengan skor 21-19 dan 21-16 pada Sabtu (12/03) malam.
Bermain dengan berbagai kesalahan di awal game, pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto terus mencoba mengurangi tiap kesalahan yang terjadi. Namun, sampai dengan interval game pertama, pasangan nomor dua Indonesia ini masih belum mampu unggul dari pasangan Zhang Nan/Zhao Yunlei. Praveen/Debby tertingal tipis dengan skor 10-11.
Setelah interval game pertama, Praveen/Debby semakin meningkatkan intensitas serangan. Hal itu terlihat lebih efektif dan mampu mengimbangi permainan pasangan nomor satu dunia ini. Walaupun bermain dengan jauh lebih baik, kesalahan-kesalahan kecil masih sering terjadi di lapangan.
Bermain dengan sangat ketat, Praveen/Debby terlihat mampu lebih fokus di akhir game pertama. Dalam kedudukan 19-19, pasangan China bermain dengan sedikit terburu-buru. Kesalahan komunikasi pun terjadi di antara Zhang Nan dan Zhao Yunlei. Saat kedudukan 20-19, Zhang Nan mengajukan challenge karena merasa kurang sepakat dengan hakim garis yang menyatakan pukulan Debby masuk.
Teknologi mata elang menunjukan bahwa pukulan Debby Susanto rupanya masih mengenai garis belakang lapangan. Dengan hasil ini membuat pasangan Praveen/Debby mampu menutup game pertama dengan skor 21-19.
Praveen/Debby memulai game kedua dengan jauh lebih baik. Mereka mampu menekan pertahanan Zhang Nan/Zhao Yunlei sejak awal game. Permainan bola depan Debby Susanto mampu memuat Praveen “nyaman” dengan serangan-serangan tajamnya. Praveen/Debby sanggup menutup interval game kedua dengan skor 11-7.
Unggul 14-7 semakin membuat Praveen/Debby merasa percaya diri di lapangan. Serangan demi serangan yang dilancarkan pasangan Indonesia terus membuat pasangan China seolah kehilangan tembok kokohnya. Praveen/Debby semakin unggul dengan skor 16-10.
Permainan luar biasa terus ditampilkan oleh Praveen/Debby, unggulan kedelapan ini mampu terus menekan hingga kedudukan 20-16. Pukulan tanggung Zhao Yunlei langsung disergap kencang oleh Debby Susanto sampai akhirnya skor 21-16 menjadi poin kemenangan pasangan peringkat delapan dunia ini.
Di babak final besok (13/03), Praveen/Debby akan melawan pasangan Denmark, Fischer Nielsen/Christina Pedersen yang telah melangkah ke babak final terlebih dahulu dengan mengalahkan pasangan Inggris, Chirs Adcock/Gabrielle Adcock dengan skor 21-13 dan 22-20.
Reporter: Rizaldy Fry
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.