Indonesia Gagal Penuhi Target di All England

(Brimingham, 12/03/2016)

Punggawa merah putih bermain kurang memuaskan di ajang All England 2016. Terhitung ada liam belas wakil Indonesia yang lolos dan bermain di babak utama, namun hanya menyisakan dua wakil ke babak perempat final dan satu wakil ke babak semifinal. Praveen Jordan/Debby Susanto menjadi satu-satunya wakil yang masih bertahan dan akan menjalani laga semifinal pada Sabtu (12/03) malam.

Barclay Card Arena nampaknya tidak bersahabat dengan pemain-pemain terbaik Indonesia. Pasalnya, beberapa pemain terbaik Indonesia ada yang harus pulang jauh lebih awal, contohnya adalah pasangan ganda putri, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, yang langsung kalah di babak pertama.

Nama besar lainnya seperti Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pun tidak mampu melangkah jauh di ajang All England 2016. Pasangan ganda putra terbaik Indonesia ini harus kalah di babak kedua oleh pasangan Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Selain Ahsan/Hendra, masih ada beberapa nama yang langsung kandas di babak kedua; Angga Pratama/Ricky Karanda, Maria Febe, Tommy Sugiarto, Lindaweny Fanetri, dan lain-lain.

Tersisa dua nama di babak perempat final, yaitu dua pasangan ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan juga pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto. Kedua pemain ini sama-sama harus berjuang agar mampu merebut tiket semifinal.

Perjuangan juara All England tiga kali, Tontowi/Liliyana, rupanya tidak sanggup berjalan lebih jauh. Pasangan ganda campuran terbaik Indonesia ini pun harus angkat koper setelah dikalahkan pasangan Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock, dalam dua game langsung.

Satu wakil Indonesia masih sanggup melaju cukup jauh. Pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto sanggup mengalahkan unggulan tiga asal China, Liu Cheng/Bao Yixin, dengan skor 21-14 dan 23-21. Di babak semifinal pada Sabtu (12/03) malam, Praveen/Debby akan kembali dintantang oleh wakil China, Zhang Nan/Zhao Yunlei, yang berstatus unggulan pertama.

Target awal dari Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) adalah Indonesia diharapkan mampu mengambil dua gelar yaitu dari ganda campuran dan ganda putra. Namun dengan hasil ini sudah dipastikan Indonesia gagal memenuhi target utama. Satu gelar menjadi target paling relaistis saat ini.

Kegagalan di ajang All England 2016 pun tidak hanya dialami oleh pemain top Indonesia, namun beberapa pemain top dunia pun harus merasakan kegagalan yang serupa di ajang ini. Nama-nama seperti Chen Long, Lee Chong Wei, Jan O. Jorgensen, Saina Nehwal, Li Xuerui, Kento Momota, Ratchanok Intanon, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na, Kim Gi Jung/Kim Sa Rang, pun harus terhenti di babak-babak awal.

 

Reporter: Rizaldy Fry

 

Leave a Reply