Mataram, 30 Oktober 2015 – Untuk pertama kalinya, Pelatprov Bali memastikan membawa pulang gelar juara sebelum partai final di gelar di arena Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Open 2015. Di gelaran ke delapan yang digelar di GOR 17 Desember, Mataram, Nusa Tenggara Barat, dua atlet tunggal taruna putri mereka berhasil melangkah ke final.
Made Deya Surya Saraswati dan Made Pranita Sulistya Devi sama-sama berhasil mengantongi kemenangan pada semifinal yang digelar Jum’at (30/10) petang. Pranita terlebih dahulu memastikan diri melangkah ke final usai mengalahkan wakil Exist Jakarta, Isra Faradilla yang sebelumnya menjegal unggulan teratas, Aurum Oktavia Winata (Jaya Raya) di perempat final. Berhadapan dengan Isra, Pranita berhasil menang dalam drama tiga game 18-21, 21-19 dan 21-18.
“Di game pertama lawan masih bermain aman, dan saya kesulitan untuk mengeluarkan permainan saya. Sementara di game kedua dan ketiga saya mencoba untuk lebih cepat menurunkan bola dan mempercepat tempo permainan saya,” ujar Pranita usai laga.
Kemenangannya ini berhasil diikuti oleh rekan satu timnya, Deya. Unggulan dua ini berhadapan dengan Winda Puji Hastuti dari Fifa Badminton Club. Deya yang sempat tertinggal di awal game pembuka, justru bisa mengamankannya dengan 21-17. Kalah 15-21 di game kedua, Deya pun sempat terlihat akan kehilangan tiket final. Ia tertinggal 10-15, tetapi perlahan ia berhasil menyamakan kedudukan diangka 17. Sempat balik tertinggal 19-20, Deya justru kembali menuai tiga angka yang ia perlukan dan pengembalian lawan yang terlalu panjang jatuh di luar lapang, membuatnya menang tipis 22-20.
“Awal game pertama memang masih cukup tegang, tetapi saat tertinggal justru permainan saya baru in. Jadi akhirnya saya bisa menang di game pertama, sementara di game kedua saya justru banyak melakukan kesalahan sendiri. Saat tertinggal di game ketiga pun saya sempat pasrah, tetapi saat lawan mulai melakukan kesalahan sendiri saya mulai bangkit, dan dukungan keluarga yang hadir pun menjadi motivasi tambahan saya,” ujar Deya.
Final yang akan digelar besok (31/10) menjadi final pertama bagi Deya di arena Djarum Sirnas 2015, tetapi bagi Pranita akan menjadi final ketiga kalinya. Pranita sukses masuk final di Djarum SIrnas Sulawesi Utara dan Jawa Barat, dimana ia dipaksa harus puas menjadi runner up.
“Capaian atlet Bali ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya dan khususnya warga Bali. Mereka bisa bersaing dan bisa membawa nama Bali, karena saat ini kita tahu bahwa di daerah dengan semua fasilitas yang terbatas kurang terlalu diperhitungkan. Tetapi kali ini mereka berhasil membawa kebanggaan untuk Bali,” ujar Wayan Winurjaya, pendamping Deya dan Pranita di semifinal.
Meski berjumpa dengan atlet sesama Bali, Wayan berharap kedua atletnya bisa menampilkan permainan terbaik mereka. “Keduanya punya keunggulan masing-masing, Deya lebih tinggi rankingnya dan lebih punya pengalaman sementara Pranita daya juangnya luar biasa. Saya harap mereka bisa menampilkan permainan terbaik mereka, karena ini nanti akan disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
Sumber : Media Centre
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.