Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi akhirnya harus terhenti di semifinal Thailand Open Grand Prix Gold 2015. Keduanya kalah dari pasangan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong asal Malaysia. Mengaku banyak terburu-buru di lapangan, Angga/Ricky terpaksa menyerahkan kemenangan kepada lawannya, 19-21, 21-17 dan 16-21.
Game pertama dibuka, pertandingan berlangsung cukup ketat. Namun di lapangan Angga/Ricky mengaku sempat terbawa pola permainan Koo/Tan. Hal tersebut membuat mereka kesulitan untuk mengolah bola dan menguasai lapangan. Keduanya pun harus merelakan game pertamanya.
Tertinggal 19-21 di game pertama, Angga/Ricky tak lantas menyerah begitu saja. Meski terus ketat di lapangan, keduanya berhasil mencuri game kedua 21-17, untuk menyamakan kedudukan.
Sayang di game penentu, Angga/Ricky cukup banyak melakukan kesalahan sendiri. Beberapa pengembalian bola mereka menyangkut di net dan menguntungkan lawan.
“Kami keikut permainan mereka, terbawa pola mereka. Mereka juga main tenang aja. Sementara kami di lapangan sempat ngawur bola-bolanya. Biasanya kami depannya tenang, tapi hari ini terlalu terburu-buru dan nafsu. Padahal bola mereka tidak terlalu sulit. Mungkin kesiapan kami di pertandingan hari ini yang masih kurang,” kata Ricky.
Usai pertandingan, Angga/Ricky langsung mengevaluasi penampilannya. Sering terburu-buru menyelesaikan permainan, mereka justru menciptakan kesalahannya sendiri.
“Kami banyak errornya di lapangan. Terlalu bernafsu dan buru-buru di lapangan. Jadi saat lapangan menang angin banyak pukulan yang nggak pas. Saya juga depannya tadi sempat kalah dengan Koo. Game ketiga kami tertinggal terlalu jauh. Kami main tidak safe dan banyak sekali errornya,” ungkap Angga.
“Mereka nebak-nebak bolanya lumayan. Defens mereka juga nggak gampang mati. Mereka tidak sesulit dulu sebenarnya,” ujar Angga lagi.

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.