(Jakarta, 16/08/2015)
Pemain spesialis ganda putra, Mohammad Ahsan, yang kini berpasangan
dengan Hendra Setiawan, mendapat perhatian khusus dari seluruh
penikmat bulutangkis. Pasalnya, Mohammad Ahsan adalah sosok pemain
yang sangat terkenal dengan jiwa emosionalnya di lapangan.
Hal tersebut tidak bermakna negatif, sifat emosional Ahsan terlihat
dari ia yang bersifat sangat ekspresif di lapangan. Ia selalu
berteriak dan menunjukan ekspresi luar biasa ketika melakukan smash
atau ketika ia berhasil meraih poin dalam pertandingan.
Mohammad Ahsan memang sering dikatakan pemain yang sangat berbahaya.
Ia memiliki smash yang sangat keras dan juga tajam. Banyak pemain yang
selalu berhati-hati dengan smash keras dari Mohammad Ahsan.
Tidak jarang, smash kerasnya mampu mendulang poin demi poin di dalam
pertandingan. Lalu ia akan menunjukan sisi ekspresifnya ketika ia
berhasil mendulang poin. Bukan hanya mengepalkan tangan, Ahsan sering
kali berteriak bahkan meloncat di lapangan ketika berhasil mendapatkan
poin.
Kini, Mohammad Ahsan bermain dengan jauh berbeda. Ia terlihat jauh
lebih tenang dan diam ketika berada di atas lapangan. Ia hanya
menunjukan sebuah ekspresi yang sewajarnya ketika ia mendapatkan poin.
“Saya hanya berusaha lebih tenang. Terus berusaha fokus. Soalnya kalau
berekspresi berlebihan nanti nguras tenaga,” ucap Ahsan.
“Saya cuman pengen terus fokus. Kalo bereksresi berlebihan lagi nanti
buyar, kan, fokusnya,” lanjutnya.
Mohammad Ahsan memang sekarang terlihat sangat berbeda. Di lapangan ia
lebih terlihat tenang dan sangat fokus. Bahkan, kini ia cenderung
sedikit sekali memerlihatkan ekspresinya. Mungkin, sesekali ia hanya
mengepalkan tangan.
Bahkan kita bisa melihat ketenangannya dalam laga final kejuaraan
dunia. Ahsan terlihat lebih tenang dan sangat fokus. Namun, bukan
berarti dengan ia menjadi tenang ia kehilangan sisi agresifnya, ia
tetap sangat agresif di lapangan dengan hujaman smash keras yang
menjadi andalannya.
Gelar juara dunia yang baru saja dicapainya tidak membuatnya menjadi
lengah. Setelah ini ia hanya akan beristirahat selama satu sampai dua
hari. Setelah itu ia akan kembali berlatih untuk mempersiapkan diri ke
Jepang terbuka.
Perburuan poin menuju Olimpiade Rio terus berjalan. Menurut pelatih
ganda putra Indonesia, masih banyak tugas yang harus ia emban sebelum
Olimpiade. Ia harus mempersiapkan anak asuhnya agar bisa lolos ke
Olimpiade.
“Pengennya yang lolos olimpiade sih bukan hanya Ahsan/ Hendra,” ucap
pelatih Heri I. P.
(Rizaldy. F)
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.