Optimisme Baru Timnas Indonesia di Kejuaraan Dunia 2015

Latihan WC2015_Liliyana(Jakarta, 05/08/2015)

Kejuaraan Dunia Bulutangkis kedua puluh dua sudah semakin dekat. Indonesia akan kembali menjadi saksi dari perhelatan kejuaraan level tertinggi BWF (Badminton World Federation) tersebut. Walaupun bukan satu-satunya kejuaraan dengan level tertinggi, kejuaraan dunia merupakan sebuah kejuaraan yang sangat dinantikan oleh para atlit bulutangkis dari seluruh dunia. Selain gelar olimpiade, gelar juara dunia selalu menjadi dambaan setiap atlit, karena dengan gelar ini, seluruh dunia akan tahu siapakah pemain terbaik di seluruh dunia pada tahunnya.

Indonesia telah dua kali menjadi tuan rumah kejuaraan dunia bulutangkis, yaitu pada 1980 dan 1989. Indonesia merupakan sebuah Negara yang menjadi acuan dari even kejuaraan BWF. Mengapa tidak, pasalnya Indonesia sudah sangat terkenal dengan Negara yang selalu menyajikan sebuah kejuaraan bulutangkis terbaik di dunia. Sebagai contoh, pada ajang Indonesia Terbuka, kejuaraan tersebut sempat mendapatkan predikat kejuaraan terbaik di dunia.

Selama pergelaran kejuaraan dunia, Indonesia terdapat pada posisi kedua sebagai Negara paling Berjaya di kejuaraan dunia, hanya berada satu peringkat di bawah China. Selama kejuaraan dunia berlangsung sejak 1977, Indonesia sudah mengoleksi sebanyak 20 medali, dan China sudah mengoleksi jauh lebih banyak medali, yakni 58 medali.

Selama digelar di tanah air, Indonesia selalu berhasil mendapatkan beberapa medali untuk Indonesia. Pada kejuaraan dunia 1980, Indonesia berhasil mendapatkan sebelas medali, dengan empat emas, empat perak, dan tiga perunggu. Penurunan yang sangat drastic terjadi pada kejuaraan dunia pada 1989, Indonesia hanya mendapatkan enam medali, dengan dua perak dan empat perunggu. Pada kejuaraan dunia 1989, Indonesia tidak berhasil mendapatkan gelar juara karena dua wakil Indonesia, Ardy Wiranata serta pasangan ganda campuran, Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin, harus takluk dari lawannya masing-masing.

Pada 2015, Indonesia sudah menyiapkan amunisi terbaik yang bisa bertanding di kejuaraan dunia kali ini. Sebanyak enam belas wakil akan bertanding untuk memperebutkan gelar juara dunia pada tahun 2015. Bukan hanya pemain senior seperti Tommy Sugiarto, Hendra/ Ahsan, dan Tontowi/ Liliyana, Indonesia juga diperkuat dengan pemain-pemain muda yang secara mengejutkan mampu lolos ke kejuaraan dunia kali ini. Seperti contohnya, pasangan ganda putra muda Indonesia, Wahyu Nayaka/ Ade Yusuf dan pasangan Ganda campuran Edi Subaktiar/ Gloria Emanuelle Widjaja.

Dengan hadirnya pemain muda, Indonesia berharap hasil terbaik dari para pemain tersebut. Bukan hal yang tidak mungkin, para pemain pelapis Indonesia, sudah bisa menunjukan hasil yang sangat baik pada kejuaraan-kejuaraan yang digelar selama tahun 2015. Contohnya, pasangan muda Angga Pratama/ Ricky Karanda, telah berhasil merebut juara Singapura terbuka 2015 serta merebut medali emas Sea Games 2015. Begitu pula pasangan ganda campuran muda Indonesia, Praven Jordan/ Deby Susanto dan Edi/ Gloria pun sudah berhasil menunjukan hasil yang sangat baik selama tahun 2015 ini.

Tidak mau teetinggal dari kedua sektor di atas, pasangan ganda putrid Indonesia, Greysia Polii/ Nitya Krishinda, sudah membuat kejutan yang sangat luar biasa selama beberapa tahun ke belakang ini. Mereka sudah berhasil membuat ganda putri Indonesia menjadi kembali ditakuti di mata dunia. Mereka sudah mampu merebut gelar juara di ajang Asian Games, serta dua kali juara di Makau terbuka selama dua tahun berturut-turut. Pada ajang Indonesia terbuka2015 pun pasangan ini mampu maju ke babak final.

Untuk nomor tunggal, baik tunggal putra mau pun tunggal putrid, Indonesia pun masih memiliki harapan yang cukup besar. Pasalnya, Tommy Sugiarto, sebagai salah satu wakil tunggal putra di kejuaraan dunia 2015, telah mampu merebut gelar juara di Rusia terbuka bulan Juli lalu. Dan gelar ini mampu menunjukan bahwa tunggal putra Indonesia masih mampu bersaing di dunia Internasional. Untuk tunggal putri Indonesia, Maria Febe, mampu bersaing hingga babak perempat final pada kejuaraan Indonesia terbuka Juni lalu.

Dengan beberapa hasil di atas, Indonesia memiliki tim yang sangat memadai. Target dua buah medali emas dari PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) rasanya menjadi sebuah target yang mungkin untuk dicapai. Hadirnya pemain muda, sudah cukup bagi Indonesia untuk mendapatkan kekuatan baru di dalam tim nasional kita. Berbagai jenis prestasi yang telah didapat selama satu tahu ke belakang pun dirasa sudah sangat cukup untuk menambah semangat dan optimisme dari tim nasional Indonesia.

(Rizaldy f)

 

Leave a Reply