(Yonex Sunrise Double Special Championships 2015) Ganda Dewasa putra : Final Sengit, Penuh Decak Kagum

Hendra A.G/Fran K(Djarum Kudus)Pertandingan sengit tersaji di partai puncak ganda putra dewasa Yonex Sunrise Double Special Championships 2015. Final yang mempertandingan Frans Kurniawan/Hendra Aprida kontra Cristopher Rusdianto/Tri Kusuma Wardhana berakhir tiga gim 21-14 21-23 21-19 untuk kemenangan Frans/Hendra.

Kemenangan ini diraih  dengan tidak mudah oleh ganda yang baru sekali berpasangan dalam turnamen ini. Mulus di gim pertama namun pertarungan sengit nan ketat di kedua gim berikutnya.

“Tadi set pertama berjalan mudah bagi saya dan Frans, namun memasuki gim kedua lawan bisa langsung in  dan kami agak lengah.”, ujar Hendra saat wawancara usai pertandingan.

Christopher/Tri pun sebetulnya bermain tak kalah atraktif, banyak bola-bola keras dan sulit dapat dikembalikan dengan baik oleh pasangan ini. Sering pula pengembalian cantik dari mereka sering berbuah poin dan mengundang decak kagum penonton. Permainan ini membuat pasangan Christopher/Tri memenangkan game kedua dan unggul 17-13 di game ketiga.

“Lawan tadi sempat unggul 17-13 di set terakhir, namun senang akhirnya bisa menang, mereka kan memang partner jadi jadi setiap perputaran sudah terbiasa, tidak seperti kami yang baru pertama kali berpasangan di turnamen.”, komentar Frans pemain eks ganda campuran pelatnas ini.

Frans/Hendra  sangat mengapresiasi jalannya turnamen ini. Turnamen yang secara khusus mengadakan pertandingan ganda ini, memang menjadi salah satu cara untuk pembinaan bulutangkis Indonesia di masa depan.

“Senang sekali kami bisa menang di gelaran ke-7 turnamen ini, sangat bangga dengan Koh Candra (Candra Wijaya-red),  salut sama beliau, terus sukses dalam memberikan bukti nyata pembinaan bulutangkis Indonesia.”, tutup Frans.

Giovani Dicky Octavan“Gelar Ini Saya Persembahkan Untuk Orang Tua”

Giovani Dicky/Wisnu Cahyo(Exist JKT)Pasangan ganda taruna putra asal klub Exist, Giovani Dicky Octavan/Wisnu Cahyo Saputro akhirnya keluar sebagai juara di turnamen Yonex Sunrise Double Special Championship 2015 yang menyediakan hadiah total 300 juta ini.

Pada babak final yang berlangsung di Gor Asia Afrika, Giovani/Wisnu yang diunggulkan ditempat kedua berhasil menjadi yang terbaik setelah mengalahkan rekan sesama klubnya, Gea Kamahamas/Raynaldi Dita Kusuma dengan dua gim langsung, 21-11 dan 24-22.

“Mainnya enak, di gim pertama saya sama pasangan sudah yakin akan memenangkan pertandingan, tapi masuk gim kedua saya sama pasangan sempat kecolongan karena kepancing sama lawan” kata Dicky ketika ditemui usai pertandingan. Dicky sapaan akrab pemain yang lahir di Bekasi, 15 Oktober 1997 ini mengaku bahwa gelar juara ini dipersembahkan untuk kedua orangtuanya yang setia memberi dukungan dan semangat saat ia bertanding.

“Gelar ini saya persembahkan untuk kedua orang tua saya”. Ungkap Dicky yang tahun depan sudah tidak lagi bermain di nomor taruna. “Tahun depan saya sama pasangan sudah naik ke kelas dewasa, pasti makin berat saingannya, yang penting fight aja” tambahnya.

 

Sumber : Rilis CWIBC

Leave a Reply