Jakarta, (5/6/15) Setelah Indonesia meloloskan delapan wakilnya di perempat final BCA Indonesia Open 2015, terdapat nama Lindaweni Fanetri yang merupakan atlet tunggal putri pelatnas. Di babak 16 besar ini, ternyata Linda dihadapkan dengan pebulutangkis unggulan keenam asal negeri gajah putih, Ratchanok Intanon.
Intanon yang merupakan Juara Dunia 2013 ini mempunyai nilai lebih tersendiri, memang bukan lawan yang mudah untuk ditaklukkan. Poin Linda sangat mengkhawatirkan di game pertama, sodokan bola yang diberikan Intanon begitu mematikan langkah atlet tunggal putri Indonesia ini.
Tak bisa menghentikan laju perolehan angka dari tunggal Thailand, Linda pun harus menyerah di game pertama dengan skor telak 21-7. Seperti tak memberi ampun, di game kedua Intanon terus menggempur pertahanan Linda dan terus menggeruk poin. Netting tipis yang diberikan Linda, gagal bergulir ke daerah lawan ketika poin kritis untuk Indonesia.
Pengembalian Linda selalu melebar sehingga poin percuma pun didapatkan Intanon. Di interval game kedua, Linda semakin tertinggal 11-5. Rupanya Linda semakin tidak fokus dan hanya mengikuti permainan dari Intanon. Tak ada perlawanan yang berarti pada pertandingan Linda kali ini, perolehan poin Intanon semakin tidak bisa dihentikan dan Linda tidak bisa keluar dari tekanan.
Tak secemerlang pada pertandingan babak kedua, dimana Linda berhasil menekuk unggulan keempat Tai Tzu Ying. Beda halnya dengan kali ini, Dewi Fortuna belum berpihak padanya hingga harus tunduk dengan skor yang mengenaskan 21-7, 21-6.
(Deby Dahlia)
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.