Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/ Nitya Krishinda Maheswari, berhasil membuat kejutan dengan menundukan unggulan dua, Luo Ying/ Luo Yu, asal China. Pertarungan babak perempat final Indonesia Open Super Series Premier ini, berlangsung sangat ketat dan menarik, di mana kedua pasangan saling serang dan beradu kemampuan. Greysia/Nitya berhasil membungkam pasangan China dengan dua game langsung, dengan skor 21-15 dan 23-21.
Bermain apik pada game pertama, tidak menjamin permainan yang sama pada game kedua, di mana keduanya langsung tertinggal 0-3 bahkan sampai dengan 4-8. Namun, kegigihan dan semangat supporter membuat mereka bangkit hingga akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 8-8.
Greysia/ Nitya kembali tertinggal setelah interval game pertama, mereka harus tertinggal 12-17 hingga sempat membuat pasangan China ini menggebu-gebu. Lagi, kegigihan pasangan Indonesia ini berbuah hasil, mereka akhirnya berhasil membalikan keadaan dan memenangkan game kedua dengan skor 23-21. Dengan hasil ini maka Greysia/ Nitya berhak atas tiket semifinal, di mana mereka sedang menanti lawan antara Yu Yang/Zhong Qianxin (China) atau Christina Pedersen/ K. Rytter Juhl (Denmark).
“Pada pertandingan hari ini, banyak pukulan kami yang kurang bagus, banyak bola yang terlewat, dan pokoknya kami tidak bermain maksimal hari ini,” ucap Luo Ying pada sesi wawancara dengan rekan media.
Sempat unggul pada game kedua, namun mereka harus menerima kenyataan bahwa Greysia/ Nitya bermain baik sampai akhirnya harus takluk di tangan pasangan Indonesia tersebut.
“Pada game kedua kami kurang tenang,” ungkap kedua pasangan China tersebut.
Pernah bertemu di turnamen lainnya, baik Luo Ying mau pun Luo Yu merasa tidak ada yang berbeda dengan permainan Greysia/ Nitya. Mereka hanya berpikir bahwa Greysia/ Nitya memang bermain jauh lebih baik hari ini.
“Puji Tuhan ya kita bisa lewatin babak delapan besar ini dengan kemenangan,” ucap Greysia ketika berkomentar dalam acara jumpa pers.
“Pokoknya tadi kita siapin mateng-mateng sebelum ke lapangan, kita bener-bener pikirin mau main seperti apa. Tapi, yang paling penting walau strategi udah ada, yang utama tetep kontrol diri aja dulu,” lanjutnya.
Bermain kurang baik di awal babak kedua, mereka berkomentar bahwa mereka mengaku kehilangan fokus, dan dalam bermain melawan China, hilang fokus adalah hal yang tidak boleh terjadi. Walaupun harus terjadi hilang fokus, maka mereka harus dengan cepat mengembalikan fokus mereka.
Mereka juga mengatakan bahwa ketika mereka tertinggal, mereka merasa terburu-buru dan tidak bisa mengontrol, mereka ingin cepat mematikan lawan yang di mana terkadang justru mereka yang mati-mati sendiri. Mereka mengaku bahwa pada awal game kedua mereka tidak mampu bermain pada polanya, sampai akhirnya mereka bersyukur bahwa mereka mampu kembali ke pola permainannya dan akhirnya menang.
Berbicara peluang, di babak empat besar mereka akan bertemu lawan yang sangat kuat, mereka berpendapat bahwa mereka hanya perlu bermain enjoy, tenang, dan akan bermain tanpa beban seperti saat ini.
Pada pagelaran ini, Indonesia hanya menyisakan satu ganda putri, dan bagi Greysia/Nitya. Hal ini bukanlah beban, karena ini adalah sebuah momen di mana mereka akan membuktikan bahwa walaupun mereka sendiri di babak semifinal, tetapi mereka akan tetap memberikan yang terbaik untuk Indonesia.
(Rizaldy. F)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.