<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnal Bulutangkis &#187; &#187; headline</title>
	<atom:link href="http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;tag=headline" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnalbulutangkis.com/home</link>
	<description>Rumah Bersama Bulutangkis Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2026 03:59:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.1.41</generator>
	<item>
		<title>Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026, Taklukkan Unggulan Pertama India</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4855</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4855#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 17 May 2026 12:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4855</guid>
		<description><![CDATA[Bangkok, 17 Mei 2026 – Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, sukses meraih gelar juara Thailand Open 2026 setelah menundukkan unggulan pertama asal India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, dengan skor 21-12, 25-23 pada partai final nomor ganda putra. Leo/Daniel tampil agresif sejak awal pertandingan. Mereka mampu menekan permainan lawan pada gim pertama hingga menang [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-17-at-3.51.16-PM.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4856" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-17-at-3.51.16-PM-300x200.jpeg" alt="WhatsApp Image 2026-05-17 at 3.51.16 PM" width="300" height="200" /></a>Bangkok, 17 Mei 2026 – Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, sukses meraih gelar juara Thailand Open 2026 setelah menundukkan unggulan pertama asal India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, dengan skor 21-12, 25-23 pada partai final nomor ganda putra.</p>
<p>Leo/Daniel tampil agresif sejak awal pertandingan. Mereka mampu menekan permainan lawan pada gim pertama hingga menang cukup meyakinkan 21-12. Memasuki gim kedua, pertandingan berjalan lebih ketat setelah pasangan India mulai menemukan ritme permainan. Namun, keberanian mengambil risiko di poin-poin krusial membawa wakil Indonesia memastikan kemenangan 25-23.</p>
<p>Daniel Marthin mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan meraih gelar juara di turnamen tersebut. Ia menyebut kemenangan itu tidak lepas dari dukungan banyak pihak yang terus memberikan bantuan dan doa selama turnamen berlangsung.</p>
<p>“Puji Tuhan kami bersyukur bisa juara di sini. Ini juga berkat support dan dukungan teman-teman terdekat kami, pelatih, dokter, fisioterapis, semuanya yang sudah membantu kami dan mendoakan,” ujar Daniel.</p>
<p>Daniel juga mengaku komunikasi yang baik menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka sepanjang turnamen.</p>
<p>“Kami merasa di turnamen ini berhasil karena komunikasi cukup baik dan memang sama-sama mau juara, jadi itu membantu kami bisa tampil optimal,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Leo Rolly Carnando menilai fokus sejak awal pertandingan menjadi faktor penting kemenangan mereka atas pasangan India tersebut.</p>
<p>“Kami benar-benar menyiapkan fokus sebelum pertandingan tadi dan kami tidak boleh start duluan. Di gim pertama cukup berhasil, tapi di gim kedua poinnya jadi ketat karena mereka mulai bisa mengembangkan permainan,” ujar Leo.</p>
<p>Ia juga menyoroti keberanian mereka saat memasuki fase adu setting pada gim kedua.</p>
<p>“Saat adu setting itu kami lebih berani ambil risiko dan jaga komunikasi sama Daniel. Dengan kondisi lapangan seperti ini tidak ada rally panjang, jadi kami harus maksimal di pukulan-pukulan awal,” tambahnya.</p>
<p>Bagi Leo/Daniel, gelar Thailand Open 2026 menjadi momentum penting, tidak hanya untuk mereka pribadi tetapi juga bagi tim Indonesia menjelang persiapan menuju Olimpiade.</p>
<p>“Gelar ini sangat berarti, bukan hanya bagi kami tapi bagi tim Indonesia dan seluruh teman-teman di PBSI. Semoga ini jadi momentum untuk bangkit karena Olimpiade sudah dekat,” tutup Leo.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4855</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Raymond/Joaquin Pecahkan Kejutan Terbesar: “Ini Pembuktian Kami Bisa Bersaing di Level Atas”</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4823</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4823#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 05:36:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[head]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4823</guid>
		<description><![CDATA[Sydney, 23 November 2025 — Pasangan muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, resmi mencatatkan pencapaian terbesar dalam karier mereka setelah menaklukkan senior sekaligus unggulan kelima, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dalam laga final dramatis Australian Open 2025. Skor 22-20, 10-21, 21-18 memastikan gelar perdana Super 500 bagi duo pratama yang sedang melejit ini. Raymond Indra menyampaikan rasa [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p data-start="100" data-end="495"><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-23-at-13.10.26.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4824" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-23-at-13.10.26-300x200.jpeg" alt="WhatsApp Image 2025-11-23 at 13.10.26" width="300" height="200" /></a>Sydney, 23 November 2025 — Pasangan muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, resmi mencatatkan pencapaian terbesar dalam karier mereka setelah menaklukkan senior sekaligus unggulan kelima, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dalam laga final dramatis Australian Open 2025. Skor 22-20, 10-21, 21-18 memastikan gelar perdana Super 500 bagi duo pratama yang sedang melejit ini.</p>
<p data-start="497" data-end="949">Raymond Indra menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya.<br data-start="554" data-end="557" /> <em data-start="557" data-end="637">“Puji Tuhan, ini pembuktian buat kami kalau kami bisa bersaing di level atas,”</em> ujarnya.<br data-start="646" data-end="649" /> Ia menegaskan bahwa perjalanan mereka baru dimulai.<br data-start="700" data-end="703" /> <em data-start="703" data-end="949" data-is-only-node="">“Target masih banyak yang mau kami ambil di depan, semoga kami bisa konsisten memberikan permainan yang terbaik seperti di sini. Kami akan berusaha agar gelar ini tidak menjadi beban, kami tetap mau main tanpa beban di pertandingan berikutnya.”</em></p>
<p data-start="951" data-end="1371">Nikolaus Joaquin menjelaskan bahwa kedekatan dan pengalaman berlatih bersama menjadi modal penting dalam menghadapi seniornya.<br data-start="1077" data-end="1080" /> <em data-start="1080" data-end="1371">“Kami sudah tahu bumbu special masing-masing, kami sudah latihan bersama sangat lama jadi tadi terus fokus untuk menggunakan strategi yang disiapkan, tidak kendur karena a Fajar dan a Fikri adalah senior yang punya ratusan pengalaman. Sekali saja kendur, kami bisa kehilangan banyak poin.”</em></p>
<p data-start="1373" data-end="1643">Ia juga mempersembahkan gelar ini kepada banyak pihak.<br data-start="1427" data-end="1430" /> <em data-start="1430" data-end="1643">“Gelar ini kami dedikasikan untuk ganda putra pratama, ini sebuah pencapaian yang besar dan semoga bisa jadi inspirasi yang lain untuk terus mengejar ke atas. Selain itu pastinya untuk PBSI dan untuk Indonesia.”</em></p>
<p data-start="1645" data-end="1801" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Kemenangan monumental ini menandai munculnya kekuatan baru di sektor ganda putra Indonesia dan menjadi sinyal bahwa regenerasi berjalan semakin menjanjikan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4823</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Strateginya Sangat Berpengaruh”: Jonatan Christie Juara Denmark Open 2025</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4804</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4804#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 04:13:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4804</guid>
		<description><![CDATA[Odense, 19 Oktober 2025 – Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, sukses menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai Denmark Open 2025. Dalam laga final yang berlangsung di Jyske Bank Arena, Odense, Minggu (19/10), Jonatan menundukkan unggulan pertama asal Tiongkok, Shi Yu Qi, melalui pertarungan tiga gim: 13-21, 21-15, 21-15. “Puji Tuhan bisa kembali juara di super [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2025/10/jojo.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4805" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2025/10/jojo-300x200.jpg" alt="jojo" width="300" height="200" /></a>Odense, 19 Oktober 2025 – Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, sukses menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai Denmark Open 2025. Dalam laga final yang berlangsung di Jyske Bank Arena, Odense, Minggu (19/10), Jonatan menundukkan unggulan pertama asal Tiongkok, Shi Yu Qi, melalui pertarungan tiga gim: 13-21, 21-15, 21-15.</p>
<p>“Puji Tuhan bisa kembali juara di super 750 dan lawan Shi Yuqi selalu tidak mudah karena dia pemain yang sangat matang,” ujar Jonatan usai pertandingan. “Saya melakukan semaksimal yang saya bisa karena di sini kondisinya menang angin, kalah angin juga, jadi ya strateginya sangat berpengaruh.”</p>
<p>Jonatan mengakui sempat kesulitan di gim pertama karena gagal menyesuaikan diri dengan arah angin yang cukup kuat di arena pertandingan. “Game 1 yang bikin kalah karena kondisi anginnya dari semifinal kemarin itu cukup kencang, strategi saya kurang tepat jadi saya kalah,” jelasnya.</p>
<p>Namun, perubahan strategi di gim kedua dan ketiga menjadi kunci kemenangan Jonatan. “Yang menjadi penentu kemenangan sebenarnya di game 3 awal, di mana saya berada di sisi lapangan yang sama, jadi itu titik poin pentingnya,” tambahnya.</p>
<p>Bagi Jonatan, gelar juara di Denmark ini memiliki makna lebih dari sekadar trofi. Ia menyebut kemenangan tersebut merupakan hasil dari proses panjang pemulihan kondisi fisik dan mental setelah sempat mengalami gangguan. “Gelar juara Denmark pastinya bukan hanya sekedar juara, tetapi ini adalah hasil dari proses beberapa bulan belakangan ini yang nggak mudah buat saya. Ada beberapa problem di badan saya yang pelan-pelan harus saya balikkin kondisinya dulu, balikkin sakit-sakitnya dulu, dan sampai akhirnya hasilnya bisa mengikuti di dua pertandingan belakang ini,” ungkapnya.</p>
<p>Dengan kemenangan ini, Jonatan kembali menegaskan konsistensinya sebagai salah satu tunggal putra elite dunia. Gelar Denmark Open 2025 menjadi bukti bahwa kerja keras dan proses panjang yang ia jalani membuahkan hasil manis.<br />
Foto: PBSI</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4804</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Terbayar, Terima Kasih Tuhan” – Jonatan Christie Raih Gelar Korea Open 2025</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4787</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4787#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2025 09:21:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4787</guid>
		<description><![CDATA[Suwon – Jonatan Christie menutup perjalanan impresifnya di Korea Open 2025 dengan gelar juara. Pada final tunggal putra yang digelar Minggu (28/9), Jonatan menaklukkan unggulan pertama asal Denmark, Anders Antonsen, lewat pertarungan tiga gim 21-10, 15-21, 21-17 di Suwon Gymnasium. Kemenangan ini menjadi sangat berarti bagi Jonatan. “Memang ini bukan turnamen yang paling besar, yang [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p data-start="179" data-end="463"><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2025/09/PodiumJonatan_Final_KoreaOpen2025_PBSI_20250928.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4788" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2025/09/PodiumJonatan_Final_KoreaOpen2025_PBSI_20250928-300x200.jpg" alt="PodiumJonatan_Final_KoreaOpen2025_PBSI_20250928" width="300" height="200" /></a>Suwon – Jonatan Christie menutup perjalanan impresifnya di Korea Open 2025 dengan gelar juara. Pada final tunggal putra yang digelar Minggu (28/9), Jonatan menaklukkan unggulan pertama asal Denmark, Anders Antonsen, lewat pertarungan tiga gim 21-10, 15-21, 21-17 di Suwon Gymnasium.</p>
<p data-start="465" data-end="903">Kemenangan ini menjadi sangat berarti bagi Jonatan. “Memang ini bukan turnamen yang paling besar, yang top tier-nya, tapi bagi saya ini sangat-sangat berarti. Gelar juara Super 500 yang tidak saya bayangkan, setelah beberapa waktu struggle dengan cedera. Banyak waktu tersita untuk pemulihan, lalu sakit lagi, pemulihan lagi, cari percaya dirinya, cari motivasinya. Dan hari ini terbayar, terima kasih Tuhan,” ujarnya penuh rasa syukur.</p>
<p data-start="905" data-end="1229">Di pertandingan, Jonatan mengakui kondisi angin di lapangan cukup menyulitkan. “Memang kondisi menang dan kalah anginnya cukup terasa, cukup deras lalu Antonsen dengan pengalamannya sangat tidak mudah. Di gim penentuan saya sudah unggul satu dua poin, itu membuat pede untuk terus menerapkan strategi yang sama,” jelasnya.</p>
<p data-start="1231" data-end="1561">Dengan gelar ini, Jonatan bertekad melanjutkan momentum untuk mengejar peringkat dunia. “Berikutnya pasti banyak yang mau dikejar tapi sementara mau mengejar poin untuk menaikkan peringkat dulu. Belakangan ini cukup tertinggal karena hasil yang kurang baik. Saya mau mendapat poin sebanyak-banyaknya di sisa tahun ini,” katanya.</p>
<p data-start="1563" data-end="1753">Gelar Korea Open 2025 menandai kebangkitan Jonatan Christie setelah masa-masa sulit akibat cedera, sekaligus menambah semangatnya untuk terus bersaing di level tertinggi bulutangkis dunia.</p>
<p data-start="1563" data-end="1753">Foto: PBSI</p>
<p data-start="1563" data-end="1753">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4787</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Badminton Asia Mixed Team Championships 2025) Indonesia Juara</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4692</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4692#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Feb 2025 22:41:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4692</guid>
		<description><![CDATA[Tim Indonesia akhirnya berhasil menjuarai ajang Badminton Asia Mixed Team Championships 2025 yang berlangsung di China hari ini (16/2). Indonesia menang 3-1 atas China. Pasangan ganda putra Daniel Marthin/Muhammad Shohibul Fikri yang berhasil membawa merah putih ke podium tertinggi. Daniel/Fikri yang bertanding pada partai keempat, mengakhiri perlawanan pasukan negeri tirai bambu, China. Ganda nomor 16 [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-16-at-17.17.28.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4693" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-16-at-17.17.28-300x191.jpeg" alt="WhatsApp Image 2025-02-16 at 17.17.28" width="300" height="191" /></a>Tim Indonesia akhirnya berhasil menjuarai ajang Badminton Asia Mixed Team Championships 2025 yang berlangsung di China hari ini (16/2). Indonesia menang 3-1 atas China. Pasangan ganda putra Daniel Marthin/Muhammad Shohibul Fikri yang berhasil membawa merah putih ke podium tertinggi.</p>
<p>Daniel/Fikri yang bertanding pada partai keempat, mengakhiri perlawanan pasukan negeri tirai bambu, China. Ganda nomor 16 dunia ini membabat andalan China Chen Xu Jun/Huang Di pada babak final yang dimainkan hari ini. Daniel/Fikri menang dalam dua gim 21-15, 21-9.</p>
<p>Indonesia membuka pertandingan dengan menurunkan pasangan yang tidak biasanya. Ganda campuran yang dimainkan pada partai pertama menurunkan pasangan Rinov Rivaldy/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Dejan Ferdinansyah yang biasa diduetkan dengan Fadia sengaja diistirahatkan karena sedikit mengalami gangguan pada lutut kanannya. Rinov/Fadia menang di partai perdana dengan mengalahkan andalan China Gao Jia Xuan/Wu Meng Ying dengan 21-11, 21-13. Indonesia menang pada partai pembuka dengan 1-0.</p>
<p><em>“Jujur saya sudah percaya sekali dengan kak Rinov. Kami sudah sering latihan bersama, di Kejurnas kemarin juga sempat berpasangan membela klub kami. Paling tadi saling mengingatkan untuk tidak kendur saja di setiap poin</em>,” tutur Fadia.</p>
<p>Indonesia yang mempercayakan sektor tunggal putra pada pemain muda Alwi Farhan, bisa langsung menang atas China. Alwi menjawab tanggung jawab yang diembannya dengan kemenangan. Alwi menang dari pesaing utamanya dari semasa junior, Hu Zhe An dalam dua gim 21-15, 21-13.</p>
<p><em>“Alhamdulillah mengucap syukur, kemenangan ini karena dukungan tim, pelatih dan orang tua saya. Pasti senang rasanya, saya berhasil menunjukkan karakter bertanding kita, Indonesia, untuk menjadi pemenang atau juara,”</em> ujar Alwi</p>
<p>Indonesia yang sudah unggul 2-0 masih tertahan usai pebulutangkis putri, Putri Kusuma Wardani belum tertahan pada partai ketiga. Putri dihentikan pemain China, Wu Wen Jing dengan skor 12-21, 13-21.</p>
<p>“<em>Di pertandingan tadi saya tidak mau kalah mental, semua punya peluang yang sama,”</em> lanjutnya.</p>
<p>Akhirnya Indonesia berhasil memastikan kemenangan dengan skor 3-1 melalui duet Fikri/Daniel. Ini merupakan sejarah bagi Indonesia . Sejak pertama kali kejuaraan dini diadakan pada tahun 2017 inilah kali pertama Indonesia berhasil menjadi juara.</p>
<p>Foto : Humas PBSI</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4692</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(WONDR by BNI Kejurnas PBSI 2024) Daniel/Leo Pastikan Djarum Kudus Raih Gelar Kelima di Kejuaraan Antarklub</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4636</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4636#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2024 02:07:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4636</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 8 Desember 2024 Pasangan Daniel Marthin/Leo Rolly Carnando memastikan kemenangan Djarum Kudus di final beregu campuran antarklub ajang WONDR by BNI Kejurnas PBSI 2024 atas Exist Badminton Club. Dalam laga pamungkas yang digelar di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (8/12/2024), Daniel/Leo menjadi penentu seusai menang atas Sabar Karyaman Gutama/Yeremia Erich [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/12/WhatsApp-Image-2024-12-08-at-18.06.21.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4637" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/12/WhatsApp-Image-2024-12-08-at-18.06.21-300x200.jpeg" alt="WhatsApp Image 2024-12-08 at 18.06.21" width="300" height="200" /></a>Jakarta, 8 Desember 2024</p>
<p>Pasangan Daniel Marthin/Leo Rolly Carnando memastikan kemenangan Djarum Kudus di final beregu campuran antarklub ajang WONDR by BNI Kejurnas PBSI 2024 atas Exist Badminton Club. Dalam laga pamungkas yang digelar di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (8/12/2024), Daniel/Leo menjadi penentu seusai menang atas Sabar Karyaman Gutama/Yeremia Erich Yotje Yacob Rambitan dengan skor 21-15, 17-21, 21-9.</p>
<p>Pada pertandingan ini, Daniel/Leo yang turun di partai ketiga, mengaku mencoba untuk bisa mengatasi tekanan mengingat klubnya sudah unggul 2-0. Sempat lengah di gim kedua, Daniel/Leo mampu mengambil keunggulan di gim ketiga untuk akhirnya menang dalam tempo 1 jam 6 menit.</p>
<p>“Kami mencoba untuk satu sama lain kompak di lapangan. Saat tertinggal di gim kedua, kami mencoba bangkit untuk akhirnya bisa meraih kemenangan,” ujar Leo.</p>
<p>“Pertandingan yang tidak mudah saat kami sudah unggul 2-0 di laga ini. Menjadi penentu tentu tekanannya sangat tinggi. Kami bisa mengendalikan hal tersebut dan akhirnya meraih kemenangan di laga terakhir,” Daniel menambahkan.</p>
<p>Pada pertandingan ini, Djarum Kudus membuka skor melalui Rinov Rivaldy/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang meraih kemenangan atas Zaidan Arrafi Awal Nabawi/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dengan skor 21-17, 21-18.</p>
<p>Tim asal Kota Kretek memperlebar keunggulan 2-0 melalui Richie Duta Richardo yang menang atas tunggal putra Exist Badminton Club, Chico Aura Dwi Wardoyo dengan skor 21-12, 21-12.</p>
<p>Dengan hasil ini Djarum Kudus mengoleksi gelar kelima setelah sebelumnya berjaya pada edisi 1994, 1998, 2010, dan 2016.</p>
<p>Daniel/Leo senang menjadi bagian dari kejayaan klubnya. Keduanya berharap raihan di ajang WONDR by BNI Kejurnas PBSI 2024 membuat keduanya lebih percaya diri lagi menatap turnamen pada 2025 mendatang.</p>
<p>“Kami senang bisa bermain maksimal dan membawa juara Djarum Kudus. Kami termotivasi saat mendapatkan kesempatan tampil untuk membela tim. Setelah ini saya akan fokus dengan partner saya dan sebaliknya Leo juga akan fokus dengan pasangannya,” ujar Daniel.</p>
<p>Adapun untuk Exist Badminton Club kekalahan ini membuat mereka harus puas menjadi runner up setelah sebelumnya di edisi 2022 menyerah di final dari Jaya Raya dengan skor 0-3.</p>
<p>Hasil final beregu campuran antarklub WONDR by BNI Kejurnas PBSI 2024, Minggu (8/12/2024)</p>
<p>Djarum Kudus vs Exist Badminton Club Jakarta (3-0)</p>
<p>Ganda campuran: Rinov Rivaldy/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Zaidan Arrafi Awal Nabawi/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu 21-17, 21-18</p>
<p>Tunggal putra: Richie Duta Richardo vs Chico Aura Dwi Wardoyo 21-12, 21-12</p>
<p>Ganda putra: Daniel Marthin/Leo Rolly Carnando vs Sabar Karyaman Gutama/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan 21-15, 17-21, 21-9</p>
<p>Tunggal putri: Mutiara Ayu Puspitasari vs Putri Kusuma Wardani (tidak dimainkan)</p>
<p>Ganda putri: Febi Setianingrum/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Nita Violina Marwah/Rachel Allessya Rose (tidak dimainkan).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4636</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jurnal Bulutangkis Raih Gelar Juara KBAM 2024 Zona Barat</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4609</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4609#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Nov 2024 02:06:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4609</guid>
		<description><![CDATA[Persaingan yang merata dan berimbang terjadi di pentas Kejuaraan Bulutangkis Antar Media (KBAM) 2024 yang digelar di GOR Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, 19-21 November 2024. Alhasil, dari tiga Kelompok Usia yang dipertandingkan gelar juara terbagi rata kepada tiga pasangan dari tiga media yang berbeda. Pasangan ganda Aldi/Ilham dari jurnalbulutangkis.com berhasil meraih gelar juara di [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-21-at-19.02.16-2.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4610" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-21-at-19.02.16-2-300x225.jpeg" alt="WhatsApp Image 2024-11-21 at 19.02.16 (2)" width="300" height="225" /></a>Persaingan yang merata dan berimbang terjadi di pentas Kejuaraan Bulutangkis Antar Media (KBAM) 2024 yang digelar di GOR Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, 19-21 November 2024. Alhasil, dari tiga Kelompok Usia yang dipertandingkan gelar juara terbagi rata kepada tiga pasangan dari tiga media yang berbeda.</p>
<p>Pasangan ganda Aldi/Ilham dari jurnalbulutangkis.com berhasil meraih gelar juara di Kategori Usia 25-35 tahun. Menjadi pasangan non unggulan, Aldi/Ilham berhasil membuat kejutan usai menumbangkan pasangan muda unggulan kedua dari MNC TV Alfiari Firdaus/Dewa Ramadhan dua game langsung 23-21, 21-9.</p>
<p>Pasangan Robby Istanto/Sri Hartoko dari Trans TV menjadi satu-satunya pasangan unggulan pertama yang sukses merebut gelar juara sesuai prediksi. Robby/Hartoko menjuarai KU 36-45 tahun setelah di laga final Kamis (21/11) tanpa kesulitan berarti mampu mengatasi pasangan Asep Lukman/Yulion (Jurnal Bulutangkis) dua game langsung 21-12, 21-16.</p>
<p>Dominasi Robby/Hartoko memang sudah terlihat sejak babak awal dimana mereka tidak kehilangan satu game pun dari seluruh laga yang dijalani hingga babak final.</p>
<p>“Puji syukur bisa juara di Kejuaaan Antar Media tahun ini. Harapan kami event in terus berjalan di tahun-tahun berikutnya karena ini adalah kesempatan baik untuk saling bersilaturahmi dengan rekan-rekan sesama pekerja media,” ungkap Robby, kamera person Trans TV yang sudah 10 tahun mengikuti ajang KBAM.</p>
<p>Kejutan juga terjadi di Kategori Usia 45 tahun ke atas. Pasangan non unggulan dari TV One, Purwanto/Salamun berhasil merebut gelar juara setelah bertarung sengit melawan sesama pasangan non unggulan Milan Yulianto/Nurcholis dari Bulutangkis.com selama tiga game 20-22, 21-18, 22-20.</p>
<p>Di Kategori Usia 45 tahun ini memang penuh diwarnai kejutan dimana dari empat unggulan teratas tak satu pun yang berhasil menembus ke semifinal, tak terkecuali unggulan teratas pasangan Sumarjo/Ebi dari TVRI yang tumbang di babak perempat final di tangan pasangan Muhamad/Wira (Media Indonesia) 15-21, 21-18, 9-21.</p>
<p>Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2024 ini menyediakan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 7,5 juta bagi pasangan yang menjadi juara di setiap kategori usia. Untuk Runner-Up mendapatkan hadiah Rp 5 juta. Sedangkan peringkat ketiga memperoleh Rp 2,5 juta.</p>
<p>Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2024 untuk Zona Barat secara resmi ditutup oleh Bayu Suryanto dari Bakti Olahraga Djarum Foundation, Kamis petang kemarin (21/11).</p>
<p>“Atas nama Bakti Olahraga Djarum Foundation kami mengucapkan terimakasih atas partisipasi rekan-rekan media yang sudah tampil di Zona Barat. Apalagi cukup banyak yang ikut serta yakni 192 pemain dari 42 media. Ini menandakan bulutangkis memang masih menjadi olahraga yang sangat dicintai oleh masyarakat Indonesia,” tukas Bayu.</p>
<p>Selepas menggelar event KBAM di Zona Barat, perhelatan KBAM berikutnya akan berlangsung di Zona Timur yang bakal digelar di GOR Suryanaga, Surabaya, 3-5 Desember mendatang. Diharapkan animo para pekerja media di kawasan Jawa Timur juga tidak kalah antusias. (*)</p>
<p>Daftar Juara KBAM 2024 Zona Barat:</p>
<p><strong>Kategori Usia 25-35 Tahun</strong></p>
<p>1.Aldi/Ilham (Jurnal Bulutangkis)</p>
<p>2.Alfiari Firdaus/Dewa Ramadhan (MNC TV)</p>
<p>3.Ghazi/Ishadi (Detik.com)</p>
<p><strong>Kategori Usia 36-45 Tahun</strong></p>
<p>1.Robby Istanto/Sri Hartoko (Trans TV)</p>
<p>2.Asep Lukman/Yulion (Jurnal Bulutangkis)</p>
<p>3.Agus/Deni (Metro TV)</p>
<p><strong>Kategori Usia 45 Tahun ke Atas</strong></p>
<p>1.Purwanto/Salamun (TV One)</p>
<p>2.Milan Yulianto/Nurcholis (Bulutangkis.com)</p>
<p>3.Muhamad/Wira (Media Indonesia)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4609</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Piala Suhandinata 2024) Tim Junior Indonesia Raih Juara Dunia Beregu Campuran</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4588</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4588#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2024 12:43:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4588</guid>
		<description><![CDATA[Nanchang, 5 Oktober 2024 Tim bulutangkis junior mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Piala Suhandinata 2024 usai berhasil menjadi kampiun. Supremasi tertinggi kejuaraan bulutangkis tingkat junior internasional ini sukses dibawa pulang usai mengalahkan tuan rumah yang sekaligus unggulan pertama, China. Mutiara Ayu Puspitasari membungkam China dengan skor 110-103 dalam pertandingan yang digelar di Nanchang International Sports [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-05-at-20.40.04.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4589" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-05-at-20.40.04-300x200.jpeg" alt="WhatsApp Image 2024-10-05 at 20.40.04" width="300" height="200" /></a>Nanchang, 5 Oktober 2024</p>
<p>Tim bulutangkis junior mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Piala Suhandinata 2024 usai berhasil menjadi kampiun. Supremasi tertinggi kejuaraan bulutangkis tingkat junior internasional ini sukses dibawa pulang usai mengalahkan tuan rumah yang sekaligus unggulan pertama, China.</p>
<p>Mutiara Ayu Puspitasari membungkam China dengan skor 110-103 dalam pertandingan yang digelar di Nanchang International Sports Center Gymnasium hari Sabtu (5/10).</p>
<p>Ganda putri Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine menjadi bintang pada laga final ini. Turun dua kali, Isyana/Rinjani total mengumpulkan 26 poin.</p>
<p>Di laga pertama melawan Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue, Isyana/Rinjani menang 22-15. Saat dimulai Indonesia sedang tertinggal 7-11 setelah Mutiara Ayu Puspitasari yang membuka laga menyerah dari Xu Wen Jing.</p>
<p>&#8220;Kami senang dan bersyukur bisa membawa kembali Piala Suhandinata ke Indonesia. Gelar ini kami persembahkan untuk semua masyarakat Indonesia yang selalu mendukung, untuk keluarga, pelatih dan PBSI,&#8221; kata Rinjani.</p>
<p>&#8220;Kami sudah siap dari awal, kami sudah pernah bertemu mereka jadi kali ini kami yakin bisa unggul apalagi gimnya pendek. Kami tetap jaga fokus, jaga mental di laga kedua,&#8221; tambah Isyana.</p>
<p>Di partai ketiga dan keempat, China mulai mengejar tapi tidak berhasil menyalip. Indonesia masih unggul 44-40.</p>
<p>Indonesia kembali melebarkan jarak di partai kelima. Anselmus Breagit Fredy Prasteya/Pulung Ramadhan mengakhiri paruh pertama dengan kemenangan 55-48 atas Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi.</p>
<p>Mutiara menebus kesalahan di partai kedua. Kembali berhadapan dengan Xu Wen Jing, juara Asia junior 2023 sukses melebarkan jarak poin 66-55.</p>
<p>&#8220;Senang banget secara pribadi. Tim ini sangat luar biasa. Setelah tiga edisi saya ikut Kejuaraan Dunia Junior akhirnya bisa membawa pulang piala Suhandinata,&#8221; ungkap Mutiara.</p>
<p>&#8220;Saya tidak maksimal di laga pertama tapi habis dari situ saya coba evaluasi dengan pelatih. Tidak banyak pola yang berubah sebenarnya, hanya semangat dan kesiapannya lebih meningkat di laga kedua,&#8221; jelas Mutiara.</p>
<p>Setelahnya, Indonesia makin tidak terkejar. Isyana/Rinjani, Darren Aurelius/Bernadine Anindya Wardana dan Moh Zaki Ubaidillah menjalankan tugas dengan baik.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah bisa menjalankan tugas dengan baik di final ini. Senang menjadi bagian dari tim juara,&#8221; ucap Ubed.</p>
<p>Akhirnya Anselmus/Pulung memastikan kemenangan Merah-Putih Muda7 dengan skor 110-103.</p>
<p>&#8220;Bahagia sekali hari ini. Rasanya campur aduk. Di laga pertama kami bisa menikmati pertandingan sementara di laga kedua tekanan dan tegangnya sangat terasa,&#8221; sahut Pulung.</p>
<p>&#8220;Kami terus fokus dengan pola permainan dan pertandingannya. Tidak memikirkan sekeliling, itu membuat kami tidak terpengaruh suporter tuan rumah,&#8221; tambah Ansel.</p>
<p>Gelar ini terasa istimewa karena diraih setelah melalui perjuangan yang tidak mudah, mengalahkan China di kandangnya.</p>
<p>Ini juga menjadi balasan sepadan di final tahun lalu. Saat itu, tim junior Indonesia ditundukkan China dengan skor 1-3 di Spokane, Amerika Serikat.</p>
<p>&#8220;Saya bangga sekali dengan perjuangan anak-anak. Mereka bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,&#8221; ujar Rionny Mainaky, sang manajer tim.</p>
<p>&#8220;Luar biasa penampilan mereka di kandang China ini. Bisa tampil tenang dengan tekanan yang sangat besar. Saya sangat apresiasi,&#8221; lanjut Rionny.</p>
<p>Rionny menambahkan bahwa kekompakan tim menjadi pilar penting kembalinya Piala Suhandinata ke tanah air.</p>
<p>&#8220;Kekompakan mereka bagus sekali. Ini sangat penting dalam tim. Mereka juga displin dan mau berjuang habis-habisan,&#8221; Rionny menambahkan.</p>
<p>Masih ada nomor perorangan yang akan berlangsung pekan depan, oleh karenanya Rionny berpesan untuk tidak terlalu terlena.</p>
<p>&#8220;Jangan terlalu terlena dengan hasil ini. Masih ada perorangan jadi semua sektor harus menunjukkan lagi semangat dan perjuangannya. Yakin mereka bisa,&#8221; pungkas Rionny.</p>
<p>Berikut rekap pertandingan Indonesia vs China:<br />
WS1: Mutiara Ayu Puspitasari vs Xu Wen Jing 7-11<br />
WD1: Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine vs Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue 22-15<br />
XD1: Darren Aurelius/Bernadine Anindya Wardana vs Lin Xiang Yi/Liu Yuan Yuan 33-31<br />
MS1: Moh Zaki Ubaidillah vs Hu Zhe An 44-40<br />
MD1: Anselmus Breagit Fredy Prasetya/Pulung Ramadhan vs Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi 55-48<br />
WS2: Mutiara Ayu Puspitasari vs Xu Wen Jing 66-55<br />
WD1: Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine vs Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue 77-62<br />
XD1: Darren Aurelius/Bernadine Anindya Wardana vs Lin Xiang Yi/Liu Yuan Yuan 88-77<br />
MS1: Moh Zaki Ubaidillah vs Hu Zhe An 99-87<br />
MD1: Anselmus Breagit Fredy Prasetya/Pulung Ramadhan vs Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi 101-103</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4588</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Korea Open 2024) Bagas/Leo Raih Gelar Juara</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4580</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4580#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2024 04:10:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4580</guid>
		<description><![CDATA[Satu gelar juara menjadi milik Indonesia dari kejuaraan bulutuangkis Korea Open 2024. Gelar juara datang dari sektor ganda putra melalui pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Leo/Bagas membungkam ganda tuan rumah Korea, Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae melalui rubber game 18-21, 21-9, 21-8 pada babak final yang dimainkan hari ini (1/9). Menjadi lebih manis mengingat Leo/Bagas [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-01-at-12.16.02.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4581" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-01-at-12.16.02-300x200.jpeg" alt="WhatsApp Image 2024-09-01 at 12.16.02" width="300" height="200" /></a>Satu gelar juara menjadi milik Indonesia dari kejuaraan bulutuangkis Korea Open 2024. Gelar juara datang dari sektor ganda putra melalui pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Leo/Bagas membungkam ganda tuan rumah Korea, Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae melalui rubber game 18-21, 21-9, 21-8 pada babak final yang dimainkan hari ini (1/9). Menjadi lebih manis mengingat Leo/Bagas merupakan ganda ramuan baru yang baru turun di dua kejuaraan. Apalagi ini turnamen besar sekelas BWF World Tour Super 500.</p>
<p>Bukan hal yang mudah bagi Leo/Bagas untuk menundukkan Kang/Seo. Selain bertanding dihadapan pendukung fanatiknya, Leo/Bagas juga mengadapi unggulan pertama sekaligus ganda nomor lima dunia. Di gim pertama pertandingan berjalan dengan menarik. Kedua pasangan mencoba berinisiatif menyerang lawan. Baik Leo/Bagas maupun Kang/Seo berusaha menguasai permainan bola di depan jaring. Bermain lebih solid, ganda Korea bisa mengamankan gim pertama. Di gim kedua pola permainan ganda Indonesia tidak juga berubah. Malah permainan bola no lob yang dilepaskan ganda Indonesia semakin membuat lawan mati kutu. Konsistensi permainan ganda Indonesia tidak juga berubah pada gim ketiga. Leo semakin trengginas di depan jaring. Ia begitu menguasai bola-bola depan hingga membuat ganda Korea tidak nyaman dan banyak melakukan kesesalahan sendiri.</p>
<p><em>“Alhamdulillah saya sangat senang bisa juara Korea Open. Akhirnya kami bisa pecah telur setelah selama ini dijuluki manusia silver. Hari ini akhirnya bisa jadi manusia emas. Saya sangat bersyukur bisa diberi kemenangan,”</em> ucap Bagas seperti yang dituturkan kepada tim Humas dan Media PP PBSI.</p>
<p>“<em>Permainan Leo di area depan memang sangat bagus. Servisnya juga bagus sekali. Saya banyak dibantu. Saya bisa enak sekali bermain dari sektor belakang. Karena dari permainan depan kami sudah unggul, kami bisa menyerang. Kondisi tersebut membuat kami makin percaya diri di gim kedua dan ketiga,”</em> ujarnya mengomentari Leo yang merupakan pasangannya.</p>
<p><em>&#8220;Alhamdulillah bisa bermain baik seperti yang diinginkan dan bisa tampil sebagai juara untuk kali pertama sebagai pasangan baru. Pekan lalu di Japan Open kami tertahan di semifinal dan di Korea Open kami juara</em>,” tutur Leo.</p>
<p>“<em>Di gim pertama, permainan depan saya banyak dilewati. Walaupun akhirnya kalah di gim pertama, kami bisa belajar terus untuk mencari apa kesalahannya. Di gim kedua kami benahi dan alhamdulillah bisa bermain baik dan bisa merah kemenangan,”</em> sambung Leo.</p>
<p><em>“Di gim ketiga kami makin percaya diri lagi setelah meraih kemenangan di gim kedua. Apalagi Mas Bagas memiliki smash kencang sehingga bisa meng-cover full saya dari sektor belakang. Saya tinggal menjaga di area kotak depan saja,”</em> tambah Leo memuji partnernya.</p>
<p><em>“Di gim ketiga kami sangat percaya diri lagi. Apalagi tampil di final itu tidak lagi bicara soal teknik dan lain-lain lagi. Tinggal tergantung bagaimana mental untuk bermain berani saja</em>,”  kata Leo.</p>
<p><em>“Setelah ini kami akan fokus lagi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya di Hong Kong dan China. Maklum setelah turun podium kami tidak boleh berpikiran akan jadi juara terus,”</em> pungkas Leo.</p>
<p>(PB Djarum, Foto : PBSI)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4580</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Olimpiade Paris 2024) Gregoria Mariska Tunjung Persembahkan Medali Perunggu</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4563</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4563#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2024 02:34:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4563</guid>
		<description><![CDATA[Satu medali perunggu akhirnya mampu direbut oleh kontingen Indonesia dari ajang Olimpiade Paris 2024. Sekeping medali perunggu dipersembahkan dari cabang olahraga bulutangkis. Cabang olahraga andalan Indonesia ini menyumbang medali perunggu dari sektor tunggal putri melalui Gregoria Mariska Tunjung. Sebenarnya Gregoria tertahan di babak semifinal di tangan pebulutangkis nomor satu dunia asal Korea, An Se Young. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-05-at-18.19.14.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4564" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-05-at-18.19.14-300x217.jpeg" alt="WhatsApp Image 2024-08-05 at 18.19.14" width="300" height="217" /></a>Satu medali perunggu akhirnya mampu direbut oleh kontingen Indonesia dari ajang Olimpiade Paris 2024. Sekeping medali perunggu dipersembahkan dari cabang olahraga bulutangkis. Cabang olahraga andalan Indonesia ini menyumbang medali perunggu dari sektor tunggal putri melalui Gregoria Mariska Tunjung.</p>
<p>Sebenarnya Gregoria tertahan di babak semifinal di tangan pebulutangkis nomor satu dunia asal Korea, An Se Young. Pada pertandingan yang berlangsung hari ini (4/8) di Porte de la Chappelle Arena, Paris, Prancis, Gregoria belum bisa menundukkan lawan yang sudah tujuh kali ditemui sebelumnya. Gregoria kalah rubber game 21-11, 13-21, 16-21. Gagal ke babak puncak membuat Gregoria harus menjalani laga perebutan medali perunggu.</p>
<p>Semestinya pemain yang kalah di babak semifinal harus bertanding lagi untuk memperebutkan medali perunggu. Ini yang harus dijalani oleh Gregoria. Tetapi mundurnya Carolina Marin pada babak semifinal saat melawan pemain China, He Bing Jiao, membuat Gregoria tidak punya lawan lagi pada perebutan tempat ketiga. Praktis medali perunggu menjadi milik Gregoria.</p>
<p><em>“Pastinya ini bukan cara mendapatkan medali yang saya mau, sedih juga melihat (Carolina) Marin dalam kondisi seperti itu, mengalami cedera lagi,”</em> tutur Gregoria seperti yang disampaikan kepada tim Humas dan Media PP PBSI.</p>
<p><em>“Saya tahu semua atlet mempersiapkan Olimpiade dengan sangat serius dan kerja keras jadi pastinya bukan hal yang mudah untuknya menghadapi ini,”</em> sambungnya.</p>
<p><em>“Saya bersyukur bisa mendapat medali perunggu tapi saya tidak harus merasa terlalu bahagia atau bagaimana karena sebagai atlet, saya tahu perjuangan kami semua sangatlah sulit apalagi menghadapi sebuah cedera</em>,” tuturnya.</p>
<p><em>“Semoga medali ini bisa memacu teman-teman yang lain untuk bisa bertanding dengan sehat, maksimal dan bisa menang. Saya bantu doa supaya bisa mendapatkan medali untuk Indonesia,” </em>lanjutnya.</p>
<p>Medali perunggu yang diraih oleh Gregoria membuat nama Indonesia bisa berada dalam daftar peraih medali pada ajang Olimpiade Paris 2024. (PB Djarum)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber foto : PBSI/Badmintonphoto/Mikael Ropars</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4563</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(All England Open 2024) Jonatan Cetak Sejarah Juara All England</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4473</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4473#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Apr 2024 03:37:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4473</guid>
		<description><![CDATA[Gelar juara All England Open 2024 akhirnya berhak menjadi milik tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie. Hasil itu dipastikan setelah pada laga final yang baru saja berakhir, Minggu (17/3) malam, Jonatan sukses memenangkan laga “Perang Saudara” konta rekan satu timnya, Anthony Sinisuka Ginting dengan dua game langsung 21-15, 21-14 di Utilita Arena Birmingham. “Puji Tuhan, sangat [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p class="full"><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/04/dee2cf6b820506c59504a3bf0d312dbd.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4474" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/04/dee2cf6b820506c59504a3bf0d312dbd-300x200.jpg" alt="dee2cf6b820506c59504a3bf0d312dbd" width="300" height="200" /></a>Gelar juara All England Open 2024 akhirnya berhak menjadi milik tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie. Hasil itu dipastikan setelah pada laga final yang baru saja berakhir, Minggu (17/3) malam, Jonatan sukses memenangkan laga “Perang Saudara” konta rekan satu timnya, Anthony Sinisuka Ginting dengan dua game langsung 21-15, 21-14 di Utilita Arena Birmingham.</p>
<p class="full">“<em>Puji Tuhan, sangat bersyukur atas yang Tuhan berikan terutama di minggu ini. Tidak pernah menyangka untuk bisa jadi juara di All England. Ini juga gelar Super 1000 pertama saya. Pasti sangat-sangat berharga,</em>” ungkap Jonatan.</p>
<p class="full">“<em>Dan yang lebih berharga lagi, saya dan Anthony (Ginting), tim tunggal putra akhirnya kami bisa mengulang sejarah 30 tahun lalu. Tidak mudah untuk diraih, bertahun-tahun latihan keras, setiap turnamen gagal, kami pulang lalu latihan lagi, gagal lagi lalu latihan lebih keras lagi. Selalu seperti itu sampai akhirnya Tuhan kasih buahnya hari ini,</em>” tambah Jonatan.</p>
<p class="full">Penampilan Jonatan di final tadi memang terlihat lebih enjoy. Nampaknya hal itu memang sudah dirasakan Jonatan kala di hari sebelumnya tim tunggal putra Indonesia mamastikan all final.</p>
<p class="full">“<em>Setelah kemarin memastikan all Indonesian finals saya sudah semakin enjoy karena siapapun yang menang, yang penting Indonesia. Dari membuat sejarah saja, saya sudah sangat senang,</em>” ucapnya,</p>
<p class="full">Dengan hasil ini, Jonatan menyadari pasti banyak para pendukungnya yang berekspektasi lebih di setiap turnamen yang bakal ia ikuti.</p>
<p class="full">“<em>Sesudah ini, pasti banyak yang akan menggantungkan ekspektasi yang lebih tapi saya hanya bisa melakukan yang terbaik dari yang bisa saya lakukan,</em>” tutup Jonatan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4473</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(DAIHATSU INDONESIA MASTERS 2024) Leo/Daniel Pertahankan Gelar Juara</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4469</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4469#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jan 2024 23:23:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4469</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 28 Januari 2024 Pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin sukses mempertahankan gelar juara turnamen bulutangkis Daihatsu Indonesia Masters 2024 seusai mengalahkan wakil Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen. Dalam laga final yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (28/1) malam, pasangan ranking 11 dunia itu menang dengan skor 21-12, 20-22, 21-11 atas Kim/Anders. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-28-at-21.03.07-1.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4471" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-28-at-21.03.07-1-300x200.jpeg" alt="WhatsApp Image 2024-01-28 at 21.03.07 (1)" width="300" height="200" /></a>Jakarta, 28 Januari 2024</p>
<p>Pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin sukses mempertahankan gelar juara turnamen bulutangkis Daihatsu Indonesia Masters 2024 seusai mengalahkan wakil Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen.</p>
<p>Dalam laga final yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (28/1) malam, pasangan ranking 11 dunia itu menang dengan skor 21-12, 20-22, 21-11 atas Kim/Anders.</p>
<p>Pada final turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2024 pasangan berjuluk The Babies itu mengaku termotivasi untuk bisa meraih gelar juara, mengingat didukung pencinta bulutangkis yang datang langsung ke Istora Senayan.</p>
<p>Gemuruh penonton di Istora Senayan memberikan tambahan motivasi untuk juara Singapore Open 2022 itu untuk bisa meraih gelar juara turnamen BWF Super 500.</p>
<p>“Bersyukur kami bisa memenangkan pertandingan di laga ini dengan meraih gelar juara turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2024. Dukungan fan, keluarga, dan penonton yang hadir di Istora Senayan membuat kami termotivasi untuk bisa meraih gelar juara,” ungkap Daniel.</p>
<p>“Terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada kami di laga ini. Setelah tampil di final kami masih akan terus belajar menjadi lebih baik lagi. Kami sadar setelah tampil di turnamen ini permainan kami masih jauh dari kesempurnaan,” timpal Leo.</p>
<p>Gelar juara Leo/Daniel terasa spesial mengingat raihan tersebut membuat peraih medali emas SEA Games 2021 itu meraih gelar juara secara beruntun. Pada edisi 2023 tercatat Leo/Daniel menjadi juara seusai menumbangkan wakil China, He Ji Ting/Zhou Hao Dong dengan skor 21-17, 21-16.</p>
<p>Terlebih gelar juara ini untuk Daniel menjadi pelipur lara seusai berduka setelah beberapa pekan lalu kehilangan sang ayah. Untuk itu pebulutangkis kelahiran 31 Juli 2001 itu pun mempersembahkan gelar juara untuk sang ayah yang tahun lalu masih menemani Daniel bertanding dari pinggir lapangan.</p>
<p>“Untuk saya pribadi gelar juara di Daihatsu Indonesia Masters 2024 terasa emosional seusai beberapa waktu lalu ayah saya berpulang. Saya merasa hal ini mukjizat dan saya mempersembahkan gelar juara ini untuk ayah saya yang di surga,” tambah Daniel.</p>
<p>Setelah tampil di turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2024 rencananya Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin akan tampil di ajang Thailand Masters 2024, Selasa (30/1) mendatang.</p>
<p>Dengan gelar juara yang diraih di hadapan publik sendiri, target berikutnya dari Leo/Daniel diharapkan bisa tampil lebih konsisten lagi di turnamen berikutnya,</p>
<p>“Setelah tampil di turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2024, kami akan bertanding di ajang Thailand Masters 2024. Dari turnamen ini kami belajar untuk bermain lebih tenang dan menjaga komunikasi satu sama lain saat pertandingan,” pungkas Leo. (*)</p>
<p>Hasil Final Daihatsu Indonesia Masters 2024</p>
<p>Tunggal Putra: Anders Antonsen (Denmark) vs Brian Yang (Kanada) 18-21, 21-13, 21-18</p>
<p>Tunggal Putri: Wang Zhi Yi (China) vs Nozomi Okuhara (Jepang) 21-14, 21-13</p>
<p>Ganda Putra: Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (Indonesia) vs Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark) 21-12, 20-22, 21-11</p>
<p>Ganda Putri: Liu Sheng Shu/Tan Ning (China) vs Zhang Shu Xian/Zheng Yu (China) 10-21, 21-19, 22-20</p>
<p>Ganda Campuran: Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China) vs Hiroki Midorikawa/Natsu Saito (Jepang) 21-15, 21-16.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4469</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Seleksi Nasional PBSI 2023) Impian Jadi Kenyataan, Bimo/Ziya Masuk Pelatnas Cipayung</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4424</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4424#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2024 13:53:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4424</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 17 Januari 2024 Impian Bimo Prasetyo/Ziya Syafira Zulfa Putri Abdillah untuk bergabung masuk ke Pelatnas PBSI di Cipayung menjadi kenyataan. Tiket masuk ke pelatnas itu didapat setelah pasangan asal klub Power Rajawali Tangerang/PB 67 Tangerang ini tampil sebagai juara ajang Seleksi Nasional PBSI 2023. Dalam pertandingan final ganda campuran yang digelar di Pelatnas PBSI [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-17-at-20.53.21.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4425" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-17-at-20.53.21-300x200.jpeg" alt="WhatsApp Image 2024-01-17 at 20.53.21" width="300" height="200" /></a>Jakarta, 17 Januari 2024</p>
<p>Impian Bimo Prasetyo/Ziya Syafira Zulfa Putri Abdillah untuk bergabung masuk ke Pelatnas PBSI di Cipayung menjadi kenyataan. Tiket masuk ke pelatnas itu didapat setelah pasangan asal klub Power Rajawali Tangerang/PB 67 Tangerang ini tampil sebagai juara ajang Seleksi Nasional PBSI 2023.</p>
<p>Dalam pertandingan final ganda campuran yang digelar di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (17/1), Bimo/Ziya tampil penuh semangat. Mereka sukses mengandaskan harapan Muhammad Firza Athallah Putra Sungkono/Geraldine Alexandra Bolang (Djarum Kudus) dengan skor 21-17, 21-14.</p>
<p>&#8220;Saya senang bisa menang dan juara seleknas. Akhirnya saya bisa mendapatkan tiket masuk ke pelatnas yang sudah saya impikan dari dulu. Tadi kami main penuh semangat dan permainannya juga lancar,&#8221; kata Bimo.</p>
<p>&#8220;Bisa juara seleknas dan diterima masuk pelatnas itu akan menjadi langkah awal kami. Tentu saya akan berlatih lebih semangat lagi agar bisa jadi juara,&#8221; tambah Ziya.</p>
<p>Dengan kemenangan ini, impian Bimo/Ziya pun menjadi kenyataan. Keduanya akan diterima bergabung ke kawah candradimuka pembinaan bulutangkis nasional ini.</p>
<p>Pada nomor final ganda putra, impian unggulan kedua asal Jaya Raya Jakarta, Adrian Pratama/Jonathan Farrell Gosal juga terwujud. Mereka tampil terbaik sekaligus menyegel tiket masuk ke pelatnas.</p>
<p>Di partai pamungkas, Adrian/Jonathan sukses menekuk unggulan pertama, Emanuel Joseph Surya Hartono/Muhammad Voyage Afrisal Mahendra (Djarum) dengan skor 21-19, 21-13.</p>
<p>&#8220;Persaingan sendiri yang ikut seleknas, peringkat satu sampai tujuh itu sudah sangat merata. Tadi saya cuma ingin memberikan permainan yang terbaik dan akhirnya bisa juara. Mimpi saya masuk ke pelatnas bisa tercapai. Cuma kemenangan ini baru langkah awal,&#8221; kata Jonathan.</p>
<p>&#8220;Kami hanya mencoba yang terbaik dan main tanpa beban. Kami bermain maksimal dan mencoba yang terbaik dan hasilnya bisa juara,&#8221; ujar Adrian.</p>
<p>Di sektor ganda putri, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine (Djarum Kudus) tampil sebagai juara. Dalam final yang mempertemukan sesama wakil Djarum, unggulan pertama ini menang atas rekan sepelatihan, Bernadine Anindya Wardana/Velisha Christina (Djarum), 21-19, 21-13.</p>
<p>&#8220;Rasanya senang dan lega. Impian saya untuk masuk ke pelatnas terwujud. Kami bisa menang karena bisa memanfaatkan kesempatan yang tidak akan datang untuk kedua kali. Kami bersyukur dengan kemenangan ini,&#8221; kata Isyana.</p>
<p>&#8220;Waktu kecil saya bermimpi untuk bisa masuk pelatnas. Dan hari ini bisa terwujud. Tadi kemenangan kami juga tidak mudah. Karena bertemu teman sendiri. Lawan juga memberikan perlawanan. Saya bersyukur bisa menang dan tanpa cedera,&#8221; ucap Rinjani.</p>
<p>Di tunggal putra Bismo Raya Oktora (Jaya Raya) menjadi yang terbaik. Unggulan keempat ini berhasil menjinakkan permainan Hendry Leander (Djarum), 23-21, 16-21, 21-14.</p>
<p>&#8220;Terima kasih kepada pelatih dan orangtua. Saya merasa senang dengan keberhasilan yang memang saya impikan dari kecil bisa terwujud dengan menjadi juara seleknas,&#8221; tutur Bismo.</p>
<p>&#8220;Tadi kunci kemenangannya hanya bermain konsisten dan tidak ada strategi khusus,&#8221; kata pengidola Anthony Sinisuka Ginting ini.</p>
<p>Sebelumnya, Bismo di semifinal yang berlangsung pagi hari mengalahkan Zidane Cahyo Nugroho (Yonex Sunrise Candra Wijaya), 25-23, 21-16. Sedangkan Hendry mengatasi perlawanan Ryan Putra Widyanto (Jaya Raya) dengan 21-16, 22-20.</p>
<p>Sementara di tunggal putri, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi (Jaya Raya) juga menjadi juara. Unggulan ketiga ini berhasil mengalahkan Kavitha Nadjwa Aulia (Mansion Exist Badminton Club), 21-17, 23-21.</p>
<p>&#8220;Senang sekali dengan keberhasilan bisa juara seleknas. Saya akhirnya bisa lolos ke pelatnas yang menjadi impian saya. Tadi semuanya berjalan kancar dan saya juga dalam kondisi enak dan tidak ada kendala,&#8221; sebut Kadek.</p>
<p>Ni Kadek di semifinal menundukkan Zahra Rahma Kartina (Pelatkot Tangerang Selatan), 21-12, 21-16. Sedangkan Kavitha maju ke final usai sukses menyingkirkan Shandy Tirani Mahesi (Djarum), 22-20, 21-9.</p>
<p>Menurut Kabid Binpres PP PBSI Rionny Mainaky, para juara seleknas itu otomatis akan dipanggil masuk pelatnas. &#8220;Saya ucapkan selamat dan terima kasih atas perjuangan para pemain yang tampil penuh semangat dan pantang menyerah agar bisa jadi juara seleknas dan diterima masuk ke pelatnas,&#8221; kata Rionny. (*)</p>
<p>Hasil Final Seleksi Nasional PBSI 2023:</p>
<p>Tunggal Putra: Bismo Raya Oktora (Jaya Raya) vs Hendry Leander (Djarum), 23-21, 16-21, 21-14.</p>
<p>Tunggal Putri: Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi (Jaya Raya) vs Kavitha Nadjwa Aulia (Mansion Exist Badminton Club), 21-17, 23-21.</p>
<p>Ganda Putra: Adrian Pratama/Jonathan Farrell Gosal (Jaya Raya) vs Emanuel Joseph Surya Hartono/Muhammad Voyage Afrisal Mahendra (Djarum), 21-19, 21-13.</p>
<p>Ganda Putri: Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine (Djarum) vs Bernadine Anindya Wardana/Velisha Christina (Djarum), 21-19, 21-13.</p>
<p>Ganda Campuran: Bimo Prasetyo/Ziya Syafira Zulfa Putri Abdillah (Power Rajawali Tangerang/PB 67 Tangerang) vs Muhammad Firza Athallah Putra Sungkono/Geraldine Alexandra Bolang (Djarum), 21-17, 21-14.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4424</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(BNI Badminton Asia Junior Championships 2023) Mimpi Jadi Nyata buat Mutiara Ayu Puspitasari</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4369</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4369#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jul 2023 11:42:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4369</guid>
		<description><![CDATA[Yogyakarta, 16 Juli 2023 Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Mutiara Ayu Puspitasari mengukir sejarah. Dia sukses meraih gelar juara tunggal putri di ajang BNI Badminton Asia Junior Championships 2023. Tunggal putri kelahiran Ngawi (Jawa Timur), 17 Mei 2006 itu naik podium tertinggi di BNI Badminton Asia Junior Championships 2023 seusai mengatasi wakil Korea Selatan, Kim Min [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2023/07/WhatsApp-Image-2023-07-16-at-18.41.03.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4370" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2023/07/WhatsApp-Image-2023-07-16-at-18.41.03-300x194.jpeg" alt="WhatsApp Image 2023-07-16 at 18.41.03" width="300" height="194" /></a>Yogyakarta, 16 Juli 2023</p>
<p>Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Mutiara Ayu Puspitasari mengukir sejarah. Dia sukses meraih gelar juara tunggal putri di ajang BNI Badminton Asia Junior Championships 2023.</p>
<p>Tunggal putri kelahiran Ngawi (Jawa Timur), 17 Mei 2006 itu naik podium tertinggi di BNI Badminton Asia Junior Championships 2023 seusai mengatasi wakil Korea Selatan, Kim Min Ji dengan skor 21-11, 21-17.</p>
<p>Dalam laga puncak yang digelar di GOR Amongraga, Yogyakarta, Minggu (16/7) petang, Mutiara mengaku tidak menyangka bisa meraih gelar juara.</p>
<p>Maklum performanya sempat tidak konsisten pada turnamen BNI Badminton Asia Junior Championships 2023 di nomor beregu hingga digantikan perannya oleh Ruzana.</p>
<p>Beruntung mental bertanding Mutiara berbicara sehingga akhirnya bisa bangkit kembali hingga tampil lebih stabil dan meraih gelar juara.</p>
<p>&#8220;Senang rasanya bisa meraih kemenangan dua gim langsung dan juara di turnamen ini. Rasanya sangat luar biasa. Hal ini di luar dugaan mengingat hasilnya seperti apa yang diharapkan. Dari turnamen ini saya jadi tahu jika mau dan berusaha saya yakin bisa,&#8221; ungkap Mutiara.</p>
<p>Dengan hasil ini Mutiara Ayu Puspitasari menjadi pebulutangkis Indonesia pertama dari sektor tunggal putri yang pernah juara di Kejuaraan Asia Junior sejak digelar pada 1997 silam.</p>
<p>&#8220;Saya sendiri merasa tidak menyangka meraih gelar juara ini. Hasil ini seperti mimpi rasanya. Terima kasih kepada publik Yogyakarta yang sudah memberikan dukungan buat saya. Gelar juara ini saya persembahkan buat keluarga yang sudah hadir, pelatih, PBSI, dan semua orang Indonesia yang memberikan dukungan buat saya,&#8221; tambah Mutiara.</p>
<p>Hasil ini juga terbilang manis buat Mutiara mengingat pada turnamen Indonesia International Series 2023, dia juga menjadi juara di GOR Amongraga, Yogyakarta.</p>
<p>Saat itu Mutiara menjadi jawara di hadapan publik Kota Pelajar seusai mengalahkan seniornya, Stephanie Widjaja lewat pertarungan rubber game dengan skor 15-21, 21-10, 22-20.</p>
<p>Dukungan publik Kota Pelajar paling berkesan buat Mutiara, mengingat dirinya bisa bermain dengan tenang dan nyaman.</p>
<p>&#8220;Hasil ini seperti dejavu buat saya. Terima kasih buat dukungan publik Yogyakarta. Senang mendapat antusiasme yang sangat baik dari orang-orang di sini,&#8221; aku Mutiara.</p>
<p>&#8220;Pada laga ini saya menilai lawan terbebani dan bermain nervous. Hal itu sejatinya juga saya alami di laga ini mengingat saya juga punya beban yang sama. Sekali lagi rasanya senang bisa menjadi juara,&#8221; pungkas Mutiara.</p>
<p>Ke depannya Mutiara berharap performanya bisa stabil dalam bermain mengingat akan bertanding di level yang lebih tinggi lagi yakni pada ajang BWF World Junior Championships 2023 yang berlangsung 24 September hingga 8 Oktober mendatang di Amerika Serikat.</p>
<p>&#8220;Saya mengincar gelar juara di BWF World Junior Championships 2023 setelah ini. Gelar juara di sini menjadi modal berharga buat saya untuk mengarungi turnamen Kejuaraan Dunia,&#8221; tutur Mutiara.</p>
<p>&#8220;Saya sendiri juga masih punya satu tahun lagi di usia saya untuk meraih gelar juara Badminton Asia Junior Championships. Sebisa mungkin saya mau fokus satu-satu terlebih dahulu sebelum menatap turnamen berikutnya,&#8221; pungkas Mutiara.</p>
<p>Dengan hasil ini Indonesia membawa pulang satu gelar juara dari turnamen BNI Badminton Asia Junior Championships 2023. China tercatat membawa pulang tiga gelar juara seusai berjaya di nomor tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran.</p>
<p>Dari tunggal putra, wakil China Hu Zhe An menjadi jawara seusai mengalahkan pebulutangkis Jepang, Yudai Okimoto lewat pertarungan rubber game 13-21, 21-14, 21-14.</p>
<p>Untuk sektor ganda putra China dipastikan meraih gelar juara seusai mempertemukan sesama wakil Negeri Tirai Bambu di partai puncak. Di final yang mempertemukan ganda putra, Ma Shang/Zhu Yi Jun melawan Chen Yong Rui/Hu Ke Yuan dimenangkan pasangan Ma/Zhu dengan skor 19-21, 21-16, 21-13.</p>
<p>Adapun wakil China lainnya yang juara ialah pasangan ganda campuran, Zhu Yi Jun/Huang Ke Xin seusai mengalahkan rekan satu negaranya, Liao Pin Yi/Zhang Jia Han straight game 21-19, 21-18.</p>
<p>Jepang merebut satu gelar lewat ganda putri seusai Mei Sudo/Nao Yamakita mengalahkan pasangan Korea Selatan Park Seul/Yeon Seo Yeon dengan skor 21-19, 14-21, 23-21. (*)</p>
<p>Hasil Final BNI Badminton Asia Junior Championships 2023</p>
<p>Tunggal Putra: Hu Zhe An (China) vs Yudai Okimoto (Jepang) 13-21, 21-14, 21-14.</p>
<p>Tunggal Putri: Mutiara Ayu Puspitasari (Indonesia) vs Kim Min Ji (Korea Selatan) 21-11, 21-17.</p>
<p>Ganda Putra: Ma Shang Zhu Yi Jun (China) vs Chen Yong Rui/Hu Ke Yuan (China), 19-21, 21-16, 21-14.</p>
<p>Ganda Putri: Mei Sudo/Nao Yamakita (Jepang) vs Park Seul/Yeon Seo Yeon (Korea Selatan) 21-19, 14-21, 23-21.</p>
<p>Ganda Campuran: Zhu Yi Jun/Huang Ke Xin (China) vs Liao Pin Yi/Zhang Jia Han (China) 21-19, 21-18.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4369</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anthony Persembahkan Gelar Juara Asia 2023</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4198</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4198#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jun 2023 00:45:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4198</guid>
		<description><![CDATA[30 April 2023 Indonesia berhasil meraih satu gelar juara di Badminton Asia Championships 2023. Pemain tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting, yang mampu menyelematkan wajah Indonesia dengan mempersembahkan gelar. Anthony keluar sebagai juara setelah menang di laga final melawan wakil Singapura, Loh Ken Yew dengan 21-12, 21-8, di Sheikh Rashid Bin Hamdan Indoor Hall, Al Nasr [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2023/06/Anthony-Ginting-Juara-Asia-2023.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4199" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2023/06/Anthony-Ginting-Juara-Asia-2023-300x168.jpg" alt="Anthony-Ginting-Juara-Asia-2023" width="300" height="168" /></a>30 April 2023</p>
<p>Indonesia berhasil meraih satu gelar juara di Badminton Asia Championships 2023. Pemain tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting, yang mampu menyelematkan wajah Indonesia dengan mempersembahkan gelar. Anthony keluar sebagai juara setelah menang di laga final melawan wakil Singapura, Loh Ken Yew dengan 21-12, 21-8, di Sheikh Rashid Bin Hamdan Indoor Hall, Al Nasr Club, Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (30/5).</p>
<p>“<em>Sangat bersyukur saya bisa bermain cukup baik di sepanjang minggu ini, bisa menikmati pertandingan dan tenang dalam lapangan. Ini pastinya salah satu pencapaian terbaik buat saya, titelnya juara Asia kan besar juga. Semoga dari sini bisa membuat kepercayaan diri yang lebih lagi, lebih termotivasi lagi di pertandingan-pertandingan berikutnya,</em>” tutur Anthony.</p>
<p>Tak cukup puas sampai di sini, Anthony berharap bisa mencapai target-target yang lebih besar lagi.</p>
<p>“<em>Ke depan saya masih banyak target-target dan gelar-gelar yang ingin saya raih. Tapi balik dari sini saya ingin enjoy dulu, satu sampai dua hari, istirahat sebelum masuk lagi ke persiapan Piala Sudirman,</em>” jelasnya.</p>
<p>Di sisi lain, Anthony juga mengomentari penampilan lawannya di final. Menurutnya, Loh bermain agak kebingungan. Hal tersebut mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Anthony.</p>
<p>“<em>Saya tadi melihat kondisi lawan seperti apa dan terlihat Loh Kean Yew terlihat bermain agak bingung, shuttlecock yang kencang jadi dia tidak bisa berbuat banyak. Tidak bisa keluar dari tekanan. Saya fokusnya lebih meminimalisir kesalahan-kesalahan sendiri,</em>” jelasnya.</p>
<p>Di samping itu, tampil tenang di setiap laga yang ia hadapai dari babak awal sampai final, menjadi salah satu strategi Anthony agar bisa menjaga penampilannya yang tidak terlalu over.</p>
<p>“<em>Dari awal turnamen saya memang membatasi ekspektasi, tidak mau terlalu berlebihan. Harapan pasti ada tapi tidak mau terlalu over. Itu mungkin terlihat di lapangan yang kurang ekspresif tapi itu membantu saya untuk lebih tenang dan bisa mengontrol semuanya,</em>” papar Anthomy.</p>
<p>“<em>Gelar ini untuk tim tunggal putra yang selama ini sudah saling dukung satu sama lain, baik di dalam maupun luar lapangan. Pelatih, Bang Aboy (Irwansyah), Koh Harry (Hartono) dan pelatih fisik juga. Tidak lupa untuk PBSI dan keluarga,</em>” pungkasnya. (Humas PBSI)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4198</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Daihatsu Indonesia Masters 2023) Gelar Juara Super 500 Pertama buat Jojo</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4183</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4183#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2023 05:07:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4183</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 29 Januari 2023 Pebulutangkis tunggal putra Jonatan Christie meraih gelar juara turnamen bulutangkis Daihatsu Indonesia Masters 2023. Berlaga di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (29/1/2023), Jojo, sapaan akrab Jonatan, menjadi juara seusai mengatasi perlawanan rekan satu negaranya, Chico Aura Dwi Wardoyo. Juara Swiss Open 2022 itu mengalahkan Chico dua gim langsung dengan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2023/01/Jonatan3_Final_DIM2023_PBSI_20230129.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4192" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2023/01/Jonatan3_Final_DIM2023_PBSI_20230129-300x200.jpg" alt="Jonatan3_Final_DIM2023_PBSI_20230129" width="300" height="200" /></a>Jakarta, 29 Januari 2023</p>
<p>Pebulutangkis tunggal putra Jonatan Christie meraih gelar juara turnamen bulutangkis Daihatsu Indonesia Masters 2023. Berlaga di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (29/1/2023), Jojo, sapaan akrab Jonatan, menjadi juara seusai mengatasi perlawanan rekan satu negaranya, Chico Aura Dwi Wardoyo.</p>
<p>Juara Swiss Open 2022 itu mengalahkan Chico dua gim langsung dengan skor 21-15, 21-13 dalam tempo 44 menit. Pada pertandingan ini, tunggal putra kelahiran Jakarta, 15 September 1997 itu mengaku senang mengingat akhirnya pecah telur meraih gelar juara turnamen BWF World Tour Super 500.</p>
<p>&#8220;Bersyukur bisa merasakan gelar juara BWF Super 500 seusai biasanya hanya mampu meraih di level Super 300. Gelar ini merupakan penantian sejak cukup lama,&#8221; kata Jojo.</p>
<p>&#8220;Saya sempat mencoba terus gagal. Saya berterima kasih kepada pelatih yang telah percaya kepada kami. Saya rasa ini merupakan buah kerja keras semua kami,&#8221; ungkap Jojo lagi.</p>
<p>Jojo sendiri mengungkapkan perjuangannya untuk meraih gelar juara di level super 500 tidak mudah. Maklum beberapa kali Jojo mencoba untuk meraih gelar juara, sayang hasilnya tidak maksimal sehingga sering kali gagal.</p>
<p>Meski begitu Jojo tidak menyerah dan terus mencoba dengan berharap bisa meraih gelar juara.</p>
<p>&#8220;Saya percaya setiap orang punya takdirnya. Semua tidak pernah tahu, saya selalu diingatkan pelatih untuk tidak menyerah dan menyerahkan usaha yang dilakukan semuanya kepada Tuhan. Setidaknya sudah berjuang maksimal mungkin di lapangan,&#8221; tambah Jojo.</p>
<p>Gelar juara Jojo pada ajang Daihatsu Indonesia Masters 2023 di Istora Senayan menjadi yang kedua setelah sebelumnya pada Asian Games 2018. Saat itu berlaga di ajang turnamen akbar olahraga Asia, Jojo menjadi juara seusai mengalahkan Chou Tien Chen (Chinese Taipei) dengan skor 21-18, 20-22, 21-15.</p>
<p>Secara rekor kemenangan, hasil positif Jojo di laga ini menjadi yang keempat saat berhadapan dengan Chico. Pada pertemuan sebelumnya, Jojo juga meraih kemenangan saat melawan Chico pada 16 besar turnamen Hylo Open 2022 dengan skor 21-18, 30-28.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4183</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Petronas Malaysia Open 2023) Gelar Super 1000 Pertama untuk Fajar/Rian</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4155</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4155#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2023 22:43:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4155</guid>
		<description><![CDATA[Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi juara di BWF World Tour Super 1000 Malaysia Open 2023. Pada babak final yang dilangsungkan hari ini (15/1), Fajar/Rian menghentikan perlawanan ganda China Liang Wei Keng/Wang Chang dalam laga rubber game 21-18, 18-21, 21-13. Ini merupakan gelar level super 1000 pertama bagi Fajar/Rian. “Senang, alhamdulillah di awal tahun 2023 [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2023/01/WhatsApp-Image-2023-01-17-at-20.19.32.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4163" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2023/01/WhatsApp-Image-2023-01-17-at-20.19.32-300x200.jpeg" alt="WhatsApp Image 2023-01-17 at 20.19.32" width="300" height="200" /></a>Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi juara di BWF World Tour Super 1000 Malaysia Open 2023. Pada babak final yang dilangsungkan hari ini (15/1), Fajar/Rian menghentikan perlawanan ganda China Liang Wei Keng/Wang Chang dalam laga rubber game 21-18, 18-21, 21-13. Ini merupakan gelar level super 1000 pertama bagi Fajar/Rian.</p>
<p>“<em>Senang, alhamdulillah di awal tahun 2023 ini bisa mendapat gelar juara pertama di Super 1000. Sangat bersyukur, semoga ke depan bisa lebih baik</em>,” ujar Fajar.</p>
<p>“<em>Kami selalu ingin jadi yang terbaik, berpikiran positif terus dan melakukan yang terbaik serta fokus di setiap pertandingan,” </em>tambahnya</p>
<p>“<em>Di Malaysia Alhamdulillah rezeki kami selalu bagus. Kami nyaman main di sini, kurang lebih sama dengan Indonesia, makanannya, suasananya, atmosfer pertandingannya dan yang terpenting dukungan di stadion yang selalu untuk kami bila tidak melawan wakil tuan rumah,” </em>lanjutnya</p>
<p>“<em>Pertandingan tadi ramai. Game pertama kami bisa menang tapi di game kedua kami kecolongan dari servis mereka yang sangat bagus. Di game ketiga, kondisi kami sebenarnya sudah menurun tapi dengan semangat dan tekad yang besar kami bisa maksimal dan memenangkan pertandingan,”</em> komentar Fajar tentang kekalahan di game kedua.</p>
<p>“<em>Arti juara ini pastinya menambah motivasi kami untuk terus menyumbang prestasi untuk Indonesia. Gelar ini pertama saya persembahkan untuk Indonesia, PBSI, pelatih, semua tim dan keluarga. Juga untuk semua teman-teman dan suporter yang terus mendukung kami,”</em> sambungnya.</p>
<p>Tiga negara yakni Indonesia, Jepang dan Denmark masing-masing memperoleh satu gelar juara. Jepang meraih gelar melalui pebulutangkisnya Akane Yamaguchi yang mengalahkan andalan Korea An Se Young dengan 12-21, 21-19, 21-11. Wakil Denmark, Viktor Axelsen  masih terlalu kuat bagi wakil Jepang Kodai Naraoka. Axelsen menang straight game 21-6, 21-15.</p>
<p>Sementara itu China memborong dua gelar juara. Gelar bagi negeri tirai bambu direbut dari sektor ganda putri dan campuran. Pasangan ganda putri China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan menghentikan perlawanan wakil Korea Baek Ha Na/Lee Yu Lim dengan 21-16, 21-10. Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong menjadi yang terbaik di ganda campuran. Penunggu unggulan pertama ini menang dari ganda Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino dengan kedudukan akhir  21-19,21-11</p>
<p>Hasil final :</p>
<p>Ganda campuran : Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong- Yuta Watanabe/Arisa Higashino : 21-19,21-11</p>
<p>Ganda putri : Chen Qing Chen/Jia Yi Fan – Baek Ha Na/Lee Yu Lim : 21-16, 21-10</p>
<p>Tunggal putri : Akane Yamaguchi  &#8211; An Se Young : 12-21, 21-19, 21-11</p>
<p>Tunggal putra : Viktor Axelsen – Kodai Naraoka : 21-6, 21-15</p>
<p>Ganda putra : Fajar Alfian/Muhamamd Rian Ardianto &#8211; Liang Wei Keng/Wang Chang :  21-18, 18-21, 21-13.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4155</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Malaysia Open 2022]  Apri/Fadia Berjaya di Malaysia</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3980</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3980#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2022 10:39:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3980</guid>
		<description><![CDATA[Kuala Lumpur, 3 Juli 2022 Perjalanan ganda putri kebanggaan Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti pada turnamen bulutangkis Malaysia Open 2022 berakhir sempurna. Mereka sukses keluar sebagai kampiun di ajang BWF World Tour Super 750 itu. Ini menjadi gelar World Tour pertama Apri/Fadia sejak dipasangkan. Hebatnya lagi, mereka meraih gelar hanya setelah mengikuti tiga turnamen. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2022/07/PodiumApriFadia6_PBSI_MalaysiaOpen2022_Final_20220703.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3981" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2022/07/PodiumApriFadia6_PBSI_MalaysiaOpen2022_Final_20220703-300x222.jpg" alt="PodiumApriFadia6_PBSI_MalaysiaOpen2022_Final_20220703" width="300" height="222" /></a>Kuala Lumpur, 3 Juli 2022</p>
<p>Perjalanan ganda putri kebanggaan Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti pada turnamen bulutangkis Malaysia Open 2022 berakhir sempurna. Mereka sukses keluar sebagai kampiun di ajang BWF World Tour Super 750 itu.</p>
<p>Ini menjadi gelar World Tour pertama Apri/Fadia sejak dipasangkan. Hebatnya lagi, mereka meraih gelar hanya setelah mengikuti tiga turnamen. Apri/Fadia pun tak henti mengucap syukur.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, kita memang ingin juara. Setiap pertandingan pasti ada target dan hari ini tercapai menjuarai Malaysia Open. Tapi kami belum berpuas diri. Masih ada Malaysia Masters minggu depan, kita harus menyiapkan lagi. Perjalanan kami baru dimulai, ketika turun dari podium kita balik dari nol lagi,&#8221; ungkap Apri di sesi wawancara.</p>
<p>&#8220;Rasanya sangat senang karena di awal pas mau dipasangkan, Kak Apri ada sedikit cedera. Jadi harus menunda debut. Tapi alhamdulillah saat partneran di empat pertandingan pertama bisa langsung juara SEA Games dan sekarang juara World Tour. Semoga ke depan makin percaya diri, makin baik lagi dan saya akan terus belajar,&#8221; janji Fadia.</p>
<p>Sebelum memastikan gelar juara, Apri/Fadia harus terlebih dahulu menjalani laga sengit kontra pasangan China, Zhang Shu Xian/Zheng Yu di partai final. Dalam laga yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Minggu (3/7) siang itu, Apri/Fadia menang rubber game, 21-18, 12-21, 21-19 dalam durasi waktu 71 menit.</p>
<p>&#8220;Tadi di pertandingan kita sama-sama pressure, tegang pastinya. Terutama di gim ketiga kita unggul satu dan dua poin terus mereka terus mengejar. Tetapi coba kita lawan dengan komunikasi dan saya yakin saja kalau mereka tidak bisa mengembalikan pukulan kita. Saya terus tekankan seperti itu ke Fadia, satu poin demi satu poin. Kuncinya adalah kesabaran,&#8221; jelas Apri.</p>
<p>&#8220;Mereka juga terlihat tegang. Jadi saya mikirnya ketika unggul tipis itu, tidak apa buang satu poin tapi harus dapat satu poin lagi,&#8221; sambung Fadia.</p>
<p>Yang paling mengharukan adalah hari ini ribuan publik Malaysia yang hadir di Axiata Arena kompak mendukung Apri/Fadia. Bahkan teriakan, &#8220;Indonesia, Indonesia,&#8221; menggema di seluruh stadion.</p>
<p>&#8220;Hari ini kita seperti main di rumah sendiri, terima kasih untuk semua penonton di Axiata Arena. Juga terima kasih kita kepada seluruh masyarakat Indonesia yang mendukung kita dari rumah,&#8221; ujar Apri.</p>
<p>&#8220;Gelar juara ini untuk PBSI, pelatih, Kak Greysia (Polii), keluarga, dan semua orang-orang tercinta dan tersayang,&#8221; tutup Apri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3980</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fajar/Rian Raih Supremasi Tertinggi di Istora</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3964</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3964#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2022 14:47:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3964</guid>
		<description><![CDATA[12 Juni 2022 Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang meraih supremasi tertinggi di turnamen bulutangkis Daihatsu Indonesia Masters 2022. Berlaga di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (12/6) sore, Fajar/Rian menang dua gim langsung dengan skor 21-10, 21-17 dalam tempo 36 menit atas Liang Wei Keng/Wang Chang (China). Dalam [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-12-at-18.33.29.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3965" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-12-at-18.33.29-300x213.jpeg" alt="WhatsApp Image 2022-06-12 at 18.33.29" width="300" height="213" /></a>12 Juni 2022<br />
Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang meraih supremasi tertinggi di turnamen bulutangkis Daihatsu Indonesia Masters 2022.</p>
<p>Berlaga di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (12/6) sore, Fajar/Rian menang dua gim langsung dengan skor 21-10, 21-17 dalam tempo 36 menit atas Liang Wei Keng/Wang Chang (China).</p>
<p>Dalam laga ini, juara Swiss Terbuka 2022 itu tampil apik dari gim pertama saat meladeni ganda putra rangking 424 dunia itu.</p>
<p>Pada gim kedua, peraih medali perak Asian Games 2018 itu sempat terkejar meski akhirnya bisa keluar dari tekanan wakil Negeri Tirai Bambu itu.</p>
<p>&#8220;Pada gim pertama kami bermain dengan nyaman. Sayang di gim kedua kami sempat terkendala angin. Beruntung kami percaya diri menghadapi mereka dan jauh lebih percaya diri saja,&#8221; ungkap Fajar.</p>
<p>&#8220;Kami bermain lepas dan mencoba maksimal di depan net mengingat itu kelebihan mereka,&#8221; tambah Rian.</p>
<p>Selepas menjadi juara di Daihatsu Indonesia Masters 2022, pasangan berakronim FajRi itu ingin tampil konsisten untuk mendongkrak peringkat.</p>
<p>Maklum selepas terpuruk di awal tahun, keduanya sekarang punya tekad keras untuk bisa masuk ke dalam jajaran lima besar sektor ganda putra dunia.</p>
<p>&#8220;Kami mau lebih konsisten, selepas di Swiss Open kami ingin bermain lebih baik lagi dan masuk ke dalam lima besar ganda putra dunia,&#8221; harap Fajar.</p>
<p>Pasangan Fajar/Rian berhasil memberikan bukti masih menjadi yang terbaik di ganda putra Indonesia.</p>
<p>Selepas terpuruk di babak awal pada turnamen German Open dan All England 2022, keduanya kembali ke performa terbaik.</p>
<p>Menurut pelatih kepala ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, kondisi keduanya menanjak seiring evaluasi yang sering dilakukan.</p>
<p>Terlebih di turnamen BWF level super 500 itu penampilannya paling signifikan dibandingkan pasangan lainnya.</p>
<p>&#8220;Ganda putra bisa konsisten karena mereka bertanggung jawab dan saya tidak henti-hentinya mengingatkan kepada mereka. Tidak hanya itu, kami juga mengevaluasi cara bermain mereka,&#8221; pungkas pelatih berjuluk Coach Naga Api itu.</p>
<p>Sayang langkah Fajar/Rian tidak diikuti Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Ganda putri peraih medali emas SEA Games 2021 itu kalah dari juara dunia 2021 asal China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.</p>
<p>Pasangan yang baru dipasangkan itu kalah dua gim langsung dalam tempo 42 menit dengan skor 18-21, 12-21 dari wakil Negeri Tirai Bambu tersebut. (*)</p>
<p>Hasil Final Daihatsu Indonesia Masters 2022:</p>
<p>Tunggal Putra: Viktor Axelsen (Denmark) vs Chou Tien Chen (Chinese Taipei), 21-10, 21-12</p>
<p>Tunggal Putri: Chen Yu Fei (China) vs Ratchanok Intanon (Thailand), 21-18, 18-21, 21-15.</p>
<p>Ganda Putra: Fajar Alfian/Mohammad Rian Ardianto (Indonesia) vs Liang Wei Keng/Wang Chang (China), 21-10, 21-17.</p>
<p>Ganda Putri: Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (China) vs Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Indonesia), 21-18, 21-12.</p>
<p>Ganda Campuran: Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China) vs Thom Gicquel/ Delphine Delrue ( Prancis), 21-13, 21-14.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3964</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Kejuaraan Asia 2022] Pramudya/Yeremia Taklukkan Asia</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3931</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3931#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 02 May 2022 13:41:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3931</guid>
		<description><![CDATA[Manila, 1 Mei 2022 Pasangan ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan menuntaskan Kejuaraan Asia 2022 dengan kalungan medali emas. Hal ini mereka dapat usai di laga final menaklukkan peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Aaron Chia/Soh Wooi Yik asal Malaysia dua gim langsung, 23-21, 21-10. Bertanding di Muntinlupa Sports Complex, Manila, Minggu [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2022/05/PodiumGandaPutra2_PBSI_BAC2022_Final_20220501.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3932" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2022/05/PodiumGandaPutra2_PBSI_BAC2022_Final_20220501-300x200.jpg" alt="PodiumGandaPutra2_PBSI_BAC2022_Final_20220501" width="300" height="200" /></a>Manila, 1 Mei 2022</p>
<p>Pasangan ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan menuntaskan Kejuaraan Asia 2022 dengan kalungan medali emas. Hal ini mereka dapat usai di laga final menaklukkan peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Aaron Chia/Soh Wooi Yik asal Malaysia dua gim langsung, 23-21, 21-10.</p>
<p>Bertanding di Muntinlupa Sports Complex, Manila, Minggu (1/5), Pramudya/Yeremia memulai laga dengan terus tertinggal, 7-11, 10-14 hingga 13-17.</p>
<p>Beruntung mereka mampu bangkit dan membalikkan keadaan di akhir-akhir laga. Bermula dari skor 18-18, 19-19 lalu setting dan akhirnya berakhir dengan 23-21.</p>
<p>&#8220;Di gim pertama kami memang masih kurang tenang, terlalu terburu-buru,&#8221; ucap Yeremia.</p>
<p>&#8220;Tadi di gim pertama kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Tetapi pelan-pelan kami bisa mengejar mereka. Menang di gim pertama menjadi kunci kami bisa mengalahkan mereka. Di gim kedua kami coba menekan terus karena sudah enak mainnya dan mereka sepertinya jadi tidak percaya diri dan goyah,&#8221; tambah Pramudya.</p>
<p>Gelar ini membuat Merah-Putih melepas dahaga juara Asia selama tujuh tahun. Terakhir, Indonesia meraih gelar di ajang ini adalah pada tahun 2015 melalui ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.</p>
<p>Sedangkan di ganda putra, Pramudya/Yeremia meneruskan takhta Markis Kido/Hendra Setiawan yang menjadi juara di tahun 2009.</p>
<p>&#8220;Kami sangat senang bisa juara di sini. Kami datang dengan status underdog, bukan unggulan tapi bisa sampai juara. Kemarin setelah final saja kami sudah bersyukur,&#8221; kata Pramudya.</p>
<p>&#8220;Terima kasih untuk semua tim PBSI dan pelatih karena kami bisa juara berkat mereka juga. Dan yang paling penting gelar ini untuk Indonesia,&#8221; sahut Yeremia.</p>
<p>Pramudya/Yeremia memang pantas menjadi juara. Setelah mendapat bye di babak 32 besar, mereka secara beruntun mengalahkan unggulan-unggulan.</p>
<p>Dimulai dari Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (6/Malaysia) di babak 16 besar, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (2/Jepang) di perempat final, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (4/Indonesia) di semi final hingga Aaron Chia/Soh Wooi Yik (5/Malaysia) di final.</p>
<p>&#8220;Kami melihat Bagas/Fikri luar biasa mampu juara All England. Kami termotivasi dari sana dan ingin menunjukkan bahwa kami juga bisa,&#8221; ungkap Pramudya.</p>
<p>&#8220;Semoga gelar ini menjadi pacuan kami untuk lebih baik di turnamen-turnamen selanjutnya dan bisa konsisten,&#8221; timpal Yeremia. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3931</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[All England 2022] Bagas/Fikri Sempurnakan Cerita Dengan Gelar Juara</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3921</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3921#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2022 02:29:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3921</guid>
		<description><![CDATA[Cerita indah bak dongeng Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri di turnamen bulutangkis All England 2022 berakhir manis. Mereka sukses menggondol gelar juara di keikutsertaan pertamanya itu. Gelar juara dipastikan Bagas/Fikri usai mengalahkan seniornya unggulan kedua Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan hari Minggu (20/3). Dalam laga final yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham itu, Bagas/Fikri menang straight gim langsung [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2022/03/20220320_1356_AllEngland2022_BPMR0702.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3922" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2022/03/20220320_1356_AllEngland2022_BPMR0702-300x223.jpg" alt="All England 2022" width="300" height="223" /></a>Cerita indah bak dongeng Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri di turnamen bulutangkis All England 2022 berakhir manis. Mereka sukses menggondol gelar juara di keikutsertaan pertamanya itu.</p>
<p>Gelar juara dipastikan Bagas/Fikri usai mengalahkan seniornya unggulan kedua Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan hari Minggu (20/3). Dalam laga final yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham itu, Bagas/Fikri menang straight gim langsung 21-19, 21-13.</p>
<p>Hasil ini menyempurnakan perjalanan Bagas/Fikri yang di babak-babak sebelumnya secara mengejutkan berhasil menumbangkan lawan-lawan kuat. Dari mulai juara dunia Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) hingga ganda nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.</p>
<p>&#8220;Saya masih belum bisa berkata-kata, terharu, tidak percaya, senang dan bangga campur aduk jadi satu,&#8221; ujar Bagas usai pertandingan.</p>
<p>&#8220;Sama sekali tidak menyangka bisa naik podium tertinggi. Saat pertandingan selesai perasaan tidak tahu lagi seperti apa. Yang pasti senang banget,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Rasa haru menyeruak ketika Bagas/Fikri berhasil menyelesaikan pertandingan, bahkan Fikri tak kuasa membendung air matanya.</p>
<p>&#8220;Saya terharu sampai keluar air mata tidak bisa ditahan karena tidak menyangka bisa juara di sini,&#8221; ungkap Fikri.</p>
<p>&#8220;Gelar ini kami persembahkan untuk Indonesia, PBSI, pelatih, keluarga dan orang-orang tersayang yang selalu dukung selama ini,&#8221; tukas Fikri.</p>
<p>Berbicara tentang pertandingan, Bagas/Fikri tampil dengan pola permainannya yang terus menyerang. Ketenangan dan tidak banyak melakukan kesalahan sendiri menjadi kunci kemenangan.</p>
<p>&#8220;Pertandingan hari ini sangat luar biasa. Kami selalu selalu fokus satu poin demi satu poin, tidak memikirkan menang atau kalah,&#8221; tutur Fikri.</p>
<p>&#8220;Pencapaian sampai final buat saya sudah luar biasa, mungkin kemenangan hari ini hanya bonus dan rezeki saja,&#8221; ungkap Fikri.</p>
<p>Sementara Ahsan/Hendra yang tidak tampil 100% karena Ahsan mengalami cedera betis sejak babak perempat final, tetap memberikan apresiasi atas kemenangan Bagas/Fikri. Peraih dua kali juara All England itu mengatakan juniornya tersebut pantas meraih podium teratas.</p>
<p>&#8220;Mereka bermain baik hari ini, terus menyerang dan rotasinya sangat cepat. Selamat untuk mereka. Kami berlatih bersama setiap hari, mereka memang punya kualitas,&#8221; tukas Hendra.</p>
<p>&#8220;Saya tidak mau berbicara tentang cedera saya, Bagas/Fikri memang bermain sangat bagus. Mereka pantas mendapatkannya. Saya harap mereka bisa konsisten ke depannya, jangan cepat puas dan terus bekerja keras,&#8221; harap Ahsan.</p>
<p>Berikutnya, Bagas/Fikri akan melanjutkan perjuangan di ajang Swiss Terbuka pekan depan.</p>
<p>Berikut perjalanan Bagas/Fikri hingga sukses meraih gelar All England 2022.</p>
<p>1. Babak 32 besar vs Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (Indonesia) 21-18, 21-19<br />
2. Babak 16 besar vs Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (Malaysia/8) 24-22, 13-21, 21-17<br />
3. Babak Perempat Final vs Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang/3) 16-21, 21-16, 22-20<br />
4. Babak Semi Final vs Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia/1) 22-20, 13-21, 21-16<br />
5. Babak Final vs Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia/2) 21-19, 21-13.</p>
<p>(Sumber : Humas PBSI)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3921</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Piala Thomas Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3908</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3908#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Oct 2021 22:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3908</guid>
		<description><![CDATA[Aarhus, 17 Oktober 2021 Harus menunggu 19 tahun bagi Indonesia untuk bisa memboyong kembali Piala Thomas ke Bumi Pertiwi. Kemenangan Jonatan Christie atas Li Shi Feng membawa Indonesia bertambah perkasa sebagai negara penguasa kejuaraan bulutangkis beregu putra dunia. Indonesia pun menjadi negara terbanyak merebut Piala Thomas. Sejak pertama kali tahun 1958 di Singapura lewat persembahan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2021/10/20211017_PBSI_TUC2020_Podium3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3910" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2021/10/20211017_PBSI_TUC2020_Podium3-300x200.jpg" alt="20211017_PBSI_TUC2020_Podium3" width="300" height="200" /></a>Aarhus, 17 Oktober 2021<br />
Harus menunggu 19 tahun bagi Indonesia untuk bisa memboyong kembali Piala Thomas ke Bumi Pertiwi. Kemenangan Jonatan Christie atas Li Shi Feng membawa Indonesia bertambah perkasa sebagai negara penguasa kejuaraan bulutangkis beregu putra dunia.</p>
<p>Indonesia pun menjadi negara terbanyak merebut Piala Thomas. Sejak pertama kali tahun 1958 di Singapura lewat persembahan Tan Joe Hok dkk., hingga kini tim Garuda telah mengoleksi sebanyak 14 kali juara.</p>
<p>Kemenangan Indonesia 3-0 atas China di final Piala Thomas edisi 2020 yang diselenggarakan tahun 2021 ini sungguh melegakan bagi bangsa Indonesia yang belum pulih dari pandemi Covid-19. Keberhasilan ini bisa menjadi penambah semangat bagi bangsa Indonesia untuk terus semangat dan bangkit.</p>
<p>&#8220;Kemenangan ini saya persembahkan untuk seluruh rakyat Indonesia. Kami persembahkan kemenangan dengan merebut kembali Piala Thomas untuk keluarga, pelatih, tim pendukung, pengurus PBSI, dan para pecinta bulutangkis Indonesia,&#8221; tutur Jojo, sapaan akrab Jonatan di Hotel Scandic, Aarhus, Minggu (17/10) malam, usai kemenangannya.</p>
<p>Pertarungan antara Jojo melawan Li Shi Feng berjalan menegangkan. Laga yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Minggu (17/10) petang, juga tidak mudah. Jojo harus bertarung tiga gim sebelum akhirnya menang 21-14, 18-21, 21-14 dalam durasi 82 menit.</p>
<p>&#8220;Tadi saya bermain baik, meski di gim kedua sempat kalah. Di gim kedua saya sudah berusaha mengejar, namun sudah terlambat,&#8221; aku peraih emas Asian Games 2018 ini</p>
<p>Keberhasilan Jojo ini melengkapi kemenangan 2-0 Indonesia atas China. Angka kemenangan sebelumnya dipersembahan oleh Anthony Sinisuka Ginting atas Lu Guang Zu, 18-21, 21-14,21-16. Serta pasangan ganda putra, Fajar Alfian/Rian Ardianto yang menggusur Hi Ji Ting/Zhou Hao Dong, 21-12, 21-19.</p>
<p>Kapten tim Thomas, Hendra Setiawan, secara khusus mengucapkan rasa terima kasih kepada rekan-rekannya yang telah berjuang hingga memboyong Piala Thomas. Keberhasilan itu berkat kebersamaan dan ke kekompakan tim.</p>
<p>&#8220;Terima kasih kepada pemain yang telah berjuang. Terima kasih kepada pelatih dan tim pendukung yang telah bekerja kompak hingga kita juara,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Sementara Kabid Binpres Rionny Mainaky menyebut keberhasilan ini karena perjuangan pemain serta berkat kuasa Tuhan.</p>
<p>&#8220;Kita sudah berusaha keras dan bertanding penuh semangat. Selain itu kemenangan ini juga karena kuasa Tuhan. Kalau Tuhan sudah berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin,&#8221; sebut Rionny. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3908</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Olimpiade Tokyo 2020: Bulutangkis Lanjutkan Tradisi Emas Olimpiade</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3844</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3844#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2021 08:34:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3844</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 2 Agustus 2021 Lagu kebangsaan Indonesia Raya akhirnya berkumandang di Olimpiade Tokyo 2020. Tepatnya di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, tempat berlangsungnya cabang olahraga bulutangkis. Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang menjadi pahlawannya. Mereka sukses menyabet medali emas usai mengemas kemenangan di laga final kontra wakil China unggulan kedua Chen Qing Chen/Jia Yi Fan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-02-at-15.30.00.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3845" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-02-at-15.30.00-300x200.jpeg" alt="WhatsApp Image 2021-08-02 at 15.30.00" width="300" height="200" /></a>Jakarta, 2 Agustus 2021</p>
<p>Lagu kebangsaan Indonesia Raya akhirnya berkumandang di Olimpiade Tokyo 2020. Tepatnya di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, tempat berlangsungnya cabang olahraga bulutangkis.</p>
<p>Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang menjadi pahlawannya. Mereka sukses menyabet medali emas usai mengemas kemenangan di laga final kontra wakil China unggulan kedua Chen Qing Chen/Jia Yi Fan Senin (2/8) siang. Greys/Apri menang dua gim langsung 21-19, 21-15.</p>
<p>Medali emas yang penuh makna karena ini merupakam medali emas yang sangat dinantikan seluruh rakyat Indonesia. Medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 dan juga menjadi medali emas pertama dari sektor ganda putri sepanjang pagelaran Olimpiade.</p>
<p>Torehan sejarah dari Greys/Apri ini juga melanjutkan tradisi emas Olimpiade dari bulutangkis untuk Merah-Putih.</p>
<p>&#8220;Peraih medali emas Olimpiade, kedengarannya brilian&#8221; ucap Greys sambil tertawa.</p>
<p>&#8220;Saya kehabisan kata. Kami di sini dan kami mendapat medali emas dan ini rasanya, sesuatu yang tidak bisa diungkapan dengan kata-kata. Ini sangat berarti bagi kami. Saya berterima kasih kepada partner saya Apriyani bahwa dia mau berjuang bersama saya, mau berlari bersama dan saya sangat menghargainya,&#8221; lanjut Greys.</p>
<p>Senada dengan Greys, Apriyani juga masih tidak percaya dengan apa yang telah ia raih.</p>
<p>&#8220;Saya tidak percaya ini yang telah saya raih. Saya benar-benar tidak menyangka akan sampai sejauh ini karena yang saya pikirkan hanyalah bagaimana melewati semua tantangan yang saya hadapi. Bagaimana saya bisa membalikkan keadaan dan bangkit kembali?&#8221; ujar Apri.</p>
<p>&#8220;Dan saya benar-benar memaksakan diri untuk datang sejauh ini dan melakukan yang terbaik yang saya bisa. Saya benar-benar ingin berterima kasih kepada Tuhan dan Kak Ge (Greysia). Juga terima kasih berkat doa dari keluarga dan seluruh masyarakat Indonesia kamj bisa meraih medali emas. Saya sangat senang dan bahagia,&#8221; ucap Apri.</p>
<p>Bagi Greysia, raihan ini adalah jawaban dari mimpinya selama ini. Greysia yang ingin membuat sejarah di sektor ganda putri akhirnya mewujudkan mimpi tersebut di kali ketiga keikutsertaannya di Olimpiade.</p>
<p>&#8220;20 tahun yang lalu ketika saya berusia 13 tahun, saya tahu Indonesia belum membuat sejarah di ganda putri dan saya bersabar. Saya tahu saya dilahirkan untuk menjadi pemain bulutangkis dan saya memiliki keyakinan pada bahwa saya ingin membuat sejarah di bidang ini,&#8221; ungkap Greys.</p>
<p>&#8220;Tuhan telah memberi saya mimpi dan keyakinan di hati saya bahwa saya memilih ini. Ketika orang berkata: &#8216;Anda tidak akan berhasil, Indonesia tidak memiliki sejarah di ganda putri.&#8217; Tentu saja China dan Korea kuat di lapangan. Lalu kita semua tahu apa yang terjadi di London 2012, saya bangkit di Rio 2016 tapi belum juga berhasil mendapat medali,&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi saya tetap sabar dan berkomitmen. Dibutuhkan komitmen untuk meraih mimpi dan emas. Dan di sinilah kami sekarang. Keluarga saya juga untuk tidak menyerah, jangan berhenti,&#8221; tutur Greys.</p>
<p>Sekali lagi, selamat Greysia/Apriyani!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3844</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Sosok Kevin Sanjaya Sukamuljo</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3751</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3751#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 08 May 2021 02:48:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3751</guid>
		<description><![CDATA[Kevin Sanjaya Sukamuljo merupakan salah satu pemain Indonesia yang disebut-sebut mempunyai bakat alami. Pukulannya yang unik dan terkadang disebut juga pukulan “ajaib” menjadi andalannya menembus jajaran pebulutangkis papan atas. Duetnya dengan Marcus Fernaldi Gideon, mengantarnya meraih gelar-gelar juara dan mencapai peringkat satu dunia. Kevin lahir, 2 Agustus 1995 di Banyuwangi, merupakan anak bungsu dari pasangan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-08-at-09.55.46-4.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3753" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-08-at-09.55.46-4-300x200.jpeg" alt="WhatsApp Image 2021-05-08 at 09.55.46 (4)" width="300" height="200" /></a>Kevin Sanjaya Sukamuljo merupakan salah satu pemain Indonesia yang disebut-sebut mempunyai bakat alami. Pukulannya yang unik dan terkadang disebut juga pukulan “ajaib” menjadi andalannya menembus jajaran pebulutangkis papan atas. Duetnya dengan Marcus Fernaldi Gideon, mengantarnya meraih gelar-gelar juara dan mencapai peringkat satu dunia.</p>
<p>Kevin lahir, 2 Agustus 1995 di Banyuwangi, merupakan anak bungsu dari pasangan Sugiarto Sukomuljo dan Winartin. Nama Kevin diberikan ayahnya karena terinspirasi dari tokoh film Home Alone, dimana tokoh tersebut digambarkan sebagai anak yang pemberani. Lalu Sanjaya berasal dari kata &#8216;Sun&#8217; yang berarti matahari lalu ditambah kata Jaya. Sedangkan nama Sukamuljo merupakan marga sang ayah.</p>
<p>Kevin kecil mulai mengenal bulutangkis dari menonton ayahnya yang hobi bermain bulu tangkis. Di belakang rumah keluarga Kevin memang ada lapangan bulu tangkis. Saat usia 5 tahun, bakat Kevin sudah mulai terlihat oleh sang ayah. Karena itulah ayahnya mencarikan pelatih di Jember buat Kevin. Selama setahun, Kevin harus bolak-balik Banyuwangi – Jember untuk berlatih. Lalu, setelah beberapa lama, Kevin bergabung ke klub PB Sari Agung, Banyuwangi.</p>
<p>Tahun 2006, Kevin mengikuti Audisi Umum PB Djarum. Ia gagal diterima menjadi atlet klub yang telah banyak mencetak atlet berprestasi ini. Namun ia tidak putus asa, Kevin mencoba kembali tahun berikutnya. Sebagai persiapan, Kevin berlatih lebin intensif. Kevin pun berhasil lolos Audisi Umum PB Djarum tahun 2007. Diusianya yang masih 11 tahun, Kevin sudah harus berpisah dengan orang tuanya untuk berlatih di markas PB Djarum di kota Kudus, Jawa Tengah.</p>
<p>Selama berlatih di Kudus sebagai pemain tunggal putra, Kevin belum bisa memperlihatkan prestasi. Tahun 2010, Kevin diminta pindah ke nomor ganda dan berlatih di Petamburan, Jakarta. Kevin sempat menolak, walaupun kemudian ia mau mencobanya. Diawal kepindahannya, Kevin masih diberikan kesempatan bertanding di dua nomor, tunggal dan ganda putra. Namun ternyata, ia mulai menunjukkan prestasi di ganda sehingga ia pun menekuni nomor ganda secara total.</p>
<p>Kevin yang awalnya berpasangan dengan Arya Maulana, mulai meraih gelar juara di berbagai ajang Sirnas dan Swasta nasional di kelompok umurnya. Ia sempat beberapa kali ganti pasangan diantaranya dengan Felix Kinalsal dan Rafidias Akhdan Nugroho. Dipenghujung tahun 2012, ia bersama Rafiddias berhasil menjuarai ganda putra Kejurnas Taruna. Berdasarkan prestasi tersebut dan berbagai prestasi lainnya, Kevin terpilih menjadi anggota Pelatnas di awal tahun 2013.</p>
<p>Di tahun pertama bergabung di Pelatnas, Kevin mempersembahkan medali perak Kejuaraan Dunia Junior dari sektor ganda campuran. Ia berpasangan dengan Masita Mahmudin, harus mengakui keunggulan pasangan China Huang Kaixiang/Chen Qingchen di final.</p>
<p>Torehan prestasi internasional semakin terlihat setelah Kevin merebut beberapa gelar juara di tahun 2014. Kevin yang berduet dengan Selvanus Geh mampu menjuarai Vietnam International Challenge, Bulgaria International Challenge dan New Zealand Open Grand Prix. Di level yang lebih tinggi, Indonesia Grand Prix Gold, Kevin/Selvanus meraih posisi runner up. Mereka kalah dari Markis Kido/Marcus Fernaldi Gideon di babak final. Namun sayang, disaat prestasinya mulai menanjak, sang pasangan Selvanus Geh menderita sakit yang mengharuskan istirahat panjang.</p>
<p>Untuk mengisi kekosongan tersebut, tim pelatih ganda putra memanggil kembali Marcus Fernaldi Gideon untuk bergabung ke Pelatnas. Gideon lalu menjadi tandem Kevin. Diawal berpasangan , mereka sudah menunjukkan potensi walaupun sering terjegal di babak-babak akhir. Sepanjang 2015, Kevin/Gideon mencatatkan prestasi antara lain semifinalis Swiss Open GPG, Vietnam Open GP, Chinese Open GPG, Medali perak SEA Games, runner up Chinese Taipe Open GPG dan juara Chinese Taipei GP.</p>
<p>Tahun 2016, Kevin/Gideon menggebrak dengan raihan gelar juara Malaysia Master GPG. Kemudian gelar superseries pertama diraih di India dan mendapatkan gelar superseries tambahan di Australia Open. Namun, Gideon sempat mengalami cedera sehingga Kevin tampil di Indonesia Master GPG bersama Wahyu Nayaka. Meskipun pasangan dadakan, mereka berhasil menjadi juara. Setelah Gideon sembuh dari cedera, Kevin/Gideon kembali membuat prestasi besar. Mereka meraih gelar superseries premier pertama di China Open. Dibabak final, mereka mengalahkan pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, 21-18 dan 22-20.</p>
<p>Maret 2017, Kevin/Gideon mencatatkan prestasi dengan tinta emas. Mereka menjuarai turnamen tertua di dunia All England. Di babak final, Kevin/Gideon mengalahkan wakil China Liu Yuchen/Li Junhui, 21-19 dan 21-14. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan mereka menempati peringkat ganda putra nomor satu dunia. Kesuksesan semakin lengkap dengan keberhasilan pasangan yang dijuluki “the minions” ini berhasil mencetak hattrick di turnamen superseries.</p>
<p>Setelah sukses di All England, mereka menjuarai India Open Superseries dengan mengalahkan rekannya Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Malaysia Open Superseries setelah menundukkan Fu Haifeng/Zheng Siwei (Tiongkok) di babak final. Namun karena kelelahan Kevin/Gideon tak berhasil membuat rekor empat kali berturut-turut. Di turnamen Singapore Open, mereka kalah di babak semifinal dari Mathias Boe/Carsten Mogensen.</p>
<p>Kevin/Gideon terus melanjutkan trend kemenangannya dengan menjuarai Japan Open Superseries, mempertahankan gelar China Open Superseries Premier dan Hong Kong Open superseries. Dengan enam gelar, mereka meraih gelar superseries dan superseries terbanyak di tahun 2017, sekaligus menyamai rekor sebelumnya yang dibuat pasangan Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong dari Korea, tahun 2015. Bahkan rekor pasangan Korea tersebut berhasil dilampaui karena Kevin/Gideon menjuarai BWF World Superseries Final 2017 di Dubai. Atas berbagai prestasi tersebut Kevin dan Gideon mendapat penghargaan akhir tahun dari BWF sebagai “Male Player of The Years 2017”</p>
<p>Tahun 2018 terdapat perubahan nama level turnamen dari sebelumnya menggunakan nama superseries premier, super series, grand prix gold dan grand prix menjadi BWF World Tour Super 1000, 750, 500, 300 dan BWF Tour super 100. Di era baru ini, Kevin/Gideon yang berjuluk the minions ini terus merajai gelanggang. Tak tanggung-tanggung, delapan gelar BWF World Tour Super berhasil diraih.</p>
<p>Dimulai dari menjuarai BWF World Tour super 500-Indonesia Masters 2018 dengan mengalahkan Liu Yuchen/Li Junhui (Tiongkok), 11-21, 21-10, 21-16 di babak final. Kemudian memenangkan BWF World Tour Super 500-India Open 2018 setelah menaklukan Kim Astrup /Anders Skaarup Rasmusen (Denmark), 21-14, 21-16 di partandingan pamungkas.  Kemenangan ini sekaligus mencetak hattrick dengan menjadi juara tiga tahun berturut-turut di ajang India Open.</p>
<p>Minions juga sukses mempertahankan gelar juara All England 2018 yang menjadi turnamen level  BWF World Tour Super 1000. Di pertandingan akhir, mereka menundukan Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark), 21-17, 21-18. Disusul dengan gelar BWF World Tour Super 1000 yakni Indonesia Open 2018. Tanpa kesulitan yang berarti, minions mengalahkan Takuto Inoue/ Yuki Kaneko (Jepang), 21-13, 21-16 di babak final.</p>
<p>Gelar berikutnya yang diraih adalah juara BWF World Tour Super 750 &#8211; Japan Open 2018. Di pertandingan puncak, mereka kembali unggul atas Liu Yuchen/Li Junhui (Tiongkok), 21-11, 21-13. Lalu BWF World Tour Super 750 &#8211; Denmark Open 2018 dengan mengalahkan Takeshi KAMURA/ Keigo SONODA (Jepang), 21-15, 21-16. Kemudian BWF World Tour Super 750 &#8211; Fuzhou China Open 2018 setelah menuntaskan perlawanan He Jiting/ Tan Qiang (Tiongkok), 25-27, 21-17, 21-15. Dan kedelapan, BWF World Tour Super 500 &#8211; Hong Kong Open 2018 dengan menaklukan Takeshi Kamura/ Keigo Sonoda (Jepang), 21-13, 21-12.</p>
<p>Selain itu minions mencatat prestasi gemilang dengan meraih medali emas ganda putra Asian Games 2018. Di hadapan publik Istora Senayan Jakarta, minions mengalahkan rekannya sendiri Fajar Alfian/ Muhammad Rian Ardianto, 13-21, 21-18, 24-22.</p>
<p>Di penghujung tahun 2018, minions harus mundur dari ajang BWF World Tour Finals karena Gideon mengalami cedera di otot leher bagian kanan belakang. Namun mereka kembali meraih penghargaan Male Player of The Year tahun 2018.</p>
<p>Kebangkitan pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan atau yang dijuluki the Daddies menjadi warna tersendiri pada persaingan di tahun 2019. Pertarungan final antara Minions dan Daddies terjadi pada lima turnamen, yakni BWF World Tour Super 500 &#8211; Indonesia Masters 2019, BWF World Tour Super 1000 &#8211; Indonesia Open 2019, BWF World Tour Super 750 &#8211; Japan Open 2019, BWF World Tour Super 1000 &#8211; China Open 2019 dan BWF World Tour Super 750 &#8211; Denmark Open 2019. Minions memenangkan seluruh pertarungan tersebut sekaligus memastikan gelar juara.</p>
<p>Minions juga meraih tiga gelar juara lainnya BWF World Tour Super 500 &#8211; Malaysia Masters 2019 setelah mengalahkan Ong Yew Sin/ Teo Ee Yi (Malaysia), 21-15 dan 21-16. Lalu BWF World Tour Super 750 &#8211; French Open 2019 dengan menaklukan Satwiksairaj Rankireddy /Chirag Shetty (India), 21-18, 21-16 dan BWF World Tour Super 750 &#8211; Fuzhou China  Open 2019 setelah menundukan Takeshi Kamura/ Keigo Sonoda (Jepang), 21-17, 21-19.</p>
<p>Namun pada tiga turnamen bergengsi All England, Kejuaraan Dunia dan BWF World Tour Final 2019, justru dijuarai oleh Daddies. Sepanjang 2019, minions mengalami kesulitan bila bertemu pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Minion selalu mengalami kekalahan dalam lima kali pertemuan dengan Endo/Watanabe di tahun 2019. Padahal dua pertemuan di tahun 2018 dimenangkan minions. Hal ini berbanding terbalik dengan Daddies yang memenangkan semuanya dari lima kali pertemuan dengan Endo/Watanabe sepanjang tahun 2019.</p>
<p>Memasuki tahun 2020, minions mengikuti turnamen BWF World Tour Super 500 &#8211; Malaysia Masters, namun kiprah terhenti di perempat final. Mereka kalah dari rekannya Fajar/Rian. Pekan berikutnya, minions menambah gelar juaranya dengan memenangkan BWF World Tour Super 500 &#8211; Indonesia Masters 2020. Mereka kembali unggul atas Daddies di babak final dengan skor, 21-15 dan 21-16. Kemenangan ini sekaligus semakin mengukuhkan Minions dan Daddies sebagai pasangan ganda peringkat satu dan dua dunia.</p>
<p>Sayangnya, minion harus kembali takluk dari Endo/Watanabe di babak final turnamen bergengsi BWF World Tour Super 1000 &#8211; All England Open 2020. Mereka kalah dalam bertarungan ketat yang berkahir dengan skor, 18-21, 21-12 dan 19-21. Turnamen All England ini merupakan turnamen terakhir yang diikuti Minons sebelum semua pertandingan ditunda atau dibatalkan karena merebaknya wabah penyakit Covid-19 di seluruh dunia.</p>
<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-08-at-09.55.46-2.jpeg"><img class="aligncenter wp-image-3755 size-large" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-08-at-09.55.46-2-1024x682.jpeg" alt="WhatsApp Image 2021-05-08 at 09.55.46 (2)" width="1024" height="682" /></a></p>
<p>Profil</p>
<p>Nama                                                    : Kevin Sanjaya Sukamuljo</p>
<p>Tanggal Lahir                                      : 2 Agustus 1995</p>
<p>Tempat Lahir                                      : Banyuwangi</p>
<p>Nama Ayah                                         : Sugiarto Sukamuljo</p>
<p>Nama Ibu                                            : Winartin</p>
<p>Pegangan Raket                                : Kanan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Prestasi</p>
<p>Juara ganda campuran Tangkas Junior International Challenge 2013 (/Masita Mahmudin)</p>
<p>Juara Vietnam International Challenge 2014 (/Selvanus Geh)</p>
<p>Juara New Zealand Open GP 2014 (/Selvanus Geh)</p>
<p>Juara Bulgarian International Challenge 2014 (/Selvanus Geh)</p>
<p>Juara Chinese Taipei GP 2015 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara Malaysia Masters GPG 2016 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara India Open Superseries 2016 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara Australian Open SS 2016 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara Indonesia Master GPG 2016 (/Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira)</p>
<p>Juara China Open SSP 2016 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara All England SSP 2017 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara India Open SS 2017 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara Malaysia Open SS 2017 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara Japan Open SS 2017 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara China Open SSP 2017 (Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara Hong Kong Open SS 2017 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara BWF World Superseries Final 2017 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara BWF World Tour Super 500 &#8211; Indonesia Masters 2018 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara BWF World Tour Super 500 &#8211; India Open 2018 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara BWF World Tour Super 1000 &#8211; All England Open 2018 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara BWF World Tour Super 1000 &#8211; Indonesia Open 2018 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara Asian Games 2018 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara BWF World Tour Super 750 &#8211; Japan Open 2018 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara BWF World Tour Super 750 &#8211; Denmark Open 2018 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara BWF World Tour Super 750 &#8211; Fuzhou China Open 2018 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara BWF World Tour Super 500 &#8211; Hong Kong Open 2018 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara BWF World Tour Super 500 &#8211; Malaysia Masters 2019 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara BWF World Tour Super 500 &#8211; Indonesia Masters 2019 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara BWF World Tour Super 1000 &#8211; Indonesia Open 2019 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara BWF World Tour Super 750 &#8211; Japan Open 2019 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara BWF World Tour Super 1000 &#8211; China Open 2019 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara BWF World Tour Super 750 &#8211; Denmark Open 2019 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara BWF World Tour Super 750 &#8211; French Open 2019 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara BWF World Tour Super 750 &#8211; Fuzhou China  Open 2019 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
<p>Juara BWF World Tour Super 500 &#8211; Indonesia Masters 2020 (/Marcus Fernaldi Gideon)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3751</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Boyong Gelar Juara All England 2020, Praveen/Melati Diguyur Bonus Rp 450 Juta</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3702</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3702#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2020 14:18:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3702</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA – Atlet – atlet PB Djarum kembali menerima apresiasi dari Bakti Olahraga Djarum Foundation atas torehan prestasi mereka di level dunia. Kali ini penghargaan diberikan kepada pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang baru saja berjaya di kejuaraan bulutangkis bergengsi, All England Open 2020 pada pertengahan Maret lalu. Berbeda dari seremoni-seremoni penghargaan atlet [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2020/06/Checkboard-Djarum-1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3705" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2020/06/Checkboard-Djarum-1-300x200.jpg" alt="Checkboard Djarum (1)" width="300" height="200" /></a>JAKARTA – </span>Atlet – atlet PB Djarum kembali menerima apresiasi dari <b>Bakti Olahraga Djarum Foundation </b>atas torehan prestasi mereka di level dunia. Kali ini penghargaan diberikan kepada pasangan ganda campuran <b>Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti </b>yang baru saja berjaya di kejuaraan bulutangkis bergengsi, All England Open 2020 pada pertengahan Maret lalu.</p>
<p>Berbeda dari seremoni-seremoni penghargaan atlet PB Djarum sebelumnya yang dilakukan secara tatap muka, pemberian apresiasi kepada Praveen/Melati dilakukan secara virtual sesuai dengan anjuran pemerintah tentang protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19 yang menerapkan <i>physicial distancing</i> bagi setiap individu.</p>
<p>Seremoni virtual ini diselenggarakan dari beberapa tempat dan dihadiri oleh <b>Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation</b>, <b>Yoppy Rosimin</b> (dari Kudus, Jawa Tengah), <b>Praveen Jordan/Melati Daeva</b> dan <b>Pelatih Ganda Campuran</b>, <b>Nova Widianto</b> (dari Pelatnas, Cipayung, Jakarta), serta <b>Pelatih Ganda Campuran</b>, <b>Richard Mainaiky</b> (dari Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara). Acara ini dipandu oleh <b>Yuni Kartika</b> dari Jakarta, pada Kamis (11/6). Puluhan jurnalis dari berbagai media massa di Indonesia turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.</p>
<p>Pada kejuaraan All England Open 2020, <b><span lang="IN">Praveen Jordan/Melati Daeva Oktaviani</span></b><span lang="IN"> berhasil menjadi kampiun usai mengungguli perlawanan </span>sengit <span lang="IN">dari wakil Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai lewat drama <i>rubber game </i></span>di partai puncak <span lang="IN">dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-8 di Birmingham Arena, Inggris, Minggu (15/3).</span></p>
<p><span lang="IN">Atas prestasi tersebut, </span><b>Bakti Olahraga</b> <b><span lang="IN">Djarum Foundation</span></b><span lang="IN"> memberikan penghargaan berupa bonus </span>berupa deposito BCA <span lang="IN">kepada Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktaviani</span> masing-masing Rp 200 juta. Selain itu, bonus juga diberikan berupa voucher belanja dari <b>Blibli.com</b> senilai Rp 25 juta bagi keduanya. Dengan demikian, total bonus yang diterima Praveen/Melati mencapai Rp 450 juta.</p>
<p><b><span lang="IN">Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation </span></b>yang juga <b>Ketua PB Djarum</b>, <b><span lang="IN">Yoppy Rosimin</span></b><span lang="IN">, mengatakan pemberian bonus ini adalah bentuk motivasi dari Djarum Foundation </span>kepada kedua atlet PB Djarum yang baru saja diduetkan pada 2018 lalu<span lang="IN">. <i>“</i></span><i>Bonus ini merupakan </i><i><span lang="IN">apresiasi kepada Praveen/Melati atas </span></i><i>dedikasi dan kerja keras mereka sehingga meraih kesuksesan di All England 2020. Saya optimistis, Praveen/Melati dapat menjadi penerus Tontowi/Liliyana di masa mendatang dan membawa pulang lebih banyak lagi gelar juara bagi Indonesia,” tutur Yoppy.</i></p>
<p>Bagi Praveen, kemenangan di All England 2020 terasa sangat istimewa. Titel juara di turnamen bergengsi tersebut membuat Praveen sebagai <span lang="IN">pemain putra Indonesia pertama yang mampu dua kali menjuarai nomor ganda campuran All England dengan dua pasangan berbeda. </span>Sebelumnya, p<span lang="IN">ada All England tahun 2016, Praveen meraih gelar juara bersama Debby Susanto.</span></p>
<p><i>“Tentunya bangga sekali bisa meraih gelar di ajang sebesar All England. Hal ini tak lepas dari peran klub, pelatih dan juga PBSI yang telah mengasah kemampuan kami sehingga bisa meraih prestasi sebesar ini. Dengan bonus ini, bagi saya yang terpenting adalah harus terus bekerja keras yang nantinya bisa mendulang prestasi lebih tinggi lagi dan mengharumkan nama bangsa di mata dunia,”</i> ujar Praveen.</p>
<p>Hal senada juga disampaikan oleh Melati. Dara kelahiran Banten, 26 Oktober 1994 ini juga berterima kasih kepada Djarum Foundation, PB Djarum dan juga pelatih yakni Nova Widianto dan Richard Mainaky yang telah memberikan dukungan besar sehingga ia dan Praveen bisa menorehkan prestasi level dunia. <i>“</i><i>Terima kasih</i><i> <span lang="IN">atas kepercayaan maupun perhatian yang telah diberikan. Bonus ini merupakan motivasi agar saya bersama Praveen terus konsisten meraih prestasi,”</span></i><span lang="IN"> sambut Melati.</span></p>
<p>Kemenangan Praveen/Melati di ajang All England 2020 membawa mereka menghuni peringkat 4 dunia dengan raihan 80.247 poin. <span lang="IN">Mereka naik satu peringkat menggeser ganda campuran asal Jepang, yaitu Yuta Watanabe/Arisa Higashino</span>. Perlahan tapi pasti, Praveen/Melati mulai meramaikan persaingan di papan atas peringkat dunia.</p>
<p>Kilas balik ke beberapa turnamen sebelumnya, Praveen/Melati telah mengalahkan seluruh pasangan ganda campuran yang berada di tiga besar peringkat dunia. Sebelum sukses menekuk pasangan Thailand <span lang="IN">Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai</span> yang menghuni peringkat tiga dunia di All England Open 2020, Praveen/Melati melakukan <i>double kill </i>kepada pasangan ganda campuran nomor satu dunia Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dan pasangan ganda campuran nomor dua dunia Wang Yi Liu/Huang Dong Ping di ajang Denmark Open 2019. <span lang="IN">Selain menjadi <i>giant killer</i>, Praveen/Melati</span> juga <span lang="IN">berhasil menjuarai turnamen bergengsi lainnya yakni French Open 2019. </span></p>
<p><span lang="IN">“</span><i>Prestasi Praveen dan Melati memberikan kita harapan bahwa Indonesia bisa kembali berbicara banyak di sektor ganda campuran pada masa mendatang. Sepeninggal Owi/Butet, sudah dua tahun Indonesia tidak berada di peringkat satu dunia pada sektor ini. Semoga dalam waktu yang tidak begitu lama, Praveen/Melati bisa merebut kembali tempat tersebut,”</i> tutup Yoppy.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3702</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(All England Open 2020) Luar Biasa! Praveen/Melati Rebut Gelar Juara</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3696</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3696#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2020 16:24:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3696</guid>
		<description><![CDATA[(Birmingham, 15/3/2020) Hasil menggembirakan datang dari pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktaviati pada babak final All England Open 2020. Mereka berhasil merebut gelar juara usai mengalahkan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand) 21-15, 17-21, 21-8. “Pastinya bangga banget bisa juara di sini. Karena ini kan salah satu cita-cita dan impian dari kecil. Siapa sih yang nggak [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2020/03/PBSI_AE2020_Final_Praveen_Melati-4.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3698" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2020/03/PBSI_AE2020_Final_Praveen_Melati-4-300x200.jpg" alt="PBSI_AE2020_Final_Praveen_Melati-4" width="300" height="200" /></a>(Birmingham, 15/3/2020)</p>
<p>Hasil menggembirakan datang dari pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktaviati pada babak final All England Open 2020. Mereka berhasil merebut gelar juara usai mengalahkan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand) 21-15, 17-21, 21-8.</p>
<p>“Pastinya bangga banget bisa juara di sini. Karena ini kan salah satu cita-cita dan impian dari kecil. Siapa sih yang nggak mau juara All England. Semua pemain badminton kalau ditanya pasti maunya juara All England, Kejuaraan Dunia dan Olimpiade. Alhamdulillah bisa terwujud salah satu impianku,” kata Melati.</p>
<p>Praveen/Melati sudah lima kali bertemu sebelumnya dan merebut tiga kemenangan. Hasil ini kian menambah keunggulan pasangan Indonesia tersebut menjadi 4-2.</p>
<p>Game pertama Praveen/Melati yang poinnya sempat tertinggal tipis, akhirnya melesat merebut 21-15. Masuk ke game dua, Praveen/Melati juga berhasil unggul sejak awal. Namun usai menyentuh poin 13-13, mereka balik tertinggal dan harus merelakan game keduanya itu.</p>
<p>Bermain di game penentu, Praveen/Melati tak mau menyia-nyiakan peluang. Mereka langsung mencuri start dan menekan dari awal, sehingga sukses menang meyakinkan dengan skor 21-8.</p>
<p>“Kalau dibilang menang mudah juga enggak. Mereka pasangan yang kuat. Terus di game kedua kami ada kesalahan strategi, kami terlalu banyak meladeni pukulan mereka. Game ketiga kami banyak langsung menyerang,” ujar Praveen.</p>
<p>“Kami lebih banyak membawa mereka ke permainan kami. Bisa dilihat mereka seperti tidak berkutik. Setiap ketemu mereka pasti ramai. Poinnya pasti ramai,” kata Praveen lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3696</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(BATC 2020) Tim Putra Indonesia Pertahankan Gelar Juara Beregu Asia</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3693</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3693#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Feb 2020 15:01:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3693</guid>
		<description><![CDATA[(Manila, 16/2/2020) Tim Indonesia berhasil mempertahankan gelar juara di ajang Badminton Asia Team Championships 2020 setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1. Kemenangan Indonesia ditentukan oleh ganda putra Mohammad Ahsan/Fajar Alfian atas Ong Yew Sin/Teo Ee Yi dengan skor 21-18, 21-17. Meskipun tak bermain dengan pasangan tetap, namun kombinasi Ahsan/Fajar bisa mengatasi perlawana Og/Teo yang saat [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2020/02/PBSI_BATC-2020_1602_Podium_-5.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3694" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2020/02/PBSI_BATC-2020_1602_Podium_-5-300x200.jpg" alt="PBSI_BATC 2020_1602_Podium_-5" width="300" height="200" /></a>(Manila, 16/2/2020)<br />
Tim Indonesia berhasil mempertahankan gelar juara di ajang Badminton Asia Team Championships 2020 setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1. Kemenangan Indonesia ditentukan oleh ganda putra Mohammad Ahsan/Fajar Alfian atas Ong Yew Sin/Teo Ee Yi dengan skor 21-18, 21-17.</p>
<p>Meskipun tak bermain dengan pasangan tetap, namun kombinasi Ahsan/Fajar bisa mengatasi perlawana Og/Teo yang saat ini tengah menanjak. Sempat saling berkejaran angka di interval game kedua dalam kedudukan 11-11, Ahsan/Fajar akhirnya menuntaskan pertandingan dan memastikan kemenangan tim Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kami mengucap syukur alhamdulillah bisa jadi penentu, tim Indonesia bisa jadi juara beregu Asia lagi untuk yang ketiga kalinya berturut-turut,&#8221; kata Ahsan setelah pertandinga.</p>
<p>&#8220;Tadi saya sempat bingung waktu di partai ketiga, apakah Jonatan (Christie) bisa menang atau tidak. Tapi sudah siap dengan kondisi apa pun,&#8221; kata Fajar.</p>
<p>&#8220;Saya sempat nervous berpasangan sama bang Ahsan, mainnya harus bagaimana. Tapi bang Ahsan banyak kasih masuka buat saya, jadi saya enjoy saja,&#8221; tambah Fajar.</p>
<p>Sementara itu di tim putri, Jepang menjadi juara setelah mengalahkan Korea dengan skor 3-0.</p>
<p>Berikut hasil lengkap pertandingan final antara Indonesia melawan Malaysia (3-1):</p>
<p>Anthony Sinisuka Ginting vs Lee Zii Jia 22-20, 21-16<br />
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon vs Aaron Chia/Soh Wooi Yik 22-20, 21-16<br />
Jonatan Christie vs Cheam June Wei 16-21, 21-17, 22-24<br />
Mohammad Ahsan/Fajar Alfian vs Ong Yew Sin/Teo Ee Yi 21-18, 21-17<br />
Shesar Hiren Rhustavito vs Leong Jun Hao &#8211; tidak dimainkan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3693</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(World Junior Championships 2019) Indonesia Boyong Piala Suhandinata</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3656</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3656#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Oct 2019 16:59:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3656</guid>
		<description><![CDATA[Perjuangan pemain junior Indonesia patut diacungi jempol. Pada hari ini tim junior Indonesia baru saja mencetak sejarah dengan memboyong Piala Suhandinata untuk pertama kalinya. Indonesia membawa pulang Piala Suhandinata setelah dalam laga final World Junior Championships 2019 mengalahkan Tiongkok dengan skor 3-1. Kemenangan Indonesia ditentukan oleh pasangan Putri Syaikah/Febriana Dwipuji Kusuma setelah mengalahkan Li Yin [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2019/10/20191005_PBSI_WorldJuniorChampionships_Final_Podium2.jpg"><img class="aligncenter wp-image-3657 size-large" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2019/10/20191005_PBSI_WorldJuniorChampionships_Final_Podium2-1024x683.jpg" alt="20191005_PBSI_WorldJuniorChampionships_Final_Podium2" width="1024" height="683" /></a>Perjuangan pemain junior Indonesia patut diacungi jempol. Pada hari ini tim junior Indonesia baru saja mencetak sejarah dengan memboyong Piala Suhandinata untuk pertama kalinya. Indonesia membawa pulang Piala Suhandinata setelah dalam laga final World Junior Championships 2019 mengalahkan Tiongkok dengan skor 3-1.</p>
<p>Kemenangan Indonesia ditentukan oleh pasangan Putri Syaikah/Febriana Dwipuji Kusuma setelah mengalahkan Li Yin Jing/Tan Ning, dengan skor 16-21, 25-23, 21-13.</p>
<p>&#8220;Alhamdulilah bisa jadi penentu dan membawa Indonesia juara. Kalau sebelumnya saya jadi penentu tapi hasilnya belum bisa maksimal, jadi saya nggak mau terulang lagi kejadian itu, saya belajar dari pengalaman,&#8221; kata Putri setelah pertandingan.</p>
<p>&#8220;Waktu di latihan kami sudah sering pasangan, tadi di pertandingan anggap saja latihan. Nggak mau mikirin menang-kalah, yang penting dapat satu demi satu poin dulu,&#8221; lanjut Putri.</p>
<p>Putri/Febriana sempat tertinggal jauh 4-11 di game pertama dan tertinggal 19-20 di game kedua. Namun dengan semangat berapi-api, mereka memenangkan game kedua dengan adu setting dengan skor akhir 25-23. Di game ketiga, Putri/Febriana semakin tak terbendung.</p>
<p>&#8220;Sempat tegang di game pertama, tapi waktu interval, saya dengar supporter memberi semangat, saya jadi semangat lagi. Saya mikirnya sayang juga kan sudah sampai final, tanggung sudah sampai di final, harus mati-matian,&#8221; ujar Febriana kepada Badmintonindonesia.org.</p>
<p>&#8220;Di game pertama pasangan Tiongkok mainnya no lob, dan kami tidak antisipasi pengembalian. Waktu unggul jauh di game ketiga, pikirannya ke nambah poin satu demi satu dulu. Nekad saja pokoknya,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>&#8220;Waktu Bobby kalah, saya tidak down sih, saya pikir memang itu belum rezeki, kan masih ada kesempatan, jadi jangan putus asa,&#8221; jawab Febriana.</p>
<p>Berikut hasil pertandingan babak final World Championships 2019 antara Indonesia melawan Tiongkok (3-1):</p>
<p>Ganda Campuran<br />
Daniel Marthin/Indah Cahya Sari Jamil vs Feng Yan Zhe/Lin Fang Ling 21-18, 18-21, 21-11</p>
<p>Tunggal Putri<br />
Putri Kusuma Wardani vs Zhou Meng 21-18, 20-22, 21-14</p>
<p>Tunggal Putra<br />
Bobby Setiabudi vs Liu Liang 17-21, 21-17, 20-22</p>
<p>Ganda Putri<br />
Putri Syaikah/Febriana Dwipuji Kusuma vs Li Yi Jing/Tan Ning 16-21, 25-23, 21-13</p>
<p>Ganda Putra<br />
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Di Zi Jian/Wang Chang &#8211; tidak dimainkan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3656</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Korea Open 2019) Fajar/Rian Duduki Podium Juara</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3642</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3642#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Sep 2019 09:30:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3642</guid>
		<description><![CDATA[(Incheon, 29/9/2019) Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto meraih sukses besar di Korea Open 2019, Minggu (29/9). Mereka menduduki podium juara usai mengalahkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang), dua game langsung 21-16, 21-17. “Alhamdulillah bersyukur bisa menang hari ini di sini. Semoga kedepannya kami bisa konsisten,” kata Fajar. “Bersyukur alhamdulillah bisa menang, semoga kami tidak [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2019/09/PBSI_Korea-Open19_Day5_Fajar-Rian-8.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3643" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2019/09/PBSI_Korea-Open19_Day5_Fajar-Rian-8-300x200.jpg" alt="PBSI_Korea Open19_Day5_Fajar Rian-8" width="300" height="200" /></a>(Incheon, 29/9/2019)</p>
<p>Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto meraih sukses besar di Korea Open 2019, Minggu (29/9). Mereka menduduki podium juara usai mengalahkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang), dua game langsung 21-16, 21-17.</p>
<p>“Alhamdulillah bersyukur bisa menang hari ini di sini. Semoga kedepannya kami bisa konsisten,” kata Fajar.</p>
<p>“Bersyukur alhamdulillah bisa menang, semoga kami tidak cepat puas karena setelah ini masih banyak turnamen yang harus kami jalani. Setelah pertandingan ini selesai, kami bukan juara lagi, harus berusaha lagi, latihan lagi. Tadi juga kami sebenarnya nggak menyangka bisa menang straight game, karena mereka bukanlah lawan yang mudah,” jelas Rian.</p>
<p>Sempat tertinggal di awal game partama, tak menyurutkan langkah Fajar/Rian untuk terus mengejar poin dari lawan. Mereka berhasil unggul dengan skor 21-16.</p>
<p>Masuk ke game dua, pertandingan berlangsung lebih ketat. Namun Fajar/Rian kerap memimpin poin dari lawan. Mereka akhirnya berhasil melesat meninggalkan lawan di poin 21-17.</p>
<p>“Hari ini kami lebih percaya diri, lebih siap dan fokus apalagi kemarin habis menang dari mereka,” ujar Rian.</p>
<p>Hal tersebut dibenarkan Kamura/Sonoda. Mereka mengatakan penampilan Fajar/Rian lebih unggul dan semakin meningkat dibanding pertemuan sebelumnya. Pertemuan terakhir mereka terjadi di China Open 2019 lalu. Saat itu Fajar/Rian juga menang dengan skor 23-21, 22-20.</p>
<p>“Khususnya (Muhammad Rian) Ardianto, kali ini dia main lebih cepat dan kuat dibanding sebelumnya,” kata Sonoda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3642</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kejutan, Jurnal Bulutangkis Kalahkan Unggulan Dua</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3636</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3636#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Sep 2019 15:12:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3636</guid>
		<description><![CDATA[Hari pertama Kejuaraan Bulutangkis Antar Media (KBAM) 2019 berlangsung hari ini Rabu (25/09) di Gelanggang Remaja, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Regu Jurnal Bulutangkis (JB) berhasil membuat kejutan dengan mengalahkan regu Republika yang merupakan unggulan kedua sekaligus runner up KBAM beregu tahun 2017. Regu JB menang dengan skor 3-0. Di partai pertama, JB yang diwakili Syarif/Danu [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2019/09/WhatsApp-Image-2019-09-25-at-15.28.43.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3637" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2019/09/WhatsApp-Image-2019-09-25-at-15.28.43-300x200.jpeg" alt="WhatsApp Image 2019-09-25 at 15.28.43" width="300" height="200" /></a>Hari pertama Kejuaraan Bulutangkis Antar Media (KBAM) 2019 berlangsung hari ini Rabu (25/09) di Gelanggang Remaja, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Regu Jurnal Bulutangkis (JB) berhasil membuat kejutan dengan mengalahkan regu Republika yang merupakan unggulan kedua sekaligus runner up KBAM beregu tahun 2017. Regu JB menang dengan skor 3-0.</p>
<p>Di partai pertama, JB yang diwakili Syarif/Danu mengalahkan pasangan Kusnan/Dom Dom, 21-15, 21-9. Ganda kedua JB, Arief/Aldi  memastikan kemenangan setelah mengalahkan Zaki/Bilal, 21-18 dan 23-21. Meskipun sudah unggul 2-0, partai ketiga yang mempertandingkan nomor tunggal tetap dimainkan. Pemain tunggal JB Noercholis unggul atas Almal, 24-22, 21-15.</p>
<p>Dengan kemenangan ini, JB berhak melaju ke babak 16 besar. JB ditunggu lawan kuat lainnya, Metro TV yang mengalahkan regu Bisnis Indonesia di babak 32 besar. Kemenangan juga diperoleh tim bulutangkisdotcom atas tim AN TV dengan skor 2-1. Selanjutnya bulutangkisdotcom akan bertemu tim Pikiran Rakyat. Pertandingan KBAM zona Barat ini akan berlangsung hingga 27 September mendatang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3636</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
