<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnal Bulutangkis &#187; &#187; headli</title>
	<atom:link href="http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;tag=headli" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnalbulutangkis.com/home</link>
	<description>Rumah Bersama Bulutangkis Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jan 2026 06:57:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.1.41</generator>
	<item>
		<title>(Chinese Taipei GP 2015) Marcus/Kevin Raih Gelar Perdana   </title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2014</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2014#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2015 06:44:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2014</guid>
		<description><![CDATA[(Taipei, 18/10/2015) Setelah delapan bulan berpasangan, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo akhirnya meraih gelar pertama dari ajang Chinese Taipei Open Grand Prix 2015. Unggulan pertama ini menghentikan perlawanan Hoon Thien How/Lim Khim Wah (Malaysia), dengan skor telak 21-12, 21-8. “Kami senang sekali akhirnya bisa mendapat gelar, setelah sebelumnya hanya mencapai final, semifinal dan tidak juara. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/10/2015_TaipeiGP_PBSI_MarcusKevin4.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2015" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/10/2015_TaipeiGP_PBSI_MarcusKevin4-300x214.jpg" alt="2015_TaipeiGP_PBSI_MarcusKevin4" width="300" height="214" /></a>(Taipei, 18/10/2015)</p>
<p>Setelah delapan bulan berpasangan, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo akhirnya meraih gelar pertama dari ajang Chinese Taipei Open Grand Prix 2015. Unggulan pertama ini menghentikan perlawanan Hoon Thien How/Lim Khim Wah (Malaysia), dengan skor telak 21-12, 21-8.</p>
<p>“Kami senang sekali akhirnya bisa mendapat gelar, setelah sebelumnya hanya mencapai final, semifinal dan tidak juara. Sekarang kami berharap bisa juara lagi, apapun level turnamennya.,” ucap Kevin kepada Badmintonindonesia.org.</p>
<p>“Setelah menang di level grand prix, semoga kami bisa menang di turnamen yang levelnya lebih tinggi yaitu grand prix gold. Dua minggu lagi kami akan bertanding di Korea Open Grand Prix Gold dan semoga bisa juara lagi,” kata Marcus.</p>
<p>Berbeda dengan penampilan di babak sebelumnya, kali ini Marcus/Kevin bermain sangat tenang. Hal ini sedikit mengejutkan buat Hoon/Lim, mereka kewalahan menghadapi tempo permainan yang diterapkan Marcus/Kevin.</p>
<p>Di game pertama, perolehan angka sempat berlangsung sengit. Namun setelah interval game, Marcus/Kevin tak terbendung. Hoon/Lim malah banyak melakukan unforced errors hingga poin pasangan Indonesia terus bertambah.</p>
<p>Di luar dugaan, situasi di game kedua tak banyak berbeda. Hoon/Lim tak bisa berkutik menghadapi permainan Marcus/Kevin yang taktis. Kesalahan demi kesalahan terus dilakukan pasangan Malaysia yang merupakan unggulan keempat ini. Pukulan-pukulan Kevin yang jatuhnya di tempat tak terduga, kerap membuat Hoon/Lim mati langkah dan sulit mengembalikan bola.</p>
<p>“Kuncinya tampil lebih tenang dari kemarin-kemarin, lebih mengatur tempo, lawan kalau langsung di-smash nggak gampang mati. Jadi kami bermain lebih sabar. Belajar dari penampilan sebelumnya terlalu buru-buru dan nikmati permainan,” beber Kevin.</p>
<p>Tiga wakil masih akan bertanding di final, peluang menambah gelar sangat terbuka. Di tunggal putra ada Sony Dwi Kuncoro, di ganda putri ada Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani serta ada Ronald Alexander/Melati Daeva Octavianti di ganda campuran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2014</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
