<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnal Bulutangkis &#187; &#187; Komunitas</title>
	<atom:link href="http://jurnalbulutangkis.com/home/?cat=7&#038;feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnalbulutangkis.com/home</link>
	<description>Rumah Bersama Bulutangkis Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jan 2026 06:57:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.1.41</generator>
	<item>
		<title>(Thailand Masters 2016) Hendra/Ahsan Rebut Tiket Final</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2280</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2280#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2016 15:34:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2280</guid>
		<description><![CDATA[(Bangkok, 12/2/2016) Penampilan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan begitu luar biasa di laga semifinal Thailand Masters 2016. Pasangan unggulan pertama ini sukses membungkam Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol (Korea), dalam permainan tiga game dengan skor 21-15, 13-21, 21-18. Hendra/Ahsan menguasai jalannya pertandingan dari awal game pertama. Ahsan yang biasanya bertugas di bagian belakang lapangan, malam ini tampil [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/02/2016_ThailandMasters_PBSI_HendraAhsan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2281" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/02/2016_ThailandMasters_PBSI_HendraAhsan-300x200.jpg" alt="2016_ThailandMasters_PBSI_HendraAhsan" width="300" height="200" /></a>(Bangkok, 12/2/2016)</p>
<p>Penampilan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan begitu luar biasa di laga semifinal Thailand Masters 2016. Pasangan unggulan pertama ini sukses membungkam Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol (Korea), dalam permainan tiga game dengan skor 21-15, 13-21, 21-18.</p>
<p>Hendra/Ahsan menguasai jalannya pertandingan dari awal game pertama. Ahsan yang biasanya bertugas di bagian belakang lapangan, malam ini tampil begitu percaya diri di depan net. Sambaran-sambaran keras dari Ahsan banyak membuahkan poin bagi pasangan Juara Dunia 2013 dan 2015 ini. Unggul jauh 18-10, Hendra/Ahsan semakin sulit dikejar, Ko/Shin yang merupakan unggulan ketiga ini akhirnya mesti merelakan game pertama.</p>
<p>Namun di game kedua, Ko/Shin mengubah pola permainan dengan mempercepat tempo diiringi pukulan-pukulan keras yang memang menjadi andalan mereka. Hendra/Ahsan juga banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri dengan gagal menyeberangkan bola. Game ketiga pun terpaksa dimainkan.</p>
<p>Di game penentuan, Hendra/Ahsan kembali menunjukkan taringnya. Pasangan andalan Indonesia ini membuktikan kualitas mereka dengan balik menekan dan akhirnya memenangkan pertandingan sekaligus mengamankan tempat di partai puncak.</p>
<p>“Kami tahu lawan kami adalah pasangan yang kualitas permainannya bagus, jadi kami tidak kaget harus bermain tiga game. Ko/Shin adalah pasangan juara dunia,” kata Ahsan soal kemenangannya dan Hendra.</p>
<p>“Ko/Shin memang mengubah permainan di game kedua, mereka juga lebih safe dan nggak gampang membuat kesalahan sendiri. Tempo permainan juga dipercepat oleh mereka,” ujar Ahsan usai pertandingan.</p>
<p>“Ko/Shin serangannya bagus, jadi sebisa mungkin kami yang harus menyerang lebih dulu. Di pertandingan tadi memang tidak terlalu banyak reli-reli panjang. Kami tidak mau diserang duluan oleh lawan, jadi kami menerapkan strategi supaya kami bisa dapat kesempatan menyerang duluan,” tutur Hendra.</p>
<p>Pada babak final, Hendra/Ahsan akan kembali bertemu dengan wakil dari Negeri Ginseng, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang. Pasangan Korea ini melaju ke final dengan menaklukkan Zheng Shiwei/Huang Kaixiang (Tiongkok), 21-19, 21-15.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2280</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Berita Komunitas) Kombul Gelar Maen Bareng</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=1853</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=1853#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2015 22:27:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=1853</guid>
		<description><![CDATA[Tangerang (6/09/2015) Komunitas Bulutangkis atau yang sering disebut dengan Kombul kembali membuat kegiatan untuk para pecinta bulutangkis. Kombul sukses mengadakan Meet and Greet bersama Jonatan Christie, Ihsan Maulana Mustofa, M. Bayu Pangisthu dan Kevin Sanjaya Sukamuljo pada bulan Juni lalu. Kombul juga telah sukses mengikuti lomba supporter di BWF World Championships 2015 yang dihelat di [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/09/DSC_0145.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1854" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/09/DSC_0145-300x200.jpg" alt="DSC_0145" width="300" height="200" /></a>Tangerang (6/09/2015) Komunitas Bulutangkis atau yang sering disebut dengan Kombul kembali membuat kegiatan untuk para pecinta bulutangkis. Kombul sukses mengadakan Meet and Greet bersama Jonatan Christie, Ihsan Maulana Mustofa, M. Bayu Pangisthu dan Kevin Sanjaya Sukamuljo pada bulan Juni lalu. Kombul juga telah sukses mengikuti lomba supporter di BWF World Championships 2015 yang dihelat di Jakarta pertengahan Agustus lalu dengan menjadi juara kelima. Kali ini kombul mengadakan mabar (maen bareng) bersama para anggota di salah satu gedung olahraga di bilangan Tangerang, Banten.</p>
<p>Kombul untuk saat ini memang tidak mempunyai anggota tetap, siapapun pecinta bulutangkis boleh bergabung dan ikut serta dalam kegiatan kombul. Walaupun anggota pada mabar ini tidak sepenuhnya berpartisipasi dikarenakan banyak yang berhalangan hadir. Namun, acara mabar ini tetap berjalan dengan lancar. Salah satu anggota kombul pun mengaku acara ini cukup seru dan banyak manfaatnya.</p>
<p>“Tetap seru walaupun gak banyak yang ikut, kalo bisa sih lain kali kita ngadain lagi ya acara kaya gini dengan anggota lebih banyak juga.” Komentar Dinna selaku anggota kombul.</p>
<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/09/DSC_0248.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1855" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/09/DSC_0248-300x200.jpg" alt="DSC_0248" width="300" height="200" /></a>Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah kekompakkan dan menjalin silaturahmi agar tidak terputus. Acara mabar ini memang sangat baik untuk menambah teman dan pengalaman, tentu yang terpenting adalah untuk mengasah keterampilan para pecinta bulutangkis dalam olahraga tepok bulu. Wacananya, mabar ini akan diadakan setiap dua kali dalam satu bulan, dan jika sudah mulai rutin bisa saja satu kali dalam seminggu agar rasa kekeluargaan semakin erat.</p>
<p>(Deby Dahlia)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=1853</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A Little Thing about Kombad Palembang</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=647</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=647#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2015 00:02:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=647</guid>
		<description><![CDATA[Komunitas badminton palembang atau kombad Palembang adalah salah satu komunitas pencinta bulu tangkis yang ada di palembang. Komunitas ini sangat aktif melakukan kegiatan, seperti main bareng, kumpul bareng, dan turnamen. Main bareng atau mabar rutin di lakukan oleh komunitas ini setiap minggu. Dan kegiatan turnamen pun rutin diadakan setiap bulan. Sedangkan kegiatan kumpul bareng rutin [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/05/548355_529510300398074_628850220_n.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-648" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/05/548355_529510300398074_628850220_n-300x225.jpg" alt="548355_529510300398074_628850220_n" width="300" height="225" /></a>Komunitas badminton palembang atau kombad Palembang adalah salah satu komunitas pencinta bulu tangkis yang ada di palembang. Komunitas ini sangat aktif melakukan kegiatan, seperti main bareng, kumpul bareng, dan turnamen. Main bareng atau mabar rutin di lakukan oleh komunitas ini setiap minggu. Dan kegiatan turnamen pun rutin diadakan setiap bulan. Sedangkan kegiatan kumpul bareng rutin diadakan seusai mabar dan turnamen. Nggak Cuma itu, anggota komunitas ini nggak jarang sering di traktir kalau ada anggota yang sedang berulang tahun atau anggota yang baru menerima gaji. Asik nggak tuh ! <img src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" /></p>
<p>Ada lagi kegiatan yang nggak kalah asiknya, yaitu sparing. Yaps, komunitas ini sering mengadakan sparing dengan badminton lovers lampung atau BLL. Sistemnya kandang dan tandang. Misalkan minggu ini anggota kombad palembang yang ke Lampung, berarti in the next sparing, anggota BLL yang datang ke Palembang. Seru kan !</p>
<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/05/6274_649676088381494_36755255_n.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-649" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/05/6274_649676088381494_36755255_n-300x300.jpg" alt="6274_649676088381494_36755255_n" width="300" height="300" /></a>Karena sparing yang sering dilakukan, kombad palembang dan BLL tidak hanya saling mengenal saja, tetapi jadi akrab. Antar mereka acap kali jadi tempat saling berbagi, saling bertukar pikiran, dan berdebat tentang bulu tangkis bahkan kehidupan pribadi masing-masing anggota. Dan mereka adalah salah satu bukti nyata bahwa sebuah komunitas tidak hanya sebatas komunitas. Lewat komunitas, kita bisa menemukan teman baru, berkenalan dengan orang baru dari kota lain atau bahkan negara lain, dan menjadi akrab dengan mereka. Komunitas adalah keluarga yang harus kita jaga keutuhannya. Eaaaa&#8230; <img src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" /></p>
<p>Oh iya, anggota dari kombad palembang ini cukup banyak loh sobat dan di dominasi oleh laki-laki. Jika ada kejuaraan yang diadakan di palembang, komunitas ini jadi nomor satu dalam mendukung atlet-atlet yang bertanding. Gor akan lebih ramai jika ada mereka. Percaya deh !! hhe. Apalagi kalo yang ikut kejuaraannya atlet-atlet papan atas dunia. Hehe.</p>
<p>Okeh sobat, that’s just a little thing about Kombad Palembang. Semoga ulasan singkat tentang Kombad Palembang ini bisa menginspirasi komunitas badminton dari kota lain untuk aktif melakukan kegiatan yang sekaligus mempererat tali silaturahmi. Yah,,, ibarat kata pepatah, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Sambil mengaktifkan komunitas, sekalian mempererat tali silaturahmi. pahalanya jadi double kan yaaa&#8230; hhee J</p>
<p>Kontributor : Aini Umuzaki, Palembang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=647</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8216;5 Anak Negeri&#8217; : Aku, Kalian, dan Tribun</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=542</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=542#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2015 01:06:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=542</guid>
		<description><![CDATA[Di negeri bulutangkis ini, kita menjumpai banyak komunitas bulutangkis. Pertemuan karena kecintaan yang sama inilah yang membuat komunitas tumbuh subur. Bicara komunitas, tentu tidak hanya dalam skala besar melainkan terdapat juga kelompok-kelompok kecil. Bahkan kelompok-kelompok kecil ini bisa jadi lebih militan dalam mendukung bulutangkis Indonesia. Tulisan berikut ini merupakan curahan pengalaman dari salah satu komunitas [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/04/5-anak-negeri-bag2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-578" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/04/5-anak-negeri-bag2-300x300.jpg" alt="5 anak negeri bag2" width="300" height="300" /></a>Di negeri bulutangkis ini, kita menjumpai banyak komunitas bulutangkis. Pertemuan karena kecintaan yang sama inilah yang membuat komunitas tumbuh subur. Bicara komunitas, tentu tidak hanya dalam skala besar melainkan terdapat juga kelompok-kelompok kecil. Bahkan kelompok-kelompok kecil ini bisa jadi lebih militan dalam mendukung bulutangkis Indonesia. Tulisan berikut ini merupakan curahan pengalaman dari salah satu komunitas kecil tersebut.</p>
<p>&#8212;&#8212;</p>
<p><strong>&#8216;5 Anak Negeri&#8217; : Aku, Kalian, dan Tribun</strong></p>
<p>Simulasi Thomas Uber 2014 di Gor Sritex Arena Solo menjadi momen bersejarah buat kami, ‘5 Anak Negeri’. Tribun merah adalah saksi bisu kebersamaan kami. Momen yang tak terlupakan dan spesial. Ya, menyaksikan pertandingan yang menampilkan atlet-atlet terbaik negeri ini yang mau masuk tim inti Thomas-Uber 2014 sekaligus iseng-iseng menebak siapa saja yang bakal lolos dari simulasi ini. Dan hasilnya hampir 100% tebakan kami benar (udah boleh gitu diangkat jadi asistennya Binpres <img src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /> ).</p>
<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/04/AE_Hayom.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-544" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/04/AE_Hayom-300x200.jpg" alt="AE_Hayom" width="300" height="200" /></a>Kami melewatkan sesi fobar dengan atlet-atlet yang harusnya menjadi agenda wajib tiap kali nge-live dengan membiarkan mereka wira-wiri di depan mata kami. Dan anehnya ini sama sekali gak bikin penyesalan di hati masing-masing (BL macam apa sih ini *abaikan*). Karena kami mendapatkan <strong>berbagai kejutan</strong> dari sesi ngelive kali ini.. Kejutan pertama datang dari Camerku (baca : Papa-Mama my D, *ngarep.mode-on*). Beliau membawa oleh-oleh khas Kulonprogo yang cukup dibagi-bagi berlima. Plus ada tawaran yang cukup ‘menggiurkan’ yang sumpah banget gak pernah kepikiran itu bakal kejadian</p>
<p>Kejutan kedua ini yang sebenarnya bikin ‘cedera otak’. Setelah sebelumnya, kami sempat nyesel gara-gara ada misi yang gak tak terlaksana. Namun Tuhan memang selalu punya rencanaNya yang indah dan luar biasa. Kegalauan kami terbayar lunas dengan surprise yang benar2 bikin kami ‘speechlesh’ berhari-hari bahkan berminggu-minggu kemudian….</p>
<p><strong><em>dan dari ‘sini’ kisah ‘5 Anak Negeri’ dimulai……. </em></strong></p>
<p>Siapa sih ‘<strong>5 Anak Negeri’</strong> ini?? Kami sebenarnya adalah metamorfosa dari ‘<strong>Ladies Double’</strong>…sebuah sebutan yang terlontar dari ‘bapaknya anak-anak’ pada 4 cewek yang asyik nongkrongin para mantan pemain dan pak Pelatdes aka pak Nusron Wahid n koh Apen aka Effendy Wijaya, sang bos Musica Champion di sela-sela pergelaran INA GPG di Yogyakarta, September 2013.  Kebetulan pas Simulasi Thomas-Uber ini, ada tambahan lagi satu cowok…dia ‘bodyguard’ para cewek. Awalnya sih kami menyebutnya ‘<strong>Ladies Double + 1’</strong>, tapi akhirnya dapat pencerahan nama jadi <strong>‘5 Anak Negeri’ </strong></p>
<p>Mulai yuk kenalin anggotanya ‘5 Anak Negeri’ (minus diriku sendiri)</p>
<ol>
<li><strong> Fitrotul Aini</strong></li>
</ol>
<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/04/20150225PBSI_German_BerryRian3.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-545" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/04/20150225PBSI_German_BerryRian3-300x218.jpg" alt="20150225PBSI_German_BerryRian3" width="300" height="218" /></a>Cewek asal Jombang ini aku kenal di dunia maya berawal dari nimbrung komen di berbagai status dan cerbung. Kebetulan dia juga author cerbung yang tokoh2nya nyomotin nama pemain bulutangkis..dan yang aku suka banget gegara di cerbung-cerbung dia selalu ada karakter ‘bad boy’ <img src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /> akhirnya jadi sering ngobrol2 via chat hingga diri hari. Pertemuan pertamaku dengan cewek yang bercita-cita jadi jurnalis bulutangkis ini pas Kejurnas 2012 di Solo (ini untuk pertama kalinya aku ngelive lagi paska vakum bertahun2)&#8230;dan ternyata yaaaa ampunnnn anaknya heboh2 ceria gitu…. Rasanya akan hampa sekali nge-live tanpa ada si bungsu yang satu ini <img src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /></p>
<p>Kedekatan kami berlanjut gegara dia punya misi ‘masa depan’ yang menjadi obsesi masa lalu ku.. walaupun sampai hari ini misi itu tak juga terwujud <img src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt=":(" class="wp-smiley" /> tapi momen inilah yang menjadi ‘awal’ petualangan….</p>
<p>Dia adalah <strong>‘kamus berjalan’ </strong>untuk info-info ter-update tentang bulutangkis. Yaa, semuanya baik di dalam maupun di luar arena…Mulai dari hasil pertandingan sampai gosip-gosip terhangat di dunia perbulutangkisan dan per-BL-an…Dia yang paling aktif di semua sosmed…mungkin hidupnya akan hampa tanpa ada sosmed <img src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /> *pissss*</p>
<p>Obsesinya adalah dapetin jersey si RAS sebelum doi terdegradasi dari Ciumbrella. Toh udah sempet ngobrol &amp; dapet senyum manis dari kakak RAS plus fobar sama camer aka bapak-ibunya RAS… cemungutttt pasti berhasil kalo ketemu lagi di next turnamen, plus diingetin tuh kakak RAS <img src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="2">
<li><strong> Maria Septiana</strong></li>
</ol>
<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/04/Greysia_Kevin_AE.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-546" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/04/Greysia_Kevin_AE-300x200.jpg" alt="Greysia_Kevin_AE" width="300" height="200" /></a>Cewek asal Temanggung yang  disapa Yaya ini suka dibuat galau sama koko-koko kece semacam koh Imonk or koh HS. Apalagi nih kalo nemuin foto-foto mereka berdua lagi senyum manis bisa meleleh banget tuh hatinya <img src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /> Dan untungnya, udah pernah fobar bareng mereka dalam pose yang oke punya, bisa jadi kenangan tak terlupakan tuh…mana deg2-an lagi pas dapetin foto itu.</p>
<p>Sekarang ‘target’ fobarnya pun gak jauh-jauh dari sosok bertampang ‘cool’ &amp; ‘lempeng’. Ya, dia adalah junior MD, si unyu2, Kevin Sanjaya Sukomuljo.</p>
<p>Mahasiswa FK yang masih rempong sama tugas koasnya ini sempet hampir mo jadi atlet. Tapi cita-citanya kandas karena cedera. Alhasil, dia berubah haluan pengin banget kayak Dr. Carmen Jahja, MD Sport Medicine or Dr. Michael Triangto, Sp KO. Siapa sih mereka itu? Dua orang itu adalah dokter spesialis olahraga yang suka wira wiri nangani cedera atlet. Keinginannya sekarang sih pengin banget tuh magang bantuin Takuya biar bisa megang-megang atlet. *go go cemunguttttttt*</p>
<p>Si sulung ini jadi <strong>‘sumber referensi’</strong> kalo obrolan sudah nyangkut soal penyakit, cedera dan doping yang dialami para atlet. Bisa-bisa isi diktat kedokteran yang tueeebel banget itu diekspor semua ke chat dalam bahasa2 ilmiah yang kadang2 bikin langsung lambai2 tangan gitu *huuuuffff*</p>
<p>Sama kayak Fitri, Yaya juga ku kenal di sosmed. Berawal dari sebuah status tentang ‘ID Card’ BL (yang sebenernya apa sih fungsinya sampe sekarang gak mudeng juga dan entah udah hilang ke mana tuh kartu <img src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt=":(" class="wp-smiley" /> sampe pembentukan korlap wilayah gitu deh…ternyata ‘frekuensi’ obrolan kami nyambung banget dan jadilah kami meet up pertama kali pas event INA GPG Yogyakarta, September 2013. Dibanding sama yang lain, aku memang lebih sering meet up sama Yaya karena deketan kita tempat tinggalnya.</p>
<ol start="3">
<li><strong> Diah Ayu Hapsari Prabandini</strong></li>
</ol>
<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/04/20140914PBSI_Indo-GPG_VitaShendy-2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-547" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/04/20140914PBSI_Indo-GPG_VitaShendy-2-300x200.jpg" alt="20140914PBSI_Indo GPG_Vita&amp;Shendy 2" width="300" height="200" /></a>Namanya begitu panjang, tapi kami biasa memanggilnya kak Hap-Hap. Di antara kami berlima, dia yang paling ‘hijau’ dalam dunia per-ngelive-an. Dia masih menikmati euforia untuk dapat fobar keren sama atlet2 idola.</p>
<p>Kebersamaan sepanjang INAGPG Yogyakarta, September 2013, kayaknya jadi pengalaman baru yang bikin ‘shock’ dan ‘lebih cepat matang’ buat pengidola Vita Marisa. Adanya sebuah ‘misi’ membuat kami tidak hanya ngelive pertandingan dan kejar-kejar fobar sama atlet idola, tapi bertemu dengan sosok-sosok lain yang berkecimpung di olahraga ini.</p>
<p>Cewek berambut panjang ini sempat melewatkan sesi fobar dengan idolanya gegara sang idola rame dirubungi fans-nya dan hanya bisa merekam dari kejauhan sambil nahan nangis. TAPI salut banget buat kakak Hap-Hap yang dengan tenang dan sabar memahami dan mengikuti kerempongan dan euforia keseruan obrolan chit chat kami. *big hug*</p>
<p>(Semoga bisa fobar n ngobrol-ngobrol asyik sama ncik Vita ya sebelum dia pensiun <img src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /> ).</p>
<p>Kehadiran kak Hap-Hap menjadi <strong>‘alarm penyejuk’</strong> diantara kami… yaa dia berulang kali mengingatkan n menenangkan untuk tetap fokus pada tujuan misi yang mo dilaksanain tiap kali otak dan action kami mulai gak sinkron, setiap kali ‘histeria’ melihat ‘penampakan’ para atlet2 kece itu bergejolak di situasi yang meminta kami tetap cool.</p>
<ol start="4">
<li><strong> Fingky Han Ananta</strong></li>
</ol>
<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/04/20150128PBSI_Superliga_YukiN3.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-548" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/04/20150128PBSI_Superliga_YukiN3-300x200.jpg" alt="20150128PBSI_Superliga_YukiN3" width="300" height="200" /></a>Satu-satunya cowok ini memang sengaja ‘nyelip’ di antara para ladies double. Dia akhirnya terbujuk buat ngelive Simulasi Thomas-Uber 2014 gegara ada iming-iming khusus <img src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /> Dan kayaknya kehadiran cowok yang akrab dipanggil Fingky ini bawa ‘hoki’. *yesssssss*</p>
<p>‘Hoki’ nya pun berlanjut dengan bikin sisi logika analisa semakin terasah, gak hanya heboh-heboh ceria plus geje kalo nge-bahas soal atlet baik permainannya di lapangan maupun kehidupannya di luar lapangan. Jadi lebih komplit dan berbobotlah obrolannya.</p>
<p>Basic-nya sebagai atlet tepok bulu membuatnya jadi <strong>‘mentor’</strong> urusan tehnis permainan dan appareal. Dia ahli banget tuh soal seluk beluk appareal bahkan cuma lihat dari sepatu atau raketnya aja, bisa tahu merk-seri dan atlet pemakainya loh. *ada ya manusia model begini ^-^</p>
<p>Gegara kenal sama Fingky ini, aku baru tahu kalo raket itu ada klasifikasinya dengan plus minusnya masing2. Gimana efek permainan atlet dengan raket pegangannya. Ku kira selama ini sama aja tuh bentuk raket *plaaaaakkk* kemana aja selama ini ^-^</p>
<p>Dan kalo ngobrolin bahas appareal nih kayak anak kecil yang pertama kali masuk sekolah, gak mudeng apa-apa dan harus dijelasin pelan-pelan pake gambar pula. Giliran ditunjukin bentuk nyatanya dari berbagai jenis raket pas ngelive IOSSP 2014 tetep aja mubeng dan bingung. *sabar ya Fing :)*</p>
<p>Obsesi cowok pecinta atlet Jejepangan ini tentunya ngelive turnamen Badminton “All Japan” (semacam Kejurnas Badmintonnya Jepang). Pemain Jepang belum dianggap sebagai pemain yang <em>prestise </em>kalau belum pernah menang All Japan). Plus kunjungi basecamp-nya klub2 Jejepangan itu. (so sorry, gak apal nama klubnya)</p>
<p>&#8212;&#8211;</p>
<p>Pertemuan dengan mereka adalah anugerah luar biasa yang &#8216;membangkitkan&#8217; kembali jalan meretas mimpi&#8230;. dan obrolan2 itu bagaikan &#8216;embun&#8217; yang menyejukkan di tengah berbagai kepenatan rutinitas&#8230;.</p>
<p>Ketika ada jarak dan waktu di antara kita…</p>
<p>Ketika kecintaan pada olahraga ini mempertemukan kita….Ketika percakapan demi percakapan mengalir dengan bebas&#8230;</p>
<p>Maka sebuah persahabatan terjalin dalam balutan asa yang indah….dan semoga menjadi nyata suatu saat nanti…</p>
<p>Happy Anniversary 1st</p>
<p>Hope this friendship will be forever&#8230;.</p>
<p>Hope we going to Japan 2020&#8230;.</p>
<p>Amiiiiiiinnnnnnnnn…… <img src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ditulis oleh : Rakhma Sitoningrum</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=542</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komunitas Masyarakat Bulutangkis Indonesia di Belanda</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=166</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=166#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2015 22:48:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Kecintaan masyarakat Indonesia terhadap bulutangkis, sudah sangat melekat. Komunitas bulutangkis dalam skala kecil maupun maupun besar, lahir ditengah-tengah masyarakat tanah air. Bahkan masyarakat Indonesia yang bermukim di luar negeri, tetap menunjukkan kecintaan terhadap bulutangkis. Salah satunya warga Indonesia yang bermukim di Belanda yang mendirikan Masyarakat Bulutangkis Indonesia (MBI) Belanda. Sejarah berdirinya MBI Belanda bermula pada [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/03/MBI-CUP-21-juni-2014__018.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-167" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/03/MBI-CUP-21-juni-2014__018-300x200.jpg" alt="MBI CUP 21 juni 2014__018" width="300" height="200" /></a>Kecintaan masyarakat Indonesia terhadap bulutangkis, sudah sangat melekat. Komunitas bulutangkis dalam skala kecil maupun maupun besar, lahir ditengah-tengah masyarakat tanah air. Bahkan masyarakat Indonesia yang bermukim di luar negeri, tetap menunjukkan kecintaan terhadap bulutangkis. Salah satunya warga Indonesia yang bermukim di Belanda yang mendirikan Masyarakat Bulutangkis Indonesia (MBI) Belanda.</p>
<p>Sejarah berdirinya MBI Belanda bermula pada tournament badminton Maastricht cup 2007, merupakan turnament bulutangkis tahunan yg di adakan oleh PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Maastricht. Disana para pecinta bulutangkis di Eropa (bukan hanya Belanda) bertemu dan bertanding selama 2 hari. Seusai Maastricht cup 2007 beberapa peserta asal Belanda saling melakukan kontak via email, dipelopori oleh Helmi Mahara ,Ismail Husain,Raymond Frediansyah, Suhanto, Andy Tan, mengadakan pertemuan bulutangkis alias MABAR (di-inspirasi oleh MBI di Indonesia ) sebulan sekali dengan lokasi berpindah-pindah.</p>
<p>Bermula dari Delft, Utrecht, Sassenheim,Den Haag dan seterusnya. Nama MBI Belanda kita adopsi dari MBI di Indonesia atas usul dari Antok yang berdomisili di Swiss yang terlebih dahulu sering kontak dengan MBI Indonesia. MBI Belanda merupakan klub kedua dari para anggota-nya karena rata-rata anggota-nya tinggal dikota yg berbeda dan bergabung dengan klub bulutangkis dimana mereka tinggal.</p>
<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/03/MBI-CUP-21-juni-2014__339.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-168" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/03/MBI-CUP-21-juni-2014__339-300x199.jpg" alt="MBI CUP 21 juni 2014__339" width="300" height="199" /></a>“Dengan animo yang besar dari anggota, pengadaan Mabar bulanan dirasa kurang. Akhirnya diadakan Mabar menjadi seminggu sekali di kota Den Haag mulai tahun 2009,” ungkap Ismail Husain, salah saeorang pendiri MBI Belanda kepada Jurnal Bulutangkis.</p>
<p>Anggota MBI Belanda cukup bervariatif dari berbagai kalangan dan nasionalitas. Ada yang orang Indonesia asli,keturunan, orang Belanda pribumi, China, Hongkong, Malaysia dan penduduk Eropa lainnya.</p>
<p>Pada tahun 2011, MBI Belanda melakukan merger dengan KBRI Indonesia di Den Haag dimana kepengurusan MBI diisi oleh anggota MBI dan staff KBRI di era ibu Retno Marsudi (sekarang menjabat menjadi Menlu) Kegiatan2 MBI Belanda &#8211; mengadakan Mabar mingguan dan pelatihan anak-anak usia dibawah 12 tahun. &#8211; turut serta dalam turnament2 yg diadakan oleh NBB (Nederlands Badminton Bond), PPI dan instansi instansi umum lainnya.</p>
<p>Banyak sekali anggota MBI Belanda yg berhasil menjuarai kejuaraan-kejuaraan tersebut. &#8211; menjadi semacam <em>network access , contact person(s), supporters</em> bagi para pemain pemain dari Indonesia yang mengikuti turnamen Internasional di Belanda misalnya : Dutch Open, Velo Yonex international, Kejuaraan Dunia Junior di Haarlem dan event badminton lainnya.</p>
<p>Tahun 2014, MBI Belanda sukses mengadakan MBI cup pertama yg diikuti penggemar bulutangkis dari Belanda, Denmark, Perancis dan Belgia. Lalu, tahun 2015 MBI cup II akan diadakan pada tanggal 13 Juni 2015 yg mempertandingan 15 kategori ( tunggal putra,tunggal putri,ganda putra,ganda putri dan ganda campuran ) dari 3 tingkatan ; dasar,menengah dan atas.</p>
<p>Berbagai kegiatan MBI Belanda telah menunjukkan bahwa komunitas ini memiliki organisasi yang rapi. Ini bisa menjadi contoh bagi organisasi komunitas bulutangkis lainnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=166</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Forum Tepok Bulu Adakan Diskusi Sarasehan Bulutangkis dan Tepok Bareng di Yogyakarta</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=162</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=162#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2015 21:35:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[(Yogyakarta, 22/3/2015) Untuk pertama kalinya komunitas bulutangkis Forum Tepok Bulu (FTB) mengadakan acara Diskusi Sarasehan Bulutangkis dan Tepok Bareng dengan skala nasional pada tanggal 21-22 Maret di Yogyakarta. Forum Tepok Bulu ini didirikan tahun 2013 dan merupakan komunitas bulutangkis independen. Saat ini anggota Forum Tepok Bulu sudah mencapai 6,000 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/03/Forum-Tepok-Bulu.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-164" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/03/Forum-Tepok-Bulu-300x200.jpg" alt="Forum Tepok Bulu" width="300" height="200" /></a>(Yogyakarta, 22/3/2015)</p>
<p>Untuk pertama kalinya komunitas bulutangkis Forum Tepok Bulu (FTB) mengadakan acara Diskusi Sarasehan Bulutangkis dan Tepok Bareng dengan skala nasional pada tanggal 21-22 Maret di Yogyakarta.</p>
<p>Forum Tepok Bulu ini didirikan tahun 2013 dan merupakan komunitas bulutangkis independen. Saat ini anggota Forum Tepok Bulu sudah mencapai 6,000 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.</p>
<p>Acara diskusi sarasehan bulutangkis berlangsung tanggal 21 Maret 2015, pukul 19.00 WIB di Wisma Kinarsih, Kaliurang. Acara tersebut menjadi forum diskusi yang menarik karena para peserta saling bertukar informasi seputar dunia bulutangkis dan mereka juga membahas tentang perkembangan bulutangkis di Indonesia saat ini. Acara ini juga dihadiri oleh Wasekjen PP PBSI, Achmad Budiharto dan Kasubid Pengembangan Komunitas PP PBSI, Eddy Prayitno.</p>
<p>&#8220;Kami sangat menyambut baik adanya acara ini. Diharapkan dengan adanya komunitas ini masyarakat dapat lebih mengenal dan mencintai olahraga bulutangkis. Saya berharap jumlah anggota FTB dapat bertambah lebih banyak lagi terutama di provinsi-provinsi yang olahraga bulutangkisnya belum terkenal,&#8221; kata Achmad Budiharto</p>
<p>Untuk acara Tepok Bareng berlangsung keesokan harinya (22/3) di GOR Amongrogo. Para peserta yang berjumlah 156 orang dibagi dalam 5 regu dengan system setengah kompetisi. Acara Tepok Bareng ini berlangsung dari pukul 09.00 &#8211; 17.00 WIB.</p>
<p>Koordinator wilayah PP PBSI, Eddy Prayitno mengatakan program PP PBSI ke depannya adalah mengadakan forum diskusi bulutangkis dengan skala yang lebih besar lagi. Rencananya semua komunitas bulutangkis yang bersifat independen dan juga Badminton Lovers Community akan diundang.</p>
<p>&#8220;Acara yang bertajuk forum diskusi nasional dan kejuaraan Badminton Lovers Community Cup ini akan digelar pada tanggal 24-26 April 2015. Forum diskusi ini diharapkan bisa menyatukan visi dan program PP PBSI dengan komunitas bulutangkis yang ada di seluruh Indonesia,&#8221; kata Eddy menutup pembicaraan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=162</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
