<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnal Bulutangkis &#187; &#187; Catcil</title>
	<atom:link href="http://jurnalbulutangkis.com/home/?cat=4&#038;feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnalbulutangkis.com/home</link>
	<description>Rumah Bersama Bulutangkis Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jan 2026 06:57:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.1.41</generator>
	<item>
		<title>Dibalik Gema Istora</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4741</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4741#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2025 10:42:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4741</guid>
		<description><![CDATA[             Dalam beberapa hari ini, saya menikmati ikut berpatisipasi dalam penyelenggaran Kapal Api Indonesia Open 2025 sebagai seorang jurnalis yang mewakili jurnalbulutangkis.com. Dengan demikian, saya, sebagai peneliti yang sedang mengambil studi doktoral di Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia, lengkap mengalami mengalami perpindahan bangku di istora, sebagai seorang [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-08-at-17.32.59.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4742" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-08-at-17.32.59-300x169.jpeg" alt="WhatsApp Image 2025-06-08 at 17.32.59" width="300" height="169" /></a>             Dalam beberapa hari ini, saya menikmati ikut berpatisipasi dalam penyelenggaran <em>Kapal Api Indonesia Open 2025</em> sebagai seorang jurnalis yang mewakili jurnalbulutangkis.com. Dengan demikian, saya, sebagai peneliti yang sedang mengambil studi doktoral di Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia, lengkap mengalami mengalami perpindahan bangku di istora, sebagai seorang fan atau badminton lover yang dimulai sejak tahun 2018 di <em>event Asian Games,</em> sebagai peneliti, sejak saya memutuskan mangambil topik <em>Athlete’s Body Enactment </em>tahun 2021. Dalam perjalanan penulisan disertasi, saya ditawari merasakan duduk di istora sebagai jurnalis foto yang duduk tepat di samping lapangan. Tentu tulisan ini lahir, karena saya ingin berterima kasih kepada jurnalbulutangkis.com, dan sebagai balasannya, saya membagikan refleksi saya dalam beberapa hari ini.</p>
<p>Di tengah pekerjaan memfoto, mengamati di sini ada proses melihat dan mendengar, merekam dan mewawancara atlet usai bertanding, saya membuka media social. Rupanya sedang terjadi perang <em>netizen</em> Malaysia dan Indonesia soal memberi dukungan dan <em>psywar</em> pada lawan dengan bunyi yang disebut <em>booing</em>. Dalam tulisan ini, saya tidak akan memperdebatkan normativitas tindakan tersebut, karena akan menjadi perdebatan yang tidak pernah selesai dari berbagai pihak yang memiliki cara pandang sendiri-sendiri terhadap <em>booing</em>. Saya justru lebih tertarik untuk membahas materialitas suara istora yang selama ini dikenal sebagai <em>the magic place</em> dalam dunia pertandingan bulu tangkis.</p>
<p><em>Magic place</em> terjadi karena adanya ruang ekspresi yang disediakan sebagai katarsis pecinta olahraga ini, entah mencintai bulu tangkisnya, atletnya, atau keduanya sekaligus. Bunyi yang paling dominan terdengar adalah keplokan balon, yel-yel, dan nyanyian. Semua berfungsi sama untuk menyemangati atlet yang dibela, dan menekan psikologis lawannya. Di negara yang memiliki fans bulu tangkis yang melimpah, dukungan penonton bagian dari senjata yang bisa menyukseskan seorang atlet, tetapi sekaligus juga bisa menggagalkannya (senjata makan tuan). Dalam dunia dukung mendukung kompetisi olahraga, hal ini tidak bisa dihindari. Audiens terlalu banyak jumlahnya untuk bisa diatur oleh aturan yang terlalu rigid.</p>
<p>Yel-yel dan nyanyian berasal dari material kata yang jika diucapkan menjadi bunyi. <em>Syllabel </em>atau suku kata  adalah bunyi fonetik yang dihasilkan dari ejaan bibir yang mengucap. Beberapa kata tidak ada makna pada yel-yel, jika hanya saya tuliskan di sini dalam bentuk teks tanpa konteks. Seperti <em>Huuu Haaa</em>, atau <em>eaea</em> atau <em>booo</em>. Di istora bunyi ini mendengung memenuhi ruangan istora diucapkan oleh ribuan bibir secara serentak yang hasilnya adalah memotivasi dan atau sebaliknya menekan. Permainan bunyi ini nampak sederhana, tapi efeknya berhubungan dengan mental manusia yang sedang menjalani pertandingan di tengah lampu sorot, dan penyaksian ribuan mata serta lensa teknologi kamera video maupun  foto yang mengkalibrasi jumlah mata. Teknologi lensa itu yang menyebabkan perdebatan sengit para <em>netizen</em> antar negara soal <em>booing</em> di kancah media sosial. Rexy Mainaky pernah mengatakan yang dicatatkan oleh Tegar (2015), Rexy mengakui bahwa sorak-sorai penonton tersebut  membantunya bermain dalam  irama pukulan dan meningkatkan  gairah dalam setiap pukulan. Para ahli psikologi juga berpendapat bahwa sorak-sorai meningkatkan sinkronisasi kondisi internal pemain dan penonton, sehingga tercipta rasa persatuan (Koide dan Shimada 2018).</p>
<p>Lalu bagaimana dengan <em>chanting</em> atau lagu. Para penonton bulu tangkis Indonesia yang menyaksikan di tv, <em>online streaming</em> maupun langsung di Istora sangat hapal dengan <em>Garuda di Dadaku</em>. Lagu ini juga dibawakan di bangku GBK dalam pertandingan sepak bola timnas melawan dari tim negara lain. Coba saya ingatkan kembali syair lagu itu:</p>
<p><em>Garuda di Dadaku</em></p>
<p><em>            Garuda kebanggaanku</em></p>
<p><em>            Kuyakin hari ini, pasti menang.</em></p>
<p>Lagu singkat yang hanya tiga baris ini terasa lebih idelogis dibanding yel-yel. Garuda di Republik Indonesia symbol negara ketika ditemukan dengan prinsip-prinsip dasar berkebangsaan yaitu Pancasila yang disematkan dan ditetapkan secara resmi sejak negara bangsa ini lahir. Membawa lagu ini ke ranah kompetisi olahraga yang memang mewakili negara berimplikasi ideologis, bahwa <em>negaraku kudukung dan kubela. </em>Walaupun dalam pertandingan bulu tangkis para pecinta juga memberi dukungan pada atlet lain yang bertanding yang bukan mewakili Indonesia. Bahkan “kenakalan” pendukung pun tidak jarang juga mencuat yaitu misalnya mendukung atlet di luar perwakilan negara walaupun sedang bertanding dengan atlet Indonesia. Di masa Lee Young Dae yang memiliki banyak fans terutama para wanita, banyak dari mereka terbius menyemangati dan memuja Lee Young Dae, padahal sedang melawan wakil dari Indonesia. Ini hanya terjadi pada bintang-bintang tertentu, dan tidak selalu ada dalam setiap generasi.</p>
<p>Keplok balon adalah salah satu bunyi yang cukup dominan dalam Istora. Keplok itu seringnya mengiringi lagu yang sangat singkat dan nada yang monoton tetapi sangat ideologis. <em>Indonesia</em> adalah satu kata yang menunjukkan tumpah darahku.  Didengungkan, diulang, diinternalisasi oleh atlet, pecinta bulu tangkis Indonesia, pengelola klub, pengurus pelatnas, pemerintahan. Hanya satu kata yang diulang. <em>In-do-ne-sia</em>, lalu balon dikeplokkan sebagai pengganti dari tepuk telapak tangan. Bunyi keplok balon pasti lebih kencang dari dua telapak tangan yang diadu. Bunyi balon dan lagu <em>In-do-ne-sia</em> ini yang paling gemuruh terdengar hingga ke luar istora yang menandai pertandingan seru bulu tangkis Indonesia. Bunyi yang sangat khas dari generasi ke generasi ketika pertandingan bulu tangkis diadakan di Indonesia, selain yel-yel <em>habisin habisin., </em>tetapi yel-yel ini tidak diiringi keplok balon. Getaran yang dihasilkan dari gemuruh istora ini  tahun 2018  sekitar 115.6 desibel (Selvaraj 2018).</p>
<p>Balon stik yang menyatu dengan bunyi <em>syllable</em> lagu <em>Indonesia</em>, menurut Broward (2023), terbuat dari tiga jenis bahan utama. Balon lateks berasal dari karet cair, dari getah pohon karet yang menjadi salah satu industri perkebunan di Asia Tenggara. Bahan dasar karet cair ini yang pertama kali digunakan untuk membuat balon lateks pada masa Michael Faraday dalam teknologi balon karet pada tahun 1824. Akan tetapi, satu yang harus diingat, balon lateks tradisional, meskipun menawarkan warna-warna cerah dan kemungkinan kreatif yang tak terbatas, termasuk menyemarakkan perhelatan di Istora, berkontribusi terhadap sampah plastik saat dilepaskan ke lingkungan. Ini yang harus dipertimbangkan untuk mengganti material bunyi penyemarak Istora!</p>
<p>Penulis: Dina Amalia Susamto</p>
<p>Ide tulisan ini bagian dari ide artikel jurnal ilmiah yang sedang dalam masa tunggu di sebuah penerbit dengan topik Noise of Istora. Doakan lancar prosesnya ya Badminton Lovers!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4741</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(WONDR by BNI Kejurnas PBSI 2024) Richie Memperlebar Kedudukan Djarum Kudus atas Exist seusai Menang Atas Chico</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4633</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4633#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2024 02:04:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4633</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 8 Desember 2024 Pebulutangkis Richie Duta Richardo memperlebar keunggulan Djarum Kudus atas Exist Badminton Club saat berlaga di final beregu campuran dewasa antarklub WONDR by BNI Kejurnas PBSI 2024. Dalam laga final yang digelar di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (8/12/2024), pemain kelahiran 23 November 2007 itu menambah keunggulan tim [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/12/WhatsApp-Image-2024-12-08-at-16.12.46.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4634" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/12/WhatsApp-Image-2024-12-08-at-16.12.46-300x200.jpeg" alt="WhatsApp Image 2024-12-08 at 16.12.46" width="300" height="200" /></a>Jakarta, 8 Desember 2024</p>
<p>Pebulutangkis Richie Duta Richardo memperlebar keunggulan Djarum Kudus atas Exist Badminton Club saat berlaga di final beregu campuran dewasa antarklub WONDR by BNI Kejurnas PBSI 2024. Dalam laga final yang digelar di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (8/12/2024), pemain kelahiran 23 November 2007 itu menambah keunggulan tim asal Kota Kretek seusai menang atas Chico Aura Dwi Wardoyo dengan skor identik 21-12, 21-12.</p>
<p>Pada pertandingan ini Richie mengaku mendapatkan motivasi dari senior-seniornya di klubnya. Dengan kepercayaan diri tinggi, Richie mampu mengatasi perlawanan Chico dua gim langsung dalam tempo 39 menit.</p>
<p>“Sebelum main saya mendapatkan motivasi dari senior-senior untuk bisa bermain lepas. Jadi saya bermain nothing to lose untuk bermain di partai final,” ujar Richie.</p>
<p>Richie sendiri mengaku tidak menyangka bisa menyumbangkan poin di final. Menghadapi lawan yang lebih senior, Richie mencoba bermain lepas untuk bisa mempersembahkan angka buat timnya.</p>
<p>“Perasaan bisa menyumbangkan poin tentu campur aduk. Tegang pasti ada dan saya pasti punya semangat tidak mau kalah karena menghadapi senior. Tidak memikirkan menang dan kalah, saya hanya mau bermain nothing to lose,” ungkap Richie.</p>
<p>Dari kubu Chico Aura Dwi Wardoyo mengaku sudah berjuang maksimal untuk bisa mendapatkan angka. “Sepanjang laga saya mendapatkan tekanan dari lawan. Saya tidak bisa keluar dari tekanan itu dan tidak maksimal di laga ini,” ujar kakak kandung dari Ester Nurumi Tri Wardoyo.</p>
<p>Dengan kemenangan ini, Djarum Kudus untuk sementara unggul 2-0 atas Exist Badminton Club. Djarum Kudus sebelumnya membuka skor melalui pasangan Rinov Rivaldy/Siti Fadia Silva Ramadhanti dengan skor 21-17, 21-18 yang menang menghadapi ganda campuran Exist, Zaidan Arrafi Awal Nabawi/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.</p>
<p>Pada pertandingan ketiga mempertandingkan sektor ganda putra. Dari kubu Djarum Kudus menurunkan Daniel Marthin/Leo Rolly Carnando menghadapi pasangan dari Exist yakni Sabar Karyaman Gutama/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4633</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pawang Angin, Bisakah Mengharumkan Nama Bangsa?</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4006</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4006#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2022 16:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4006</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Maret lalu, satu ajang olah raga menjadi sorotan baik didalam maupun luar negeri. Ajang tersebut adalah perlombaan balab motor terpopuler sejagad, Moto GP. Ketika itu, Sirkuit Mandalika yang berada di provinsi Nusa Tenggara Barat, menjadi tuan rumah. Sorotan bukan hanya seputar perlombaan tetapi juga munculnya pawang hujan ditengah perlombaan yang banyak menimbulkan silang pendapat. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2022/09/Kock.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4007" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2022/09/Kock-300x171.jpg" alt="Kock" width="300" height="171" /></a>Bulan Maret lalu, satu ajang olah raga menjadi sorotan baik didalam maupun luar negeri. Ajang tersebut adalah perlombaan balab motor terpopuler sejagad, Moto GP. Ketika itu, Sirkuit Mandalika yang berada di provinsi Nusa Tenggara Barat, menjadi tuan rumah. Sorotan bukan hanya seputar perlombaan tetapi juga munculnya pawang hujan ditengah perlombaan yang banyak menimbulkan silang pendapat.</p>
<p>Namun saya bukan mau bahas pawang hujan melainkan &#8220;pawang angin&#8221;. Meskipun mirip, tapi pawang angin yang dimaksud, bukanlah hal yang berbau mistik.</p>
<p>Dulu sewaktu masih duduk di bangku SD (Sekolah Dasar), saya sering bermain bulutangkis bersama teman-teman. Kami bermain di lapangan luar ruang yang line-nya menggunakan bambu. Suttle cocknya terbuat dari plastik. Meskipun hujan datang, permainan tetap bisa dilanjutkan.</p>
<p>Namun kendalanya adalah angin yang kadang berhembus kencang. Hal tersebut merupakan faktor yang harus diatasi, disamping kemampuan bermain bulu tangkis itu sendiri. Nah, yang paling sering menang di lapangan terbuka yang berangin dijuluki dengan &#8220;pawang angin&#8221;.</p>
<p>Sebenarnya kita masih sering melihat orang-orang bermain di lapangan terbuka. Namun bukan sebagai pertandingan resmi sesuai standar nasional maupun internasional. Sampai akhirnya Federasi Bulu tangkis Dunia (BWF) memperkenalkan permainan bulu tangkis luar ruang (outdoor) yang diberi nama AirBadminton.</p>
<p>AirBadminton pertama kali diperkenalkan secara global di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, China, pada 13 Mei 2019 (sumber : CNN). Permainan ini dirancang untuk berbagai jenis permukaan lapangan seperti lapangan keras (hard surface), rumput (grass surface) dan pasir (sand surface). Perkembangan AirBadminton cukup lambat seiring dengan pandemi covid19 yang melanda dunia.</p>
<p>Tanggal 5-12 Agustus 2023, Indonesia tepatnya pulau Bali akan menjadi tuan rumah Pesta Olah Raga Pantai Dunia, World Beach Games 2023. AirBadminton merupakan salah satu cabang yang dipertandingkan dengan memperebutkan 4 medali emas dari nomor : beregu mix, triple mix, triple putra dan triple putri (sumber : Kabid Luar Negeri PP PBSI).</p>
<p>Pertanyaannya, apakah seorang pemain yang jago badminton atau bulutangkis, akan jago juga dalam permainan AirBadminton? Jawabannya belum tentu karena harus ada penyesuaian seperti aturan pertandingan yang berbeda, jenis kock yang berbeda dan tentu saja angin yang berhembus lebih sulit diantisipasi dibandingkan di dalam ruang.</p>
<p>Disinilah si pawang angin (pemain yang pintar mengantisipasi hembusan angin) akan mempunyai peluang lebih besar untuk meraih medali emas. Sampai saat ini, belum ada informasi resmi siapa saja pemain timnas Indonesia. Namun siapapun yang terpilih menjadi &#8220;pawang angin&#8221; nanti, tentunya akan berjuang atas nama negaranya. Berjuang agar bendera merah putih berkibar disertai kumandang Indonesia Raya di ajang kompetisi dunia.</p>
<p>@hendrigumay<br />
Pemerhati Bulu Tangkis</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4006</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suka Duka Bulutangkis Indonesia Tahun 2021</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3918</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3918#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Jan 2022 06:55:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3918</guid>
		<description><![CDATA[Olimpiade 2020 yang berlangsung tanggal 23 Juli – 8 Agustus 2021 merupakan puncak segala perhelatan olah raga tahun 2021. Ajang yang dinantikan atlet seluruh penjuru dunia ini dilaksakan mundur satu tahun karena pandemi covid19. Bulutangkis Indonesia patut berbangga dengan persembahan medali emas Olimpiade melalui Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan sekeping perunggu melalui Anthony Sinisuka Ginting. Greysia/Apriyani [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2022/01/whatsapp-image-2021-10-18-at-07-20211018075512.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3919" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2022/01/whatsapp-image-2021-10-18-at-07-20211018075512-300x199.jpeg" alt="whatsapp-image-2021-10-18-at-07-20211018075512" width="300" height="199" /></a>Olimpiade 2020 yang berlangsung tanggal 23 Juli – 8 Agustus 2021 merupakan puncak segala perhelatan olah raga tahun 2021. Ajang yang dinantikan atlet seluruh penjuru dunia ini dilaksakan mundur satu tahun karena pandemi covid19. Bulutangkis Indonesia patut berbangga dengan persembahan medali emas Olimpiade melalui Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan sekeping perunggu melalui Anthony Sinisuka Ginting.</p>
<p>Greysia/Apriyani meraih medali emas setelah mengalahkan pasangan kuat asal China, Jia Yifan/ Chen Qingchen dengan skor 21-19, 21-15 di babak final. Sedangkan Anthony berhasil mengatasi sang pembuat kejutan Kevin Gordon dari Guatemala dengan, 21-11, 21-13 dalam perebutan medali pperunggu.</p>
<p>Kebahagiaan bulutangkis Indonesia semakin lengkap dengan keberhasilan meraih Piala Thomas setelah 19 tahun. Regu Indonesia berhasil mengalahkan regu China di final dengan skor 3-0 di babak final. Sebelumnya, terakhir kali tim Indonesia mengangkat piala Thomas pada tahun 2002. Dengan demikian Indonesia telah merebut Piala Thomas sebanyak 14 kali sekaligus menjauhkan dari kejaran tim China yang sudah memenangkan Piala Thomas 9 kali.</p>
<p>Kebangkitan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya juga patut diacungi jempol. Pasangan nomor satu dunia ini terpuruk di Olimpiade dengan hanya bertahan di perempat final. Tentu sangat kontras dengan dominasi pasangan yang dijuluki minions ini dibandingkan dengan prestasi tahun-tahun sebelumnya. Namun dengan kemauan keras, Marcus/Kevin mengikuti enam turnamen beruntun sejak Oktober hingga Desember 2021 yakni Denmark Open, French Open, Hylo Open, Indonesia Masters, Indonesia Open dan World Tour Finals. Dua turnamen diantaranya mereka berhasil merengkuh juara yakni di Hylo Open dan Indonesia Open, serta tiga runner up di French Open, Indonesia Masters dan World Tour Finals.</p>
<p>Namun bulutangkis 2021 dibumbui juga oleh beberapa drama di luar lapangan. Setelah sempat menjadi pertanyaan, akhirnya PBSI mengumumkan pembatalan keberangkatan tim Pelatnas ke Kejuaraan Dunia. Alasan utama yang disebutkan adalah kekhawatiran merebaknya virus omicron. Tetapi sebelumnya pengumuman resmi, sebuah media Malaysia sudah mendahului menyampaikan berita kemunduran tim Indonesia tersebut. Bahkan media Malaysia tersebut menyebutkan kemungkinan masalah dana menjadi penyebabnya.</p>
<p>Tentu saja, hal ini menimbulkan berbagai persepsi di kalangan pecinta bulutangkis. Apalagi kemudian disusul pengumuman batalnya tim Indonesia mengikuti tiga kejuaraan bulutangkis yang akan berlangsung di India pada bulan Januari 2022. Lalu disusul masalah pembagian bonus yang diberikan Kemenpora atas keberhasilan Indonesia menjadi Juara Piala Thomas. Bonus sebesar 10 Milyar tersebut ternyata tidak sepenuhnya akan diberikan kepada para pemain, melainkan sebagian masuk ke kas PBSI sebagai dana pembinaan.</p>
<p>Masalah yang menjadi sorotan publik lainnya adalah kasus didiskualifikasinya semua pemain Indonesia yang berlaga di All England bulan Maret 2021. Penyebabnya dikarenakan tim Indonesia dianggap satu pesawat dengan seorang yang positif terinfeksi virus Covid19. Badai protes baik dari organisasi maupun pendukung Indonesia kepada Federasi Bulutangkis dunia (BWF). Kemudian, BWF meluncurkan permintaan maaf. Dalam beberapa acara televisi, sempat beredar wacana insan olah raga Indonesia akan menggugat ke peradilan olahraga dunia, CAS. Namun wacana itu menguap begitu saja.</p>
<p>Kabar duka juga menerpa bulutangkis Indonesia 2021. Wafatnya peraih medali emas Olimpiade Beijing, Markis Kido sungguh mengejutkan publik. Kido meninggal saat bermain bulutangkis di daerah Tangerang pada tanggal 14 Juni 2021 dalam usia 36 tahun. Berita duka juga datang dari legenda putri Indonesia Verawaty Fajrin. Juara dunia ganda putri tahun 1980 tersebut meninggal dunia dalam usia 64 tahun pada tanggal 21 November 2021 setelah menjalani perawatan akibat kanker.</p>
<p>Di sisi lain, beberapa pemain muda Indonesia mulai memberikan harapan. Empat gelar juara diraih pada turnamen Spain Masters 2021 diraih pemain-pemain pelapis. Putri Kusuma Wardhani (tunggal putri), Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (ganda putra), Yulfira Barkah /Febby Valencia Dwijayanti Gani (ganda putri) dan Rinov Rivaldy /Pitha Haningtyas Mentari (ganda campuran) merupakan para pemain harapan yang berhasil menjadi juara di ajang tersebut. Namun sayang, satu diantaranya yakni Yulfira Barkah mengundurkan diri dari tim nasional.</p>
<p>Lembaran baru dibuka seiring pergantian tahun. Ajang-ajang bulutangkis masih dibayangi kekhawatiran varian dari virus corona. Ditengah keterbatasan yang ada semoga di tahun baru ini dicetak lebih banyak lagi prestasi, bukan kontroversi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3918</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Catatan Bulutangkis 2021] Prestasi Emas Atlet Difabel</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3914</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3914#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2021 14:13:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3914</guid>
		<description><![CDATA[Bicara mengenai bulutangkis, sudah sangat sering terdengar di telinga bahwa punggawa-punggawa kita membuat prestasi hebat. Tidak mau kalah dengan bulutangkis biasa, anak-anak bangsa yang difabel juga mengharumkan nama Indonesia di cabang para bulutangkis. Di level olimpiade-nya difabel yang bernama Paralympic atau Paralimpiade, atlet Indonesia berhasil meraih 2 medali emas, 2 medali perak dan 2 medali [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div class="" dir="auto">
<div id="jsc_c_aq" class="ecm0bbzt hv4rvrfc ihqw7lf3 dati1w0a" data-ad-comet-preview="message" data-ad-preview="message">
<div class="j83agx80 cbu4d94t ew0dbk1b irj2b8pg">
<div class="qzhwtbm6 knvmm38d">
<div class="cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql o9v6fnle ii04i59q">
<div dir="auto"><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot-2021-12-30-221507.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3916" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot-2021-12-30-221507-291x300.jpg" alt="Screenshot 2021-12-30 221507" width="291" height="300" /></a>Bicara mengenai bulutangkis, sudah sangat sering terdengar di telinga bahwa punggawa-punggawa kita membuat prestasi hebat. Tidak mau kalah dengan bulutangkis biasa, anak-anak bangsa yang difabel juga mengharumkan nama Indonesia di cabang para bulutangkis.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql o9v6fnle ii04i59q">
<div dir="auto">Di level olimpiade-nya difabel yang bernama Paralympic atau Paralimpiade, atlet Indonesia berhasil meraih 2 medali emas, 2 medali perak dan 2 medali perunggu. Adalah Leani Ratri Oktala mencatat 2 raihan emas dari nomor ganda putri SL3-SU5 bersama Khalimatus Saadiya dan ganda campuran SL3-SU5 bersama Hary Susanto. Ratri sendiri juga meraih medali perak di nomor tunggal putri SL4 setelah kalah di final dari atlet China di babak final.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql o9v6fnle ii04i59q">
<div dir="auto">Atas prestasi Ratri, atlet yang menjadi difabel karena kecelakaan motor ini, ia mendapat bonus 13,5 milyar. Khalimatus dan Harry mendapatkan bonus masing-masing 5,5 milyar. Rekannya yang lain mendapatkan medali dan bonus adalah Dheva Anrimusthi (perak tunggal putra SU5), Suryo Nugroho (perunggu tunggal putra SU5) dan Fredy Setiawan (perunggu tunggal putra SU4).</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql o9v6fnle ii04i59q">
<div dir="auto">Selain itu, Ratri menerima bermacam penghargaan seperti Para-Badminton Female Player of the Year Award (pemain para bulutangkis putri terbaik dunia) untuk kedua kalinya. Lalu, atlet para sport putri</p>
<div class="n00je7tq arfg74bv qs9ysxi8 k77z8yql i09qtzwb n7fi1qx3 b5wmifdl hzruof5a pmk7jnqg j9ispegn kr520xx4 c5ndavph art1omkt ot9fgl3s" data-visualcompletion="ignore">terbaik Indonesia versi PWI SIWO Jaya. Sedangkan Hari terpilih sebagai atlet para sport putra</div>
<div class="n00je7tq arfg74bv qs9ysxi8 k77z8yql i09qtzwb n7fi1qx3 b5wmifdl hzruof5a pmk7jnqg j9ispegn kr520xx4 c5ndavph art1omkt ot9fgl3s" data-visualcompletion="ignore">terbaik Indonesia di ajang yang sama.</div>
<div class="n00je7tq arfg74bv qs9ysxi8 k77z8yql i09qtzwb n7fi1qx3 b5wmifdl hzruof5a pmk7jnqg j9ispegn kr520xx4 c5ndavph art1omkt ot9fgl3s" data-visualcompletion="ignore"></div>
</div>
</div>
<div class="cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql o9v6fnle ii04i59q">
<div dir="auto">Prestasi juga ditunjukkan atlet-atlet difabel muda dalam ajang Asian Youth Paralympic Games di Bahrain. Tim para badminton Indonesia menyumbangkan 2 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Medali emas diraih Hikmat Ramdani (MS SU5), Hikmat Ramdani/Adinda Nugraheni (XD SL3-SL4/SU5). Lalu perak oleh Warining Rahayu (WS SU5) serta perunggu dari Anisa Fitriyani WS SU5 dan Adinda Nugraheni SL4. Mereka menjadi bagian dari atlet yang mendapatkan bonus total 5 Milyar dari pemerintah Bersama atlet cabang para sport lainnya.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql o9v6fnle ii04i59q">
<div dir="auto">Di level nasional, tahun ini juga dilaksanakan Peparnas (Pekan Paralimpiade Nasional) yang dilaksanakan beriringan dengan PON yang berlangsung di Papua.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql o9v6fnle ii04i59q">
<div dir="auto">Prestasi membanggakan yang dicetak atlet para bulutangkis ini cukuplah untuk mengingatkan agar selalu melakukan yang terbaik, apapun keterbatasannya.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql o9v6fnle ii04i59q">
<div dir="auto">Mengenal nomor pertandingan dalam para bulutangkis sbb:</div>
</div>
<div class="cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql o9v6fnle ii04i59q">
<div dir="auto">WH1</div>
<div dir="auto">atlet difabel yang punya keterbatasan di kedua kaki serta fungsi gerak tubuh. Atlet WH1 menggunakan kursi roda.</div>
<div dir="auto">WH2</div>
<div dir="auto">WH2 juga ditujukan pada atlet difabel yang punya keterbatasan di salah satu/kedua kaki namun fungsi gerak tubuh bagian atasnya lebih baik dari atlet WH1. Atlet WH2 juga menggunakan kursi roda.</div>
<div dir="auto">SL3</div>
<div dir="auto">atlet difabel yang memiliki keterbatasan di satu/kedua kaki &amp; memiliki gangguan keseimbangan saat berjalan/berlari. Atlet di kelas ini boleh menggunakan kaki palsu.</div>
<div dir="auto">SL4</div>
<div dir="auto">atlet difabel yang memiliki keterbatasan di satu/kedua kaki namun lebih seimbang saat berjalan/berlari dibanding kelas SL3. Atlet di kelas ini juga boleh menggunakan kaki palsu.</div>
<div dir="auto">SU5</div>
<div dir="auto">atlet difabel yang memiliki keterbatasan pada anggota gerak bagian atas baik karena amputasi, penyakit, maupun bawaan sejak lahir.</div>
<div dir="auto">SS6</div>
<div dir="auto">atlet difabel yang memiliki tinggi badan yang jauh lebih pendek dari manusia dewasa normal akibat kondisi genetik, hormonal, atau yang lainnya.</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3914</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Praveen/Melati Kumpulkan Hadiah Terbanyak Tahun 2020</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3720</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3720#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2020 14:18:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3720</guid>
		<description><![CDATA[Catatan Mingguan Hendri Gumay Pandemi Covid19 telah meluluhlantakan berbagai sektor. Demikian pula dari bidang olah raga. Banyak ajang-ajang besar ditunda, termasuk Olimpiade yang merupakan ajang pesta Olah raga terbesar di dunia. Bahkan beberapa ajang bukan hanya ditunda melainkan dibatalkan. Bagi atlet bulutangkis, banyaknya turnamen yang batal berimbas pula terhadap turunnya penghasilan. Perolehan hadaiah yang didapat [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em>Catatan Mingguan Hendri Gumay</em><br />
<a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2020/12/Total-2020.jpg"><img class="alignleft wp-image-3721 size-medium" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2020/12/Total-2020-300x252.jpg" alt="Total 2020" width="300" height="252" /></a></p>
<p>Pandemi Covid19 telah meluluhlantakan berbagai sektor. Demikian pula dari bidang olah raga. Banyak ajang-ajang besar ditunda, termasuk Olimpiade yang merupakan ajang pesta Olah raga terbesar di dunia. Bahkan beberapa ajang bukan hanya ditunda melainkan dibatalkan.</p>
<p>Bagi atlet bulutangkis, banyaknya turnamen yang batal berimbas pula terhadap turunnya penghasilan. Perolehan hadaiah yang didapat pebulutangkis Indonesia menurun drastis dari tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>Pasangan ganda campuran Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti mengukuhkan diri sebagai peraih hadiah terbanyak diantara atlet Indonesia lainnya. Mereka mengumpulkan hadiah sebesar US$ 84300 atau sekitar 1,18 Milyar rupiah. Bila dibagi dua maka masing-masing memperoleh sekitar 590 juta. Tentu saja, nilai ini jauh dibawah perolehan mereka ditahun 2019 yang mengumpulkan US$ 104.009 atau sekitar 2,9 Milyar rupiah. Bila dibagi dua, masing-masing memperoleh 1,45 milyar rupiah. Padahal saat itu Praveen dan Melati hanya menempati urutan 7-8 sebagai atlet Indonesia yang mendapat hadiah terbanyak.</p>
<p>Beruntungnya, Praveen/Melati mendapat perhatian besar dari klubnya PB Djarum Kudus. Atas prestasinya sebagai juara All England 2020, kedua diganjar bonus sebesar 450 juta rupiah.</p>
<p>Pasangan ganda putra nomor satu dunia, Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon yang selalu menempati urutan pertama beberapa tahun sebelumnya harus mengalami kemerosotan drastis. Tahun ini, mereka menempati peringkat ketiga dan empat dengan masing-masing memperoleh hadiah sekitar 511 juta rupiah. Sangat jauh dibandingkan dengan tahun 2019 dimana masing-masing mengantongi 3,5 Milyar.  Demikian pula dibandingkan dengan tahun 2018 ketika masing-masing meraih 3,2 Milyar rupiah.</p>
<p>Urutan berikutnya, diisi oleh Anthony Sinisuka Ginting dengan total hadiah 435 juta, Apriyani Rahayu 372 juta, Greysia Polii 362 juta, Hendra Setiawan 193 juta dan Mohammad Ahsan 193 juta.</p>
<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2020/12/Total-2019.jpg"><img class="alignleft wp-image-3722 size-medium" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2020/12/Total-2019-300x252.jpg" alt="Total 2019" width="300" height="252" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berbeda dengan tahun 2019 dimana terdapat 8 pemain yang memperoleh hadiah lebih dari 1 Milyar rupiah. Selain Praveen/Melati dan Kevin/Gideon, pemain lainnya yang meraih hadiah diatas angka 1 Milyar adalah Hendra (2,7 M), Ahsan (2,7 M), Anthony (2 M) dan Jonatan (1,8 M).</p>
<p>Awal tahun 2021 mendatang, akan dilaksanakan tiga turnamen beruntun di Bangkok, Thailand. Tak tanggung-tanggung, ketiganya menyediakan hadiah yang besar. Yonex Thailand Open (12-17 Januari 2021) akan menyediakan hadiah total US$ 1.000.000 atau 14 Milyar. Hadiah yang sama juga diperebutkan pada ajang Toyota Thailand Open (19-24 Januari 2021). Disusul dengan BWF World Tour Final 2020 (27-31 Januari 2021) yang menyediakan hadiah total US$ 1.500.000 atau sekitar 21 Milyar rupiah.</p>
<p>Dengan hadiah sebanyak itu, merupakan kesempatan bagi para pebulutangkis untuk meraih hadiah sebesar mungkin. Tentu saja, untuk mendapatkan hadiah yang besar maka harus mencetak prestasi sebaik mungkin. Menarik disimak juga adalah apakah BWF memasukan hadiah ketiga turnamen ini sebagai hadiah untuk tahun 2020 atau 2021? Hal ini mengingat ketiga turnamen berurutan tersebut ditutup dengan BWF World Tour Final 2020, meskipun berlangsung di bulan Januari 2021.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3720</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wuhan, Bulutangkis dan Olimpiade</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3690</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3690#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jan 2020 04:12:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3690</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya kota Wuhan akan menjadi perhatian bagi para penggemar bulutangkis pada bulan April mendatang. Direncanakan tanggal 21-26 April 2020 akan berlangsung Kejuaraan Asia (BAC) di kota tersebut. Bukan sekedar kejuaraan rutinitas biasa seperti tahun-tahun sebelumnya, BAC tahun ini merupakan kejuaraan terakhir dalam perebutan poin menuju Olimpiade Tokyo 2020. Ada beberapa kejadian pada kualifikasi tahun sebelumnya, [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span class="text_exposed_show"><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2020/01/Gallery_BAC2019_Practice6.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3691" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2020/01/Gallery_BAC2019_Practice6-300x200.jpg" alt="Gallery_BAC2019_Practice6" width="300" height="200" /></a></span>Sebenarnya kota Wuhan akan menjadi perhatian bagi para penggemar bulutangkis pada bulan April mendatang. Direncanakan tanggal 21-26 April 2020 akan berlangsung Kejuaraan Asia (BAC) di kota tersebut. Bukan sekedar kejuaraan rutinitas biasa seperti tahun-tahun sebelumnya, BAC tahun ini merupakan kejuaraan terakhir dalam perebutan poin menuju Olimpiade Tokyo 2020.</p>
<p>Ada beberapa kejadian pada kualifikasi tahun sebelumnya, kelolosan seorang pemain <span class="text_exposed_show">ke Olimpiade ditentukan oleh kejuaraan yang ditetapkan sebagai kualifikasi paling terakhir. Mengamati kondisi terakhir dimana kota Wuhan terserang virus corona, maka bisa dipresiksi BAC 2020 tidak bisa digelar di kota tersebut. Kalaupun tetap dipaksakan, apakah para pemain akan mengambil resiko sedemikian besar?<br />
</span></p>
<p><span class="text_exposed_show">Beberapa opsi tentu saja sedang dipikirkan induk bulutangkis dunia. Seandainya BAC dibatalkan begitu saja, maka para atlet Asia akan mengalami kerugian pada ranking menuju Olimpiade karena dalam waktu bersamaan Kejuaraan Eropa akan digelar. Dengan demikian, pemain Eropa memiliki keuntungan satu turnamen dibandingkan dengan pemain Asia.</span></p>
<div class="text_exposed_show">
<p>Opsi lainnya yaitu dipindahkan ke kota atau negara lain dengan kategori aman. Tentu saja tidak akan mudah dalam melakukan persiapan terutama mencari dukungan sponsor. BAC ini menyediakan hadiah U$$ 400.000 atau 5,6 Milyar. Sebuah turnamen yang hadiah dan poinnya setara superseries. Belum lagi biaya-biaya lainnya yang harus disediakan tuan rumah pengganti.</p>
<p>Mungkin, opsi <span id="u_0_48" class="_ezo">terbaik</span> adalah memangkas turnamen yang menjadi ajang kualifikasi Olimpiade, yakni hanya sampai minggu ketiga April. BAC, Kejuaraan Eropa dan kejuaraan kontinental lainnya tidak perlu diperhitungkan sebagai poin kualifikasi Olimpiade.</p>
<p>Berbicara lebih jauh mengenai Olimpiade sendiri, bisa saja ajang olahraga sejagad ini akan tertunda. Sedianya akan berlangsung tanggal 24 Juli – 9 Agustus 2020. Namun melihat perkembangan bila virus menyebar hingga Beijing yang merupakan ibukota Tiongkok, maka keikutsertaan Tiongkok di Olimpiade pun terancam. Olimpiade tanpa Tiongkok tentu saja menurunkan pamor Olimpiade itu sendiri karena prestasi negara tersebut berada di papan atas.<br />
Apapun yang terjadi semoga muzibah virus corona ini tidak semakin menyebar dan segera teratasi. (Admin)</p>
<p>Foto : PBSI</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3690</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Piala Sudirman 2019) Ditaklukkan Jepang 1-3, Indonesia Terhenti di Semifinal</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3517</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3517#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 26 May 2019 09:40:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3517</guid>
		<description><![CDATA[(Nanning, 25/5/2019) Langkah Indonesia harus terhenti di babak semifinal Piala Sudirman 2019. Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang turun di partai keempat, masih belum berhasil menahan laju pasangan Juara Dunia 2018, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, dalam pertandingan straight game, 15-21, 17-21. Satu-satunya poin yang diraih tim Indonesia datang dari ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Nanning, 25/5/2019)<br />
Langkah Indonesia harus terhenti di babak semifinal Piala Sudirman 2019. Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang turun di partai keempat, masih belum berhasil menahan laju pasangan Juara Dunia 2018, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, dalam pertandingan straight game, 15-21, 17-21.</p>
<p>Satu-satunya poin yang diraih tim Indonesia datang dari ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Sayangnya dua nomor tunggal belum berhasil menyumbang kemenangan. Gregoria Mariska Tunjung dan Anthony Sinisuka Ginting takluk di tangan lawan-lawan mereka.</p>
<p>Greysia/Apriyani memang belum pernah menang dari Matsumoto/Nagahara pada dua pertemuan mereka. Pada pertandingan kali ini pun Matsumoto/Nagahara lebih menguasai jalannya permainan.</p>
<p>“Memang harus diakui, pasangan Jepang lebih siap, mereka sudah memimpin 2-1, jadi lebih percaya diri. Tapi kami sebelum masuk lapangan coba gimana menguasai dan mengendalikan permainan, pikiran kami, kami mentalnya harus lebih siap, bagaimana kalahkan diri sendiri. Kami enjoy dan tidak tertekan walau sedang ketinggalan. Tadi kami sudah coba kasih yang terbaik, maaf banget karena nggak bisa kasih satu poin, kami ingin banget memenangkan pertandingan ini,” kata Greysia usai pertandingan.</p>
<p>“Kami tidak merasa ada tekanan, soalnya lebih mikirin cara main, bagaimana bisa menang dulu. Bagaimana main lebih baik dari sebelumnya, kan sebelumnya kalah jauh,” kata Apriyani.</p>
<p>“Pertandingan ini juga untuk meningkatkan kepercayaan diri kami bahwa mereka bisa dikalahkan. Setelah pertandingan, koh Didi (Eng Hian) bilang ke kami, tenang, nggak apa-apa, sedikit demi sedikt kita sudah tahu polanya seperti apa. Ini kan untuk persiapan kita ke depannya, kita kan tidak tahu akan bagaimana, setidaknya kami mau belajar. Soal power, memang mereka lebih ada power, tapi kami tidak kalah skill,” beber Greysia.</p>
<p>Jepang melaju ke babak final dan akan bertemu dengan Tiongkok. Tiongkok lolos ke laga puncak setelah mengalahkan Thailand 3-0.</p>
<p>Berikut hasil pertandingan semifinal antara Indonesia vs Jepang (1-3):</p>
<p>Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon vs Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 21-14, 21-18<br />
Gregoria Mariska Tunjung vs Akane Yamaguchi 13-21, 13-21<br />
Anthony Sinisuka Ginting vs Kento Momota 17-21, 19-21<br />
Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara 15-21, 17-21<br />
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti vs Yuta Watanabe/Arisa Higashino &#8211; tidak dimainkan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3517</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Klasemen Hadiah Turnamen per 2 Feb 2018</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3221</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3221#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Feb 2018 07:05:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3221</guid>
		<description><![CDATA[Berikut update klasemen perolehan hadiah setelah dilaksanakannya turnamen bulutangkis India Open Super500 tahun 2018, sbb :]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut update klasemen perolehan hadiah setelah dilaksanakannya turnamen bulutangkis India Open Super500 tahun 2018, sbb :</p>
<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2018/02/Prize-Money-4a.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3222" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2018/02/Prize-Money-4a.jpg" alt="Prize Money 4a" width="957" height="637" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3221</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Klasemen Hadiah per 28 Januari 2018</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3199</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3199#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jan 2018 16:46:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3199</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menjuarai Indonesia Masters 2018, ditambah sebagai perempatfinalis Malaysia Masters 2018, membuat Anthony Ginting memimpin sementara perolehan hadiah uang. Berikut Klasemen Hadiah (khusus pemain Indonesia), setelah Thailand Masters, Malaysia Masters dan Indonesia Masters.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah menjuarai Indonesia Masters 2018, ditambah sebagai perempatfinalis Malaysia Masters 2018, membuat Anthony Ginting memimpin sementara perolehan hadiah uang. Berikut Klasemen Hadiah (khusus pemain Indonesia), setelah Thailand Masters, Malaysia Masters dan Indonesia Masters.</p>
<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2018/01/Prize-Money-3.jpg"><img class="aligncenter wp-image-3200 size-full" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2018/01/Prize-Money-3.jpg" alt="Prize Money 3" width="960" height="720" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3199</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Catatan Kecil] Peringkat Hadiah Pemain Indonesia per 22 Januari 2018</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3167</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3167#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2018 02:02:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3167</guid>
		<description><![CDATA[Keberhasilan pasangan Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian meraih gelar juara Malaysia Masters 2018, langsung melejitkan nama mereka pada papan teratas perolehan hadiah di tahun 2018. Dari dua turnamen, mereka masing-masing mengoceki uang sebesar US$ 14.368 atau sekitar 190 juta rupiah. Berikut peringkat perolehan hadiah pemain Indonesia tahun 2018, per 22 Januari 2018, sbb :]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Keberhasilan pasangan Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian meraih gelar juara Malaysia Masters 2018, langsung melejitkan nama mereka pada papan teratas perolehan hadiah di tahun 2018. Dari dua turnamen, mereka masing-masing mengoceki uang sebesar US$ 14.368 atau sekitar 190 juta rupiah. Berikut peringkat perolehan hadiah pemain Indonesia tahun 2018, per 22 Januari 2018, sbb :</p>
<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2018/01/Prize-Money-2.jpg"><img class="alignleft wp-image-3168 size-full" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2018/01/Prize-Money-2.jpg" alt="Prize Money 2" width="960" height="720" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3167</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Catatan Kecil] Peringkat Hadiah Pemain Indonesia</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3161</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3161#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jan 2018 04:57:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3161</guid>
		<description><![CDATA[Setelah turnamen Thailand Masters Super 300, berikut daftar pemain Indonesia penerima hadiah dalam turnamen tersebut :]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah turnamen Thailand Masters Super 300, berikut daftar pemain Indonesia penerima hadiah dalam turnamen tersebut :</p>
<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2018/01/Prize-Money-1.jpg"><img class="aligncenter wp-image-3162 size-full" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2018/01/Prize-Money-1.jpg" alt="Prize Money 1" width="960" height="720" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3161</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Atlet Bulutangkis Indonesia Dengan Penghasilan Terbesar Tahun 2017</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3151</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3151#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jan 2018 01:55:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3151</guid>
		<description><![CDATA[Berikut daftar pemain Indonesia yang memperoleh penghasilan terbesar sepanjang tahun 2017, sbb :]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut daftar pemain Indonesia yang memperoleh penghasilan terbesar sepanjang tahun 2017, sbb :</p>
<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2018/01/Atlet-Terkaya-Indonesia-Tahun-2017.jpg"><img class="aligncenter wp-image-3152 size-full" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2018/01/Atlet-Terkaya-Indonesia-Tahun-2017.jpg" alt="Atlet Terkaya Indonesia Tahun 2017" width="977" height="491" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3151</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Fakta dan Data Kucuran Bonus Klub PB Djarum untuk para Junior (2011-2016)</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3092</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3092#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2017 21:45:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3092</guid>
		<description><![CDATA[Klub PB Djarum selalu memberikan bonus sebagai penghargaan bagi atlet junior yang berprestasi. Penghargaan diberikan kepada juara di Kejuaraan Dunia Junior atau World Junior Championships (WJC), Kejuaraan Asia Junior atau Asia Junior Championships (AJC), Kejurnas Taruna, Juara Djarum Sirnas Remaja &#38; Taruna serta atlet terbaik setiap tahunnya, sbb : 1.[Prestasi] Juara Asia Junior 2011 Tanggal                                [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Klub PB Djarum selalu memberikan bonus sebagai penghargaan bagi atlet junior yang berprestasi. Penghargaan diberikan kepada juara di Kejuaraan Dunia Junior atau World Junior Championships (WJC), Kejuaraan Asia Junior atau Asia Junior Championships (AJC), Kejurnas Taruna, Juara Djarum Sirnas Remaja &amp; Taruna serta atlet terbaik setiap tahunnya, sbb :</p>
<p>1.[Prestasi] Juara Asia Junior 2011</p>
<p>Tanggal                                : 14 Juli 2011</p>
<p>Tempat                                : Planet Hollywood, Jakarta</p>
<p>Penerima                            : Lukhi Apri Nugroho dan Ririn Amelia (Uang total Rp. 40 juta)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>2.[Prestasi] Juara Dunia Junior 2011</p>
<p>Tanggal                                : 10 November 2011</p>
<p>Tempat                                : Planet Hollywood, Jakarta</p>
<p>Penerima                            : Gloria Emmanuelle Widjaja (Uang total Rp. 40 juta)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>3.[Prestasi] Penghargaan Atlet Berprestasi PB Djarum 2011</p>
<p>Tanggal                                : 17 Januari 2012</p>
<p>Tempat                                : Planet Hollywood, Jakarta</p>
<p>Penerima                            :</p>
<p>Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja (Atlet Terbaik PB Djarum 2011, Rp.25 juta)</p>
<p>Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja (Juara Ganda Campuran Kejurnas 2011, 18 juta)</p>
<p>Sigid Sudrajad/Kenas Adi Haryanto (Juara ganda taruna putra Kejurnas 2011, Rp18 juta)</p>
<p>Juara Djarum Sirnas taruna &amp; remaja 2011 (26 atlet, Rp 44.320.000)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>4.[Prestasi] Juara Asia Junior 2012</p>
<p>Tanggal                                : 19 Juli 2012</p>
<p>Tempat                                : Planet Hollywood, Jakarta</p>
<p>Penerima                            : Edi Subaktiar/Arya Maulana  (Uang total Rp. 40 juta)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>5.[Prestasi] Juara Dunia Junior 2012</p>
<p>Tanggal                                : 14 November 2012</p>
<p>Tempat                                : GOR Jati Kudus</p>
<p>Penerima                            : Edi Subaktiar dan Melati Daeva Oktavianti (Uang total Rp. 90 juta)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>6.[Prestasi] Penghargaan Atlet Berprestasi PB Djarum 2012</p>
<p>Tanggal                                : 16 Januari 2013</p>
<p>Tempat                                : GOR Jati, Kudus</p>
<p>Penerima                            :</p>
<p>Edi Subaktiar/Melati Daeva Oktavianti (Atlet Terbaik PB Djarum 2012, Rp.25 juta)</p>
<p>Ihsan Maulana Mustofa  (Juara tunggal taruna putra Kejurnas 2016, 12 juta)</p>
<p>Kevin Sanjaya Sukamuljo/Rafiddias Akhdan Nugroho  (Juara ganda taruna putra Kejurnas 2012, Rp18 juta)</p>
<p>Melati Daeva Oktavianti/Rosyita Eka Putri Sari  (Juara ganda taruna putri Kejurnas 2012, Rp18 juta)</p>
<p>Edi Subaktiar/Melati Daeva Oktavianti (Juara Ganda Campuran Kejurnas 2012, 18 juta)</p>
<p>Juara Djarum Sirnas taruna &amp; remaja 2012 (Rp 23.930.000)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>7.[Prestasi] Penghargaan Atlet Berprestasi PB Djarum 2013</p>
<p>Tanggal                                : 22 Januari 2014</p>
<p>Tempat                                : XXI Lounge , Plaza Senayan, Jakarta</p>
<p>Penerima            :</p>
<p>Uswatun Khasanah/Della Augustia Surya (Juara ganda taruna putri Kejurnas 2013, Rp18 juta)</p>
<p>Juara Djarum Sirnas taruna &amp; remaja (15 atlet, Rp 20.000.000.-)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>8.[Prestasi] Penghargaan Atlet Berprestasi PB Djarum 2014</p>
<p>Tanggal                                : 19 Januari 2015</p>
<p>Tempat                                : XXI Lounge , Plaza Senayan, Jakarta</p>
<p>Penerima            :</p>
<p>Marsheilla Gischa Islami (Atlet muda PB Djarum berprestasi 2014, Rp 25 juta)</p>
<p>Marsheilla Gischa Islami/Rahmadhani Hastiyanti Putri (Juara ganda taruna putri Kejurnas 2014, Rp 18 juta)</p>
<p>Marsheilla Gischa Islami/Jeka Wiratama (Juara Ganda Campuran Kejurnas 2014, 18 juta)</p>
<p>Tedi Supriadi/Angger Sudrajat (Juara ganda taruna putra Kejurnas 2014, 18 juta)</p>
<p>Juara Djarum Sirnas taruna &amp; remaja 2014 (Rp 30.470.000)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>9.[Prestasi] Penghargaan Atlet Berprestasi PB Djarum 2015</p>
<p>Tanggal                                : 27 Januari 2016</p>
<p>Tempat                                : XXI Lounge , Plaza Senayan, Jakarta</p>
<p>Penerima                            :</p>
<p>Mychelle Crhystine Bandaso (Atlet muda berprestasi PB Djarum 2015, Rp. 25 juta)</p>
<p>Mychelle Crhystine Bandaso/Serena Kani (Juara ganda taruna putri Kejurnas 2015, Rp18 juta)</p>
<p>Desandha Vegarani Putri (Juara tunggal taruna putri Kejurnas 2015, Rp12 juta)</p>
<p>Rinov Rivaldy/Vania Arianti Sukoco (Juara Ganda Campuran Kejurnas 2015, Rp18 juta)</p>
<p>Juara Djarum Sirnas taruna &amp; remaja 2015 (33 atlet, Rp 50.800.000)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>10.[Prestasi] Penghargaan Atlet Berprestasi PB Djarum 2016</p>
<p>Tanggal                                : 25 Januari 2017</p>
<p>Tempat                                : XXI Lounge, Plaza Senayan, Jakarta</p>
<p>Penerima                            :</p>
<p>Ribka Sugiarto/Febriani Dwi Puji Kusuma ( Atlet muda berprestasi PB Djarum 2016, total Rp. 25 juta)</p>
<p>Ribka Sugiarto/Febriani Dwi Puji Kusuma (Juara ganda taruna putri Kejurnas 2016, total 20 juta)</p>
<p>Bagas Maulana/Calvin Kristanto (Juara ganda taruna putra Kejurnas 2016, total 20 juta)</p>
<p>M. Ramadhani Zulkifli (Juara tunggal taruna putra Kejurnas 2016, 15 juta)</p>
<p>Ghaida Nurul Ghaniyu (Juara tunggal taruna putri Kejurnas 2016, 15 juta)</p>
<p>Juara Djarum Sirnas taruna &amp; remaja 2016 (50 juta)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.pbdjarum.org">www.pbdjarum.org</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3092</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Data dan Fakta Bonus Fantastis Untuk Mohammad Ahsan</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3089</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3089#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2017 02:55:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3089</guid>
		<description><![CDATA[[Prestasi] Juara Dunia 2015 Tanggal : 22 Agustus 2015 Tempat : GOR Djarum, Magelang Penerima : Mohammad Ahsan Hadiah : Uang Rp. 500 juta dari Djarum Foundation [Prestasi] medali emas Asian Games Incheon 2014 Tanggal : 28 November 2016 Tempat : Hotel Sahid Jaya, Jakarta Penerima : Mohammad Ahsan &#38; peraih emas Asian Games lainnya [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li>[Prestasi] Juara Dunia 2015</li>
</ol>
<ul>
<li>Tanggal : 22 Agustus 2015</li>
<li>Tempat : GOR Djarum, Magelang</li>
<li>Penerima : Mohammad Ahsan</li>
<li>Hadiah : Uang Rp. 500 juta dari Djarum Foundation</li>
</ul>
<ol start="2">
<li>[Prestasi] medali emas Asian Games Incheon 2014</li>
</ol>
<ul>
<li>Tanggal : 28 November 2016</li>
<li>Tempat : Hotel Sahid Jaya, Jakarta</li>
<li>Penerima : Mohammad Ahsan &amp; peraih emas Asian Games lainnya</li>
<li>Hadiah : Masing-masing uang Rp. 400 juta dari Kemenpora (pemerintah)</li>
</ul>
<ol start="3">
<li>[Prestasi] medali emas Asian Games Incheon 2014</li>
</ol>
<ul>
<li>Tanggal :  22 Oktober 2014</li>
<li>Tempat : Jakarta</li>
<li>Penerima : Mohammad Ahsan &amp; peraih emas Asian Games lainnya</li>
<li>Hadiah : Bonus dari PT. Pertamina (Tidak disebutkan nilai-nya)</li>
</ul>
<ol start="4">
<li>[Prestasi] medali emas Asian Games Incheon 2014</li>
</ol>
<ul>
<li>Tanggal :  4 Oktober 2014</li>
<li>Tempat : Bintaro Exchange Mall</li>
<li>Penerima : Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan, Greysia Polii, Nitya Krishinda</li>
<li>Hadiah : Masing-masing, uang Rp. 500 juta dari Djarum Foundation &amp; Jaya Raya</li>
</ul>
<ol start="5">
<li>[Prestasi] juara All England 2014</li>
</ol>
<ul>
<li>Tanggal : 28 April 2017</li>
<li>Tempat : Kawasan Golf, Senayan</li>
<li>Penerima : Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan</li>
<li>Hadiah : Masing-masing, uang Rp. 500 juta dari Gita Wirjawan (Ketum PBSI)</li>
</ul>
<ol start="6">
<li>[Prestasi] Juara All England 2014</li>
</ol>
<ul>
<li>Tanggal : 19 Maret 2014</li>
<li>Tempat : Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia</li>
<li>Penerima : Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan</li>
<li>Hadiah : Masing-masing 250 juta (total 1 Milyar) dari Djarum Foundation dan Yayasan Jaya Raya</li>
</ul>
<ol start="7">
<li>[Prestasi] Most Valuable Player (MVP) 2013</li>
</ol>
<ul>
<li>Tanggal : 19 Maret 2014</li>
<li>Tempat : DBL Arena Surabaya</li>
<li>Penerima : Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan</li>
<li>Hadiah : Masing-masing 500 juta (total 1 Milyar) dari PBSI</li>
</ul>
<ol start="8">
<li>[Prestasi] Juara Dunia 2013</li>
</ol>
<ul>
<li>Tanggal : 17 Oktober 2013</li>
<li>Tempat : Stadion Mandala Krida Yogyakarta (Peringatan HAORNAS)</li>
<li>Penerima : Mohammad Ahsan dan atlet berprestasi lainnya</li>
<li>Hadiah : Bonus dari pemerintah (Tidak disebutkan nilai-nya)</li>
</ul>
<ol start="9">
<li>[Prestasi] Juara Dunia 2013</li>
</ol>
<ul>
<li>Tanggal : 27 Agustus 2013</li>
<li>Tempat : Pendopo Kantor bupati Pemalang, Jateng</li>
<li>Penerima : Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan</li>
<li>Hadiah : Masing-masing uang Rp. 400 juta dari Djarum Foundation &amp; Jaya Raya</li>
</ul>
<ol start="10">
<li>[Prestasi] Juara Indonesia Open 2013</li>
</ol>
<ul>
<li>Tanggal : 29 Juni 2013</li>
<li>Tempat : GOR Jati, Kudus</li>
<li>Penerima : Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan</li>
<li>Hadiah : Masing-masing uang Rp. 100 juta dari Djarum Foundation &amp; Jaya Raya</li>
</ul>
<p>Dari 10 penghargaan tersebut Mohammad Ahsan mengumpulkan hadiah 3,15 Milyar belum termasuk bonus yang tidak disebutkan nilainya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.pbdjarum.org">www.pbdjarum.org</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3089</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Data dan Fakta Bonus Fantastis Untuk Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3087</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3087#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Jul 2017 23:06:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3087</guid>
		<description><![CDATA[[Prestasi] medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 Tanggal : 1 September 2016 Tempat : GOR Djarum Jati, Kudus Penerima : Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir Hadiah : Masing-masing, uang Rp. 1 Milyar dari Djarum Foundation [Prestasi] medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 Tanggal :  1 September 2016 Tempat : Perumahan Graha Padma, Semarang Penerima [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li>[Prestasi] medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016</li>
</ol>
<ul>
<li>Tanggal : 1 September 2016</li>
<li>Tempat : GOR Djarum Jati, Kudus</li>
<li>Penerima : Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir</li>
<li>Hadiah : Masing-masing, uang Rp. 1 Milyar dari Djarum Foundation</li>
</ul>
<ol start="2">
<li>[Prestasi] medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016</li>
</ol>
<ul>
<li>Tanggal :  1 September 2016</li>
<li>Tempat : Perumahan Graha Padma, Semarang</li>
<li>Penerima : Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir</li>
<li>Hadiah : Masing-masing, rumah seharga Rp. 1,5 Milyar dari Djarum Foundation</li>
</ul>
<ol start="3">
<li>[Prestasi] medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016</li>
</ol>
<ul>
<li>Tanggal : 29 Agustus 2016</li>
<li>Tempat : Manado</li>
<li>Penerima : Liliyana Natsir</li>
<li>Hadiah : Rumah tipe 60 dari Pemprov Sulawesi Utara &amp; uang Rp. 250 juta dari Pemkot Manado</li>
</ul>
<ol start="4">
<li>[Prestasi] medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016</li>
</ol>
<ul>
<li>Tanggal : 23 Agustus 2016</li>
<li>Tempat : Kantor Kemenpora</li>
<li>Penerima : Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir</li>
<li>Hadiah : Masing-masing, uang Rp. 5 Milyar dari Kemenpora (pemerintah)</li>
</ul>
<ol start="5">
<li>[Prestasi] juara All England 2014</li>
</ol>
<ul>
<li>Tanggal : 28 April 2017</li>
<li>Tempat : Kawasan Golf, Senayan</li>
<li>Penerima : Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan</li>
<li>Hadiah : Masing-masing, uang Rp. 500 juta dari Gita Wirjawan (Ketum PBSI)</li>
</ul>
<ol start="6">
<li>[Prestasi] Juara All England 2014</li>
</ol>
<ul>
<li>Tanggal : 19 Maret 2014</li>
<li>Tempat : Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia</li>
<li>Penerima : Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan</li>
<li>Hadiah : Masing-masing 250 juta (total 1 Milyar) dari Djarum Foundation dan Yayasan Jaya Raya</li>
</ul>
<ol start="7">
<li>[Prestasi ] Hattrick Juara All England 2012, 2013, 2014</li>
</ol>
<ul>
<li>Tanggal : 19 Maret 2014</li>
<li>Tempat : Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia</li>
<li>Penerima : Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir</li>
<li>Hadiah : Masing-masing 100 juta dari Djarum Foundation</li>
</ul>
<ol start="8">
<li>[Prestasi] Juara Dunia 2013</li>
</ol>
<ul>
<li>Tanggal : 27 Agustus 2013</li>
<li>Tempat : Pendopo Si Aji, Kantor bupati Banyumas</li>
<li>Penerima : Tontowi Ahmad</li>
<li>Hadiah : Uang Rp. 400 juta dari Djarum Foundation</li>
</ul>
<ol start="9">
<li>[Prestasi ] Juara All England 2013</li>
</ol>
<ul>
<li>Tanggal : 29 Mei 2013</li>
<li>Tempat : Desa Selandaka, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas</li>
<li>Penerima : Tontowi Ahmad</li>
<li>Hadiah : Uang Rp 200 juta dan televisi LED Polytron dari Djarum Foundation</li>
</ul>
<ol start="10">
<li>[Prestasi]Juara All England 2012</li>
</ol>
<ul>
<li>Tanggal : 21 Maret 2012</li>
<li>Tempat : Hotel Kempinski, Jakarta</li>
<li>Penerima : Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir</li>
<li>Hadiah : Masing-masing, uang Rp. 200 juta dari klub PB Djarum &amp; PB Tangkas</li>
</ul>
<p>Sumber : <a href="http://www.pbdjarum.org">www.pbdjarum.org</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3087</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Fakta dan Data Seputar Turnamen Canada Open</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3085</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3085#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Jul 2017 23:12:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3085</guid>
		<description><![CDATA[Minggu depan, tepatnya tanggal 11-16 Juli 2017, akan diselenggarakan turnamen bulutangkis Canada Open Grand Prix 2017 di Calagry, Kanada. Canada Open Grand Prix 2017 memperebutkan hadiah total US$ 65,000. Tidak ada pemain Pelatnas yang mengikuti turnamen Canada Open Grand Prix 2017 Beberapa pemain Indonesia non Pelatnas yang ikut, yaitu : Redy Perdana (tunggal putra) Siswanto [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li>Minggu depan, tepatnya tanggal 11-16 Juli 2017, akan diselenggarakan turnamen bulutangkis Canada Open Grand Prix 2017 di Calagry, Kanada.</li>
<li>Canada Open Grand Prix 2017 memperebutkan hadiah total US$ 65,000.</li>
<li>Tidak ada pemain Pelatnas yang mengikuti turnamen Canada Open Grand Prix 2017</li>
<li>Beberapa pemain Indonesia non Pelatnas yang ikut, yaitu :</li>
</ol>
<ul>
<li>Redy Perdana (tunggal putra)</li>
<li>Siswanto (tunggal putra)</li>
<li>Putra Eka Rhoma/Brian Yang-CAN (ganda putra)</li>
<li>Redy Perdana/B.R. Sankeerth-CAN (ganda putra)</li>
<li>Maria Febe Kusumastuti/Chloe Rowe-CAN (ganda putri)</li>
</ul>
<ol start="5">
<li>Kecuali Redy Perdana/B.R. Sankeerth-CAN, para pemain tersebut diatas harus mengikuti babak kualifikasi terlebih dahulu</li>
<li>Sejarah penampilan Indonesia di turnamen Canada Open telah menghasilkan 13 gelar juara</li>
<li>Pemain Indonesia yang menjuarai tunggal putra Canada Open :</li>
</ol>
<ul>
<li>Tan Joe Hoek (1959, 1960)</li>
<li>Ferry Sonneville (1962)</li>
<li>Rudy Hartono (1971)</li>
<li>Fung Permadi (1990)</li>
<li>Lioe Tiong Ping (1994)</li>
<li>Taufik Hidayat (2010)</li>
</ul>
<ol start="8">
<li>Pemain Indonesia yang menjuarai ganda putra Canada Open :</li>
</ol>
<ul>
<li>Christian Hadinata/Ade Chandra (1979)</li>
<li>Ade Sutrisna/Candra Wijaya (1994)</li>
</ul>
<ol start="9">
<li>Tidak ada pemain tunggal putri Indonesia yang menjuarai Canada Open, sedangkan dari ganda putri adalah :</li>
</ol>
<ul>
<li>Retno Kustija/Minarni (1969)</li>
<li>Verawati Fajrin/Imelda Wiguna (1979)</li>
</ul>
<ol start="10">
<li>Pemain Indonesia yang menjuarai ganda campuran Canada Open :</li>
</ol>
<ul>
<li>Darmadi/Minarni (1969)</li>
<li>Christian Hadinata/ Imelda Wiguna (1979)</li>
</ul>
<p>Sumber : <a href="http://www.pbdjarum.org">www.pbdjarum.org</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3085</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Fakta dan Data Prestasi Indonesia di Chinese Taipei Open</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3083</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3083#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Jul 2017 23:53:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3083</guid>
		<description><![CDATA[Bila kemarin (3/7) hanya membahas turnamen Chinese Taipei Open Grand Prix Gold (GPG) saja, maka kali ini akan membahas turnamen Chinese Taipei Open secara keseluruhan sejak tahun 1980 sampai dengan tahun 2017. Indonesia merupakan negara paling berprestasi dalam perebutan gelar juara Chinese Taipei Open dengan mengumpulkan 46 gelar juara. Berikut 5 besar negara peraih gelar [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li>Bila kemarin (3/7) hanya membahas turnamen Chinese Taipei Open Grand Prix Gold (GPG) saja, maka kali ini akan membahas turnamen Chinese Taipei Open secara keseluruhan sejak tahun 1980 sampai dengan tahun 2017.</li>
<li>Indonesia merupakan negara paling berprestasi dalam perebutan gelar juara Chinese Taipei Open dengan mengumpulkan 46 gelar juara. Berikut 5 besar negara peraih gelar juara :</li>
</ol>
<ul>
<li>Indonesia : 46 gelar juara</li>
<li>Korea : 27 gelar juara</li>
<li>Denmark : 20 gelar juara, ditambah 1 gelar berpasangan dengan negara lain</li>
<li>Taipei : 14 gelar juara, ditambah 1 gelar berpasangan dengan negara lain</li>
<li>Inggris : 13 gelar juara, ditambah 2 gelar berpasangan dengan negara lain</li>
</ul>
<ol start="3">
<li>Gelar Indonesia, paling banyak disumbangkan dari sektor tunggal putra. Berikut jumlah gelar masing-masing sektor :</li>
</ol>
<ul>
<li>Tunggal putra : 15 gelar juara</li>
<li>Ganda putra : 12 gelar juara</li>
<li>Ganda campuran : 8 gelar juara</li>
<li>Tunggal putri : 6 gelar juara</li>
<li>Ganda putri : 5 gelar juara</li>
</ul>
<ol start="4">
<li>Denny Kantono menjadi peraih gelar terbanyak dari Indonesia, yakni 4 kali yang terdiri dari 3 dari ganda putra bersama Antonius, dan 1 gelar dari ganda campuran bersama Zelin Resiana.</li>
<li>Peraih gelar tunggal putra dari Indonesia adalah:</li>
</ol>
<ul>
<li>Icuk Sugiarto – dua gelar juara (1983, 1988)</li>
<li>Hermawan Susanto – dua gelar juara (1991, 1995)</li>
<li>Hariyanto Arbi – dua gelar juara (1993, 1994)</li>
<li>Simon Santoso – dua gelar juara (2008, 2010)</li>
<li>Hadiyanto (1982)</li>
<li>Lius Pongoh (1985)</li>
<li>Eddy Kurniawan (1990)</li>
<li>Ardy Wiranata (1992)</li>
<li>Taufik Hidayat (1998)</li>
<li>Sony Dwi Kuncoro (2007)</li>
<li>Tommy Sugiarto (2011)</li>
</ul>
<ol start="6">
<li>Peraih gelar tunggal putri dari Indonesia adalah:</li>
</ol>
<ul>
<li>Susy Susanti – tiga gelar juara (1991, 1994, 1996)</li>
<li>Ivana Lie – dua gelar juara (1982, 1984)</li>
<li>Yuliani Sentosa (1992)</li>
</ul>
<ol start="7">
<li>Peraih gelar ganda putra dari Indonesia adalah:</li>
</ol>
<ul>
<li>Denny Kantono/Antonius – tiga gelar juara (1995, 1996, 1999)</li>
<li>Bobby Ertanto/Hadi Bowo – dua gelar juara (1980, 1983)</li>
<li>Kartono/Rudy Heryanto (1985)</li>
<li>Eddy Hartono/Liem Swie King (1987)</li>
<li>Gunawan/Bambang Suprianto (1994)</li>
<li>Candra Wijaya/Sigit Budiarto (1997)</li>
<li>Candra Wijaya/Tony Gunawan (2000)</li>
<li>Markis Kido/Hendra Setiawan (2007)</li>
<li>Hendra Aprida Gunawan/Andrei Adistia (2014)</li>
</ul>
<ol start="8">
<li>Juara ganda putri Chinese Taipei Open dari Indonesia :</li>
</ol>
<ul>
<li>Nitya Krishinda/ Greysia Polii – dua gelar juara (2014, 2015)</li>
<li>Ivana Lie/Verawaty Fajrin (1986)</li>
<li>Finarsih/Lili Tampi (1994)</li>
<li>Pia Zebadiah/Rizki Amelia Pradibta (2012)</li>
</ul>
<ol start="9">
<li>Juara ganda campuran Chinese Taipei dari Indonesia</li>
</ol>
<ul>
<li>Denny Kantono/Zelin Resiana (1993)</li>
<li>Sandiarto/Finarsih (1997)</li>
<li>Tri Kusharjanto/Emma Ermawati (2002)</li>
<li>Nova Widianto/Liliyana Natsir (2006)</li>
<li>Flandy Limpele / Vita Marissa (2007)</li>
<li>Devin Lahardi / Lita Nurlita (2008)</li>
<li>Hendra A Gunawan/Vita Marissa (2010)</li>
<li>Muhammad Rijal/Debby Susanto (2012)</li>
</ul>
<ol start="10">
<li>Terdapat beberapa pemain Indonesia yang kemudian mewakili negara lain dan berhasil menjadi juara Chinese Taipei Open Grand Prix :</li>
</ol>
<ul>
<li>Fung Permadi &#8211; Taipei (1999)</li>
<li>Mia Audina &#8211; Belanda (2000, 2003)</li>
<li>Tony Gunawan/Halim Haryanto &#8211; Amerika (2005)</li>
<li>Tony Gunawan &#8211; Amerika (2005) yang berpasangan dengan Chen Wen Hsing (Chinese Taipei)</li>
</ul>
<p>Sumber : <a href="http://www.pbdjarum.org">www.pbdjarum.org</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3083</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10	Fakta dan Data turnamen Chinese Taipei Open GPG</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3077</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3077#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Jul 2017 23:06:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3077</guid>
		<description><![CDATA[Istilah level turnamen Grand Prix Gold (GPG) diperkenalkan BWF sejak tahun 2007 bersamaan dengan isitilah turnamen superseries. Chinese Taipei Open merupakan salah satu turnamen level Grand Prix Gold sejak tahun 2007 hingga tahun ini (2017) Chinese Taipei Open GPG 2017, dilaksanakan tanggal 27 Juni – 2 Juli 2017 di kota Taipei. Tidak ada pemain Pelatnas [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2017/07/Taipei-Open-2017.jpg"><img class="aligncenter wp-image-3079 size-large" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2017/07/Taipei-Open-2017-1024x668.jpg" alt="Taipei Open 2017" width="1024" height="668" /></a></p>
<ol>
<li>Istilah level turnamen Grand Prix Gold (GPG) diperkenalkan BWF sejak tahun 2007 bersamaan dengan isitilah turnamen superseries.</li>
<li>Chinese Taipei Open merupakan salah satu turnamen level Grand Prix Gold sejak tahun 2007 hingga tahun ini (2017)</li>
<li>Chinese Taipei Open GPG 2017, dilaksanakan tanggal 27 Juni – 2 Juli 2017 di kota Taipei.</li>
<li>Tidak ada pemain Pelatnas PBSI yang mengikuti Chinese Taipei Open GPG 2017, walaupun sempat mendaftarkan pemainnya</li>
<li>Berikut juara Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2017 :</li>
</ol>
<ul>
<li>Tunggal Putra : Chou Tien Chen (TPE)</li>
<li>Tunggal Putri : Saina Kawakami (JPN)</li>
<li>Ganda Putra : Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin (TPE)</li>
<li>Ganda Putri : Chae Yoo Jung/Kim So Yeong (KOR)</li>
<li>Ganda Campuran : Seung Jae Seo/Kim Ha Na (KOR)</li>
</ul>
<ol start="6">
<li>Pemain bulutangkis Indonesia cukup mempunyai prestasi di turnamen Chinese Taipei Open Grand Prix Gold ini. Berikut perolehan gelar juara Chinese Taipei Open Grand Prix Gold dari tahun 2007 – 2017 :</li>
</ol>
<ul>
<li>Korea (15 gelar juara)</li>
<li>Indonesia (13 gelar juara)</li>
<li>Chinese Taipei (10 gelar juara)</li>
<li>China (9 gelar juara)</li>
<li>India (2 gelar juara)</li>
<li>Vietnam (2 gelar juara)</li>
<li>Hong Kong, Denmark, Malaysia, Jepang (masing-masing 1 gelar juara)</li>
</ul>
<ol start="7">
<li>Juara tunggal putra Chinese Taipei Open Grand Prix Gold asal Indonesia :</li>
</ol>
<ul>
<li>Sony Dwi Kuncoro (2007)</li>
<li>Simon Santoso (2008)</li>
<li>Simon Santoso (2010)</li>
<li>Tommy Sugiarto (2011)</li>
</ul>
<ol start="8">
<li>Juara ganda putra Chinese Taipei Open Grand Prix Gold asal Indonesia :</li>
</ol>
<ul>
<li>Markis Kido/Hendra Setiawan (2007)</li>
<li>Hendra Aprida Gunawan/Andrei Adistia (2014)</li>
</ul>
<ol start="9">
<li>Juara ganda putri Chinese Taipei Open Grand Prix Gold asal Indonesia :</li>
</ol>
<ul>
<li>Pia Zebadiah/Rizki Amelia Pradibta (2012)</li>
<li>Nitya Krishinda/ Greysia Polii (2014)</li>
<li>Nitya Krishinda/ Greysia Polii (2015)</li>
</ul>
<ol start="10">
<li>Juara ganda putri Chinese Taipei Open Grand Prix Gold asal Indonesia</li>
</ol>
<ul>
<li>Flandy Limpele / Vita Marissa (2007)</li>
<li>Devin Lahardi / Lita Nurlita (2008)</li>
<li>Hendra A Gunawan/Vita Marissa (2010)</li>
<li>Muhammad Rijal/Debby Susanto (2012)</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3077</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Fakta dan Data turnamen Junior International di Semester Pertama 2017</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3075</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3075#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Jul 2017 00:03:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3075</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Struktur turnamen Junior internasional terdiri dari : Junior International Grand Prix Junior International Challenge Junior International Series Junior Future Series Turnamen level Junior International Grand Prix tahun 2017, ada 4 turnamen dan 3 diantaranya sudah dilaksanakan. Berikut turnamen Junior International Grand Prix tahun 2017 : Dutch Junior 2017 (1-5 Maret 2017) German Junior 2017 [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Struktur turnamen Junior internasional terdiri dari :</li>
</ol>
<ul>
<li>Junior International Grand Prix</li>
<li>Junior International Challenge</li>
<li>Junior International Series</li>
<li>Junior Future Series</li>
</ul>
<ol start="2">
<li>Turnamen level Junior International Grand Prix tahun 2017, ada 4 turnamen dan 3 diantaranya sudah dilaksanakan. Berikut turnamen Junior International Grand Prix tahun 2017 :</li>
</ol>
<ul>
<li>Dutch Junior 2017 (1-5 Maret 2017)</li>
<li>German Junior 2017 (9-12 Mei 2017)</li>
<li>Pembangunan Jaya Raya International Junior Grand Prix (11-16 April 2017)</li>
<li>India International Junior Grand Prix (11-16 April 2017)</li>
</ul>
<ol start="3">
<li>Turnamen level Junior International Challenge tahun 2017, ada 3 turnamen dan 1 diantaranya sudah dilaksanakan. Berikut turnamen Junior International Challenge tahun 2017 :</li>
</ol>
<ul>
<li>Yonex – Shera – Roza – BTY International Challenge 2017 (4-9 April 2017)</li>
<li>Malaysia International Junior Open 2017 (5-9 September 2017)</li>
<li>Korea Junior Badminton Championships (13-19 September 2017)</li>
</ul>
<ol start="4">
<li>Indonesia belum berhasil meraih gelar juara untuk turnamen Junior International Grand Prix. Prestasi terbaik Indonesia adalah finalis, yaitu :</li>
</ol>
<ul>
<li>Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay (tunggal putra, Jaya Raya Grand Prix)</li>
<li>Agatha Imanuela / Siti Fadia Silva Ramadhanti (ganda putri, Jaya Raya Grand Prix)</li>
</ul>
<ol start="5">
<li>Sedangkan pemain Indonesia yang berprestasi sebagai semifinalis Junior International Grand Prix, yaitu :</li>
</ol>
<ul>
<li>Gatjra Piliang Fiqihila Cupu (tunggal putra, Jaya Raya Grand Prix)</li>
<li>Sri Fatmawati (tunggal putri, Jaya Raya Grand Prix)</li>
<li>Diana Setiyoningsih (tunggal putri, Jaya Raya Grand Prix)</li>
<li>Choirunnisa (tunggal putri, Dutch Junior)</li>
<li>Rizki Adam/Raynald Tangguh Hartanto (ganda putra, Jaya Raya Grand Prix)</li>
<li>Muhammad Shohibul Fikri/Abiyyu Fauzan Majid (ganda putra, Jaya Raya Grand Prix)</li>
<li>Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan /Rinov Rivaldy (ganda putra, Dutch Junior)</li>
<li>Serena Kani /Jauza Fadhila Sugiarto (ganda putri, Dutch Junior)</li>
<li>Agatha Imanuela / Siti Fadia Silva Ramadhanti (ganda putri, German Junior)</li>
<li>Agatha Imanuela / Siti Fadia Silva Ramadhanti (ganda putri, Jaya Raya Grand Prix)</li>
<li>Rinov Rivaldy /Angelica Wiratama (ganda campuran, Dutch Junior)</li>
<li>Yeremia Erich Yoche Yacob/ Ribka Sugiarto (ganda campuran, Jaya Raya Grand Prix)</li>
<li>Muhammad Shohibul Fikri/ Hilda Nur Fadilah (ganda campuran, Jaya Raya Grand Prix)</li>
</ul>
<ol start="6">
<li>Dari turnamen Junior International Challenge, baru dilaksanakan 1 turnamen yaitu Yonex – Shera – Roza – BTY International Challenge 2017 yang berlangsung di Bangkok, Thailand. Prestasi terbaik pemain Indonesia di turnamen ini adalah Gregoria Mariska (Juara tunggal putri)</li>
<li>Sedangkan pemain Indonesia yang berprestasi sebagai semifinalis Yonex – Shera – Roza – BTY International Challenge 2017 adalah :</li>
</ol>
<ul>
<li>Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti (ganda putri)</li>
<li>Renaldi Samosir/ Hediana Julimarbela (ganda campuran)</li>
<li>Yeremia Erich Yoche Yacob/ Ribka Sugiarto (ganda campuran)</li>
</ul>
<ol start="8">
<li>Perolehan gelar juara Junior International Grand Prix sampai dengan semester 1 tahun 2017, sbb :</li>
</ol>
<ul>
<li>Korea (6 gelar juara)</li>
<li>Taipei (3 gelar juara)</li>
<li>Jepang dan Thailand (masing-masing 2 gelar juara)</li>
<li>Singapura dan Malaysia (masing-masing 2 gelar juara)</li>
</ul>
<ol start="9">
<li>Perolehan gelar juara Junior International Grand Prix sampai dengan semester 1 tahun 2017, sbb :</li>
</ol>
<ul>
<li>Korea (3 gelar juara)</li>
<li>Indonesia (1 gelar juara)</li>
<li>Thailand (1 gelar juara)</li>
</ul>
<ol start="10">
<li>Catatan diatas hanya untuk kategori kelompok umur U19 (under 19) dan tidak termasuk untuk kelompok U17 dan U15 yang diselenggarakan juga di turnamen Jaya Raya Grand Prix</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.pbdjarum.org">www.pbdjarum.org</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3075</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Fakta dan Data turnamen International Challenge (IC) di  Semester Pertama 2017</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3073</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3073#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Jul 2017 01:21:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3073</guid>
		<description><![CDATA[Turnamen International Challenge (IC) merupakan turnamen level 4 BWF, berikut level dalam turnamen BWF : Level 1, BWF World Event (World Championships, Thomas Cup, Uber Cup, Sudirman Cup) Level 2, BWF World Superseries (World superseries Final, World Superseries Premier, World Superseries) Level 3, Grand Prix (Grand Prix Gold, Grand Prix) Level 4, BWF Events (International [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li>Turnamen International Challenge (IC) merupakan turnamen level 4 BWF, berikut level dalam turnamen BWF :
<ol>
<li>Level 1, BWF World Event (World Championships, Thomas Cup, Uber Cup, Sudirman Cup)</li>
<li>Level 2, BWF World Superseries (World superseries Final, World Superseries Premier, World Superseries)</li>
<li>Level 3, Grand Prix (Grand Prix Gold, Grand Prix)</li>
<li>Level 4, BWF Events (International Challenge, International Series, Future Series)</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol start="2">
<li>Turnamen IC, merupakan turnamen dengan hadiah tertinggi di level 4, sbb :
<ol>
<li>International Challenge (minimal $20,000)</li>
<li>International Series (minimal $8,000)</li>
<li>Future Series (sampai dengan $8,000)</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol start="3">
<li>Tahun 2017 ini, Indonesia tidak menyelenggarakan turnamen level IC</li>
<li>Sampai dengan semester pertama 2017, diselenggarakan 12 kali turnamen level International Challenge (IC), yaitu :
<ol>
<li>China IC</li>
<li>Iran Fajr IC</li>
<li>Austrian IC</li>
<li>Brazil IC</li>
<li>Hanoi Vietnam IC</li>
<li>Polish IC</li>
<li>Osaka IC (Jepang)</li>
<li>Orleans IC (Perancis)</li>
<li>Finish IC</li>
<li>Peru IC</li>
<li>Thailand IC</li>
<li>Spanish IC</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol start="5">
<li>Dari ke-12 turnamen, diperebutkan 5 gelar juara (tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri &amp; ganda campuran) kecuali di Iran Fajr IC yang tidak mempertandingkan nomor ganda campuran.</li>
<li>Berikut perolehan gelar juara pada turnamen IC :
<ol>
<li>Jepang (15 gelar juara)</li>
<li>China (10 gelar juara)</li>
<li>Taipei, India, Brazil (masing-masing 3 gelar juara)</li>
<li>Indonesia, Denmark, Korea, Thailand, Jerman, Polandia, Peru, Rusia, Belanda (masing-masing 2 gelar juara)</li>
<li>Malaysia, Singapura, Vietnam, Srilangka, Kanada, Skotlandia, Irlandia (masing-masing 1 gelar juara)</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol start="7">
<li>Lima negara tuan rumah yang tidak berhasil meraih juara di kandangnya adalah : Iran, Austria, Perancis, Finlandia dan Spanyol</li>
<li>Indonesia meraih 3 gelar juara, yakni :
<ol>
<li>Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro (ganda putra China IC)</li>
<li>Panji Ahmad Maulana (tunggal putra Iran Fajr IC)</li>
<li>Yulfirah Barkah/ Meirisa Cindy Sahputri (ganda putri Polish Open IC)</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol start="9">
<li>Pemain yang meraih lebih dari satu gelar juara IC, adalah :
<ol>
<li>Wang Sijie dari China (juara ganda putra Osaka IC, ganda campuran Osaka IC dan Thailand IC)</li>
<li>Yu Hiragasi dari Jepang (Juara tunggal putra Osaka IC dan Spanish IC)</li>
<li>Liao Min Chun dari Taipei (juara ganda putra Orleans IC dan Finish IC)</li>
<li>Cheng Heng Su dari Taipei (juara ganda putra Orleans IC dan Finish IC)</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol start="10">
<li>Negara penguasa masing-masing nomor adalah
<ol>
<li>Tunggal Putra : Jepang (3 gelar)</li>
<li>Tunggal putri : Jepang (4 gelar)</li>
<li>Ganda putra : India (3 gelar)</li>
<li>Ganda putri : Jepang (6 gelar)</li>
<li>anda campuran : China (4 gelar)</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Sumber : <a href="http://www.pbdjarum.org">www.pbdjarum.org</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3073</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Fakta dan Data Sirkuit Nasional (Sirnas) di  Semester Pertama 2017</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3070</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3070#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jun 2017 05:53:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3070</guid>
		<description><![CDATA[Sampai dengan semester pertama 2017, baru terselenggara 2 kali Sirnas, yaitu : Sirnas Sulawesi Utara Open di Manado (13-18 Maret 2017) Sirnas Kalimantan Open di Balikpapan (27 Maret – 1 April 2017) Sirnas seri ketiga yaitu Sirnas Premier Jakarta Open rencananya dilaksanakan 1-6 Mei 2017, ditunda ke semester kedua, yakni 10-15 Juli 2017, serta lokasi [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2017/06/channel-sirnas2017.jpg"><img class=" wp-image-3071 size-full aligncenter" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2017/06/channel-sirnas2017.jpg" alt="channel-sirnas2017" width="1500" height="160" /></a></p>
<ol>
<li>Sampai dengan semester pertama 2017, baru terselenggara 2 kali Sirnas, yaitu :
<ol>
<li>Sirnas Sulawesi Utara Open di Manado (13-18 Maret 2017)</li>
<li>Sirnas Kalimantan Open di Balikpapan (27 Maret – 1 April 2017)</li>
</ol>
</li>
<li>Sirnas seri ketiga yaitu Sirnas Premier Jakarta Open rencananya dilaksanakan 1-6 Mei 2017, ditunda ke semester kedua, yakni 10-15 Juli 2017, serta lokasi pertandingan pun dipindah ke Cilegon</li>
<li>Berikut Perolehan Gelar pada Sirnas Sulawesi Utara Open di Manado :
<ol>
<li>PB Djarum Kudus (5 gelar juara)</li>
<li>Exist Jakarta (5 gelar juara)</li>
<li>Jaya Raya (1 gelar juara)</li>
<li>Tangkas Intiland (1 gelar juara)</li>
<li>Semen Gresik (1 gelar juara)</li>
<li>Pertamina (1 gelar juara)</li>
<li>Gabungan Tjakrindo/SGS PLN (1 gelar juara)</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol start="4">
<li>Berikut Perolehan Gelar pada Sirnas Kalimantan Open di Balikpapan :
<ol>
<li>Exist Jakarta (7 gelar juara)</li>
<li>Jaya Raya Jakarta (2 gelar juara)</li>
<li>Samrock Medan (1 gelar juara)</li>
<li>Halim Jakarta Utara (1 gelar juara)</li>
<li>Pertamina (1 gelar juara)</li>
<li>Mutiara Bandung (1 gelar juara)</li>
<li>Pusdiklat Telkom (1 gelar juara)</li>
<li>SKO Ragunan (1 gelar juara)</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol start="5">
<li>Dengan demikian total perolehan gelar sementara adalah :
<ol>
<li>Exist Jakarta (12 gelar juara)</li>
<li>PB Djarum Kudus (5 gelar juara)</li>
<li>Jaya Raya Jakarta (3 gelar juara)</li>
<li>Pertamina (2 gelar juara)</li>
<li>Tangkas Intiland (1 gelar juara)</li>
<li>Semen Gresik (1 gelar juara)</li>
<li>Gabungan Tjakrindo/SGS PLN (1 gelar juara)</li>
<li>Samrock Medan (1 gelar juara)</li>
<li>Halim Jakarta Utara (1 gelar juara)</li>
<li>Mutiara Bandung (1 gelar juara)</li>
<li>Pusdiklat Telkom (1 gelar juara)</li>
<li>SKO Ragunan (1 gelar juara)</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="6">
<li>Pertandingan Sirkuit Nasional (Sirnas) dibagi dalam tiga kelompok umur, yakni :
<ol>
<li>Dewasa (usia bebas)</li>
<li>Taruna (under 19 tahun)</li>
<li>Remaja (Under 17 tahun)</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Masing-masing kelompok umur mempertandingkan nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda  putri dan ganda campuran</p>
<ol start="7">
<li>Pemain dari kelompok dewasa yang meraih lebih dari satu gelar juara adalah :
<ol>
<li>Dian Fitriani dari Pertamina dengan 2 gelar juara (ganda putri Sirnas Suluwesi Utara Open &amp; Kalimantan Open)</li>
<li>Nadya melati dari Pertamina dengan 2 gelar juara (ganda putri Sirnas Suluwesi Utara Open &amp; Kalimantan Open)</li>
<li>Irfan Fadhilah dari Jaya Raya dengan 2 gelar juara (ganda putra &amp; ganda campuran Kalimantan Open)</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol start="8">
<li>Di kelompok taruna, belum ada pemain yang mampu meraih lebih dari 1 gelar juara</li>
<li>Pemain dari kelompok remaja yang meraih lebih dari satu gelar juara adalah Nita Violina Marwah dari Exist Jakarta dengan 2 gelar juara (ganda putri Sirnas Suluwesi Utara Open &amp; ganda campuran Sirnas Kalimantan Open)</li>
<li>Sirkuit Nasional (Sirnas) masih menyisakan enam seri lagi, yakni di kota :
<ol>
<li>Cilegon (10-15 Juli 2017)</li>
<li>Bandung (17-22 Juli 2017)</li>
<li>Semarang (21-26 Agustus 2017)</li>
<li>Batam (4-9 September 2017)</li>
<li>Mataram (2-7 Oktober 2017)</li>
<li>Surabaya (23-28 Oktober 2017)</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Sumber : <a href="http://www.pbdjarum.org">www.pbdjarum.org</a></p>
<p>Foto : <a href="http://www.djarumbadminton.com">www.djarumbadminton.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3070</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Fakta dan Data Turnamen Grand Prix Gold di Semester Pertama 2017</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3065</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3065#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jun 2017 23:07:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3065</guid>
		<description><![CDATA[Turnamen level Grand Prix Gold sudah menyelesaikan 7 seri di semester pertama tahun 2017, yaitu : Malaysia Masters India GPG Thailand Masters German Open Swiss Open China Masters Thailand Open Negara peraih gelar juara adalah : China (12 gelar juara) India (5 gelar juara) Indonesia (4 gelar juara) Thailand (4 gelar juara) Jepang (3 gelar [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2017/06/banner-grand-prix.jpg"><img class="aligncenter wp-image-3066 size-full" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2017/06/banner-grand-prix.jpg" alt="banner-grand-prix" width="932" height="284" /></a></p>
<ol>
<li>Turnamen level Grand Prix Gold sudah menyelesaikan 7 seri di semester pertama tahun 2017, yaitu :
<ol>
<li>Malaysia Masters</li>
<li>India GPG</li>
<li>Thailand Masters</li>
<li>German Open</li>
<li>Swiss Open</li>
<li>China Masters</li>
<li>Thailand Open</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol start="2">
<li>Negara peraih gelar juara adalah :
<ol>
<li>China (12 gelar juara)</li>
<li>India (5 gelar juara)</li>
<li>Indonesia (4 gelar juara)</li>
<li>Thailand (4 gelar juara)</li>
<li>Jepang (3 gelar juara)</li>
<li>Denmark (3 gelar juara)</li>
<li>Taipei (2 gelar juara)</li>
<li>Malaysia (1 gelar juara)</li>
<li>Hong Kong (1 gelar juara)</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol start="3">
<li>Tidak ada negera yang selalu meraih gelar dalam 7 Grand Prix Gold semester pertama 2017.</li>
<li>Jerman dan Swiss merupakan tuan rumah yang tidak mampu meraih gelar juara. Empat tuan rumah lainnya, Malaysia, India, Thailand (2 kali) dan China berhasil meraih gelar di negaranya sendiri.</li>
<li>Pasangan ganda putra Indonesia Berry Anggriawan/Hardianto selalu berhasil menembus 4 besar di turnamen GPG yang diikuti yakni :
<ol>
<li>Malaysia Masters (Juara, mengalahkan Goh Sze Fei/Nur Izzudin (MAS) di final)</li>
<li>India GPG (Semifinalis, kalah dari Lu Ching Yao/ Yang Po Han (TPE))</li>
<li>Thailand Masters (Semifinalis, kalah dari Lu Ching Yao/ Yang Po Han (TPE))</li>
<li>China Masters (Semifinalis, kalah dari Takuto Inoue/ Yuki Kaneko (JPN))</li>
<li>Thailand Open (Juara, mengalahkan Raphael Beck/ Peter Kaesbauer (GER) di final)</li>
<li>German Open dan Swiss Open, tidak ikut serta</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol start="6">
<li>Tidak ada pemain yang berhasil mencetak hattrick, tetapi hanya ada yang juara dua GPG berturut-turut yakni pasangan Zhang Nan/Li Yunhui (CHN) di Thailand Masters dan German Open.</li>
<li>Atlet peraih gelar terbanyak dengan 2 gelar adalah
<ol>
<li>Berry Anggriawan (INA)</li>
<li>Hardianto (INA)</li>
<li>Wang Yilyu (CHN)</li>
<li>Zhang Nan (CHN)</li>
<li>Li Yunhui (CHN).</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol start="8">
<li>Pemain muda Indonesia Apriani Rahayu berhasil meraih gelar juara Grand Prix Gold pertamanya. Ia berpasangan dengan Greysia Polii menjuarai ganda putri Thailand Open</li>
<li>Nomor tunggal putra, tunggal putri dan ganda campuran merupakan yang selalu dijuarai pemain Asia. Dua nomor lainnya terdapat pemain Eropa yang juara yakni
<ol>
<li>Mathias Boe/Carsten Mogensen (DEN) di India GPG</li>
<li>Christinna Pedersen/ Kamilla Ryther Juhl (DEN) di India GPG</li>
<li>Kim ASTRUP /Anders Skaarup RASMUSSEN (DEN) di German Open</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol start="10">
<li>Negara penguasa masing-masing nomor adalah
<ol>
<li>Tunggal Putra : India dan China (2 gelar)</li>
<li>Tunggal putri : India, Thailand dan Jepang (2 gelar)</li>
<li>Ganda putra : Indonesia, Denmark, China (2 gelar)</li>
<li>Ganda putri : China (3 gelar)</li>
<li>Ganda campuran : China (4 gelar)</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Sumber : <a href="http://www.pbdjarum.org">www.pbdjarum.org</a></p>
<p>Foto : BWF</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3065</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Fakta dan Data Superseries/ Superseries Premier di  Semester Pertama 2017</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3059</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3059#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jun 2017 02:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3059</guid>
		<description><![CDATA[Superseries dan Superseries Premier sudah menyelesaikan 6 seri di semester pertama tahun 2017, yaitu : All England SSP, India SS Malaysia SSP Singapura SS Indonesia SSP Australia SS Negara peraih gelar juara sbb : China (8 gelar juara) Jepang (6 gelar juara) Indonesia (4 gelar juara) India (4 gelar juara) Taipei (3 gelar juara) Denmark [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2017/06/2017-Purple.jpg"><img class="aligncenter wp-image-3060 size-full" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2017/06/2017-Purple.jpg" alt="2017-Purple" width="980" height="394" /></a></p>
<ol>
<li>Superseries dan Superseries Premier sudah menyelesaikan 6 seri di semester pertama tahun 2017, yaitu :
<ol>
<li>All England SSP,</li>
<li>India SS</li>
<li>Malaysia SSP</li>
<li>Singapura SS</li>
<li>Indonesia SSP</li>
<li>Australia SS</li>
</ol>
</li>
<li>Negara peraih gelar juara sbb :
<ol>
<li>China (8 gelar juara)</li>
<li>Jepang (6 gelar juara)</li>
<li>Indonesia (4 gelar juara)</li>
<li>India (4 gelar juara)</li>
<li>Taipei (3 gelar juara)</li>
<li>Denmark (3 gelar juara)</li>
<li>Malaysia (1 gelar juara)</li>
<li>Korea (1 gelar juara)</li>
</ol>
</li>
<li>China merupakan satu-satunya negera yang selalu meraih gelar dalam 6 superseries/premier semester pertama 2017.</li>
<li>Indonesia dan India merupakan tuan rumah yang mampu meraih gelar juara. Empat tuan rumah lainnya, Inggris, Malaysia, Singapura dan Australia gagal meraih gelar di negaranya sendiri.</li>
<li>Pasangan ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon, mampu mencetak hattrick dalam tiga seri berturut-turut yakni All England, India dan Malaysia.</li>
<li>Pemain tunggal putri Taipei juga menciptakan hattrick di tiga seri yang diikutinya yakni All England, Malaysia dan Singapura, tetapi bukan tiga seri berturut-turut karena ia tidak ikut di India</li>
<li>Atlet peraih gelar terbanyak dengan 3 gelar adalah :
<ol>
<li>Kevin Sanjaya (INA)</li>
<li>Gideon Marcus Fernaldi (INA)</li>
<li>Lu Kai (CHN)</li>
<li>Tai Tzu Ying (TPE)</li>
<li>Huang Yaqiong (CHN)</li>
<li>Chen Qing Chen (CHN).</li>
</ol>
</li>
<li>Disusul dengan peraih 2 gelar adalah :
<ol>
<li>Srikant Kidambi (IND)</li>
<li>Zheng Siwei (CHN).</li>
</ol>
</li>
<li>Nomor tunggal putri dan ganda campuran merupakan yang selalu dijuarai pemain Asia. Tiga nomor lainnya terdapat pemain Eropa yang juara yakni :
<ol>
<li>Victor Axelsen (DEN)</li>
<li>Mathias Boe/Carsten Mogensen (DEN)</li>
<li>Christinna Pedersen/ Kamilla Ryther Juhl (DEN)</li>
</ol>
</li>
<li>Negara penguasa masing-masing nomor adalah :
<ol>
<li>Tunggal Putra : India (3 gelar)</li>
<li>Tunggal putri : Taipei (3 gelar)</li>
<li>Ganda putra : Indonesia (3 gelar)</li>
<li>Ganda putri : Jepang (3 gelar)</li>
<li>Ganda campuran : China (5 gelar)</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Sumber : <a href="http://www.pbdjarum.org">www.pbdjarum.org</a></p>
<p>Foto : BWF</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3059</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Kutukan&#8221; Indonesia Open Untuk Para Legenda</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2928</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2928#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jun 2017 04:25:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2928</guid>
		<description><![CDATA[Turnamen bulutangkis Indonesia Open mempunyai daya magis tersendiri bagi para pemain kelas dunia. Turnamen ini berkali-kali dinobatkan sebagai turnamen terbaik dunia. Hadiah yang diperebutkan selalu menjadi salah satu yang terbesar. Bahkan tidak semua legenda yang telah berpredikat juara dunia, mampu menjadi juara di Indonesia Open. Sebut saja salah satu nama legenda bulutangkis Lin Dan. Dua [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2017/06/20160602PBSI_BIOSSP_Jonatan-dan-Lin-Dan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2930" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2017/06/20160602PBSI_BIOSSP_Jonatan-dan-Lin-Dan-300x200.jpg" alt="20160602PBSI_BIOSSP_Jonatan dan Lin Dan" width="300" height="200" /></a>Turnamen bulutangkis Indonesia Open mempunyai daya magis tersendiri bagi para pemain kelas dunia. Turnamen ini berkali-kali dinobatkan sebagai turnamen terbaik dunia. Hadiah yang diperebutkan selalu menjadi salah satu yang terbesar. Bahkan tidak semua legenda yang telah berpredikat juara dunia, mampu menjadi juara di Indonesia Open.</p>
<p>Sebut saja salah satu nama legenda bulutangkis Lin Dan. Dua medali emas Olimpiade dan lima kali juara dunia telah diraihnya. Tetapi bertahun-tahun ia mencoba peruntungan di Indonesia Open dan hasilnya selalu gagal. Kita lihat data dalam tiga tahun terakhir saja, secara tak terduga, ia kalah dari pemain muda Indonesia Jonatan Christie, 12-21 dan 12-21 di Indonesia Open 2016. Demikian pula tahun 2015, Lin Dan harus mengakui pemain Indonesia lain Tommy Sugiarto, 21-19, 9-21 dan 16-21 di babak pertama. Sedangkan tahun 2014, ia tidak ikut serta.</p>
<p>Setali tiga uang dengan rekannya Chen Long. Emas Olimpiade Rio dan Juara Dunia dua kali merupakan bukti kehebatannya tapi selalu terganjal di Indonesia Open. Tahun 2014, ia mencapai semifinal sebelum kalah dari pemain Denmark Jan O Jorgensen, 19-21 dan 18-21. Datang sebagai unggulan pertama di tahun 2015, ia terhempas di perempat final dari Kashyap Parupalli (India), 21-14, 17-21 dan 14-21 di perempat final. Sedangkan tahun lalu ia mundur di babak pertama dan memberikan kemenangan walkover kapada Sony Dwi Kuncoro.</p>
<p>Dibagian putri, peraih emas Olimpiade dan dua kali juara dunia, Carolina Marin akan mencoba peruntungannya kembali. Dari data tiga tahun terakhir, ia kalah dari Wang Shixian dari China (perempat final, 2014), Yu Hashimoto dari Jepang (babak pertama, 2015) dan Wang Yihan dari China (semifinal, 2016). Padahal di pagelaran tahun lalu, ia merupakan unggulan utama.</p>
<p>Dari kubu tuan rumah, Tontowi Ahmad merupakan sosok yang kurang beruntung bila menghadapi publik Istora. Pemain ganda campuran yang berpasangan dengan Liliyana Natsir ini juara merupakan juara dunia dan peraih emas Olimpiade, tapi selalu kalah di ajang terbesar di negerinya. Tahun 2014, tersandung pasangan Xu Chen/Ma Jin dari China (semifinal), lalu tahun 2015 kalah dari Zhang Nan/Zhao Yunlei (semifinal) dan tahun 2016 lebih tragis karena kalah dari pasangan kualifikasi Kim Astrup/Line Kjaersfelt (babak kedua).</p>
<p>Kesialan Tontowi tentu tidak berlaku bagi Liliyana. Sebelumnya Liliyana telah dua kali menjadi juara Indonesia Open yakni tahun 2005 di nomor ganda campuran (berpasangan dengan Nova Widianto) dan ganda putri 2008 (berpasangan dengan Vita Marissa).</p>
<p>Tahun 2017, pertandingan Indonesia Open tidak digelar di Istora Senayan melainkan dipindah ke Plenary Hall, JCC, Senayan. Pemindahan ini terkait direnovasinya Istora yang bakal digunakan untuk ajang Asian Games 2018. Pemindahan ini mungkin bisa melepaskan “kutukan” Indonesia Open bagi para legenda diatas. Mampukah Lin Dan, Chen Long, Carolina Marin dan Tontowi Ahmad menjadi juara di ajang ini? Simak pertandingannya tanggal 12-18 Juni 2017. (HK)</p>
<p>Sumber : https://www.pbdjarum.org/forum/forum/atlet-bulutangkis/atlet-bulutangkis-dunia/170199-kutukan-indonesia-open-untuk-para-legenda</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2928</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kevin Jadi Milyarder Dalam Kurun Tiga Bulan</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2924</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2924#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jun 2017 07:19:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2924</guid>
		<description><![CDATA[Pebulutangkis PB Djarum Kevin Sanjaya Sukomuljo, menjadi seorang milyarder hanya dalam kurun waktu tiga bulan. Ia mengumpulkan pundi-pundi uang baik dari hadiah turnamen maupun bonus dari berbagai  pihak sebesar 1,423 Milyar (Maret-Mei 2017). Pemain ganda putra yang berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon ini, berhasil menjuarai tiga turnamen berturut-turut ditambah semifinalis satu turnamen. Dimulai dari menjuarai [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2017/06/Bonus-Kevin2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2926" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2017/06/Bonus-Kevin2-300x198.jpg" alt="Bonus Kevin2" width="300" height="198" /></a>Pebulutangkis PB Djarum Kevin Sanjaya Sukomuljo, menjadi seorang milyarder hanya dalam kurun waktu tiga bulan. Ia mengumpulkan pundi-pundi uang baik dari hadiah turnamen maupun bonus dari berbagai  pihak sebesar 1,423 Milyar (Maret-Mei 2017).</p>
<p>Pemain ganda putra yang berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon ini, berhasil menjuarai tiga turnamen berturut-turut ditambah semifinalis satu turnamen. Dimulai dari menjuarai turnamen tertua di dunia yang sangat bergengsi, All England Superseries Premier (7-12 Maret 2017). Lalu berlanjut ke India Open Superseries (28 Maret – 2 April 2017) dan Malaysia Open Superseries Premier (4-9 April 2017). Sedangkan di turnamen Singapore Open Superseries (11-16 April 2017), Kevin/Marcus mencapai babak semifinal. Hasil dari keempat turnamen, Kevin/Marcus berhak mengantongi hadiah masing-masing sebesar $ 62,687 atau setara Rp 835 juta.</p>
<p>Pundi pendapatan mereka semakin bertambah setelah menerima bonus Juara All England dari berbagai pihak. Bonus pertama diberikan Menpora sebesar masing-masing 250 juta. Penyerahan secara simbolis diserahkan Menpora Imam Nahrowi ketika Kevin/Marcus mendarat  di bandara Soekarno-Hatta (14/03/2017), sepulang dari London.</p>
<p>Sepekan kemudian (22/03/07), Djarum Foundation memberikan bonus khusus kepada Kevin sebagai atlet PB Djarum yang berhasil menjadi juara All England. Hadiah diserahkan Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin sebesar 250 juta. Penyerahan secara simbolis tersebut dilaksanakan di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta.<br />
PBSI sebagai induk organisasi olahraga bulutangkis Indonesia, tidak mau ketinggalan. Atas prestasinya, Kevin/Marcus diberikan bonus masing-masing sebesar 75 juta rupiah. Acara penghargaan ini digelar tanggal 6 Mei 2017 bersamaan dengan ulang tahun ke-66 yang jatuh pada sehari sebelumnya, 5 Mei 2017. Jika dijumlahkan hadiah dari keempat turnamen dan tiga kali penerimaan bonus maka Kevin mengantongi 1,4 Milyard atau manjadi milyarder dalam kurun tiga bulan.</p>
<p>Sedangkan pasangannya Marcus Fernaldi Gideon menerima nominal sedikit yang berbeda. Hal ini terjadi karena klubnya Tangkas memberikan bonus dalam bentuk satu unit apartemen. Perpaduan Kevin/Gideon kembali ditargetkan merebut gelar juara di turnamen berhadiah terbesar di dunia Indonesia Open Super Series Premier yang berlangsung tanggal 12-18 Juni 2017. Bila berhasil mencapai target dipastikan kocek keduanya semakin megembung, baik dari hadiah turnamen maupun bonus.  (HK)</p>
<p>Sumber : https://www.pbdjarum.org/forum/forum/atlet-bulutangkis/atlet-bulutangkis-indonesia/170172-kevin-jadi-milyarder-dalam-kurun-tiga-bulan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2924</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semangat Tanpa Batas</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2820</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2820#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2016 22:37:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2820</guid>
		<description><![CDATA[Kalimat “semangat tanpa batas” diucapkan Liliyana Natsir dalam tayangan iklan televisi disela-sela penanyangan langsung babak final Hong Kong Open Superseries dimana bertemunya dua finalis asal Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto. Kalimat yang disampaikan tersebut bukan sekedar memenuhi tuntutan peran dalam iklan tetapi juga terpatri di lapangan. Tontowi/Liliyana berhasil meraih juara setelah mengalahkan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/11/20161127PBSI_HOSS_TontowiLiliyana_JordanDebby2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2821" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/11/20161127PBSI_HOSS_TontowiLiliyana_JordanDebby2-300x200.jpg" alt="20161127pbsi_hoss_tontowililiyana_jordandebby2" width="300" height="200" /></a>Kalimat “semangat tanpa batas” diucapkan Liliyana Natsir dalam tayangan iklan televisi disela-sela penanyangan langsung babak final Hong Kong Open Superseries dimana bertemunya dua finalis asal Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto. Kalimat yang disampaikan tersebut bukan sekedar memenuhi tuntutan peran dalam iklan tetapi juga terpatri di lapangan. Tontowi/Liliyana berhasil meraih juara setelah mengalahkan yuniornya tersebut dengan skor, 21-19 dan 21-17.</p>
<p>Keberhasilan Tontowi/Liliyana di Hong Kong ini, berarti mereka menjuarai dua turnamen besar berturut-turut dalam dua minggu. Bagi pemain kawakan seperti mereka, memang bukanlah suatu kejutan besar. Namun dibalik itu, ada sebuah perjuangan tanpa batas yang berhasil mereka lewati. Liliyana yang sudah terlihat cedera sejak pekan sebelumnya di China Open Superseries, tetap tampil bersemangat di Hong Kong.</p>
<p>“Kami sangat puas dengan hasil ini. Karena kami bisa merebut dua gelar dalam dua minggu. Dengan kondisi saya yang seperti ini, tentu saya mengucap syukur kepada Tuhan atas prestasi yang kami peroleh,” kata Liliyana kepada situs remi PBSI.</p>
<p>“Tadinya kami sempat ingin memutuskan untuk mundur setelah Ci Butet (Liliyana Natsir) agak cedera. Kami juga sempat ragu-ragu untuk main di sini. Tapi saya meyakinkan Ci Butet bahwa kami bisa main di sini. Apalagi saya lihat arah angin di lapangan cocok buat kami. Jadi coba aja, kami paksa buat main di sini. Ternyata benar, hasilnya bisa maksimal,” ujar Tontowi.</p>
<p>Demikianlah komitmen besar seorang Liliyana, bahkan tidak menyerah walaupun lawan pamungkas adalah yuniornya sendiri. Tetapi “semangat tanpa batas”, bukan hanya milik Liliyana. Kalau kita menyaksikan seksama pertandingan di Hong Kong, terlihat daya juang Tontowi yang mengcover sebagian besar lapangan. Dengan keterbatasan gerak dari Liliyana, Tontowi berhasil menutup ruang dengan baik. Kedua pemain juga tidak cepat puas dengan prestasi-prestasi sebelumnya meskipun mereka sudah meraih prestasi tertinggi yakni emas Olimpiade.</p>
<p>“Setelah kami mendapat medali emas Olimpiade, mungkin orang berpikir kami sudah santai-santai dan nggak mikir prestasi lagi. Tapi ternyata kami bisa membuktikan di China Open Super Series Premier dan di sini lanjut lagi menang di Super Series,” kata Liliyana.</p>
<p>Pelajaran berharga dari dua pebulutangkis senior Indonesia ini, patut menjadi contoh bagi yunior-yuniornya. Bahkan bisa dijadikan inspirasi bagi semuanya dalam berjuang dibidang profesinya masing-masing.</p>
<p>(hendrigumay.wordpress.com )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2820</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Regenerasi dan Krisis Kesempatan</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2779</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2779#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2016 17:03:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2779</guid>
		<description><![CDATA[Dunia olahraga Indonesia masih terus bertumpu pada bulu tangkis. Baik pada kejuaraan Internasional berlevel rendah sampai ke kejuaraan dengan tahta paling tinggi, Olimpiade. Namun, sampai kapan bulu tangkis akan bertahan menjadi pijakan prestasi olahraga Indonesia? Regenerasi kini menjadi masalah utama dalam dunia olahraga, khususnya bulu tangkis yang notabenenya adalah olahraga nomor dua di Indonesia. Bahkan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_0416.jpg"><img class=" size-medium wp-image-2637 alignright" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_0416-300x214.jpg" alt="DSC_0416" width="300" height="214" /></a>Dunia olahraga Indonesia masih terus bertumpu pada bulu tangkis. Baik pada kejuaraan Internasional berlevel rendah sampai ke kejuaraan dengan tahta paling tinggi, Olimpiade. Namun, sampai kapan bulu tangkis akan bertahan menjadi pijakan prestasi olahraga Indonesia?</p>
<p>Regenerasi kini menjadi masalah utama dalam dunia olahraga, khususnya bulu tangkis yang notabenenya adalah olahraga nomor dua di Indonesia. Bahkan mungkin apabila dihitung dalam prestasi Internasional, bulu tangkis adalah olahraga nomor satu di Indonesia. Tentunya regenerasi adalah masalah yang serius.</p>
<p>Untuk mendulang prestasi, Indonesia sendiri masih bertumpu pada sekiranya tiga sektor dari lima sektor yang dimainkan. Ganda putra, ganda campuran, dan saat ini mulai mengandalkan ganda putri. Kekuatan di tunggal putra dan tunggal putri belum bisa diharapkan dan memiliki taji di kompetisi Internasional.</p>
<p>Lepasnya kostum tim nasional dari tubuh Taufik Hidayat, maka bisa dibilang juga lepasnya kejayaan tunggal putra Indonesia. Sejak itu, tidak ada lagi nama-nama pemain tunggal putra yang bisa bersinar terang di kancah Internasional.</p>
<p>Berhentinya Susi Susanti mengayunkan raket pada 1998 seolah menjadi berhentinya juga kejayaan tunggal putri Indonesia. Sampai saat ini, belum ada nama seorang putri bangsa pun yang bisa menyamai kejayaannya.</p>
<p>Hanya ada nama Maria Kristin Yulianti yang sedikit bisa menyandingkan namanya dengan Susi Susanti. Maria Kristin berhasil meraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008. Selepas itu, Indonesia belum menemukan permata barunya untuk sektor tunggal putri.</p>
<p>Tiga sektor utama yang selalu menjadi tumpuan pun semakin lama semakin luntur. Bagaimana tidak, tiga pasang pemain utama dengan peringkat tertinggi Indonesia pun masih belum bisa mengalungkan kembali medali emas di lehernya.</p>
<p>Hanya ada nama Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang akhirnya bisa meraih puncak prestasi dengan merebut medali emas Olimpiade Rio 2016. Paska Olimpiade, Tontowi/Liliyana pun masih belum bisa kembali diandalkan.</p>
<p>Para Ganda pelapis Tontowi/Liliyana juga belum bisa mem-<em>backup </em>lunturnya dominasi pasangan nomor empat dunia tersebut. Terakhir, dalam kejuaraan Denmark Open Super Series Premier 2016, Tontowi/Liliyana hanya mampu melangkah sampai babak 16 besar. Langkah paling jauh tim ganda campuran Indonesia hanya dicapai oleh Praveen Jordan/Debby Susanto yang melangkah sampai babak perempat final.</p>
<p>Sepanjang 2016 ini prestasi tim ganda campuran Indonesia memang tidak terlalu bersinar. Yang paling menonjol mungkin hanya emas Olimpiade Rio yang diberikan Tontowi/Liliyana dan juga Gelar All England 2016 oleh Praveen Jordan/Debby susanto.</p>
<p>Indonesia hanya memiliki satu senjata di sektor ganda putri, yaitu Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii. Saat ini mereka duduk di peringkat enam dunia. Namun, prestasi mereka pun belum terlalu bersinar paska meraih emas Asian Games di Korea pada 2014 lalu. Pada 2016 ini Greysia/Nitya baru mempersembahkan satu buah gelar, yaitu pada kejuaraan Singapore Open Super Series 2016.</p>
<p>Pasangan Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri, Anggia Shitta Awanda/Mahadewi Istirani, dan Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta pun belum bisa menunjukan perkembangan yang berarti. Padahal, tiga pasangan ini adalah nama-nama yang kelak akan menjadi pengganti Greysia/Nitya.</p>
<p>Sektor ganda putra bisa dikatakan salah satu tim paling kuat dan solid. Dari turnamen ke turnamen, tiap pasangan sudah bisa saling mengisi kekosongan satu sama lain. Tidak selalu nama Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan lagi di puncak tertinggi. Namun para pemain pelapisnya sudah bisa mulai unjuk gigi.</p>
<p>Sembilan gelar juara telah dipersembahkan tim ganda putra Indonesia sepanjang 2016. Nama Kevin Sanjaya/Gideon Markus Fernaldi menjadi nama paling kaya prestasi di 2016 ini. Mereka – Kevin/Gideon – memberikan tiga gelar juara yang diperoleh dari India, Australia, dan Malaysia. Setelah itu, ada pasangan Berry Anggriawan/Rian Agung Saputro, Fajar Alfian/Rian Ardianto, Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan, dan lain-lain yang ikut menyumbangkan gelar juara.</p>
<p>Sektor ganda putra memang dinilai sebagai sektor paling siap untuk bertahan dalam prestasi. Regenerasi pemain paling terlihat. Kompetisi untuk menjadi yang terbaik juga semakin nampak setelah beberapa kali sesama pemain Indoensia harus bertarung di partai puncak demi meraih gelar juara.</p>
<p>Namun, bagaimana dengan regenerasi sektor lain? Sudah ada nama Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Ihsan Maulana Mustofa di sektor tunggal putra. Ada nama Fitriani, Gregoria Mariska, dan Hana Ramadini di sektor tunggal putri. Namun, mereka belum mendapat kesempatan besar di dalam turnamen besar dunia.</p>
<p>Kesempatan pemain muda untuk turun di kejuaraan Internasional masih terbilang minim. Terlebih di sektor tunggal putri. Bahkan dalam kejuaraan French Open Super Series 2016, tidak ada nam-nama dari tim tunggal putri yang diturunkan.</p>
<p>Dari tim tunggal putra, tiga tombak utama Pelatnas akan bersaing. Jonatan, Ihsan, dan Ginting akan “mengasah” kemampuannya di ajang Perancis Terbuka. Sebagai tiga tunggal putra utama di Pelatnas, Jonatan, Ihsan, dan Ginting hanya bisa meningkatkan level permainan dalam sebuah kejuaraan. Tidak adanya sosok pemain senior di Pelatnas PBSI membuat ketiga penerus Taufik Hidayat itu harus berusaha lebih keras agar bisa menjadi pemain Top.</p>
<p>Realisasi permainan rangkap pun tersendat. Padahal, banyak negara maju sperti Korea dan China pun sudah berani melakukan permainan rangkap pada para pemainnya. Hal inilah yang menjadikan pemain mereka menjadi kaya pengalaman dan cepat meningkatnya level permainan.</p>
<p>Pengalihan sektor pun belum berani diambil langkahnya oleh kubu Indonesia. Dengan menukar pemain tunggal ke ganda, ganda putra ke ganda campuran, dan juga sebaliknya, belum memiliki ruang yang besar.</p>
<p>Yang dibutuhkan Indonesia saat ini hanyalah regenerasi dan sistim kepelatihan yang semakin baik. Negara besar China yang sudah banyak kehilangan pemain utamanya pun tetap tidak merasa khawatir. Regenerasi mereka berjalan sempurna. Tanpa adanya pemain utama, China tetap bisa melahirkan peraih gelar juara dalam setiap kejuaraan.</p>
<p>Korea, Malaysia, bahkan Jepang pun mengalami hal yang sama. Regenerasi mereka mulai terlihat dengan munculnya beberapa pemain andalah di beberapa sektor. Dan pemain-pemain ini bukan hanya “muncul” sebagai nama baru, tetapi mereka juga konsisten dalam menjaga permainan serta meraih prestasi.</p>
<p>Indonesia tidak bisa dikatakan krisis pemain. Sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia begitu melimpah. Namun, Indonesia hanya krisis kesempatan pada para pemainnya untuk bisa berkembang dan menemukan potensi utamanya. (RF)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2779</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wang (Indonesia) Versus Empat Wang (Tiongkok)</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2767</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2767#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2016 08:26:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2767</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin (19/09/2016), laman sosial media Badan Bulutangkis Dunia, BWF, merilis pensiunnya beberapa pebulutangkis hebat negeri Tiongkok, yaitu Zhao Yunlei, Tian Qing, Yu Yang, Wang Shixian dan Wang Yihan. Dua nama terakhir bersama Wang Xin dan Wang Lin, terkenal sebagai pemain-pemain yang mendominasi tunggal putri dunia sebelum tumbuhnya kekuatan baru seperti Carolina Marin (Spanyol), Ratchanok Inthanon [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="js_4" class="_5pbx userContent" data-ft="{&quot;tn&quot;:&quot;K&quot;}">
<p>Kemarin (19/09/2016), laman sosial media Badan Bulutangkis Dunia, BWF, merilis pensiunnya beberapa pebulutangkis hebat negeri Tiongkok, yaitu Zhao Yunlei, Tian Qing, Yu Yang, Wang Shixian dan Wang Yihan. Dua nama terakhir bersama Wang Xin dan Wang Lin, terkenal sebagai pemain-pemain yang mendominasi tunggal putri dunia sebelum tumbuhnya kekuatan baru seperti Carolina Marin (Spanyol), Ratchanok Inthanon (Thailand), Saina Nehwal (India) dan beberapa pemain putri non Tiongkok lainnya. Wang Yihan dan Wang Shixian pun menyusul Wang Lin dan Wang Xin yang lebih dulu pensiun.</p>
<p>Dominasi Empat Wang di tunggal putri jelas terlihat pada dua kali perebutan juara dunia yang dimenangkan oleh Wang Lin (2010) dan Wang Yihan (2011). Di turnamen tertua dunia, All England, ditorehkan nama sang juara Wang Yihan (2009) dan Wang Shixian (2011, 2014). Sedangkan Wang Xin merupakan salah satu andalan Tiongkok dalam merebut Piala Uber dan berbagai gelar juara serta peringkat satu dunia. Uniknya, keempat Wang ini sempat bertarung dalam dalam satu periode yang sama dan keempatnya pernah mencapai peringkat nomor satu dunia. Mereka pun bergantian juara dan terkadang saling mengalahkan.</p>
<p>Meskipun ada empat Wang yang sangat hebat dari Tiongkok tetapi tetap saja kalah dengan prestasi seorang Wang dari Indonesia. Siapakah dia?</p>
<p>Dia adalah pemain yang bernama Wang Lian-xiang, lahir di Tasikmalaya, 11 Februari 1971 yang kemudian lebih dikenal dengan nama Susy Susanti. Pemain legenda tunggal putri Indonesia ini memiliki gelar juara yang terbilang lengkap. Memang Susy dan keempat Wang merupakan pemain yang berbeda generasi, tetapi dapat dikatakan bahwa Susy mempunyai gelar juara yang lebih baik dari keempat Wang. Emas Olimpiade yang menjadi pembeda dengan antara Susy dengan mereka. Keempat Wang dari Tiongkok gagal mendapatkan medali paling bergengsi sejagad raya itu. Hanya Wang Yihan saja yang sempat meraih medali di Olimpiade, itu pun berupa medali perak tahun 2012 setelah kalah dari rekannya Li Xuerui.</p>
<p>Berikut data prestasi kelima pemain putri terbaik dunia tersebut :</p>
<p><strong>Susy Susanti (Wang Lian-xiang), Lahir 11 Februari 1971</strong><br />
Juara Piala Sudirman 1989<br />
Juara Piala Uber 1994 dan 1996<br />
Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992<br />
Medali Perunggu Olimpiade Atlanta 1996<br />
Medali Perunggu Asian Games 1990, dan 1994<br />
Juara World Championship 1993, semifinalis World Championship 1991, 1995<br />
Juara All England 1990, 1991, 1993, dan 1994, Finalis All England 1989<br />
Juara World Cup 1989 ,1990, 1993, 1994, 1996, 1997<br />
Juara World Badminton Grand Prix 1990, 1991, 1992, 1993, 1994 dan 1996<br />
Juara Indonesia Open 1989, 1991, 1994, 1995, 1996, dan 1997<br />
Juara Malaysia Open 1992,1993, 1994, 1995, dan 1997<br />
Juara Japan Open 1991 1992, 1994, dan 1995<br />
Juara Korea Open 1995<br />
Juara Dutch Open 1993, 1994<br />
Juara German Open 1992, 1993 1994<br />
Juara Denmark Open 1991 dan 1992<br />
Juara Thailand Open 1991, 1992, 1993, dan 1994<br />
Juara Swedish Open 1991 1992<br />
Juara Vietnam Open 1997<br />
Juara China Taipei Open 1991, 1994 dan 1996<br />
Juara SEA Games 1987, 1989, 1991, 1995, 1997 (beregu)<br />
Juara World Championship Junior 5 kali 1985(ws,wd,xd=3 nomor sekaligus)1987(ws,wd)<br />
Juara Australia Open 1990</p>
<p><strong>Wang Xin, Lahir 10 November 1985</strong><br />
Juara Piala Uber 2012<br />
Juara Hong Kong Open 2011<br />
Juara French Open 2011<br />
Juara Denmark Open 2011<br />
Juara Singapore Open 2011<br />
Juara Malaysia Open Grand Prix Gold 2011<br />
Juara China Masters 2010<br />
Juara German Open 2010<br />
Juara Malaysia Open 2010<br />
Juara Philippines Open 2009</p>
<p><strong>Wang Yihan, Lahir 18 Januari 1988</strong><br />
Juara BWF World Championships 2011<br />
Juara BWF Super Series Masters Finals 2011<br />
Juara Badminton Asia Championships 2011, 2013<br />
Juara Badminton World Cup 2006<br />
Juara England All England Open 2009<br />
Juara China Open 2011<br />
Juara Indonesia Open 2011<br />
Juara Denmark Open 2010, 2013<br />
Juara Korea Open 2011, 2014<br />
Juara Japan Open 2011, 2009, 2008<br />
Juara French Open 2010, 2009<br />
Juara Malaysia Open 2012<br />
Juara China Masters 2012<br />
Juara Hong Kong Open 2009, 2013<br />
Juara Singapore Open 2013, 2014<br />
Juara Swiss Open 2009<br />
Juara Macau Open 2009<br />
Juara German Open 2009, 2013<br />
Juara Bitburger Open 2007<br />
Juara Russian Open 2007</p>
<p><strong>Wang Lin, Lahir 30 Maret 1989</strong><br />
Juara World Championships 2010<br />
Juara French Open 2008<br />
Juara Denmark Open 2008<br />
Juara China Masters 2006</p>
<p><strong>Wang Shixian, Lahir 13 Februari 1990</strong><br />
Juara All England 2011, 2014<br />
Juara Asian Games 2010<br />
Juara Super Series Masters Finals 2010<br />
Juara French Open 2013, 2014<br />
Juara India Open 2014<br />
Juara Swiss Open 2013<br />
Juara Korea Open 2012<br />
Juara Macau Open 2011<br />
Juara China Masters 2009, 2011<br />
Juara Malaysia Open 2011<br />
Juara Swiss Open 2010<br />
Juara Korea Open 2010<br />
Juara Malaysia Open Grand Prix Gold 2009</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2767</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Catatan Om Jae) Jelang Australian Open Super Series 2016</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2651</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2651#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2016 23:27:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2651</guid>
		<description><![CDATA[Kejuaraan Bulutangkis Australia Terbuka 2016 hari ini Senin 6/6/16 dnyatakan telah dimulai. Seperti biasa pihak penyelenggara mengundang Menteri Pariwisata dan Olah Raga Australia untuk membukanya. Dikarenakan cuaca kota Sydney sejak jumat sore lalu hujan deras tidak pernah berhenti sampai Senin subuh tadi, dan hari ini ramalan cuaca juga menyatakan akan turun hujan deras maka semua [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/Om-Jae.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2652" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/Om-Jae-300x200.jpg" alt="Om Jae" width="300" height="200" /></a>Kejuaraan Bulutangkis Australia Terbuka 2016 hari ini Senin 6/6/16 dnyatakan telah dimulai.<br />
Seperti biasa pihak penyelenggara mengundang Menteri Pariwisata dan Olah Raga Australia untuk membukanya.</p>
<p>Dikarenakan cuaca kota Sydney sejak jumat sore lalu hujan deras tidak pernah berhenti sampai Senin subuh tadi, dan hari ini ramalan cuaca juga menyatakan akan turun hujan deras maka semua acara yang diadakan di Milson Point wharf menjadi molor.</p>
<div class="text_exposed_show">
<p>Bahkan sang Menteri hanya bersalaman saja tanpa memberikan kata sambutan. Maklum hujan rintik2 kecil turun walau hanya beberapa menit.</p>
<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/Om-Jae2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-2653" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/Om-Jae2-300x200.jpg" alt="Om Jae2" width="300" height="200" /></a>Bukan itu saja LCW pun dinyatakan tidak akan hadir karena baru mendarat 1 atau 2 jam lalu di kota Sydney. Waktu ane tiba disana, tidak ada seorang pemainpun ada. Menurut email dari penyelenggara untuk ane, LCW. Koo/Tan, Intanon dan Gronya akan hadir.</p>
<p>Jam 12 kurang baru Koo/Tan terlihat, tidak lama LCW dan Gronya juga tiba. Hujan rintik2 turun tp memang tidak ada tempat berteduh maka kami yg hadir cuek saja.</p>
<p>Ada satu hal menarik, bertemu dengan salah satu sesi repotnya tim Malaysia. Wanita ramah penuh senyum bercerita, mendarat langsung makan tanpa sikat gigi dan mandi langsung ke Milson Point.<br />
Bau katanya dan kucel. Tan Boen Heong senyum2 saja mendengar cerita Amy.</p>
<p>Waktunya hanya singkat sekali, ane yang memang sejak lama sangat menyukai ganda putra Malaysia Koo/Tan sempat bersenda gurau. Mereka berdua sangat ramah dan humoris.</p>
<p>Berbincang ringan dengan Gronya dan LCW membuat suasana sangat hangat. Tidak ada kesan sombong sama sekali dari mereka semua.</p>
<p>(Jae Sport)</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2651</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
