<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnal Bulutangkis &#187; &#187; Tak Berkategori</title>
	<atom:link href="http://jurnalbulutangkis.com/home/?cat=1&#038;feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnalbulutangkis.com/home</link>
	<description>Rumah Bersama Bulutangkis Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jan 2026 06:57:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.1.41</generator>
	<item>
		<title>(DAIHATSU INDONESIA MASTERS 2024) Zheng/Huang Mengoleksi Gelar Kelima di Istora Senayan</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4454</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4454#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jan 2024 08:29:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4454</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 28 Januari 2024 Ganda campuran China, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong kembali menjadi juara turnamen bulutangkis Daihatsu Indonesia Masters 2024. Mereka naik podium jawara seusai mengalahkan wakil Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito. Dalam laga final yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (28/1), pasangan ranking satu dunia itu menang dengan skor 21-15, [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-28-at-15.11.03.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4460" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-28-at-15.11.03-300x200.jpeg" alt="WhatsApp Image 2024-01-28 at 15.11.03" width="300" height="200" /></a>Jakarta, 28 Januari 2024</p>
<p>Ganda campuran China, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong kembali menjadi juara turnamen bulutangkis Daihatsu Indonesia Masters 2024. Mereka naik podium jawara seusai mengalahkan wakil Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito.</p>
<p>Dalam laga final yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (28/1), pasangan ranking satu dunia itu menang dengan skor 21-15, 21-16 atas wakil Negeri Matahari Terbit tersebut.</p>
<p>Pada pertandingan ini peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020 tersebut bermain menekan sejak awal pertandingan. Hanya peraih medali emas Asian Games 2022 itu sempat lengah di gim kedua saat pasangan Jepang di luar dugaan mampu keluar dari tekanan Zheng/Huang.</p>
<p>Beruntung juara All England 2023 tersebut mampu mengantisipasi permainan dengan baik untuk akhirnya menang dua gim langsung dalam tempo 31 menit.</p>
<p>“Kami agak lengah di awal gim kedua saat lawan bisa melihat celah kosong di pertahanan kami sehingga mereka bisa keluar menyerang. Setelah interval kami bisa memperbaiki hal tersebut dan akhirnya mengunci kemenangan di pertandingan ini,” ungkap Huang.</p>
<p>Dengan hasil ini Zheng/Huang meraih gelar kelimanya di turnamen Daihatsu Indonesia Masters. Sebelumnya wakil Negeri Panda ini berjaya pada edisi 2018, 2019, 2020, dan 2022.</p>
<p>Raihan gelar di turnamen BWF Super 500 tersebut memberikan kepercayaan diri lebih buat Zheng/Huang, mengingat di turnamen sebelumnya pada Malaysia Open 2024 mereka hanya mampu melangkah hingga delapan besar.</p>
<p>“Jujur kami tidak tahu dan tidak menghitung berapa gelar yang telah kami raih di Istora Senayan. Kami senang menjadi sejarah buat kami. Terlebih tempat ini juga menjadi favorit kami selama bertanding,” tambah Huang.</p>
<p>Sepanjang tampil di turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2024, juara BWF World Tour Finals 2023 itu mengaku senang mengingat banyak fan yang memberikan dukungan buat pasangan asal Negeri Tirai Bambu tersebut.</p>
<p>Setelah absen di India Open 2024, runner up BWF World Championships 2023 itu memutuskan untuk tampil di turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2024 yang punya atmosfer berbeda dengan turnamen-turnamen lainnya.</p>
<p>Terlebih tampil di turnamen BWF Super 500 itu didukung penuh fan sehingga yang membuat para pemain termotivasi memberikan hasil maksimal.</p>
<p>“Saya senang bisa tampil pada turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2024 di Jakarta. Banyak fan yang memberikan dukungan buat kami kendati kami bukan wakil dari Indonesia,” ujar Huang.</p>
<p>“Secara keseluruhan kami senang dengan apa yang disediakan selama tampil pada turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2024,” pungkas Zheng.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4454</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DAIHATSU INDONESIA MASTERS 2024  Tekad Fajar/Rian Mengembalikan Kepercayaan Diri</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4434</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4434#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jan 2024 15:18:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4434</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 23 Januari 2023 Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melangkah ke 16 besar turnamen bulutangkis Daihatsu Indonesia Masters 2024. Dalam laga yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (23/1), pasangan ranking tujuh dunia itu menang atas wakil Chinese Taipei, Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan dengan skor 21-16, 21-14. Pada turnamen BWF Super 500, [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, 23 Januari 2023</p>
<p>Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melangkah ke 16 besar turnamen bulutangkis Daihatsu Indonesia Masters 2024.</p>
<p>Dalam laga yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (23/1), pasangan ranking tujuh dunia itu menang atas wakil Chinese Taipei, Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan dengan skor 21-16, 21-14.</p>
<p>Pada turnamen BWF Super 500, juara All England 2023 itu bertekad ingin memperbaiki penampilan seusai tidak maksimal saat tampil pada dua turnamen awal tahun di Malaysia dan India Open 2024.</p>
<p>Peraih medali perak Asian Games 2018 itu berharap performanya kembali bisa stabil untuk bisa kembali bersaing pada setiap babak yang dilalui.</p>
<p>“Berbicara tekanan sejauh ini kami hanya ingin menampilkan permainan terbaik setelah di dua turnamen pada Malaysia dan India Open 2024 tidak tampil maksimal,” ucap Fajar.</p>
<p>“Saya berharap pada turnamen ini kami bisa maksimal dan memberikan pembuktian bahwa bulutangkis Indonesia masih kuat,” ungkap Fajar.</p>
<p>Juara Malaysia Open 2023 itu mengaku mempersiapkan diri dengan matang untuk menghadapi turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2024. Diharapkan dengan beberapa evaluasi yang dilakukan selama ini bisa segera mengembalikan performa pasangan berakronim FajRi tersebut.</p>
<p>“Masukan dari pelatih agar kami bisa mengasah terus kekurangan kami selama ini. Menghadapi pertandingan babak kedua kami mau fokus terlebih dahulu supaya bisa menampilkan permainan terbaik,” tambah Fajar.</p>
<p>Dengan kemenangan ini Fajar/Rian akan jumpa wakil Malaysia, Man Wei Chong/Kai Wun Tee. Pada pertandingan sebelumnya tercatat wakil Negeri Jiran tersebut mengalahkan pasangan Denmark, Andreas Sondergaard/Jesper Toft lewat pertarungan sengit 17-21, 21-10, 21-14.</p>
<p>Tren apik Fajar/Rian juga diikuti oleh ganda putra Indonesia lainnya Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Pasangan berjuluk The Babies itu mengalahkan wakil Jerman, Mark Lamsfuss/Marvin Seidel dua gim langsung dengan skor 21-16, 21-17.</p>
<p>Wakil ganda putra Indonesia lainnya yang berjuang ke 16 besar ada Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, dan Sabar Karyaman Gutama/Reza Pahlevi Isfahani. (*)</p>
<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-23-at-22.14.42_2b78b138.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4435" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-23-at-22.14.42_2b78b138-300x200.jpg" alt="WhatsApp Image 2024-01-23 at 22.14.42_2b78b138" width="300" height="200" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4434</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DAIHATSU INDONESIA MASTERS 2024  Ajang Bergengsi Siap Digelar di Istora</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4431</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4431#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2024 12:41:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4431</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 22 Januari 2024 Turnamen internasional bertajuk Daihatsu Indonesia Masters 2024 kembali memanaskan atmosfer bulutangkis di Tanah Air. Ajang bergengsi ini siap digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 23-28 Januari 2024. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perhelatan pada tahun 2024 ini terasa spesial. Pasalnya, pada gelaran yang masuk dalam rangkaian HSBC BWF World Tour [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-22-at-19.36.28_3a5c60ab.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4432" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-22-at-19.36.28_3a5c60ab-300x200.jpg" alt="WhatsApp Image 2024-01-22 at 19.36.28_3a5c60ab" width="300" height="200" /></a>Jakarta, 22 Januari 2024</p>
<p>Turnamen internasional bertajuk Daihatsu Indonesia Masters 2024 kembali memanaskan atmosfer bulutangkis di Tanah Air. Ajang bergengsi ini siap digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 23-28 Januari 2024. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perhelatan pada tahun 2024 ini terasa spesial.</p>
<p>Pasalnya, pada gelaran yang masuk dalam rangkaian HSBC BWF World Tour Super 500 ini digunakan sebagai ajang kualifikasi menuju Olimpiade Paris 2024. Dengan begitu, hampir seluruh pemain terbaik dunia berbondong-bondong ke Jakarta untuk memperebutkan prize money yang totalnya mencapai 420.000 dollar AS atau sekitar Rp6,3 miliar, tetapi sekaligus mengejar kemenangan agar mendapat tambahan poin ranking tampil ke Olimpiade Paris.</p>
<p>&#8220;Turnamen ini terasa spesial. Ini karena tak hanya demi mengejar titel juara dan prize money, para pemain yang hadir juga akan bersaing ketat karena turnamen ini dipakai sebagai penghitungan poin menuju Olimpiade Paris 2024 yang bakal berakhir pada April 2024. Turnamen ini menjanjikan 9.200 poin ranking bagi peserta yang sukses menjadi juara,&#8221; kata Armand Darmadji, Ketua Panitia Pelaksana, dalam konferensi pers jelang turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2024 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (22/1).</p>
<p>Selain Armand, hadir pula sebagai nara sumber adalah Ariavita Purnamasari, Head of Communications &amp; Corporate Sustainability HSBC Indonesia. Selain itu tiga atlet kebanggaan Apriyani Rahayu, Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Chico Aura Dwi Wardoyo.</p>
<p>Dijelaskan oleh Armand, bahwa persiapan menyambut gelaran bulutangkis internasional Daihatsu Indonesia Masters 2024 sudah rampung. Turnamen bergengsi yang akan berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, siap digelar.</p>
<p>&#8220;Persiapan menyangkut arena kejuaraan di Istora sudah beres semua. Tinggal detail-detail kecil yang perlu dirapikan untuk menyambut para pemain dan penonton,&#8221; ujar Armand.</p>
<p>Menurut Armand, persaingan di tengah lapangan dipastikan bakal berlangsung seru, sengit, menarik, dan menghibur penonton. Ini karena hadirnya pemain-pemain top dunia ke Jakarta. Sebanyak 278 pemain dari 29 negara hadir.</p>
<p>Negara yang hadir mengirimkan pemain terbaiknya, bisa disebut Chinese Taipei datang dengan kekuatan terbesar dengan membawa 36 pemain, menyusul China (34), Malaysia (26), Jepang (22), Denmark (22), Thailand (14), USA (10), dan India (9). Tuan rumah Indonesia menyertakan 34 pemain.</p>
<p>Dikatakan Armand, tak hanya pemain tamu. Bintang-bintang top tuan rumah semua akan turun berlaga. Seperti, Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Chico Aura Dwi Wardoyo di tunggal putra, Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri (ganda putra).</p>
<p>Juga turun bertanding pasangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti (ganda putri), serta Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati, serta Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja (ganda campuran) dll., siap bersaing.</p>
<p>Di tunggal putra, absennya Viktor Axelsen tentu akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para jagoan tunggal putra tuan rumah. Anthony Sinisuka Ginting yang diunggulkan di posisi ketiga dan Jonatan Christie sebagai unggulan keempat, tentu harus memanfaatkan kesempatan saat pemain nomor satu dunia tersebut tidak hadir ke Jakarta.</p>
<p>Juara tahun 2023, Jonatan punya peluang lebih besar untuk bisa mempertahankan titel juaranya. Sedangkan Ginting, juara tahun 2018 dan 2020 tentu berharap bisa kembali kampiun untuk kali ketiga.</p>
<p>Panpel turnamen juga perlu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Daihatsu yang terus berkomitmen untuk mendukung kemajuan olahraga bulutangkis dunia, khususnya di Indonesia. Turnamen ini merupakan kerjasama ketujuh antara PBSI dan Daihatsu sejak 2018.</p>
<p>Ditambahkan oleh Armand, animo masyarakat juga sangat besar untuk kembali menyaksikan laga-laga bulutangkis kelas dunia di Istora. Terbukti penjualan tiket untuk menonton gelaran ini laris manis. Tinggal tiket hari final yang masih tersedia.</p>
<p>&#8220;Kami juga terus meningkatkan kualitas dan fasilitas seperti menambah tenant-tenant yang lebih variatif di Istora dengan berkolaborasi bersama UMKM-UMKM,&#8221; ucap Armand.</p>
<p>&#8220;Terakhir, kami berharap turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2024 mencapai dwi sukses. Yaitu sukses prestasi dan sukses penyelenggaraan,&#8221; harap Armand.</p>
<p>Dari pemain, Chico mengaku ingin mengulang kesuksesan di edisi 2023 dengan menembus partai final. Dengan persiapan yang lebih matang, pemain kelahiran 15 Juni 1998 itu percaya diri agar bisa tampil di turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2024.</p>
<p>Berdasarkan undian, nantinya juara Taipei Open 2023 itu berhadapan melawan tunggal putra Denmark, Anders Antonsen.</p>
<p>“Untuk persiapan saya sudah melakukan cukup baik. Saya sempat mengalami masalah di bagian pinggang dan untuk menghadapi Daihatsu Indonesia Masters 2024 saya sudah merasa fit,” tutur Chico.</p>
<p>“Saya ingin menampilkan permainan terbaik saya di hadapan publik sendiri. Semoga bisa kembali tampil di final dan saya sekarang mau step by step terlebih dahulu,” ungkap Chico.</p>
<p>Dari sektor ganda putri, Apriyani/Fadia akan kembali bertanding seusai absen di Malaysia Open dan India Open 2024. Setelah dengan perhitungan matang, peraih medali emas SEA Games 2021 itu berharap bisa tampil maksimal nantinya di turnamen BWF Super 500 itu.</p>
<p>“Persiapan kami sudah cukup baik, setelah saya absen di Malaysia dan India, kami akan memulai lagi tampil di Daihatsu Indonesia Masters 2024. Kami berharap bisa masuk final dan menjadi juara di sini untuk bisa mengamankan poin menuju Olimpiade Paris 2024 mendatang,” ungkap Apriyani.</p>
<p>“Saya selalu siap, kami melakukan pemulihan terlebih dahulu dan kami tidak mau terburu-buru. Pada turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2024 target kami ingin menjadi juara,” timpal Fadia.</p>
<p>Dari sponsor, Head of Communications &amp; Corporate Sustainability HSBC Indonesia, Ariavita Purnamasari juga mendukung penuh ajang Daihatsu Indonesia Masters 2024. Diharapkan dengan adanya dukungan penuh dari para sponsor membuat atlet tuan rumah bisa bermain bermain maksimal mengingat didukung penuh penggemar yang hadir memenuhi Istora Senayan, Jakarta.</p>
<p>“Senang rasanya kembali menjadi sponsor turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2024 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta. Tahun ini bagi kami terasa spesial karena kami merayakan hari jadi ke-140 tahun HSBC di Indonesia serta kali keenam kami mendukung terlaksana turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2024,&#8221; kata Ariavita.</p>
<p>“Komitmen kami selaras dengan mendukung pertumbuhan bulutangkis Indonesia agar tercipta atlet-atlet yang mengharumkan Indonesia di kancah dunia,” pungkas Ariavita. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4431</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapal Api Group Indonesia Open 2023:  Ginting Sudah Maksimal</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4260</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4260#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jun 2023 02:04:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4260</guid>
		<description><![CDATA[Anthony Sinisuka Ginting gagal melanjutkan tren positif seusai di partai final turnamen bulutangkis Kapal Api Group Indonesia Open 2023 kalah dari tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen. Berlaga di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (18/6), pemain asal Cimahi (Jabar) itu harus puas menjadi runner up seusai menyerah dengan skor 14-21, 13-21. Pada pertandingan ini [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Anthony Sinisuka Ginting gagal melanjutkan tren positif seusai di partai final turnamen bulutangkis Kapal Api Group Indonesia Open 2023 kalah dari tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen.</p>
<p>Berlaga di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (18/6), pemain asal Cimahi (Jabar) itu harus puas menjadi runner up seusai menyerah dengan skor 14-21, 13-21.</p>
<p>Pada pertandingan ini pemain rangking dua dunia itu mengaku sudah memberikan permainan terbaiknya. Sayang perlawanan peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu harus menyerah dalam tempo 47 menit.</p>
<p>“Bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan hari tanpa mengalami cedera. Dua pekan terakhir yang tidak mudah untuk saya mengingat harus melakoni turnamen back to back,&#8221; ujar Ginting.</p>
<p>“Sejauh ini saya puas dengan pencapaian ini. Tidak mudah dalam menghadapi turnamen back to back pertandingan dan bersyukur bisa melewati hal itu,” ungkap runner up BWF World Tour Finals 2022 itu.</p>
<p>Kekalahan ini sejatinya memutus tren positif Anthony Sinisuka Ginting yang pada turnamen sebelumnya di Singapore Open 2023 menjadi juara. Saat itu di Singapore Indoor Arena, juara Hylo Open 2022 itu menjadi jawara seusai di partai final mengalahkan wakil Denmark, Anders Antonsen dengan skor 21-16, 21-13.</p>
<p>Pada pertandingan kali ini, juara Indonesia Masters 2020 itu mengakui bahwa Viktor Axelsen memanfaatkan keunggulan fisiknya yang menjulang untuk meraih kemenangan.</p>
<p>Melihat hal itu, Ginting terlihat kurang bisa mengantisipasi hal tersebut sehingga juara Badminton Asia Championships (BAC) 2023 itu terlihat kewalahan pada pertengahan pertandingan.</p>
<p>“Axelsen memanfaatkan tinggi badan dan jangkauan di laga ini. Saya melihat permainan saya juga sudah dibaca dan ke depannya saya akan terus berbenah untuk mencari celah kelemahan Axelsen,” tambah pemain bertinggi badan 171 cm itu.</p>
<p>Pelatih sektor tunggal putra Indonesia, Irwansyah mengungkapkan bahwa perjuangan anak asuhannya sudah maksimal.</p>
<p>Pada pertandingan ini, Irwansyah menilai bahwa permainan Ginting sudah seusai dengan instruksinya dan sayang Axelsen lebih unggul dalam hal jangkauan.</p>
<p>“Terima kasih atas dukungan buat Anthony Sinisuka Ginting yang sudah bermain hebat kali ini.</p>
<p>“Kami sudah mencoba semaksimal mungkin di laga tadi dan ke depannya saya yakin kami bisa mengalahkan Viktor Axelsen,” ujar mantan pelatih Irlandia Utara itu.</p>
<p>Dengan hasil ini, Anthony Sinisuka Ginting menelan kekalahan ke-10 dari Viktor Axelsen sepanjang 16 pertemuan terakhir.</p>
<p>Tercatat kemenangan terakhir Ginting melawan Axelsen tercipta pada babak semifinal Indonesia Masters 2020 dengan skor 22-20, 21-11. (*)<a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2023/06/WhatsApp-Image-2023-06-19-at-08.53.34.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4261" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2023/06/WhatsApp-Image-2023-06-19-at-08.53.34-300x200.jpeg" alt="WhatsApp Image 2023-06-19 at 08.53.34" width="300" height="200" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4260</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapal Api Group Indonesia Open 2023:  Didukung Presiden Jokowi, Ginting  Melaju ke Laga Pamungkas</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4254</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4254#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jun 2023 04:41:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4254</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 17 Juni 2023 Pebulutangkis Anthony Sinisuka Ginting melangkah ke partai final turnamen bulutangkis Kapal Api Group Indonesia Open 2023. Tiket tersebut didapat seusai mengalahkan tunggal putra China, Li Shi Feng. Dukungan Presiden Joko Widodo menambah semangat dia untuk maju ke laga pamungkas. Berlaga di Istora Gekora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (17/6), pemain asal [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Juni 2023</p>
<p>Pebulutangkis Anthony Sinisuka Ginting melangkah ke partai final turnamen bulutangkis Kapal Api Group Indonesia Open 2023. Tiket tersebut didapat seusai mengalahkan tunggal putra China, Li Shi Feng. Dukungan Presiden Joko Widodo menambah semangat dia untuk maju ke laga pamungkas.</p>
<p>Berlaga di Istora Gekora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (17/6), pemain asal Cimahi (Jabar) itu menang dua gim langsung dengan skor 21-17, 21-15 atas wakil Negeri Tirai Bambu tersebut. Pada pertandingan ini tunggal putra rangking dua itu mengaku sudah mengetahui gaya bermain dari juara All England 2023 tersebut.</p>
<p>Tercatat sepanjang tahun 2023, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu sudah berjumpa dengan Li Shi Feng sebanyak tiga kali sejak India Open 2023 pada Januari silam. Pertemuan terakhir Ginting melawan Li Shi Feng tercatat terjadi di babak perempatfinal Singapore Open 2023.</p>
<p>Saat itu di Singapore Indoor Stadium, juara Badminton Asia Championships (BAC) 2023 menang lewat pertarungan rubber game dengan skor 21-13, 16-21, 21-12.</p>
<p>TIdak heran di laga ini terlihat setelah mengetahui gaya bermain lawan, pemain kelahiran 11 Mei 1996 itu hanya fokus untuk mengurangi kesalahan sendiri.</p>
<p>&#8220;Bersyukur bisa menyelesaikan laga ini dengan baik dan tanpa cedera. Pertandingan menghadapi Li Shi Feng cukup ketat hari ini. Tahun ini kami sudah sering bertemu jadi sudah mengenal karakter satu sama lain. Pada laga ini saya fokus untuk mengurangi kesalahan sendiri,&#8221; ungkap Ginting.</p>
<p>Pada pertandingan ini, juara Indonesia Masters 2020 itu mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana yang sudah meluangkan waktu untuk menonton.</p>
<p>Presiden Jokowi datang ke Istora Senayan dengan didampingi oleh Menpora Dito Ariotedjo serta Sekjen PP PBSI Fadil Imran untuk mendukung Ginting berlaga.</p>
<p>Kehadiran orang nomor satu di Republik Indonesia itu menambah semangat Ginting dalam bermain sehingga mampu mengatasi Li Shi Feng dalam tempo 51 menit.</p>
<p>&#8220;Terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang datang dan meluangkan waktu untuk menonton saya. Jujur saya tidak menyangka ditonton Presiden di laga ini,&#8221; tambah pemain bertinggi badan 171 cm itu.</p>
<p>Dengan hasil ini, Anthony Sinisuka Ginting lolos ke partai final dan akan menantang tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen.</p>
<p>Pada pertandingan sebelumnya, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu melaju ke partai puncak seusai mengatasi perlawanan wakil India, Prannoy H.S lewat pertarungan straight game dengan skor identik 21-15, 21-15.</p>
<p>Menghadapi tunggal putra rangking satu dunia itu, Ginting mengaku tidak mau terbebani. Anak asuhan Irwansyah itu ingin fokus pemulihan terlebih dahulu dan akan mempersiapkan diri dengan pelatih terkait strategi menghadapi Axelsen.</p>
<p>&#8220;Pertandingan tinggal satu lagi, saya mau memberikan yang terbaik. Sekarang saya mau fokus recovery, evaluasi pertandingan hari ini dan kemudian berdiskusi dengan pelatih untuk pertandingan esok hari,&#8221; lata Ginting.</p>
<p>&#8220;Mohon doa dan dukungannya untuk pertandingan final besok semoga bisa memberikan yang terbaik,&#8221; pungkas Ginting.</p>
<p>Menilik rekor pertemuan, Anthony Sinisuka Ginting tercatat baru empat kali menang dari 15 pertemuan melawan Viktor Axelsen.</p>
<p>Tercatat kemenangan terakhir Ginting atas Axelsen baru tercipta pada 2020 silam di semifinal turnamen Indonesia Masters. Saat itu di Istora Senayan, Ginting mengalahkan Axelsen dua gim langsung dengan skor 22-20, 21-11.</p>
<p>Sayang langkah Ginting ke final tidak diikuti oleh Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Pasangan berjuluk The Prayer itu menyerah dari wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik lewat pertarungan rubber game dengan skor 21-12, 21-23, 13-21. (*)<a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2023/06/WhatsApp-Image-2023-06-18-at-11.37.51.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4255" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2023/06/WhatsApp-Image-2023-06-18-at-11.37.51-300x200.jpeg" alt="WhatsApp Image 2023-06-18 at 11.37.51" width="300" height="200" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4254</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anthony Ginting Sukses Pertahankan Gelar</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4228</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4228#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jun 2023 00:14:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=4228</guid>
		<description><![CDATA[Tunggal putra andalan Indonesoa, Anthony Sinisuka Ginting sukses mempertahankan gelarnya di Singapore Open. Anthony merebut gelar juara dengan mengalahkan Anders Antonsesn (Denmark) melalui dua game langsung 21-16, 21-13, Minggu (11/6). Capaian ini merupakan final ketiga dan gelar kedua buat Anthony di Singapore Open. Tahun 2019, Anthony finis sebagai runner up. Kemudian di 2022 dan 2023 [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p class="full"><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2023/06/2cc4c61b13921c89f6ea2354de207a23.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4229" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2023/06/2cc4c61b13921c89f6ea2354de207a23-300x191.jpg" alt="2cc4c61b13921c89f6ea2354de207a23" width="300" height="191" /></a>Tunggal putra andalan Indonesoa, Anthony Sinisuka Ginting sukses mempertahankan gelarnya di Singapore Open. Anthony merebut gelar juara dengan mengalahkan Anders Antonsesn (Denmark) melalui dua game langsung 21-16, 21-13, Minggu (11/6).</p>
<p class="full">Capaian ini merupakan final ketiga dan gelar kedua buat Anthony di Singapore Open. Tahun 2019, Anthony finis sebagai runner up. Kemudian di 2022 dan 2023 sukses menduduki podium juara.</p>
<p class="full">“Saya seperti main di rumah sendiri. Dari masuk lapangan sudah disuport penonton. Terima kasih dan bersyukur atas dukungannya. Saya selalu merasa senang setiap datang ke Singapura,” kata Anthony dalam keterangan PBSI.</p>
<p class="full">“Perbedaan dengan gelar juara tahun lalu, cuma di perbedaan di lawan saja. Tahun lalu saya lawan Kodai Naraoka. Rasanya hampir sama, cuma saya harus tetap menyiapkan strategi yang berbeda. Soal apa tahun ini lebih mudah, rasanya sama saja,” lanjutnya.</p>
<p class="full">Anthony mengaku laga final kali ini berhasil ia kontrol dengan baik. Sejak game pertama dimulai, Anthony membuat Antonsen tak berkutik. Setelah menang di game pembuka, Anthony mengatakan lebih tenang dan yakin dalam merebut kemenangannya.</p>
<p class="full">“Pada game pertama saya bisa mengontrol dan lawan tak berkembang. Memang di awal-awal game, lawan lebih agresif. Saya sempat ikut irama lawan dan kurang tenang. Tetapi setelah itu, saya bisa mengembangkan permainan dan lebih leluasa. Keberhasilan di game pertama, tentu makin membuat saya bisa lebih tenang. Di game kedua, permainan saya bisa keluar semua. Saya bisa lebih tenang dan yakin,” ujar Anthony.</p>
<p class="full">Sukses menjadi juara di Singapura, Anthony tak mau cepat puas. Ia mengatakan akan terus meningkatkan kemampuannya dan merebut gelar-gelar lainnya.</p>
<p class="full">“Senang bisa juara, tetapi ini tentu bukan pencapaian yang mudah. Masih ada yang harus dikejar. Lawan tentu juga banyak masih ingin mengalahkan saya. Masih ada yang harus ditingkatkan,” kata atlet besutan klub SGS PLN Bandung ini.</p>
<p class="full">“Gelar ini saya persembahkan kepada keluarga, mama, papa, PBSI, pelatih, tim tunggal putra, tim yang selalu latihan bareng sejak di Jakarta. Saya hari ini bisa membawa hasil yang positif,” tutup Anthony.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=4228</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PIK 2 Hadiahi Greysia/Apriyani Rumah</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3868</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3868#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2021 12:31:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3868</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 22 Agustus 2021 Seperti sudah dijanjikan sebelumnya, pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu akhirnya menerima masing-masing satu unit rumah di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), Jakarta Utara sebagai apresiasi atas keberhasilan meraih medali emas di ajang Olimpiade Tokyo 2020 lalu. Apresiasi ini merupakan persembahan dari Agung Sedayu Group dan Salim Group sebagai [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2021/08/20210822_PBSI_ApresiasiPIK2-2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3869" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2021/08/20210822_PBSI_ApresiasiPIK2-2-300x184.jpg" alt="20210822_PBSI_ApresiasiPIK2 2" width="300" height="184" /></a>Jakarta, 22 Agustus 2021</p>
<p>Seperti sudah dijanjikan sebelumnya, pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu akhirnya menerima masing-masing satu unit rumah di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), Jakarta Utara sebagai apresiasi atas keberhasilan meraih medali emas di ajang Olimpiade Tokyo 2020 lalu. Apresiasi ini merupakan persembahan dari Agung Sedayu Group dan Salim Group sebagai pengembang dari PIK 2.</p>
<p>Selain Greysia/Apriyani, sang pelatih Eng Hian juga mendapat hadiah yang sama. Greysia/Apriyani akan menghuni rumah dua lantai di Pasir Putih Residences, sementara Eng Hian menghuni satu rumah dua lantai di kluster California.</p>
<p>&#8220;Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 yang merupakan mega proyek Agung Sedayu Group dengan Salim Group, turut merasa bangga terhadap Greysia Polii/Apriyani Rahayu, juga kepada Eng Hian. Kedua Srikandi ini telah meraih medali emas di Olimpiade 2020 di Tokyo lalu,&#8221; kata Nono Sampono, Direktur Utama Agung Sedayu Group, di acara Persembahan Pahlawan Emas Olimpiade, Minggu (22/8).</p>
<p>&#8220;Oleh karenanya, dengan bangga PIK 2 menghadiahkan masing-masing satu unit rumah dua lantai di Pasir Putih Residences dan Eng Hian yang sudah berjasa melatih kedua Srikandi emas ini dalam bentuk satu unit rumah dua lantai di kluster California,&#8221; lanjut Nono.</p>
<p>Tidak hanya itu, PIK 2 juga menyatakan keinginan mereka untuk membentuk sebuah perkumpulan bulutangkis lengkap dengan gedung bulutangkis berkapasitas 20 lapangan.</p>
<p>Sebagai informasi, untuk mendukung PBSI ke depan dalam memunculkan atlet-atlet yang mampu berprestasi di tingkat dunia, maka kami akan membentuk perkumpulan bulutangkis bernama PB PIK 2. Sekaligus akan membangun pusat pelatihan bulutangkis dengan 20 buah lapangan, lengkap dengan tribun penonton setara dengan hall untuk event-event internasional. Kami sudah siapkan lahan sekitar 43 hektar lebih. Semoga Tuhan YME meridhoi rencana serta upaya-upaya dan harapan kita dalam mengabdi pada bangsa dan negara tercinta ini,&#8221; ucap Nono.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Greysia/Apriyani tidak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas semua dukungan mereka terima.</p>
<p>&#8220;Puji syukur kepada Tuhan yang sudah memberikan berkat ini. Kami sangat berterima kasih kepada semua yang sudah ambil bagian dalam mendukung kami, mendukung prestasi olahraga Indonesia. Apresiasi dari PIK 2 ini benar-benar di luar ekspektasi kami. Kami tidak pernah berpikir tentang apa yang akan kami dapat, jiwa kami hanya bagaimana membuat prestasi untuk negara ini,&#8221; ungkap Greysia sambil berkaca-kaca.</p>
<p>&#8220;Terima kasih untuk apresiasi ini untuk kami. Saya merasa haru dan bangga karena ternyata orang Konawe, daerah yang terpencil, bisa mendapatkan hadiah yang sangat luar biasa&#8221;, sambung Apriyani seraya menahan tangis.</p>
<p>Di hari yang sama, Greysia/Apriyani juga mendapat apresiasi dari J99 Corporation masing-masing sebesar Rp 500 juta. Perusahaan asal Malang, Jawa Timur itu juga menghadiahi pebulutangkis Anthony Sinisuka Ginting sebesar Rp 100 juta. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3868</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Blibli Indonesia Open 2019) Tunggal Putra Disebut Punya Peluang Rebut Gelar</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3526</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3526#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Jun 2019 06:34:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3526</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 25/6/2019) Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti menyebutkan bahwa nomor tunggal putra menjadi salah satu andalan di ajang Blibli Indonesia Open 2019. Penampilan Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting yang bergerak naik, membuat Susy menaruh harapan. &#8220;Kalau lihat progres tunggal putra memang bagus, meskipun levelnya masih belum tinggi, tapi paling tidak [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 25/6/2019)<br />
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti menyebutkan bahwa nomor tunggal putra menjadi salah satu andalan di ajang Blibli Indonesia Open 2019. Penampilan Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting yang bergerak naik, membuat Susy menaruh harapan.</p>
<p>&#8220;Kalau lihat progres tunggal putra memang bagus, meskipun levelnya masih belum tinggi, tapi paling tidak ada peningkatan dari kepercayaan diri mereka. Saya rasa tunggal putra punya peluang, jadi ajang pembuktian bagi mereka,&#8221; kata Susy kepada Badmintonindonesia.org.</p>
<p>Berdasarkan hasil undian yang baru saja dirilis di situs Badminton World Federation (BWF), Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting berada di pool atas, sedangkan Tommy Sugiarto, menempati pool bawah.</p>
<p>Di babak pertama, Anthony akan bertemu dengan Lu Guangzu dari Tiongkok. Jika lolos hingga perempat final, kemungkinan besar akan terjadi pertemuan yang dinanti-nanti para pecinta bulutangkis yaitu duel antara Anthony dengan Kento Momota, pemain nomor satu dunia asal Jepang.</p>
<p>Sementara itu Jonatan Christie bakal bertemu dengan Rasmus Gemke, pemain asal Denmark. Jika perjalanannya mulus, di babak perdelapan besar, Jonatan kembali akan bertemu dengan Chou Tien Chen, pemain andalan Taiwan.</p>
<p>Sedangkan Tommy Sugiarto sudah harus berhadapan dengan pemain unggulan di laga pertama yaitu Chen Long dari Tiongkok. Jika berhasil membuat kejutan dan lolos ke perempat final, besar kemungkinan Tommy akan berjumpa dengan Shi Yuqi, unggulan kedua dari Tiongkok.</p>
<p>&#8220;Saya rasa mereka bisa mengatasi (lawan-lawan), asalkan dari merekanya, persiapannya dan apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan di pertandingan nanti,&#8221; ucap Hendry Saputra, Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI.</p>
<p>&#8220;Ditargetkan juara boleh saja, kita boleh prediksi tapi tetap tidak bisa pastikan siapa yang juara. Harapannya memang besar, bisa ke final dan juara. Dari mana dasarnya? Lihat head to head dan bandingkan, kalau ketemu pemain-pemain top, misalnya Momota, Chou Tien, (Viktor) Axelsen, pernah menang kalah. Ketemu Shi Yuqi, (Kidambi) Srikanth, sudah bisa menang. Kalau melihat dari hasil sebelumnya, tentu bisa dibilang kans Jonatan dan Anthony itu ada,&#8221; tutur Hendry.</p>
<p>Hendry juga menuturkan, bahwa banyak yang tidak memprediksi Anthony bisa meraih gelar di China Open 2018 yang juga turnamen Super 1000, selevel dengan Blibli Indonesia Open 2019. Hendry meyakini jika para pemain dapat menaklukkan panggung bulutangkis elit, jika mereka bisa menerapkan strategi yang telah direncanakan.</p>
<p>&#8220;Waktu Anthony menang itu kan buah dari latihan dia. Tapi konsistensinya yang masih belum dapat. Kalau sudah konsisten, mestinya dia bisa dapat gelar lebih banyak, karena dari fisik, teknik dan cara mainnya, mental juang sudah bagus, tinggal konsistennya itu,&#8221; pungkas Hendry.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3526</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(New Zealand Open 2019) Hendra/Ahsan Beberkan Kunci Kemenangan di Final</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3506</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3506#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 06 May 2019 09:12:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3506</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 5/5/2019) Kemenangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjadikan Indonesia sebagai juara umum di ajang New Zealand Open 2019. Indonesia meraih dua gelar dan satu runner up dalam pertandingan final yang berlangsung di Eventfinda Stadium, Auckland. Gelar pertama diraih lewat tunggal putra Jonatan Christie. Unggulan ketiga ini mengalahkan Ng Ka Long Angus, unggulan keenam dari Hong Kong, [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 5/5/2019)<br />
Kemenangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjadikan Indonesia sebagai juara umum di ajang New Zealand Open 2019. Indonesia meraih dua gelar dan satu runner up dalam pertandingan final yang berlangsung di Eventfinda Stadium, Auckland.</p>
<p>Gelar pertama diraih lewat tunggal putra Jonatan Christie. Unggulan ketiga ini mengalahkan Ng Ka Long Angus, unggulan keenam dari Hong Kong, dalam permainan straight game, 21-12, 21-13. Hendra/Ahsan kemudian mempersembahkan gelar kedua bagi Merah-Putih dengan mengalahkan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang), dengan skor 20-22, 21-15, 21-17.</p>
<p>Sayangnya Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti tak dapat mengamankan gelar juara saat dihadang ganda campuran Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, dengan skor 14-21, 21-16, 27-29.</p>
<p>Tampil sabar menghadapi Endo/Watanabe, diklaim Hendra/Ahsan yang merupakan juara All England 2019 ini sebagai kunci kemenangan mereka. Wakil Jepang tersebut memang memiliki pertahanan rapat yang tak mudah untuk ditembus. Hendra/Ahsan mesti kehilangan game pertama walaupun sempat memimpin perolehan angka 18-16.</p>
<p>&#8220;Sebetulnya tidak ada perbedaan di game pertama, kedua dan ketiga. Kalau menghadapi mereka memang harus lebih sabar saja dari awal,&#8221; ujar Ahsan soal permainan.</p>
<p>&#8220;Pasangan Jepang ini punya defense yang kuat, tipe main mereka memang defense dulu baru balik serang,&#8221; kata Ahsan yang bersama Hendra merupakan Juara Dunia 2013 dan 2015.</p>
<p>Gelar ini semakin mengokohkan posisi Hendra/Ahsan di jajaran elit ganda putra dunia. Saat ini Hendra/Ahsan ada di peringkat empat dunia. Ketika ditanya soal target jelang olimpiade, Hendra/Ahsan menyebutkan jika mereka ingin menikmati pertandingan mereka.</p>
<p>&#8220;Target kami cuma main bagus dan enjoy, menikmati pertandingan-pertandingan kami,&#8221; sebut Ahsan.</p>
<p>Berikut hasil lengkap pertandingan final New Zealand Open 2019:</p>
<p>Ganda Campuran<br />
Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (2/MAS) vs Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (5/INA) 21-14, 16-21, 29-27</p>
<p>Ganda Putri<br />
Kim So Yeong/Kong Hee Yong (KOR) vs Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (2/JPN) 21-15, 21-18</p>
<p>Tunggal Putra<br />
Jonatan Christie (3/INA) vs Ng Ka Long Angus (6/HKG) 21-12, 21-13</p>
<p>Tunggal Putri<br />
An Se Young (KOR) vs Li Xuerui (6/CHN) 21-19, 21-15</p>
<p>Ganda Putra<br />
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (2/INA) vs Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (3/JPN) 20-22, 21-15, 21-17</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3506</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Indonesia Masters 2018) Ihsan Rebut Gelar Perdana Di 2018</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3449</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3449#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Sep 2018 12:01:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=3449</guid>
		<description><![CDATA[(Pangkalpinang, 23/9/2018) Ihsan Maulana Mustofa sukses menduduki podium utama Bangka Belitung Indonesia Masters 2018, Minggu (23/9). Ini sekaligus menjadi gelar perdananya di tahun ini. Sepanjang tahun 2018, capaian terbaik Ihsan ialah finalis Akita Masters 2018, Juli lalu. Pada pertandingan yang berlangsung di GOR Sahabudin, Pangkalpinang, Ihsan mengalahkan pemain Taiwan, Lin Yu Hsien, 21-17 dan 23-21. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p class="yiv8928538616MsoNormal"><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2018/09/23092018_IM_Ihsan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3450" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2018/09/23092018_IM_Ihsan-300x200.jpg" alt="23092018_IM_Ihsan" width="300" height="200" /></a>(Pangkalpinang, 23/9/2018)</p>
<p class="yiv8928538616MsoNormal">Ihsan Maulana Mustofa sukses menduduki podium utama Bangka Belitung Indonesia Masters 2018, Minggu (23/9). Ini sekaligus menjadi gelar perdananya di tahun ini. Sepanjang tahun 2018, capaian terbaik Ihsan ialah finalis Akita Masters 2018, Juli lalu.</p>
<p class="yiv8928538616MsoNormal">Pada pertandingan yang berlangsung di GOR Sahabudin, Pangkalpinang, Ihsan mengalahkan pemain Taiwan, Lin Yu Hsien, 21-17 dan 23-21. Di game pertama, Ihsan sempat berada di bawah permainan Lin. Namun ia yang tertinggal 7-11 kemudian bisa merebut delapan poin beruntun menjadi 15-11. Ihsan kemudian sukses memenangkan game pertamanya.</p>
<p class="yiv8928538616MsoNormal">Masuk ke game dua, pertandingan berjalan lebih alot. Susul menyusul poin terjadi dari awal hingga akhir. Keduanya bahkan terlibat dua kali<i> setting point</i> sebelum akhirnya angka 23-21 berhasil direbut Ihsan.</p>
<p class="yiv8928538616MsoNormal">“Alhamdulillah karena sampai hari ini Allah kasih kemudahan buat saya bisa jadi juara di sini. Semua juga tidak terlepas dari doa-doa yang mendukung saya, terima kasih. Dari pertama di lapangan saya terus yakin dan fokus satu poin demi poin. Tapi game kedua saya ada kendala sedikit, fokus saya sempat blank dan depannya sempat ragu. Alhamdulillah saya bisa mengatasi sampai akhir,” kata Ihsan usai pertandingan.</p>
<p class="yiv8928538616MsoNormal">Dengan demikian, Indonesia sukses membawa dua gelar juara, setelah sebelumnya Rinov Rivaldy/Pitha Mentari Haningtyas menang. Di sisi lain, Jepang juga membawa dua gelar melalui Minatsu Mitani, tunggal putri dan Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata, ganda putri. Sementara gelar ganda putra diamankan oleh Chang Ko Chi/Lu Chia Pin dari Taiwan.</p>
<p class="yiv8928538616MsoNormal">Sumber : Humas PBSI</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=3449</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PBSI Targetkan Satu Gelar Juara</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2903</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2903#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 22 May 2017 12:20:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2903</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 22 Mei 2017) Jurnalbulutangkis.com — Kejuaraan bulu tangkis BCA Indonesia Open 2017 akan digelar pada12-18 Juni mendatang. Indonesia Open 2017 akan digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta. Hal ini disebabkan karena Istora Senayan seang mengalami renovasi untuk Asian Games 2018 mendatang. Perpindahan tempat ke Jakarta Convention Center akan memberikan setidaknya tiga dampak [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 22 Mei 2017)<a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2017/05/DSC_1210.jpg"><img class=" size-medium wp-image-2904 alignleft" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2017/05/DSC_1210-300x199.jpg" alt="DSC_1210" width="300" height="199" /></a></p>
<p style="text-align: left"><strong>Jurnalbulutangkis.com</strong> — Kejuaraan bulu tangkis BCA Indonesia Open 2017 akan digelar pada12-18 Juni mendatang. Indonesia Open 2017 akan digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta. Hal ini disebabkan karena Istora Senayan seang mengalami renovasi untuk Asian Games 2018 mendatang.</p>
<p>Perpindahan tempat ke Jakarta Convention Center akan memberikan setidaknya tiga dampak utama. Naiknya harga tiket, menurunnya kapasitas penonton, dan waktu penyelenggaraan yang sedikit lebih lama. Salah satu panitia pelaksana, Yoppy Rosimin, mengatakan bahwa ia yakin perpindahan tempat ini tidak akan mengurangi antusiasme penonton.</p>
<p>“Walaupun kapasitasnya lebih sedikit, tapi JCC akan lebih nyaman daripada Istora,” ucap Yoppy.</p>
<p>Indonesia Open merupakan salah satu kejuaraan yang memiliki kelas paling tinggi di seluruh dunia. Dengan level Super Series Premier, maka seluruh pemain yang berada di peringkat 10 besar dunia wajib berpartisipasi dalam kejuaraan ini.</p>
<p>Mengingat ketatnya persaingan dalam level ini, PP PBSI hanya menargetkan satu gelar juara di Indonesia Open kali ini. Kasubid Humas dan Media PP PBSI, Ricky Soebagdja, mengungkapkan bahwa target satu gelar juara pun tidak akan mudah untuk dicapai dalam kejuaraan berlevel Super Series Premier.</p>
<p>“Terakhir kita bisa juara pada 2013 lalu lewat Ahsan/Hendra, dan tiga tahun ini kita tanpa gelar. Semoga di Indonesia Open kali ini bisa dapat setidaknya satu gelar lewat ganda putra,” ujar Ricky.</p>
<p>Sektor ganda menjadi sektor yang diharapkan bisa meraih gelar. Rexy menilai bahwa peluang terbesar memang berada di ganda putra mengingat laju impresif dari pasangan Kevin Sanjaya/Gideon Markus Fernaldi di beberapa turnamen terakhir.</p>
<p>“Semoga tahun ini tidak hanya meraih gelar kejuaraan terbaik dunia, ya, saya sih berharap para pemain kita juga bisa meraih prestasi terbaik,” tutup Ricky. (RF)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2903</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tontowi/Liliyana Juara di Malaysia Terbuka 2016</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2409</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2409#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2016 08:57:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2409</guid>
		<description><![CDATA[(Shah Alam, 10/04/2016) Pasangan ganda campuran terbaik Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, berhasil meraih gelar juara dalam ajang Malaysia Open Super Series Premier 2016 pada Minggu (10/04) sore. Tontowi/Liliyana keluar sebagai juara setelah bertarung melawan wakil tuan rumah, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, dalam laga tiga game dengan skor 23-21, 13-21, dan 21-16. Tontowi/Liliyana terlihat sangat [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Shah Alam, 10/04/2016)</p>
<p>Pasangan ganda campuran terbaik Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, berhasil meraih gelar juara dalam ajang Malaysia Open Super Series Premier 2016 pada Minggu (10/04) sore. Tontowi/Liliyana keluar sebagai juara setelah bertarung melawan wakil tuan rumah, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, dalam laga tiga game dengan skor 23-21, 13-21, dan 21-16.</p>
<p>Tontowi/Liliyana terlihat sangat dominan di awal game pertama. Serangan-serangan Tontowi mampu terus menembus sisi pertahanan pasangan terbaik Malaysia ini. Saat kedudukan 13-6, Tontowi/Liliyana nampak melakukan kesalahan beruntun beberapa kali. Hal ini dimanfaatkan oleh Chan/Goh sampai akhirnya mereka bisa menyamakan kedudukan jadi 13-13.</p>
<p>Kejar mengejar angka mulai terjadi setelah pasangan Malaysia berhasil menyamakan kedudukan. Perolehan angka menjadi begitu ketat dan membuat kedua pasangan ini bermain dengan hati-hati.</p>
<p>Tontowi/Liliyana sempat unggul kembali sampai skor 20-17. Namun Chan/Goh kembali menyamakan kedudukan hingga 20-20. Dengan ketenangan dan kematangan permainan Tontowi/Liliyana, akhirnya mereka bisa menutup game pertama dengan skor 23-21.</p>
<p>Pasangan Malaysia terus mencoba menekan pertahanan Tontowi/Liliyana sejak awal game kedua. Hal ini terlihat jauh lebih efektif karena Chan/Goh mampu terus memimpin perolehan angka hingga interval game kedua dengan skor 8-11.</p>
<p>Pasangan Tontowi/Liliyana mulai tertekan. Permainan terbaiknya seolah tidak keluar dalam game kedua ini. Chan/Goh semakin memanfaatkan keadaan yang kurang baik di kubu Tontowi/Liliyana dengan terus menekan dan menyerang sisi pertahanan Tontowi/Liliyana.</p>
<p>Game kedua pun berhasil diamankan oleh Chan/Goh dengan skor 13-21. Pasangan Malaysia ini berhasil memaksakan terjadinya <em>rubber game</em> dan menjaga harapan publik Malaysia untuk meraih gelar juara.</p>
<p>Game ketiga pun dimulai, kedua pasangan ini terus berusaha mengeluarkan permainan terbaiknya. Baik Tontowi/Liliyana mau pun Chan/Goh, keduanya terus mencoba mengurangi kesalahan-kesalahan kecil untuk menghindari posisi tertekan. Bermain jauh lebih baik, membuat Tontowi/Liliyana berhasil menutup interval game ketiga dengan skor 11-9.</p>
<p>Chan/Goh mencoba kembali bangkit. Di tengah besarnya dukungan publik Malaysia, Chan/Goh berusaha keluar dari tekanan Tontowi/Liliyana. Namun, usahanya tidak membuahkan hasil, Chan/Goh selalu gagal untuk mendekatkan ketertinggalan. Bahkan, setelah interval game ketiga Tontowi/Liliyana selalu memimpin perolehan skor.</p>
<p>Dengan mengurangi kesalahan-kesalahan kecil yang terjadi seperti pada game kedua, akhirnya Tontowi/Liliyana berhasil menutup game ketiga dengan skor 21-16 sekaligus keluar sebagai juara kejuaraan Malaysia Open Super Series Premier 2016. Ini merupakan gelar perdana yang diraih oleh Tontowi/Liliyana pada 2016.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Reporter: Rizaldy Fry</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2409</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Praveen/Debby Juara Baru All England</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2353</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2353#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Mar 2016 15:35:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2353</guid>
		<description><![CDATA[(Brimingham, 13/03/2016) Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, berhasil menaiki podium tertinggi ajang All England Superseries Premier 2016, pada Minggu (13/03) malam. Publik Barclaycard Arena menjadi saksi keberhasilan ganda nomor dua Indonesia itu dengan menaklukan ganda peringkat enam dunia asal Denmark, Joacim Fischer Nielsen/Christina Pedersen, dalam dua game langsung dengan skor 21-12 dan 21-17. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Brimingham, 13/03/2016)</p>
<p>Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, berhasil menaiki podium tertinggi ajang All England Superseries Premier 2016, pada Minggu (13/03) malam. Publik Barclaycard Arena menjadi saksi keberhasilan ganda nomor dua Indonesia itu dengan menaklukan ganda peringkat enam dunia asal Denmark, Joacim Fischer Nielsen/Christina Pedersen, dalam dua game langsung dengan skor 21-12 dan 21-17.</p>
<p>Memulai laga dengan tempo permainan yang cukup cepat, Praveen Jordan/Debby Susanto mampu langsung mengungguli perolehan poin dari pasangan Denmark, Fischer Nielsen/Christina Pedersen, dengan margin yang cukup jauh. Poin 11-4 menjadi penutup interval game pertama dalam waktu tujuh menit.</p>
<p>Permainan bola depan Debby Susanto berhasil membawa Praveen Jordan untuk terus menggempur pertahanan pasangan Denmark dengan pukulan-pukulan <em>smash</em>-nya. Unggul 15-7 membuat Praveen/Debby terlihat semakin percaya diri.</p>
<p>“Sabar, Cok.” Sering terdengar suara Debby Susanto yang mencoba mengatur permainan Praveen Jordan yang Nampak begitu menggebu-gebu. Berhasil mengatur jalannya pertandingan pada game pertama, Praveen/Debby sanggup menutup game pertama dengan skor 21-12.</p>
<p>Sejak dimulai, game kedua terlihat jauh lebih ketat. Pemain Denmark sudah mulai bangkit dan sanggup menggikuti ritme permainan pasangan Praveen/Debby. <em>Dropshot</em> silang yang dilakukan Praveen Jordan menjadi salah satu senjata yang ampuh untuk menghancurkan tembok pertahanan Fischer Nielsen/Christina Pedersen. Praveen/Debby mampu menutup interval game pertama dengan skor 11-7.</p>
<p>Pasangan Denmark mampu menyamakan skor menjadi 14-14. Kesalahan demi kesalahan terus dilakukan baik oleh Debby Susanto mau pun Praveen Jordan. Memanfaatkan momen ini, pasangan Denmark terus melancarkan serangannya lewat <em>smash </em>yang dilakukan oleh Joachim Fischer Nielsen.</p>
<p>Sadar dengan kondisi yang mulai dimanfaatkan oleh pasangan Denmark, Praveen/Debby kembali fokus dan mencoba untuk kembali ke permainan terbaiknya. Usaha ini tidak sia-sia, unggulan kedelapan ini sanggup langsung mengunci <em>championship point </em>dengan skor 20-16.</p>
<p>Sergapan bola silang Debby Susanto yang tidak mampu dijangkau oleh Fischer Nielsen langsung memastikan gelar juara di ajang All England 2016.</p>
<p>“It is so tough, but we’re so happy because we can be a champion of All England,” ucap Debby kepada publik Barclaycard Arena.</p>
<p>“Thank you for all of the supporter for supporting us. We can be a champion because all of you.”</p>
<p>“We like playing at home because all of the supporters,” tutup Debby Susanto dalam menanggapi para <em>supporter</em> yang mendukung mereka di Barclaycard Arena.</p>
<p>Reporter: Rizaldy Fry</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2353</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Greysia/Nitya Tumbang di Tangan Pasangan Thailand</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2331</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2331#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Mar 2016 17:44:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2331</guid>
		<description><![CDATA[(Mulheim, 06/03/2016) Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, gagal melaju ke babak final dalam ajang German Open Grand Prix Gold 2016, Minggu (06/03) dini hari. Greysia/Nitya kalah dari pasangan Thailand, Puttita Supajirakul/Sapsire Taerattanachai, dengan skor 21-16, 22-24, dan 19-21. Permainan impresif pada awal laga  ditunjukan oleh Greysia/Nitya yang terus melakukan serangan ke arah [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Mulheim, 06/03/2016)</p>
<p>Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, gagal melaju ke babak final dalam ajang German Open Grand Prix Gold 2016, Minggu (06/03) dini hari. Greysia/Nitya kalah dari pasangan Thailand, Puttita Supajirakul/Sapsire Taerattanachai, dengan skor 21-16, 22-24, dan 19-21.</p>
<p>Permainan impresif pada awal laga  ditunjukan oleh Greysia/Nitya yang terus melakukan serangan ke arah pertahanan pasangan Thailand. Namun, di pertengahan game pertama pasangan Thailand ini mampu memngimbangi permainan Greysia/Nitya. Tetapi Sapsiree/Puttita tak mampu menahan laju poin Greysia/Nitya hingga game pertma berakhir dengan skor 21-16.</p>
<p>Game kedua dimulai dengan kesalahan Greysia Polii ketika menyebrangkan <em>shuttlecock </em>pada servis pembuka. Pemain Thailand mencoba bermain lebih menyerang sehingga skor pun berjalan dengan sangat ketat di awal game.</p>
<p>Berbeda jauh dengan game pertama, kedua pasangan bermain dengan sama baik di game kedua. Namun, pasangan Greysia/Nitya cenderung sering melakukan kesalahan sendiri dengan gagalnya menyebrangkan <em>shuttlecock </em>ke area lawan. Bermain jauh lebih agresif, pasangan Thailand sanggup menutup game kedua dengan skor 22-24.</p>
<p>Babak ketiga dimulai, pemain Thailand semakin percaya diri setelah berhasil memaksa unggulan nomor satu ini bermain tiga game. Greysia/Nitya tampil tidak seperti game pertama, kesalahan demi kesalahan terus dilakukan oleh juara Korea Open 2015 ini.</p>
<p>Sapsire/Puttita berhasil menekan sisi pertahanan pasangan Greysia/Nitya sampai akhirnya murid asuhan Eng Hian ini gagal mengembangkan permainan. Pasangan Thailand menutup game ketiga dengan skor 19-21.</p>
<p>Dengan hasil ini Greysia/Nitya harus gagal melangkah ke babak final dan akan langsung memersiapkan diri menuju All England 2016 pada 8-13 Maret 2016 di Brimingham, Inggris.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Reporter: Rizaldy Fry</p>
<p>Foto: PBSI</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2331</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tim Uber Amankan Satu Tempat di Putara Final Piala Thomas Uber 2016</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2328</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2328#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Mar 2016 16:08:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2328</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 05/03/2016) Setelah tim Thomas Indonesia berhasil memastikan satu tempat di putaran final Piala Thomas dan Uber Cup 2016, kini Tim Uber Indonesia pun dipastikan lolos dan akan berlaga di Kunshan, China pada 15-22 Mei mendatang. Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) secara resmi mengumumkan bahwa Tim Uber Indonesia berhasil lolos lewat proses pehitungan ranking dunia. Tim [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 05/03/2016)</p>
<p>Setelah tim Thomas Indonesia berhasil memastikan satu tempat di putaran final Piala Thomas dan Uber Cup 2016, kini Tim Uber Indonesia pun dipastikan lolos dan akan berlaga di Kunshan, China pada 15-22 Mei mendatang.</p>
<p>Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) secara resmi mengumumkan bahwa Tim Uber Indonesia berhasil lolos lewat proses pehitungan ranking dunia. Tim Uber berhasil menduduki peringkat enam dari 16 slot yang disediakan oleh BWF.</p>
<p>“Lolosnya tim Uber ke putaran final adalah sesuatu yang positif, putri-putri Indonesia jadi tidak harus absen di final Piala Uber 2016. Bukan cuma sekedar lolos jadi partisipan, tim Uber juga masuk daftar unggulan 5/8 hasil dari penghitungan poin di ganda putri dan tunggal putri,” ujar Rexy Mainaky, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI sekaligus Manajer Tim Kualifikasi Piala Thomas dan Uber Indonesia 2016 kepada Badmintonindnesia.org.</p>
<p>“Sebetulnya sih kami sudah yakin tim Uber lolos ke putaran final, karena tim ofisial sudah melakukan penghitungan poin sebelum BWF mengumumkan. Dengan lolos ke perempat final waktu kualifikasi kemarin, sebetulnya cukup baik, kalau tidak lolos itu yang susah peluangnya. Bukannya mengecilkan, tetapi ada untungnya tim Uber berada di grup penyisihan yang isinya tiga negara, kalau satu grup ada empat negara misalnya bersama Singapura atau Hong Kong, agak deg-degan juga,” lanjut Rexy.</p>
<p>Berbeda dengan Tim Uber, Tim Thomas Indonesia telah lebih dahulu memastikan satu tempat di putaran final piala Thomas setelah menjadi juara grup dalam babak kualifikasi dengan mengalahkan Jepang dengan skor 3-2.</p>
<p>Berikut adalah nama-nama negara yang berhak berlaga dalam putaran final Piala Thomas dan Uber Cup 2016:</p>
<p style="text-align: left">Tim Thomas</p>
<ol>
<li>Tiongkok</li>
<li>Denmark</li>
<li>Korea</li>
<li><strong>Indonesia</strong></li>
<li>Jepang</li>
<li>Malaysia</li>
<li>India</li>
<li>Taiwan</li>
<li>Hong Kong</li>
<li>Thailand</li>
<li>Inggris</li>
<li>Jerman</li>
<li>Prancis</li>
<li>Meksiko</li>
<li>Afrika Selatan</li>
<li>Selandia Baru</li>
</ol>
<p>Tim Uber</p>
<ol>
<li>Tiongkok</li>
<li>Jepang</li>
<li>Korea</li>
<li>Thailand</li>
<li>India</li>
<li><strong>Indonesia</strong></li>
<li>Taiwan</li>
<li>Denmark</li>
<li>Jerman</li>
<li>Malaysia</li>
<li>Spanyol</li>
<li>Hong Kong</li>
<li>Amerika Serikat</li>
<li>Bulgaria</li>
<li>Australia</li>
<li>Mauritius</li>
</ol>
<p>Reporter: Rizaldy Fry</p>
<p>Sumber: Badmintonindonesia.org</p>
<p>Foto: PBSI</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2328</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Praveen/Debby Naiki Podium Tertinggi</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2278</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2278#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2016 12:58:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2278</guid>
		<description><![CDATA[Lucknow, Jurnalbulutangkis – Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, berhasil menaiki podium tertinggi dalam kejuaraan India Open Grand Prix Gold 2016 pada Minggu (31/1/2016). Pasangan lapis kedua Indonesia ini berhasil meraih gelar juara setelah menundukan pasangan Thailand, Avaranukroh Dechapol/Sapsiree Taerattanachai, dalam laga tiga game dengan skor 25-23, 9-21, dan 16-21. Laga berlangsung cukup ketat [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Lucknow, Jurnalbulutangkis – Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, berhasil menaiki podium tertinggi dalam kejuaraan India Open Grand Prix Gold 2016 pada Minggu (31/1/2016). Pasangan lapis kedua Indonesia ini berhasil meraih gelar juara setelah menundukan pasangan Thailand, Avaranukroh Dechapol/Sapsiree Taerattanachai, dalam laga tiga game dengan skor 25-23, 9-21, dan 16-21.</p>
<p>Laga berlangsung cukup ketat di game pertama. Kejar mengejar angka terus terjadi di antara kedua pasangan ini. Sebetulnya, Praveen/Debby mampu menguasai jalannya pertandingan, namun kesalahan-kesalahan kecil terus terjadi pada pasangan Indonesia ini, sehingga memudahkan pasangan Thailand untuk mendapatkan poin.</p>
<p>Suasana dalam game kedua dan ketiga sangat berbeda dengan game pertama. Pada game kedua dan ketiga pasangan Thailand ini sudah tidak mampu mengimbangi permainan dari Praveen/Debby. Pasangan muda Thailand ini cukup kewalahan ketika melayani permainan apik Praveen Jordan/Debby Susanto.</p>
<p>Menurut catatan di atas kertas, Praveen/Debby unggul dari semua aspek dibandingkan pasangan Thailand ini. Secara peringkat pun Praveen/Debby sangat jauh di atas pasangan Tahiland ini. Kini, Praveen/Debby berada di peringkat delapan dunia, sedangkan Dechapol/Sapsiree berada di peringkat 143.</p>
<p>Unggul dalam segala aspek sebetulnya memudahkan pasangan Indonesia ini untuk merebut gelar juara. Namun kondisi di lapangan sangat berbeda dengan apa yang tercatat di atas kertas. Permainan Praveen/Debby tidak dalam jalur yang benar pada saat game pertama.</p>
<p><em>Smash</em> keras dari Praveen Jordan kerap menambah daya serang pasangan Indonesia. Beberapa kali <em>smash</em> keras dari Praveen tidak mampu dikembalikan dengan sempurna oleh pasangan Thailand ini.</p>
<p>Dengan kemenangan ini, Praveen/Debby berhak atas gelar pertamanya di tingkat Grand Prix Gold. Serta kemenangan ini pun membuat harapan baru pada sektor ganda campuran di tengah sedang menurunnya performa ganda campuran nomor satu Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. (Rizaldyfry)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2278</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(APACS Junior Master 2015) Hasil Peringkat Akhir</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2264</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2264#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2016 14:21:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2264</guid>
		<description><![CDATA[Penilaian Junior Master 2015 meliputi total nilai hasil pertandingan 50%, tes fisik 30% dan penilaian teknik 20%. Berikut peringkat Junior Master 2015 : Tunggal Putra U-19 : Chico Aura Dwi Wardoyo Fauzi Ramadhan Abdul Kadir Zailani Muhammad Rofiq Adira Tunggal Putri U-19 : Isra Faradila Aurum Oktavia Winata Ghaida Nurul Ghaniyu Vioni Florencya Ganda Putra [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Penilaian Junior Master 2015 meliputi total nilai hasil pertandingan 50%, tes fisik 30% dan penilaian teknik 20%. Berikut peringkat Junior Master 2015 :</p>
<p>Tunggal Putra U-19 :</p>
<ol>
<li>Chico Aura Dwi Wardoyo</li>
<li>Fauzi Ramadhan</li>
<li>Abdul Kadir Zailani</li>
<li>Muhammad Rofiq Adira</li>
</ol>
<p>Tunggal Putri U-19 :</p>
<ol>
<li>Isra Faradila</li>
<li>Aurum Oktavia Winata</li>
<li>Ghaida Nurul Ghaniyu</li>
<li>Vioni Florencya</li>
</ol>
<p>Ganda Putra U-19 :</p>
<ol>
<li>Andika Ramadiansyah/Rinov Rivaldy</li>
<li>Hendra Gustiawan/Kevin Ezra</li>
<li>Giovani Dicky Oktavan/Wisnu Cahyo Saputro</li>
<li>Calvin Kristanto/Bagas Maulana</li>
</ol>
<p>Ganda Putri U-19 :</p>
<ol>
<li>Marshella Gischa Islami/Rahmadhani Hastiyanti Putri</li>
<li>Tania Oktaviani Kusumah/Vania Arianti Sukoco</li>
<li>Dianita Saraswati/Yulfira Barkah</li>
<li>Mayrina Lukmanda/Bunga Fitriani</li>
</ol>
<p>Ganda Campuran U-19 :</p>
<ol>
<li>Yantoni Edy Saputra/Marshella Gischa Islami</li>
<li>Billy Jonathan/Marrisa Vania Liske</li>
<li>Fachryza Abimanyu/Syifa Fauziah</li>
<li>Andika Ramadiansyah/Mychelle Christine Bandoso</li>
</ol>
<p>Tunggal Putra U-17 :</p>
<ol>
<li>Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu</li>
<li>Ikhsan Leonardo Emanuel Rumbay</li>
<li>Fathurrahman Fauzi</li>
<li>Mochammad Rehan Diaz</li>
</ol>
<p>Tunggal Putri U-17 :</p>
<ol>
<li>Syalsabilla Vahira Irmawan</li>
<li>Eprilia Mega Ayu Swastika</li>
<li>Safitri Anjani</li>
<li>Gabriella Juliana Zefanya Mantik</li>
</ol>
<p>Ganda Putra U-17 :</p>
<ol>
<li>Farkhan Pandu Pramudita/Yanuar Wahyu Ramadhani</li>
<li>Ricardo Prasetya Liu/Renaldi Samosir</li>
<li>Muhammad Taufiqul Hafizh/Rifqi Nur Alam</li>
<li>Ario Bimo Gagat Raino/Ardy Nugroho</li>
</ol>
<p>Ganda Putri U-17 :</p>
<ol>
<li>Angelica Wiratama/Aisyah Nuraini</li>
<li>Austin Cindy Pratiwi/Sima Fatima Kusuma</li>
<li>Beverly Gabriella/Tsavanne Bethalia Putri</li>
<li>Metya Inayah Cindiani/Indah Cahya Sari Jamil</li>
</ol>
<p>Ganda Campuran U-17 :</p>
<ol>
<li>Feisal Wiranto/Indah Cahya Sari Jamil</li>
<li>Renaldi Samosir/Herdiana Juli Marbela</li>
<li>Muhammad Taufiqul Hafizh/Vanadia Pranasa</li>
<li>Angga Dian Saputra/Elizabeth Jovita</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2264</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Pertamina Kejurnas PBSI 2015) Jonatan Christie Lewati Babak Kedua</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2209</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2209#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2015 10:04:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2209</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 9/12/2015) Unggulan pertama tunggal dewasa putra divisi 1 di Pertamina Kejurnas PBSI 2015 Jonatan Christie pastikan mulus lewati babak kedua setelah menumbangkan wakil dari DKI Jakarta, Vicky Angga Saputra dengan dua game langsung 21-17, 21-15. Di awal game pertama Jonatan sudah mulai mendominasi permainan dari lawan dengan smash dan serobotan yang diberikan ke daerah [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 9/12/2015) Unggulan pertama tunggal dewasa putra divisi 1 di Pertamina Kejurnas PBSI 2015 Jonatan Christie pastikan mulus lewati babak kedua setelah menumbangkan wakil dari DKI Jakarta, Vicky Angga Saputra dengan dua game langsung 21-17, 21-15.</p>
<p>Di awal game pertama Jonatan sudah mulai mendominasi permainan dari lawan dengan smash dan serobotan yang diberikan ke daerah lawan. Angka yang ia dapatkan terus menjauh 15-10. Hingga akhirnya Jonatan menyudahi game pertama dengan skor 21-17.</p>
<p>Jonatan Mengaku lawannya kali ini tidak mudah, pasalnya Jonatan pernah dikalahkan di tempat yang sama tiga tahun lalu. Ia juga mengaku masih beradaptasi dengan keadaan lapangan dan arah angin.</p>
<p>“Di bilang mudah juga tidak, soalnya tiga tahun yang lalu saya juga pernah dikalahkan sebelum saya masuk pelatnas. Jadi ada rasa waspada juga pas ketemu dia,” komentar Jonatan usai laga.</p>
<p>Kunci dari pemain kelahiran 1997 ini adalah rasa percaya diri dan fisik yang kuat. Jonatan juga mengakui bahwa pertandingan hari ini adalah untuk mempersiapkan pertandingan esok hari.</p>
<p>“Saya harus lebih percaya diri, terutama tenaga harus lebih kuat dan itu yang tadi saya manfaatkan. Jujur, kaki tadi agak sedikit berat. Saya juga lebih mempersiapkan untuk pertandingan besok supaya lebih enak mainnya,” ujar Jonatan.</p>
<p>Di babak perempat final, Jonatan akan ditantang oleh Wisnu Yuli Prasetyo (Jawa Tengah) yang telah mengalahkan Setyaldi Putra Wibowo (Jawa Barat) dengan skor 23-21, 21-11.</p>
<p>(Deby Dahlia)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2209</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Pertamina Kejurnas PBSI 2015) Hanna Melesat ke Perempat Final</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2206</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2206#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2015 09:30:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2206</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 9/12/2015) Hanna Ramadini unggulan ketiga di pertandingan tunggal dewasa putri divisi 1 Pertamina Kejurnas PBSI 2015 berhasil lolos ke perempat final setelah mengalahkan Mia Mawarti Utami (Jawa Barat), dengan skor 21-19, 21-14. Di perempat final Hanna akan menghadapi rekannya yang juga dari pelatnas PBSI, Dinar Dyah Ayustine. “Di pertandingan pertama ini saya lumayan tegang. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 9/12/2015) Hanna Ramadini unggulan ketiga di pertandingan tunggal dewasa putri divisi 1 Pertamina Kejurnas PBSI 2015 berhasil lolos ke perempat final setelah mengalahkan Mia Mawarti Utami (Jawa Barat), dengan skor 21-19, 21-14. Di perempat final Hanna akan menghadapi rekannya yang juga dari pelatnas PBSI, Dinar Dyah Ayustine.</p>
<p>“Di pertandingan pertama ini saya lumayan tegang. Lawannya tidak mudah, katanya dia juara juga di sirkuit nasional. Permainan lawan cukup bagus, terutama di bola-bola atasnya yang tajam. Ada rasa khawatir sedikit, tetapi alhamdulillah ini bisa saya atur,” ujar Hanna usai pertandingan.</p>
<p>“Setelah pertandingan ini saya akan bertemu Dinar, teman sepelatnas. Peluang kami 50-50, di latihan pun kalau bermain hasilnya menang-kalah. Saya ingin tim pelatnas juara di turnamen ini, siapapun yang juara, dialah yang terbaik,” katanya.</p>
<p>Di samping itu, empat tunggal putri Pelatnas PBSI juga berhasil melangkah ke perempat final. Gregoria Mariska tanpa hambatan berarti berhasil menyingkirkan Marsa Indah Salsabila (Jawa Tengah), dengan skor 21-15, 21-9. Sementara itu, Dinar Dyah Ayustine mampu mengatasi permainan Rina Andriani, wakil dari Jawa Tengah, dengan skor 21-9, 21-13.</p>
<p>Priskila Siahaya (Pelatnas PBSI) membuat kejutan setelah menuntaskan perlawanan dari pemain senior Febby Angguni (Jawa Timur), 17-21, 23-21, 21-16.</p>
<p>Ana Rovita (DKI Jakarta) juga berhasil menumbangkan unggulan pertama, Maria Febe Kusumastuti dengan skor 23-21, 21-16.</p>
<p>(Deby Dahlia)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2206</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ahsan/Hendra Sukses Balas Kekalahan</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2125</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2125#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2015 16:52:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2125</guid>
		<description><![CDATA[Kowloon, Jurnalbulutangkis – Juara dunia 2015, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, akhirnya mampu membalas kekalahan atas pasangan China, Wang Yilv/Zhang Wen, di babak kedua Hong Kong Open Super Series 2015, Ahsan/Hendra menang 21-16 dan 21-19. Pada kejuaraan China Open Super Series Premier 2015 pekan lalu, Ahsan/Hendra-lah yang harus kalah di babak kedua. Pasangan Indonesia tersebut kalah tiga game [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kowloon, Jurnalbulutangkis – Juara dunia 2015, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, akhirnya mampu membalas kekalahan atas pasangan China, Wang Yilv/Zhang Wen, di babak kedua Hong Kong Open Super Series 2015, Ahsan/Hendra menang 21-16 dan 21-19.</p>
<p>Pada kejuaraan China Open Super Series Premier 2015 pekan lalu, Ahsan/Hendra-lah yang harus kalah di babak kedua. Pasangan Indonesia tersebut kalah tiga game 21-15, 11-21 dan 14-21.</p>
<p>“Intinya pertama kami menyerang dulu. Karena kami menang angin, jadinya enak buat menekan,” ucap Hendra.</p>
<p>“Sekarang kami harus benar-benar siap. Karena dengan pertemuan kemarin kan kami sedikit banyak sudah saling tahu. Kami juga sudah mempelajari dari kekalahan kemarin. Sebanyak mungkin kami benar-benar harus lebih siap hari ini,” lanjut Ahsan.</p>
<p>Ganda putra nomor dua dunia ini akan berhadapan dengan ganda putra Kora Kim Gi Jung/Kim Sa Rang, pada babak delapan besar China Open 2015 besok (20/11). Di atas kertas, Ahsan/Hendra lebih diunggulkan karena berada pada peringkat dua dunia, juga pada total enam pertemuan sebelumnya, pasangan Indonesia ini sudah mengantongi kemenangan sebanyak empat kali.</p>
<p>Laga babak perempat final besok (20/11), merupakan sebuah laga yang bisa dimanfaatkan Ahsan/Hendra untuk membalas kekalahannya di Korea Terbuka beberapa waktu lalu. Saat itu – Korea Open Super Series 2015 – Ahsan/Hendra kalah dengan skor 21-17 dan 21-15.</p>
<p>“Besok lebih siap lagi aja. Kami lebih fokus ke permainan kaminya aja,” kata Ahsan lagi.</p>
<p>Kemenangan Ahsan/Hendra memastikan Indonesia berhasil mengirimkan tiga wakil ganda putra ke perempat final. Selain Hendra/Ahsan, ada Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang sebelumnya juga sudah menang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Reporter: Rizaldy Fry</p>
<p>Sumber: Badmintonindonesia.org</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2125</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Asia Junior Championships 2015) Gregoria Dan Deya Aman Ke Babak Dua</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=1507</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=1507#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2015 22:24:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=1507</guid>
		<description><![CDATA[(Bangkok, 1/7/2015) Tunggal putri Indonesia sisakan dua wakil di Asia Junior Championships 2015. Adalah Gregoria Mariska dan Made Deya Surya Saraswati yang masih akan bertarung di babak dua. Sementara dua lainnya, Ruselli Hartawan dan Jauza Fadhila Sugiarto harus kalah lebih awal. Made Deya Surya Saraswati menang mudah dari Dilmi Dias, Sri Lanka, dua game langsung [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/07/Semifinal_AJC_Gregoria4.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1508" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/07/Semifinal_AJC_Gregoria4-300x200.jpg" alt="Semifinal_AJC_Gregoria4" width="300" height="200" /></a>(Bangkok, 1/7/2015)</p>
<p>Tunggal putri Indonesia sisakan dua wakil di Asia Junior Championships 2015. Adalah Gregoria Mariska dan Made Deya Surya Saraswati yang masih akan bertarung di babak dua. Sementara dua lainnya, Ruselli Hartawan dan Jauza Fadhila Sugiarto harus kalah lebih awal.</p>
<p>Made Deya Surya Saraswati menang mudah dari Dilmi Dias, Sri Lanka, dua game langsung 21-8, 21-6. Di babak dua, Deya akan melawan wakil tuan rumah, Kunjira Khongdee.</p>
<p>“Lawan Thailand sebenarnya belum tahu pola dia seperti apa. Tadi nonton dia pas lawan pemain Turkmenistan, tapi skornya jauh banget. Jadi nggak bisa ngukur permainan dia seperti apa. Yang pentig saya bisa main maksimal aja, dan tinggal lihat mampunya sampai babak apa,” kata atlet asal Bali tersebut.</p>
<p>Sementara Gregoria Mariska aman di babak dua setelah mendapat bye di babak satu. Gregoria kemudian akan berhadapan dengan Supamart Mingchua, Thailand.</p>
<p>“Target saya pribadi bisa tembus ke semifinal. Sampai sekarang belum liat drawingnya gimana. Yang penting main maksimal aja di lapangan, bisa kasih yang terbaik. Istirahat yang cukup dan menjaga kondisi,” kata Gregoria ditemui di CPB Badminton Training Center, Bangkok.</p>
<p>Sayangnya, Ruselli Hartawan yang turun sebagai unggulan empat harus dihentikan pemain Malaysia, Goh Jin Wei, 14-21 dan 20-22. Di game pertama, Ruselli terus bermain di bawah pola Goh. Masuk ke game dua, Ruselli sempat membuka peluang dengan unggul 16-9. Sayang di poin-poin terakhir, Ruselli kembali tertekan permainan lawan. Ia kalah 20-22.</p>
<p>Di sisi lain, Jauza Fadhila Sugiarto yang tampil melawan Ting Yu Liang, Taiwan, juga harus menyerah dua game. Skor 18-21 dan 16-21 akhirnya menghentikan langkah Jauza di turnamen junior tingkat Asia tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=1507</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cedera, Bellaetrix Absen di SEA Games 2015</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=847</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=847#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2015 09:46:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jurnal Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=847</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 20/5/2015) Cedera lutut kiri membuat Bellaetrix Manuputty harus absen di gelaran pesta olahraga se-Asia Tenggara SEA Games 2015 di Singapura. Bella sempat terjatuh dalam pertandingan melawan tim Tiongkok di Piala Sudirman 2015 pada minggu lalu hingga harus mundur dan mendapat perawatan tim kesehatan. Posisi Bella di squad SEA Games 2015 digantikan oleh Dinar Dyah [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/05/SF_Bella4.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-849" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/05/SF_Bella4-300x200.jpg" alt="SF_Bella4" width="300" height="200" /></a>(Jakarta, 20/5/2015)</p>
<p>Cedera lutut kiri membuat Bellaetrix Manuputty harus absen di gelaran pesta olahraga se-Asia Tenggara SEA Games 2015 di Singapura. Bella sempat terjatuh dalam pertandingan melawan tim Tiongkok di Piala Sudirman 2015 pada minggu lalu hingga harus mundur dan mendapat perawatan tim kesehatan.</p>
<p>Posisi Bella di squad SEA Games 2015 digantikan oleh Dinar Dyah Ayustine, tunggal putri muda pelatnas. Dinar akan bertanding di nomor beregu bersama Linda Wenifanetri, Hanna Ramadini dan Gregoria Mariska. Sementara slot di nomor perorangan akan diisi oleh Linda dan Hanna.</p>
<p>Selain itu, perubahan juga terjadi di sektor ganda putri. Pasangan Rosyita Eka Putri Sari/Della Destiara Haris juga batal tampil karena Rosyita masih belum pulih dari cedera pangkal paha yang dideritanya. Pasangan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani akan menggantikan posisi Rosyita/Della.</p>
<p>“Bella mengalami cedera, jadi posisinya digantikan dengan Dinar. Di ganda putri, Rosyita/Della juga tidak masuk tim karena Rosyita masih belum pulih dari cedera,” jelas Lius Pongoh, Manajer Tim Indonesia.</p>
<p>Perubahan squad ini tidak akan mempengaruhi target yang telah ditetapkan yaitu dua emas, tiga perak, dan dua perunggu. Dua medali emas diharapkan datang dari sektor ganda putra dan ganda campuran. Sedangkan medali perak dibidik dari beregu putra dan putri serta ganda putri. Sektor tunggal putra dan putri ditarget meraih medali perunggu.</p>
<p>“Tidak ada perubahan target karena fokus medali emas di nomor ganda putra dan ganda campuran. Lagipula di tunggal putri juga masih ada Linda (Wenifanetri),” ujar Lius.</p>
<p>Soal penyelenggaraan SEA Games yang cukup mepet dengan BCA Indonesia Open Super Series Premier 2015, Lius mengatakan hal ini tak menjadi masalah untuk para atlet. Turnamen yang akan berlangsung di Istora Senanyan ini akan dilangsungkan pada 2-7 Juni 2015. Sementara tim Indonesia akan bertolak ke Singapura pada tanggal 8 Juni 2015 karena cabang olahraga bulutangkis akan dimainkan pada 10-16 Juni 2015 di Singapore Indoor Stadium.</p>
<p>Sebelumnya juga akan ada turnamen Australia Open Super Series 2015 yang akan berlangsung di Sydney, pada 26 – 31 Mei 2015.</p>
<p>“Para atlet harus betul-betuk menjaga kondisi, jangan sampai sakit. Lagipula tidak semua anggota tim inti akan bertanding di Australia,” ungkap Lius.</p>
<p>Berikut daftar pemain yang masuk squad SEA Games 2015:</p>
<p><strong>Manajer Tim: Lius Pongoh</strong></p>
<p><strong>Tim Pelatih:</strong></p>
<ol>
<li>Hendry Saputra<br />
2. Bambang Suprianto<br />
3. Chafidz Yusuf<br />
4. Eng Hian<br />
5. Nova Widianto</li>
</ol>
<p><strong>Beregu Putra:</strong><br />
Jonatan Christie<br />
Firman Abdul Kholik<br />
Ihsan Maulana Mustofa<br />
Anthony Sinisuka Ginting<br />
Ricky Karanda Suwardi<br />
Angga Pratama<br />
Kevin Sanjaya Sukamuljo<br />
Marcus Fernaldi Gideon<br />
Riky Widianto<br />
Praveen Jordan</p>
<p><strong>Beregu Putri:</strong><br />
Linda Wenifanetri<br />
Hanna Ramadini<br />
Gregoria Mariska</p>
<p>Dinar Dyah Ayustine<br />
Anggia Shitta Awanda<br />
Ni Ketut Mahadewi Istarani<br />
Maretha Dea Giovani<br />
Suci Rizki Andini<br />
Richi Puspita Dili<br />
Debby Susanto</p>
<p><strong>Tunggal Putra:</strong><br />
Jonatan Christie<br />
Firman Abdul Kholik</p>
<p><strong>Tunggal Putri:</strong><br />
Linda Wenifanetri<br />
Hanna Ramadini</p>
<p><strong>Ganda Putra :</strong><br />
Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi<br />
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon</p>
<p><strong>Ganda Putri :</strong><br />
Ni Ketut Mahadewi Istarani/Anggia Shitta Awanda<br />
Suci Rizki Andini/Maretha Dea Giovani</p>
<p><strong>Ganda Campuran :</strong><br />
Riky Widianto/Richi Puspita Dili<br />
Praveen Jordan/Debby Susanto</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : Humas PBSI</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=847</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
