<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnal Bulutangkis &#187; &#187; Ronald Savalas</title>
	<atom:link href="http://jurnalbulutangkis.com/home/?author=2&#038;feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnalbulutangkis.com/home</link>
	<description>Rumah Bersama Bulutangkis Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2026 03:59:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.1.41</generator>
	<item>
		<title>Persiapan Belum Seratus Persen, Indonesia Open Tetap Ramai Pengunjung</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2946</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2946#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jun 2017 17:47:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2946</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 13/06/2017) Meski sudah memasuki hari pertama kejuaraan BCA Indonesia Open 2017, ketua pelaksana Achmad Budiarto mengatakan bahwa persiapan belum 100 persen. Masih banyak hal yang harus diselesaikan untuk “mempercantik” Plenary Hall Jakarta Convention Center. Pemindahan tempat penyelenggaraan dari Istora Senayan ke JCC memang menjadi tantangan. Selain dari bentuk gedung yang sejatinya bukan untuk pergelaran [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 13/06/2017)</p>
<p>Meski sudah memasuki hari pertama kejuaraan BCA Indonesia Open 2017, ketua pelaksana Achmad Budiarto mengatakan bahwa persiapan belum 100 persen. Masih banyak hal yang harus diselesaikan untuk “mempercantik” Plenary Hall Jakarta Convention Center.</p>
<p>Pemindahan tempat penyelenggaraan dari Istora Senayan ke JCC memang menjadi tantangan. Selain dari bentuk gedung yang sejatinya bukan untuk pergelaran acara olahraga, namun beberapa kendala teknis masih kerap terjadi.</p>
<p>Bagian depan Plenary Hall masih dalam tahap penataan beberapa booth makanan dan sponsor utama. Selain itu, beberapa<em> gate</em> atau pintu masuk ke Plenary Hall dan <em>venue </em>juga nampak masih dalam tahap pengerjaan.</p>
<p>“Beberapa kendala masih kita hadapi dan membuat pekerjaan menjadi agak lambat. Tapi kami berusaha hari ini akan menyelesaikannya dan besok semuanya sudah selesai,” ucap Achmad Budiarto.</p>
<p>Meski belum maksimal dalam hal persiapan, JCC tetap dikunjungi oleh penonton yang cukup banyak. Bagi Achamd Buiarto, jumlah pengunjung yang hadir di babak kualifikasi ini melebihi target yang ia perkirakan.</p>
<p>“Walau masih kualifikasi tapi sudah penuh. Mungkin sekitar setengah<em> hall</em> sudah dipenuhi penonton hari ini,” pungkasnya.</p>
<p>Dengan sejumlah evaluasi yang ada, Achmad Budiarto mengaku sudah puas dengan jalannya pertandingan pada hari pertama ini. Ia mengatakan bahwa secara umum pertandingan sudah berjalan lancar dan sukses.</p>
<p>“Harus diakui hari ini ada keterlambatan waktu selesai pertandingan selama tiga jam. Hal ini terjadi karena ada over durasi dari beberapa atlet yang bertanding. Tapi, sejauh ini saya sudah puas dengan jalannya pertandingan hari ini,” lanjut Ahcmad Budiarto.</p>
<p>Pergelaran Indonesia Open tahun ini akan sedikit lebih panjang. Biasanya hanya diselenggarakan selama enam hari, dan kini pengelenggaraan berjalan selama tujuh hari penuh. Arena pertandingan yang lebih kecil menjadi alasan utama dari bertambahnya waktu penyelenggaraan Indonesia Open kali ini. (RF)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2946</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gregoria Mariska Tembus Babak Utama</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2940</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2940#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jun 2017 17:16:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2940</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 13/06/2017) Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska, berhasil meraih tiket babak utama kejuaraan BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017. Dalam laga final kualifikasi pada Senin (13/06) malam di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Jakarta, Gregoria berhasil mengalahkan wakil Taiwan, Pai Yu Po dengan skor 21-17 dan 21-17. Sebelumnya Gregoria juga berhasil memetik kemenangan atas [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 13/06/2017)</p>
<p>Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska, berhasil meraih tike<img class=" size-medium wp-image-2941 alignright" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2017/06/IMG_0007-300x200.jpg" alt="IMG_0007" width="300" height="200" />t babak utama kejuaraan BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017. Dalam laga final kualifikasi pada Senin (13/06) malam di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Jakarta, Gregoria berhasil mengalahkan wakil Taiwan, Pai Yu Po dengan skor 21-17 dan 21-17.</p>
<p>Sebelumnya Gregoria juga berhasil memetik kemenangan atas wakil Jerman, Fabienne Deprez, dengan skor 21-13 dan 21-11. Kemenangan ini membuat Gregoria mencapai hasil yang lebih baik dibandingkan Indonesia Open 2016 lalu. Saat itu Gregoria harus kandas di babak kualifikasi.</p>
<p>“Tahun lalu kan kalah di kualifikasi sama Fitriani. Sekarang kalau nanti main lagi, targetnya cuma pengen main lebih enak aja dan bagus aja,” ucap Gregoria.</p>
<p>Sejak bermain di babak kualifikasi pertama, Gregoria mengaku bahwa permainan hari ini (Senin, 12/06) merupakan sarana untuk beradaptasi dengan lapangan.</p>
<p>“Kalau kemarin pas latihan kan gak pakai AC, sekarang pake. Jadi penyesuaian aja,” imbuhnya.</p>
<p>Di babak utama Gregoria akan langsung berhadapan dengan pemain berperingkat sembilan dunia, Chen Yufei asal China. Pada pertemuan sebelumnya dalam ajang Badminton Asia Junior Championships, Gregoria kalah dalam dua game langsung dengan skor 21-23 dan 14-21.</p>
<p>&#8220;Untuk lawan Chen Yufei, kami pernah bertemu di final Asia Junior. Saya ingin membalas kekalahan saya di sana,” tutup Gregoria.</p>
<p>Saat berita ini diturunkan, pemain tunggal putri lainnya, Asty Dwi Widayangningrum gagal merebut tiket ke babak utama setelah kalah dari wakil Denmark. Natalia Koch Rohde dengan skor 21-11 dan 21-18. Sedangkan Rusdyna Antardayu masih berjuang untuk meraih tiket babak utama dengan melawan wakil Korea, Jang Mi Lee. (RF/L)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2940</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak digelar di Istora, Liliyana Ingin Juara Indonesia Open</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2911</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2911#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 22 May 2017 12:33:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2911</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 22 Mei 2017) Jurnalbulutangkis.com — Salah satu atlet bulu tangkis Indonesia, Liliyana Natsir, mengaku siap bertarung di ajang BCA Indonesia Open 2017. Dalam acara jumpa pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Liliyana menyatakan siap kembali ke lapangan paska pemulihan cedera lutut yang ia alami sejak 2016 lalu. Absen di Piala Sudirman 2017 membuat Liliyana memliki waktu [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2017/05/DSC_1358.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-2909" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2017/05/DSC_1358-300x199.jpg" alt="DSC_1358" width="300" height="199" /></a>(Jakarta, 22 Mei 2017)</p>
<p><strong>Jurnalbulutangkis.com</strong> — Salah satu atlet bulu tangkis Indonesia, Liliyana Natsir, mengaku siap bertarung di ajang BCA Indonesia Open 2017. Dalam acara jumpa pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Liliyana menyatakan siap kembali ke lapangan paska pemulihan cedera lutut yang ia alami sejak 2016 lalu.</p>
<p>Absen di Piala Sudirman 2017 membuat Liliyana memliki waktu lebih untuk melakukan pemulihan. Dengan bantuan terapi, kondisi lutut Liliyana perlahan mulai pulih walau belum 100 persen.</p>
<p>“Saya mau ga mau harus siap. Saya mau kasih gelar di sini karena belum pernah dapet (bersama Tontowi Ahmad). Saya sudah berusaha terapi, namun belum sampe latihan teknik. Rencananya minggu ini baru mau masuk lapangan lagi,” ucap Liliyana.</p>
<p>Sejak dipasangkan dengan Tontowi Ahmad, Liliyana natsir belum perah mencicipi gelar juara di Indonesia Open. Rasa penasaran itu tetap muncul sampai saat ini. Liliyana masih berambisi untuk bisa meraih gelar juara di Indonesia Open bersama Tontowi Ahmad.</p>
<p>“Saya juara All England bisa tiga kali beruntun, juara dunia juga, tapi kok di Indonesia belum bisa? Kan ada yang bilang gak juara karena Istora “angker”, nah karena sekarang di JCC semoga bisa juara,” lanjut Liliyana sambil sedikit tertawa.</p>
<p>Pelatih ganda campuran pratama Nova Widianto mengungkapkan bahwa walaupun tidak dipasang target juara oleh PBSI, tim ganda campuran tetap memiliki target tersendiri. Nova berharap sektor ganda campuran tetap bisa memberi gelar juara.</p>
<p>“Ada Tontowi/Liliyana kita ga mungkin pasang target hanya sampai semifinal. Kalau bisa juara. Tapi itu tidak mau saya bebankan kepada Tontowi/Liliyana lagi, paling ke pasangan pelapisnya, Jordan/Debby,” ucap Nova. (RF)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2911</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PBSI Targetkan Satu Gelar Juara</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2903</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2903#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 22 May 2017 12:20:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2903</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 22 Mei 2017) Jurnalbulutangkis.com — Kejuaraan bulu tangkis BCA Indonesia Open 2017 akan digelar pada12-18 Juni mendatang. Indonesia Open 2017 akan digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta. Hal ini disebabkan karena Istora Senayan seang mengalami renovasi untuk Asian Games 2018 mendatang. Perpindahan tempat ke Jakarta Convention Center akan memberikan setidaknya tiga dampak [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 22 Mei 2017)<a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2017/05/DSC_1210.jpg"><img class=" size-medium wp-image-2904 alignleft" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2017/05/DSC_1210-300x199.jpg" alt="DSC_1210" width="300" height="199" /></a></p>
<p style="text-align: left"><strong>Jurnalbulutangkis.com</strong> — Kejuaraan bulu tangkis BCA Indonesia Open 2017 akan digelar pada12-18 Juni mendatang. Indonesia Open 2017 akan digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta. Hal ini disebabkan karena Istora Senayan seang mengalami renovasi untuk Asian Games 2018 mendatang.</p>
<p>Perpindahan tempat ke Jakarta Convention Center akan memberikan setidaknya tiga dampak utama. Naiknya harga tiket, menurunnya kapasitas penonton, dan waktu penyelenggaraan yang sedikit lebih lama. Salah satu panitia pelaksana, Yoppy Rosimin, mengatakan bahwa ia yakin perpindahan tempat ini tidak akan mengurangi antusiasme penonton.</p>
<p>“Walaupun kapasitasnya lebih sedikit, tapi JCC akan lebih nyaman daripada Istora,” ucap Yoppy.</p>
<p>Indonesia Open merupakan salah satu kejuaraan yang memiliki kelas paling tinggi di seluruh dunia. Dengan level Super Series Premier, maka seluruh pemain yang berada di peringkat 10 besar dunia wajib berpartisipasi dalam kejuaraan ini.</p>
<p>Mengingat ketatnya persaingan dalam level ini, PP PBSI hanya menargetkan satu gelar juara di Indonesia Open kali ini. Kasubid Humas dan Media PP PBSI, Ricky Soebagdja, mengungkapkan bahwa target satu gelar juara pun tidak akan mudah untuk dicapai dalam kejuaraan berlevel Super Series Premier.</p>
<p>“Terakhir kita bisa juara pada 2013 lalu lewat Ahsan/Hendra, dan tiga tahun ini kita tanpa gelar. Semoga di Indonesia Open kali ini bisa dapat setidaknya satu gelar lewat ganda putra,” ujar Ricky.</p>
<p>Sektor ganda menjadi sektor yang diharapkan bisa meraih gelar. Rexy menilai bahwa peluang terbesar memang berada di ganda putra mengingat laju impresif dari pasangan Kevin Sanjaya/Gideon Markus Fernaldi di beberapa turnamen terakhir.</p>
<p>“Semoga tahun ini tidak hanya meraih gelar kejuaraan terbaik dunia, ya, saya sih berharap para pemain kita juga bisa meraih prestasi terbaik,” tutup Ricky. (RF)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2903</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Regenerasi dan Krisis Kesempatan</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2779</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2779#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2016 17:03:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Catcil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2779</guid>
		<description><![CDATA[Dunia olahraga Indonesia masih terus bertumpu pada bulu tangkis. Baik pada kejuaraan Internasional berlevel rendah sampai ke kejuaraan dengan tahta paling tinggi, Olimpiade. Namun, sampai kapan bulu tangkis akan bertahan menjadi pijakan prestasi olahraga Indonesia? Regenerasi kini menjadi masalah utama dalam dunia olahraga, khususnya bulu tangkis yang notabenenya adalah olahraga nomor dua di Indonesia. Bahkan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_0416.jpg"><img class=" size-medium wp-image-2637 alignright" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_0416-300x214.jpg" alt="DSC_0416" width="300" height="214" /></a>Dunia olahraga Indonesia masih terus bertumpu pada bulu tangkis. Baik pada kejuaraan Internasional berlevel rendah sampai ke kejuaraan dengan tahta paling tinggi, Olimpiade. Namun, sampai kapan bulu tangkis akan bertahan menjadi pijakan prestasi olahraga Indonesia?</p>
<p>Regenerasi kini menjadi masalah utama dalam dunia olahraga, khususnya bulu tangkis yang notabenenya adalah olahraga nomor dua di Indonesia. Bahkan mungkin apabila dihitung dalam prestasi Internasional, bulu tangkis adalah olahraga nomor satu di Indonesia. Tentunya regenerasi adalah masalah yang serius.</p>
<p>Untuk mendulang prestasi, Indonesia sendiri masih bertumpu pada sekiranya tiga sektor dari lima sektor yang dimainkan. Ganda putra, ganda campuran, dan saat ini mulai mengandalkan ganda putri. Kekuatan di tunggal putra dan tunggal putri belum bisa diharapkan dan memiliki taji di kompetisi Internasional.</p>
<p>Lepasnya kostum tim nasional dari tubuh Taufik Hidayat, maka bisa dibilang juga lepasnya kejayaan tunggal putra Indonesia. Sejak itu, tidak ada lagi nama-nama pemain tunggal putra yang bisa bersinar terang di kancah Internasional.</p>
<p>Berhentinya Susi Susanti mengayunkan raket pada 1998 seolah menjadi berhentinya juga kejayaan tunggal putri Indonesia. Sampai saat ini, belum ada nama seorang putri bangsa pun yang bisa menyamai kejayaannya.</p>
<p>Hanya ada nama Maria Kristin Yulianti yang sedikit bisa menyandingkan namanya dengan Susi Susanti. Maria Kristin berhasil meraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008. Selepas itu, Indonesia belum menemukan permata barunya untuk sektor tunggal putri.</p>
<p>Tiga sektor utama yang selalu menjadi tumpuan pun semakin lama semakin luntur. Bagaimana tidak, tiga pasang pemain utama dengan peringkat tertinggi Indonesia pun masih belum bisa mengalungkan kembali medali emas di lehernya.</p>
<p>Hanya ada nama Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang akhirnya bisa meraih puncak prestasi dengan merebut medali emas Olimpiade Rio 2016. Paska Olimpiade, Tontowi/Liliyana pun masih belum bisa kembali diandalkan.</p>
<p>Para Ganda pelapis Tontowi/Liliyana juga belum bisa mem-<em>backup </em>lunturnya dominasi pasangan nomor empat dunia tersebut. Terakhir, dalam kejuaraan Denmark Open Super Series Premier 2016, Tontowi/Liliyana hanya mampu melangkah sampai babak 16 besar. Langkah paling jauh tim ganda campuran Indonesia hanya dicapai oleh Praveen Jordan/Debby Susanto yang melangkah sampai babak perempat final.</p>
<p>Sepanjang 2016 ini prestasi tim ganda campuran Indonesia memang tidak terlalu bersinar. Yang paling menonjol mungkin hanya emas Olimpiade Rio yang diberikan Tontowi/Liliyana dan juga Gelar All England 2016 oleh Praveen Jordan/Debby susanto.</p>
<p>Indonesia hanya memiliki satu senjata di sektor ganda putri, yaitu Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii. Saat ini mereka duduk di peringkat enam dunia. Namun, prestasi mereka pun belum terlalu bersinar paska meraih emas Asian Games di Korea pada 2014 lalu. Pada 2016 ini Greysia/Nitya baru mempersembahkan satu buah gelar, yaitu pada kejuaraan Singapore Open Super Series 2016.</p>
<p>Pasangan Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri, Anggia Shitta Awanda/Mahadewi Istirani, dan Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta pun belum bisa menunjukan perkembangan yang berarti. Padahal, tiga pasangan ini adalah nama-nama yang kelak akan menjadi pengganti Greysia/Nitya.</p>
<p>Sektor ganda putra bisa dikatakan salah satu tim paling kuat dan solid. Dari turnamen ke turnamen, tiap pasangan sudah bisa saling mengisi kekosongan satu sama lain. Tidak selalu nama Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan lagi di puncak tertinggi. Namun para pemain pelapisnya sudah bisa mulai unjuk gigi.</p>
<p>Sembilan gelar juara telah dipersembahkan tim ganda putra Indonesia sepanjang 2016. Nama Kevin Sanjaya/Gideon Markus Fernaldi menjadi nama paling kaya prestasi di 2016 ini. Mereka – Kevin/Gideon – memberikan tiga gelar juara yang diperoleh dari India, Australia, dan Malaysia. Setelah itu, ada pasangan Berry Anggriawan/Rian Agung Saputro, Fajar Alfian/Rian Ardianto, Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan, dan lain-lain yang ikut menyumbangkan gelar juara.</p>
<p>Sektor ganda putra memang dinilai sebagai sektor paling siap untuk bertahan dalam prestasi. Regenerasi pemain paling terlihat. Kompetisi untuk menjadi yang terbaik juga semakin nampak setelah beberapa kali sesama pemain Indoensia harus bertarung di partai puncak demi meraih gelar juara.</p>
<p>Namun, bagaimana dengan regenerasi sektor lain? Sudah ada nama Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Ihsan Maulana Mustofa di sektor tunggal putra. Ada nama Fitriani, Gregoria Mariska, dan Hana Ramadini di sektor tunggal putri. Namun, mereka belum mendapat kesempatan besar di dalam turnamen besar dunia.</p>
<p>Kesempatan pemain muda untuk turun di kejuaraan Internasional masih terbilang minim. Terlebih di sektor tunggal putri. Bahkan dalam kejuaraan French Open Super Series 2016, tidak ada nam-nama dari tim tunggal putri yang diturunkan.</p>
<p>Dari tim tunggal putra, tiga tombak utama Pelatnas akan bersaing. Jonatan, Ihsan, dan Ginting akan “mengasah” kemampuannya di ajang Perancis Terbuka. Sebagai tiga tunggal putra utama di Pelatnas, Jonatan, Ihsan, dan Ginting hanya bisa meningkatkan level permainan dalam sebuah kejuaraan. Tidak adanya sosok pemain senior di Pelatnas PBSI membuat ketiga penerus Taufik Hidayat itu harus berusaha lebih keras agar bisa menjadi pemain Top.</p>
<p>Realisasi permainan rangkap pun tersendat. Padahal, banyak negara maju sperti Korea dan China pun sudah berani melakukan permainan rangkap pada para pemainnya. Hal inilah yang menjadikan pemain mereka menjadi kaya pengalaman dan cepat meningkatnya level permainan.</p>
<p>Pengalihan sektor pun belum berani diambil langkahnya oleh kubu Indonesia. Dengan menukar pemain tunggal ke ganda, ganda putra ke ganda campuran, dan juga sebaliknya, belum memiliki ruang yang besar.</p>
<p>Yang dibutuhkan Indonesia saat ini hanyalah regenerasi dan sistim kepelatihan yang semakin baik. Negara besar China yang sudah banyak kehilangan pemain utamanya pun tetap tidak merasa khawatir. Regenerasi mereka berjalan sempurna. Tanpa adanya pemain utama, China tetap bisa melahirkan peraih gelar juara dalam setiap kejuaraan.</p>
<p>Korea, Malaysia, bahkan Jepang pun mengalami hal yang sama. Regenerasi mereka mulai terlihat dengan munculnya beberapa pemain andalah di beberapa sektor. Dan pemain-pemain ini bukan hanya “muncul” sebagai nama baru, tetapi mereka juga konsisten dalam menjaga permainan serta meraih prestasi.</p>
<p>Indonesia tidak bisa dikatakan krisis pemain. Sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia begitu melimpah. Namun, Indonesia hanya krisis kesempatan pada para pemainnya untuk bisa berkembang dan menemukan potensi utamanya. (RF)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2779</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Jaya Raya Junior GP 2016) Gatjra Piliang Raih Podium Juara</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2760</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2760#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2016 12:30:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2760</guid>
		<description><![CDATA[(Tangerang, 18/9/16) Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu berhasil merengkuh gelar juara tunggal taruna putra U-19 dalam turnamen Jaya Raya Junior Grand Prix 2016 setelah membungkam rekan satu timnya, Chico Aura Dwi Wardoyo dengan straight set 21-15, 21-11. Usai ditemui usai pertandingan, Gatjra pun membeberkan kunci kemenangan hari ini.  Pebulutangkis kelahiran Situbondo 16 tahun silam tersebut mengaku [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/09/DSC_0400-1024x683_1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-2762" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/09/DSC_0400-1024x683_1-300x200.jpg" alt="dsc_0400-1024x683_1" width="300" height="200" /></a>(Tangerang, 18/9/16) Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu berhasil merengkuh gelar juara tunggal taruna putra U-19 dalam turnamen Jaya Raya Junior Grand Prix 2016 setelah membungkam rekan satu timnya, Chico Aura Dwi Wardoyo dengan straight set 21-15, 21-11.</p>
<p>Usai ditemui usai pertandingan, Gatjra pun membeberkan kunci kemenangan hari ini.  Pebulutangkis kelahiran Situbondo 16 tahun silam tersebut mengaku harus bersabar dalam melawan rekannya, Chico. Menurutnya, Chico memang pemain yang mempunyai kecepatan dan power yang baik, sehingga membuatnya harus sabar untuk meladeni dan berani memberi pukulan-pukulan halus.</p>
<p>“Tadi dari kecepatan sama power sih menang lawan ya, tapi kalo dari mainnya sabar dan dipelanin gitu dia kurang bisa,” ujar Gatjra.</p>
<p>Anak kedua dari dua bersaudara ini mengaku bahwa ia dan pelatih tidak mempunyai target khusus. Ia hanya ingin bermain maksimal dan tanpa beban. Gatjra juga mengaku senang bisa bermain di level U-19 dan keluar sebagai juara pada sore ini.</p>
<p>“Ga ada target, paling cuma mainnya maksimal aja. ga ada beban juga. Apalagi kan kan sekarang main yang di U-19 bukan U-17 jadi seneng bisa juara,” tutup pebulutangkis yang akan berlaga pada  World Badminton Junior Championships 2016 di Spanyol, November mendatang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(DD)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2760</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kevin/Wahyu Tembus Babak Final Indonesian Masters 2016</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2751</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2751#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Sep 2016 14:17:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2751</guid>
		<description><![CDATA[(Balikpapan, 10/09/2016) Racikan baru ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya/Wahyu Nayaka Arya, terus membuat kejutan dalam ajang Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2016. Kevin/Wahyu berhasil melaju ke babak final setelah membungkam unggulan dua asal Indonesia, Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama, dalam tiga game dengan skor 21-14, 18-21, dan 21-19. Sebelumnya, Kevin/Wahu juga berhasil menumbangkan juara bertahan Berry Angriawan/Rian Agung [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Balikpapan, 10/09/2016)</p>
<p>Racikan baru ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya/Wahyu Nayaka Arya, terus membuat kejutan dalam ajang Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2016. Kevin/Wahyu berhasil melaju ke babak final setelah membungkam unggulan dua asal Indonesia, Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama, dalam tiga game dengan skor 21-14, 18-21, dan 21-19.</p>
<p>Sebelumnya, Kevin/Wahu juga berhasil menumbangkan juara bertahan Berry Angriawan/Rian Agung Saputro. Kevin/Wahyu merupakan pasangan “dadakan” karena sejatinya Kevin berpasangan dengan Gideon Marcus Fernaldi. Sedangkan Wahyu belum memiliki pasangan tetap selepas dipisahkan dengan Ade Yusuf.</p>
<p>“Di game pertama kami bisa menekan dari awal, sementara mereka belum in. Di game kedua baru mereka kaya udah dapet banget feelingnya. Di game ketiga awal juga kan kami ketinggalan terus. Pas ngejar sih saya berusaha menenangkan diri,” kata Kevin kepada <em>Badmintonindonesia.org</em>.</p>
<p>Kevin/Wahyu sebetulnya hampir menyerah di tangan Angga/Ricky. Sejak awal game ketiga, mereka selalu tertinggal dari pasangan peringkat 13 dunia tersebut. Sempat tertinggal 10-17, Kevin/Wahyu membalikan keadaan dan menjadikan skor 19-17. Berhasil memperoleh sembilan poin beruntun semakin membjuat Kevin/Wahyu percaya diri.</p>
<p>Di babak final, Kevin/Wahyu akan menghadapi pemain non-unggulan asal China, Han Chengkai/Zhou Haodong. Ini merupakan pertemuan pertama di antara keduanya. Wahyu mengaku untuk babak final nanti ia hanya ingin berusaha menambah kecepatannya di atas lapangan demi mengimbangi kecepatan Kevin Sanjaya.</p>
<p>“Kami nggak berpikir jauh. Babak pertama sudah ketemu Tiongkok, babak dua juga Malaysianya nggak mudah, di babak tiga sama Berry/Rian. Kami mikir terlalu jauh, dijalani saja satu per satu,” tambah Kevin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Reporter: Rizaldy Fry</p>
<p>Sumber: Badmintonindonesia.org</p>
<p>Foto: PBSI</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2751</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tontowi/Liliyana Gratis Terbang Seumur Hidup</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2746</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2746#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2016 13:57:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2746</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 24/8/16) Pasangan pebulutangkis Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mendapat apresiasi dari maskapai Air Asia berupa tumpangan penerbangan gratis seumur hidup. Owi/Butet, sapaan akrab keduanya, berhasil menjadi satu-satunya penyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia di Olimpiade Rio 2016. Sebelumnya, Owi dan Butet telah mendapat bonus senilai 5 miliar rupiah dari pemerintah setelah meraih medali emas Olimpiade ini. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 24/8/16)</p>
<p>Pasangan pebulutangkis Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mendapat apresiasi dari maskapai Air Asia berupa tumpangan penerbangan gratis seumur hidup. Owi/Butet, sapaan akrab keduanya, berhasil menjadi satu-satunya penyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia di Olimpiade Rio 2016.</p>
<p>Sebelumnya, Owi dan Butet telah mendapat bonus senilai 5 miliar rupiah dari pemerintah setelah meraih medali emas Olimpiade ini. Kini, selain uang tunai, Owi/Butet telah mendapat bonus tambahan berupa tiket gratis maskapai Air Asia seumur hidup. Rute perjalanannya pun cukup banyak, yaitu ke lebih dari 120 destinasi negara yang telah terhubung dengan pihak Air Asia.</p>
<p>Kabar ini mencuat seusai sebuah <em>press release</em> diedarkan oleh pihak Air Asia Group dan juga postingan CEO Air Asia Tony Fernandes. Air Asia mengumumkan akan memberikan penerbangan gratis seumur hidup bagi semua atlet ASEAN yang memenangkan medali emas Olimpiade Rio 2016. Tidak hanya itu, Air Asia pun memberi tiket gratis selama lima tahun untuk peraih medali perak dan dua tahun untuk peraih medali perunggu.</p>
<p>“Saya terpesona dengan penampilan dari atlet ASEAN, seperti Thailand Sukanya Srirurat dan Sopita Tanasan, di Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, serta Joseph Schooling dan Hoang Xuan Vinh yang memenangkan medali emas pertama untuk Singapura dan Vietnam,” ungkap Tony dalam <em>press release</em> tersebut.</p>
<p>“Atlet ASEAN di Rio telah menunjukkan bahwa mereka tidak hanya bisa bersaing namun unggul dalam kompetisi tingkat atas. Kami berharap ini akan mendorong orang lain untuk mengikuti jejak mereka, dan saya berharap untuk bisa melihat lebih banyak medali dari atlet ASEAN di masa depan,” tambah Tony.</p>
<p>Selain berhasil memboyong satu emas dari cabang bulu tangkis, dalam Olimpiade Rio 2016 ini juga Indonesia berhasil mendapat dua medali perak yang disumbangkan oleh Sri Wahyuni Agustiani dan Eko Yuli Irawan melalui cabang angkat besi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>-DD/RF-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2746</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(BCA Indonesia Open 2016) Gagal Juara, Ko/Kim Termotivasi Untuk Olimpiade</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2648</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2648#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jun 2016 08:59:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2648</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 05/06/2016) Pasangan ganda campuran asal Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na tak mampu membendung perlawanan dari ganda campuran Tiongkok, Xu Chen/Ma Jin. Ko/Kim harus menyerah dengan pertandingan tiga game, 21-15, 16-21, dan 21-13. Dengan hasil ini, pasangan asal negeri ginseng tersebut harus merelakan menjadi runner up BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 05/06/2016) Pasangan ganda campuran asal Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na tak mampu membendung perlawanan dari ganda campuran Tiongkok, Xu Chen/Ma Jin. Ko/Kim harus menyerah dengan pertandingan tiga game, 21-15, 16-21, dan 21-13.</p>
<p>Dengan hasil ini, pasangan asal negeri ginseng tersebut harus merelakan menjadi runner up BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016. Ko/Kim yang sebelumnya tak pernah terkalahkan dari empat pertemuan terakhir oleh Xu Chen/Ma Jin ini harus merelakan gelar Indonesia Terbuka ini jatuh kepada sang rival.</p>
<p>Ko/Kim menilai bahwa permainan mereka memang kurang bagus hari ini. Mereka juga menyayangkan hasil pertandingan dan akan segera memperbaiki penampilan dan mengambil pelajaran dari pertandingan ini.</p>
<p>“Saya bermain kurang bagus saat di depan net. Serangan-serangan China lebih masuk, jadi saat ada tempat kosong, pasangan China bisa memanfaatkan,” komentar Kim Ha Na.</p>
<p>Bagi Ko/Kim, pertandingan ini menjadi pelajaran mereka untuk ke Olimpiade. Pasalnya, BCA Indonesia Open Super Series Premier ini adalah pertandingan terakhir mereka sebelum menuju Olimpiade Rio de Janeiro. Hasil dari Indonesia Terbuka ini menjadi motivasi untuk mereka mencapai target selanjutnya.</p>
<p>“Target dari kami ingin medali emas, tapi yang paling penting bermain baik di setiap game. Untuk lawan terberat masih Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dari Indonesia dan Zang Nan/Zhao Yunlei (CHN),” jelas Kim Ha Na.</p>
<p>Di semifinal kemarin, pasangan Korea ini berhasil membungkam ganda campuran nomor satu dunia, Zhang Nan/Zhao Yunlei. Namun sayang di partai puncak mereka tidak bisa membendung rekan satu negara Zhang/Zhao, yaitu Xu Chen/Ma Jin.</p>
<p>“Dari babak perdelapan final memang sudah melawan China, dari ganda putra maupun ganda campuran. Pemain ganda campuran bagus semua jadi memang fokus dari awal. Antara Xu Chen dan Zhang Nan keduanya bagus, hanya saja Xu Chen memiliki kekuatan lebih baik, dan Zhao Yunlei sangat bagus di depan net,” ungkap Ko Sung Hyun.</p>
<p>Sampai berita ini diturunkan, pertandingan yang sedang berlangsung adalah pertandingan tunggal putra yang mempertemukan Lee Chong Wei (MAS) dan Jan O Jorgensen (DEN).</p>
<p>(DD)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2648</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(BCA Indonesia Open 2016) Misaki/Ayaka Berjaya di Istora</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2645</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2645#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jun 2016 07:45:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2645</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 05/06/2016) Gelaran BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016 sudah memasuki babak final. Di nomor ganda putri kali ini mempertemukan pasangan asal negeri  matahari terbit, Misaki Matsumoto/Ayaka Takahashi yang ditantang oleh pasangan asal Tiongkok, Tang Yuanting/Yu Yang. Pasangan Jepang ini akhirnya keluar sebagai juara setelah melakoni pertandingan tiga game dengan skor, 21-15, 8-21, dan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 05/06/2016) Gelaran BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016 sudah memasuki babak final. Di nomor ganda putri kali ini mempertemukan pasangan asal negeri  matahari terbit, Misaki Matsumoto/Ayaka Takahashi yang ditantang oleh pasangan asal Tiongkok, Tang Yuanting/Yu Yang. Pasangan Jepang ini akhirnya keluar sebagai juara setelah melakoni pertandingan tiga game dengan skor, 21-15, 8-21, dan 21-15.</p>
<p>Misaki/Ayaka yang memang unggulan pertama ini tampil apik di game pertama. Bola-bola yang diberikan sanggup menyulitkan pasangan Tiongkok. Berbeda dengan di game pertama, justru di game kedua pasangan Jepang ini ketinggalan sangat jauh. Misaki/Ayaka mengaku mendapat pengaruh di lapangan yang membuat mereka tidak fokus, sehingga pertandingan dilanjutkan hingga game ketiga.</p>
<p>“di babak kedua ada pengaruh dari lapangan jadi gak bisa menang, di babak ketiga kita mendapat arahan dari pelatih untuk menguatkan mental dan akhirnya kita bisa bangkit lagi dan akhirnya menang,” ucap Ayaka saat jumpa pers setelah pertandingan.</p>
<p>Pasangan Jepang ini mengaku sangat senang bisa menjadi juara di publik Istora. Bagi Misaki/Ayaka, menjadi Juara di BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016 ini menjadi gelar super series premier kedua bagi mereka di tahun 2016. Sebelumnya, Misaki/Ayaka juga berhasil menjadi juara di All England 2016.</p>
<p>Setelah ini, mereka akan berangkat ke Australia Terbuka sebelum menuju Olimpiade Rio de Janeiro 2016 Agustus mendatang. Misaki/Ayaka memang menjadikan Indonesia Terbuka ini sebagai ajang uji coba untuk persiapan ke Olimpiade.</p>
<p>“Memang kami mengincar juara, dan di sini juga jadi ajang uji coba, terus habis itu kita akan ke Australia. Jadi kita sangat berusaha agar target kita ter capai,” jelas Ayaka.</p>
<p>(DD)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2645</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ihsan kalah, Indonesia Tanpa Wakil di Final</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2640</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2640#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2016 12:49:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2640</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 04/06/2016) Wakil terakhir Indonesia di babak semi final BCA Indonesia Open 2016, Ihsan Maulana Mustofa, harus gagal melaju ke partai puncak. Ihsan kalah dari tunggal putra nomor dua dunia, Lee Chong Wei asal Malaysia dalam dua game langsung dengan skor 9-21 dan 18-21. Kekalahan Ihsan membuat Indonesia harus kembali tanpa gelar dalam tiga tahun [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 04/06/2016)<img class="alignright size-medium wp-image-2641" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_04161-300x214.jpg" alt="DSC_0416" width="300" height="214" /></p>
<p>Wakil terakhir Indonesia di babak semi final BCA Indonesia Open 2016, Ihsan Maulana Mustofa, harus gagal melaju ke partai puncak. Ihsan kalah dari tunggal putra nomor dua dunia, Lee Chong Wei asal Malaysia dalam dua game langsung dengan skor 9-21 dan 18-21.</p>
<p>Kekalahan Ihsan membuat Indonesia harus kembali tanpa gelar dalam tiga tahun beruntun.</p>
<p>&#8220;Bersyukur bisa sampe ke babak ini. Untuk permainan, ya, tadi saya telat panas. Di babak pertama saya ragu sama pukulan saya. Tapi babak kedua udah lebih berani,&#8221; ucap Ihsan.</p>
<p>Ini adalah kali pertama Ihsan menembus babak semi final level Super Series Premier. Sehingga hal ini juga yang membuat Ihsan masih nampak kalah kelas dari lawannya yang sudah sekaliber Lee Chong Wei.</p>
<p>&#8220;Tadi tegang sih engga. cuman feeling-nya aja ga enak,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Lee Chong Wei juga berambisi untuk kembali juara. Ia ingin meraih gelar ke-6 di ajang Indonesia Open.Namun walau demikian, Lee mengaku bahwa ia akan tetap fokus dengan permainannya. Ia tidak ingin ambisinya itu justru membuatnya terlalu menggebu-gebu.</p>
<p>Walau berhasil menang dengan cukup mudah atas Ihsan, Lee tetap memuji penampilan Ihsan, terlebih tiga pemain muda Indonesia yang sedang &#8220;naik daun&#8221; akhir-akhir ini.</p>
<p>&#8220;Ihsan bermain sudah bagus, fighting spiritnya sudah sangat baik. Tapi, dia butuh jam terbang dan pengalaman. Saya rasa satu sampai dua tahun lagi dia bisa ada di top 10 dunia,&#8221; lanjut Lee.</p>
<p>Di babak Final, Lee Chong Wei akan berhadapan dengan pemenang antara Tian Houwei (China) atau Jan O Jorgensen (Denmark). Namun untuk babak final besok (05/06), Lee mengaku bahwa dia tidak terlalu memikirkan lawan, ia hanya ingin fokus dengan dirinya sendiri agar bisa bermain baik.</p>
<p>Melihat usia yang sudah tidak muda lagi, Lee mengisyaratkan bahwa mungkin bisa saja ini adalah Indonesia Open terakhirnya.</p>
<p>&#8220;Kita lihat kondisi setelah Olimpiade. Kalau masih bagus, ya, mungkin tahun depan sekali lagi,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Ketika ditanya mengenai pemain muda Indonesia secara keseluruhan, Lee Chong Wei mengatakan bahwa Jonatan Christie, Anthony Ginting, dan Ihsan Maulana Mustofa akan menjadi pemain top dalam satu atau dua tahun mendatang. Lee mengatakan bahwa ia melihat potensi besar di tiga pemain muda Indonesia tersebut.</p>
<p>(RF/DD)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2640</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lee/Yoo Berpeluang Mengulang Kesuksesan Indonesia Open 2014</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2629</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2629#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2016 10:19:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2629</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 04/06/2016) Ganda putra nomor satu Korea, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong, berhasil melangkah mudah ke babak final turnamen BCA Indonesia Open Super Series 2016 pada Sabtu (04/06) di Istora Senayan, Jakarta. Lee/Yoo berhasil mengalahkan wakil Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Ramussen dalam dua game langsung dengan skor 21-16 dan 21-14. Kemenangan Lee/Yoo di babak semifinal [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_2031.jpg"><img class="alignright  wp-image-2631" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_2031-300x188.jpg" alt="DSC_2031" width="209" height="131" /></a>(Jakarta, 04/06/2016)</p>
<p>Ganda putra nomor satu Korea, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong, berhasil melangkah mudah ke babak final turnamen BCA Indonesia Open Super Series 2016 pada Sabtu (04/06) di Istora Senayan, Jakarta. Lee/Yoo berhasil mengalahkan wakil Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Ramussen dalam dua game langsung dengan skor 21-16 dan 21-14.</p>
<p>Kemenangan Lee/Yoo di babak semifinal ini berpeluang mengulang keberhasilan pasangan nomor satu dunia ini untuk kembali juara di Indonesia Open seperti pada 2014 lalu.</p>
<p>&#8220;Saat awal permainan terbilang bagus, kami juga agak grogi. Tapi di game kedua kami bermain lebih lepas,&#8221; ucap Lee Yong Dae.</p>
<p>Sejak masuk ke dalam arena Istora, Lee/Yoo memang sudah mendapatkan sambutan luar biasa dari publik Istora. Sehingga hal itu jugalah yang menjadi suntikan semangat Lee/Yoo.</p>
<p>&#8220;Terima kasih sudah mendukung. Karena begitu banyak yang mendukung, itu juga jadi tanggung jawab kami untuk menang,&#8221; lanjut Lee.</p>
<p>Prioritas utama mereka saat ini adalah Olimpiade Rio Agustus mendatang. Hal ini membuat Lee/Yoo lebih tertantang untuk selalu menjaga penampilannya. Yoo Yeon Seong mengatakan bahwa target medali di Olimpiade menjadi pemicu sekaligus tantangan bagi mereka untuk selalu bermain baik.</p>
<p>(RF/DD)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2629</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zhang Nan/Zhao Yunlei dikandaskan Wakil Korea</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2627</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2627#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2016 10:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2627</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 04/06/2016) Tidak hanya Carolina Marin, peringkat satu dunia di sektor ganda campuran, Zhang Nan/Zhao Yunlei pun harus ikut kandas di babak semi final BCA Indonesia Open Super Series 2016 pada Sabtu (04/06) di Istora Senayan, Jakarta. Zhang/Zhao takluk di tangan wakil Korea, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na, dalam dua game langsung dengan skor 14-21 [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 04/06/2016)<a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_1973.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-2635" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_1973-300x221.jpg" alt="DSC_1973" width="300" height="221" /></a></p>
<p>Tidak hanya Carolina Marin, peringkat satu dunia di sektor ganda campuran, Zhang Nan/Zhao Yunlei pun harus ikut kandas di babak semi final BCA Indonesia Open Super Series 2016 pada Sabtu (04/06) di Istora Senayan, Jakarta. Zhang/Zhao takluk di tangan wakil Korea, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na, dalam dua game langsung dengan skor 14-21 dan 17-21.</p>
<p>Kekalahan ini memperpanjang puasa gelar Zhang Nan/Zhao Yunlei selama satu tahun belakangan ini. Kebugaran menjadi kendala utama pasangan China ini dalam penampilannya di babak semi final ini.</p>
<p>&#8220;Pertandingan tadi sebenarnya normal. Tapi, memang dari kaminya kurang fit. Zhang Nan juga kemarin habis terkena flu,&#8221; ucap Zhao Yunlei.</p>
<p>Zhang Nan/Zhao Yunlei dinilai mengalami penurunan setelah Indonesia Open tahun lalu. Sampai saat ini mereka belum kembali menginjak podium juara di semua level.</p>
<p>&#8220;Tidak ada dasar sebenarnya dengan penurunan ini. Mungkin karena kami terlalu forsir untuk persiapan Olimpiade, jadi kami kelelahan,&#8221; lanjut Zhao Yunlei.</p>
<p>Seusai Indonesia Open ini, Zhang Nan/Zhao Yunlei mengaku akan fokus ke Olimpiade. Mereka tidak akan lagi mengikuti kejuaraan BWF lainnya. Walau pasangan ini diprioritaskan di Olimpiade, tapi Zhao Yunlei mengatakan bahwa sebenarnya mereka tidak terlalu bertujuan menang di Olimpiade karena sebelumnya sudah pernah juara olimpiade.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya tujuan kami bukan ke arah juara. Tapi siapa sih yang tidak mau juara? Kami akan tetap berusaha,&#8221; tutup Zhao.</p>
<p>Zhang Nan juga menambahkan bahwa setelah ini mereka akan fokus di Olimpiade dan akan bermain maksimal.</p>
<p>Di sisi lain, performa pasangan Ko Sung Hyun/Kim Ha Na terbilang sedang menanjak. Mereka sedang berada dalam performa terbaiknya karena selama 2016 mereka sudah beberapa kali mengecap podium tertinggi di berbagai level.</p>
<p>&#8220;Kami sempat tegang, tapi karena penonton Indonesia banyak mendukung kami, jadi kami lebih semangat,&#8221; ucap Ko Sung Hyun.</p>
<p>&#8220;Meskipun bermain di Indonesia, tapi kami seperti di Korea,&#8221; lanjut Kim Ha Na.</p>
<p>Berkaitan dengan sedang meningkatnya performa mereka, Kim Ha Na mengatakan bahwa mereka selama ini memang selalu melakukan banyak diskusi tentang permainannya. Mereka (Ko/Kim) juga memiliki latihan khusus menjelang Olimpiade.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(RF/DD)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2627</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Carolina Marin Takluk di Tangan Wang Yihan</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2624</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2624#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2016 08:55:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2624</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 04/06/2016) Tunggal putri nomor satu dunia, Carolina Marin gagal memenuhi ambisinya untuk menjadi juara dalam ajang BCA Indonesia Open 2016 pada Sabtu (04/06) sore, di Istora Senayan, Jakarta. Marin harus terhenti di babak semi final karena takluk di tangan tunggal putri China berperingkat tiga dunia, Wang Yihan, dalam tiga game dengan skor 21-16, 11-21, [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/marin.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-2638" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/marin-300x200.jpg" alt="marin" width="300" height="200" /></a>(Jakarta, 04/06/2016)</p>
<p>Tunggal putri nomor satu dunia, Carolina Marin gagal memenuhi ambisinya untuk menjadi juara dalam ajang BCA Indonesia Open 2016 pada Sabtu (04/06) sore, di Istora Senayan, Jakarta. Marin harus terhenti di babak semi final karena takluk di tangan tunggal putri China berperingkat tiga dunia, Wang Yihan, dalam tiga game dengan skor 21-16, 11-21, dan 17-21.</p>
<p>Marin gagal membalas kekalahannya di Malaysia Open April lalu. Di mana dalam ajang Malaysia Open pun Marin harus takluk dalam dua game langsung dengan skor 13-21 dan 15-21.</p>
<p>Sejak dimulainya awal game pertama, Marin sudah tampil lebih dominan dibandingkan dengan Yihan. Namun, sejak game kedua dimulai, Marin mulai terlihat masuk ke dalam pola permainan Yihan. Dan begitu juga pada game ketiga, Marin pun tidak bisa tampil seperti game pertama.</p>
<p>&#8220;Saya sangat kecewa dengan pertandingan hari ini. Saya kecewa dengan bagaimana saya bermain pada game kedua dan ketiga. Padahal, saya memulai permainan dengan sangat bagus,&#8221; ucap Marin.</p>
<p>Marin juga mengakui kalau ia hari ini tidak bermain dengan cukup bagus. Ia mengatakan bahwa pertandingan hari ini memang berjalan begitu sulit. Walaupun ia selalu mencoba bermain dengan baik, namun melawan Yihan bukanlah perkara mudah bagi Marin.</p>
<p>&#8220;Tapi saya senang dengan pertandingan saya selama turnamen ini. Bagus untuk persiapan saya juga menjelang Olimpiade Rio,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Tidak hanya Marin, Yihan pun mengakui kalau pertandingan melawan Marin bukanlah pertandingan yang mudah. Yihan mengatakan bahwa pertandingan tadi begitu sulit baginya.</p>
<p>&#8220;Saya kesulitan. Lawan sangat berat dan juga angin di sini sangat kencang,&#8221; ujar Yihan.</p>
<p>Yihan mengungkapkan bahwa kunci kemenangan hari ini hanyalah bermain dengan semangat dan ada faktor keberuntungan pada akhir game ketiga.</p>
<p>&#8220;Pada game ketiga ada beberapa kali bola bergulir di net, itu sebuah keberuntungan,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Mengenai peluangnya ke Olimpiade, Yihan belum memastikan siapa yang akan mewakili China untuk Olimpiade. Namun, Yihan mengatakan bahwa pertarungan di Olimpiade tidak akan mudah karena kekuatan tunggal putri saat ini pun sudah merata.<br />
(RF/DD)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2624</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(BCA Indonesia Open 2016) Anggia/Ketut Tak Mampu Susul Ihsan</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2620</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2620#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2016 13:25:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2620</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 03/06/16) &#160; Ganda putri Indonesia, Anggia Shitta Awanda/Mahadewi Istirani Ni Ketut gagal tembus partai semifinal BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016. Pasangan muda asal Indonesia ini harus menyerah dari pasangan asal  Malaysia, Vivian Kah Mun Hoo/Khe Wei Woon dengan skor 21-14, 21-19. Anggia/Ketut mengaku bahwa mereka bermain kurang tenang. Tertinggal di game pertama [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="  wp-image-2621 aligncenter" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/P_20160603_181932-300x169.jpg" alt="" width="440" height="248" /></p>
<p>(Jakarta, 03/06/16)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ganda putri Indonesia, Anggia Shitta Awanda/Mahadewi Istirani Ni Ketut gagal tembus partai semifinal BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016. Pasangan muda asal Indonesia ini harus menyerah dari pasangan asal  Malaysia, Vivian Kah Mun Hoo/Khe Wei Woon dengan skor 21-14, 21-19.</p>
<p>Anggia/Ketut mengaku bahwa mereka bermain kurang tenang. Tertinggal di game pertama membuat mereka harus lebih bekerja keras di game kedua. Pada game kedua, pertandingan cukup sengit. Pasangan Indonesia sempat unggul dan memaksa pasangan Malaysia ini untuk bermain rubber set. Namun sayang, Anggia/Ketut belum bisa menuai kemenangan.</p>
<p>“Kita kurang tenang dan kita mengikuti pola mereka sampai akhir set dua. Saat kita ketinggalan, lebih bisa kontrol,” ujar Ketut.</p>
<p>Pasangan Indonesia ini juga menilai bahwa pasangan Malaysia sedang dalam kondisi yang memuncak. Hal ini membuat cara bermain Anggia/Ketut  kalah dibanding lawannya. Anggia/Ketut juga sempat kehilangan fokus dan tidak yakin akan pertahanan yang merek bangun, sehingga menyebabkan pasangan Malaysi ini selalu menyerang mereka terlebih dulu dengan smash-smash tajam.</p>
<p>“Mereka nyerang duluan, kita sendiri ga yakin sama pertahanan kita,” tambah Anggia.</p>
<p>Untuk pertandingan ke depan, Anggia/Ketut berencana akan bermain lebih fokus, siapapun lawan yang dihadapi oleh mereka. Mengenai target selanjutnya, pasangan Indonesia ini tidak mempunyai target khusus. Hanya saja mereka berharap bisa masuk ke dalam ranking 15 dunia.</p>
<p>“Ke depannya mungkin kita lebih fokus, siapapun kalo kita ada kans atau peluang biasanya kita terlalu over. Ke depannya kalo mau ada peluang apa engga, mainnya tetap ikut pola kita,” komentar Ketut.</p>
<p>Dengan hasil ini, Anggia/Ketut gagal tembus ke partai semifinal. Indonesia hanya baru meloloskan satu wakilnya melalui tunggal putra Ihsan Maulana yang merupakan pemain muda Indonesia. Ihsan berhasil melaju setelah mengalahkan Rajiv Ouseph (India) dengan skor 17-21, 21-12, 21-12.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2620</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Walau Kalah, Jonatan dipuji Jorgensen</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2617</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2617#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2016 13:13:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2617</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 03/06/2016) Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie gagal memenuhi ambisinya untuk melangkah ke babak semifinal BCA Indonesia Open 2016. Jonatan harus takluk di tangan pemain Denmark, Jan O Jorgensen, dalam tiga game dengan skor 21-14, 19-21, dan 14-21. Kegagalan ini juga membuat Jonatan harus kembali menunggu waktu untuk mengalahkan Jan O Jorgensen. Dan juga membuat [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 03/06/2016)<img class="alignright size-medium wp-image-2618" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_1473-300x200.jpg" alt="DSC_1473" width="300" height="200" /></p>
<p>Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie gagal memenuhi ambisinya untuk melangkah ke babak semifinal BCA Indonesia Open 2016. Jonatan harus takluk di tangan pemain Denmark, Jan O Jorgensen, dalam tiga game dengan skor 21-14, 19-21, dan 14-21.</p>
<p>Kegagalan ini juga membuat Jonatan harus kembali menunggu waktu untuk mengalahkan Jan O Jorgensen. Dan juga membuat Indonesia hanya memiliki satu wakil di semifinal, yaitu Ihsan Maulana Mustofa yang akan berhadapan dengan Lee Chong Wei.</p>
<p>Jonatan sudah tampil percaya diri sejak awal game pertama. Ia mengakui bahwa memang strategi yang telah dirangkai bisa berjalan dengan baik dari awal game pertama hingga akhir game kedua. Saat kedudukan 18-16 pada game kedua, Jonatan mulai sedikit hilang fokus dan langsung masuk ke dalam irama permainan Jorgensen.</p>
<p>“Pertama kita mesti mensyukuri dulu ya, saya sudah melakukan yang terbaik. Tadi set satu strategi sudah bejalan sampai akhir set kedua. Namun, gejalanya sama dengan Anthony<em>, finishing-</em>nya saya kurang berani,” ujar Jpnatan.</p>
<p>Kendala selanjutnya yang dialami oleh Jonatan adalah masalah fisik. Ia mengaku bahwa pertandingan kali ini sangat menguras tenaganya. Fisik dan fokuslah yang saat ini menjadi pelajaran baru bagi Jonatan setelah kalah dari Jan O Jorgensen.</p>
<p>“Intinya masih banyak hal yang harus saya pelajari. Dari sisi semangat dan sisi fisik,” lanjut Jonatan.</p>
<p>Setelah mengalahkan Jonatan, Jorgensen pun mengatakan bahwa ia beruntung bisa memenangkan pertandingan. Pasalnya, di akhir game kedua pun ia sudah tertinggal dari Jonatan. Beruntung, ia masih bisa membalikan keadaan.</p>
<p>“Saya tidak tahu, hari ini bermain kurang baik. Pergerakan saya kurang bagus, lambat rasanya. Pertandingan melawan Jonatan terasa sulit, dari kecepatan dan ketahanan Jonatan cukup bagus di lapangan. Saya hampir kalah,” komentar Jorgensen.</p>
<p>Ketika ditanya rahasia bagaimana ia bisa membalikan keadaan saat tertinggal, Jorgensen mengaku ia hanya berusaha menyemangati dirinya, mengeluarkan semua yang ada, dan berusaha yakin. Beberapa kali Jorgensen memang terlihat memacu semangatnya sendiri dengan berteriak-teriak setelah mendapat poin.</p>
<p>Kemenangan Jorgensen kembali membuka sebuah “luka lama” yang terjadi di final Piala Thomas. Saat itu tiga tunggal Denmark penjadi pemupus harapan Indonesia meraih piala Thomas. Terlebih lagi Jorgensen, di final Piala Thomas ia-lah yang membuka kemenangan untuk Denmark atas Tommy Sugiarto, dan kali ini ia mengalahkan Jonatan di depan publiknya sendiri.</p>
<p>“Kalian (masyarakat Indonesai) tidak usah takut dengan kekalahan-kekalahan ini. Kalian punya pemain-pemain yang sangat bertalenta. Ginting, Jonatan, dan Maulana (Ihsan). Mereka sangat bertalenta, dan usianya sangat muda. Kalian pasti akan meraih juara kalau waktunya tiba,” ujar Jorgensen.</p>
<p>Jorgensen juga sempat mengomentari permainan Jonatan di lapangan. Ia mengatakan bahwa Jonatan semakin lama semakin berkembang.</p>
<p>“Jonatan selalu berkembang dari waktu ke waktu. Di Malaysia bahkan dia hampir kalahkan Chen Long. Saat ini dia menjadi salah satu pemain dengan ancaman yang tinggi untuk saya,” tutup Jorgensen.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(RF/DD)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2617</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ihsan Menjadi Wakil Pertama di Semifinal</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2613</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2613#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2016 10:51:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2613</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 03/06/2016) Kejutan kembali terjadi, Ihsan Maulana Mustofa berhasil melaju ke babak semifinal BCA Indonesia Open Super Series Prmier 2016. Ihsan berhasil mengalahkan pemain asal Inggris, Rajiv Ouseph dalam laga tiga game dengan skor 17-21, 21-12, dan 21-12. Ihsan sekaligus menjadi wakil Indonesia pertama yang melaju ke babak Semifinal. Sejak awal game pertama, baik Ihsan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 03/06/2016)<a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_1139-1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-2614" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_1139-1-300x201.jpg" alt="DSC_1139 (1)" width="300" height="201" /></a></p>
<p>Kejutan kembali terjadi, Ihsan Maulana Mustofa berhasil melaju ke babak semifinal BCA Indonesia Open Super Series Prmier 2016. Ihsan berhasil mengalahkan pemain asal Inggris, Rajiv Ouseph dalam laga tiga game dengan skor 17-21, 21-12, dan 21-12. Ihsan sekaligus menjadi wakil Indonesia pertama yang melaju ke babak Semifinal.</p>
<p>Sejak awal game pertama, baik Ihsan mau pun Rajiv sudah saling kejar mengejar angka. Hingga kedudukan 7-7, Rajiv mulai tampil dominan dibandingkan dengan Ihsan. Sejak itu, Ihsan hampir selalu tertinggal dalam perolehan angka. Rajiv berhasil mengamankan game pertama dengan skor 17-21.</p>
<p>Ihsan mengaku ia mencoba bermain tenang di game kedua dan ketiga. Buktinya, Ihsan berhasil mengambil alih permainan pada game kedua dengan cukup mudah. Namun, pada awal game ketiga Rajiv langsung bermain dengan strategi yang sama dengan game pertama, Ihsan mulai tertinggal hingga skor 1-6.</p>
<p>Perlahan tapi pasti, Ihsan mulai mengejar perlahan-lahan, ia langsung menyamakan kedudukan menjadi 7-7sampai akhirnya Ihsan mengambil alih game hingga interval game pertama dengan skor 11-9. Menjelang akhir, permainan Rajiv nyaris tidak berkembang, bahkan kesalahan-kesalahan kecil mulai sering ia lakukan. Ihsan semakin percaya diri dan berhasil mengambil kemenangan pada game ketiga dengan skor 21-12.</p>
<p>“Yang pertama bersyukur dulu bisa menang. Untuk pertandingan, tadi saat set satu dan kedua saya masih naik turun keyakinannya. Saya ga bisa menentukan mau main seperti apa,” ucap Ihsan.</p>
<p>“Tapi akhirnya saya langsung menentukan kalau saya mau main menyerang. Dia juga udah keliatan capek, kan,” lanjutnya.</p>
<p>Untuk pertandingan besok Ihsan akan melawan Lee Chong Wei yang baru saja menang dari wakil China, Wang Zheming. Ketika ditanya mengenai persiapan untuk babak semifinal, Ihsan mengatakan bahwa ia hanya ingin melakukan <em>recovery</em> untuk staminanya dahulu. Baginya, pertandingan hari ini cukup menguras tenaga.</p>
<p>“Untuk besok paling saya main <em>nothing to loose</em> aja dulu. Coba satu satu, kalau rejeki kan ga kemana,” ucapnya.</p>
<p>Ihsan menjadi wakil pertama yang melaju ke babak semifinal. Dari dua wakil sebelumnya yang sudah bertanding, keduanya masih gagal menuju ke semifinal. Tiara/Rizki dan Alfian/Annisa harus mengakhiri perjalnannya di BCA Indonesia Open 2016.</p>
<p>“Saya ga mikirin kekalahan yang lain. Cukup main bagus, dan mikir gimana bisa keluar dari tekanan,” lanjut Ihsan.</p>
<p>Saat situasinya tertekan, Ihsan mengaku ia mendapat semangat dari pelatihnya, Hendry Saputra. Hendry mengucapkan bahwa Ihsan harus bermain lepas dan tenang. Di tengah dukungan penonton Istora, Ihsan juga menjadi lebih termotivasi untuk menang.</p>
<p>Ketika membicarakan kunci kemenangannya, Ihsan mengutarakan bahwa selama ini ia hanya bermain dengan tenang. Ia bermain tidak terburu-buru hingga akhirnya ia bisa berhasil mencapai babak semifinal.</p>
<p>(RF/DD)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2613</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>dihentikan Zhang/Zhao, Alfian/Annisa Gagal ke Semifinal</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2610</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2610#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2016 09:56:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2610</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 03/06/2016) Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika masih belum bisa menghadang laju pasangan nomor satu dunia, Zhang Nan/Zhao Yunlei dalam babak perempat final BCA Indonesia Open 2016. Alfian/Annisa kalah dalam laga tiga game dengan skor 11-21, 10-21, dan 14-21. Sempat unggul hingga awal game ketiga, Alfian/Annisa pun harus merelakan tiket semifinal kepada pasangan China tersebut. Setelah [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 03/06/2016)<img class="alignright size-medium wp-image-2611" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/P_20160603_163255-300x169.jpg" alt="P_20160603_163255" width="300" height="169" /></p>
<p>Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika masih belum bisa menghadang laju pasangan nomor satu dunia, Zhang Nan/Zhao Yunlei dalam babak perempat final BCA Indonesia Open 2016. Alfian/Annisa kalah dalam laga tiga game dengan skor 11-21, 10-21, dan 14-21. Sempat unggul hingga awal game ketiga, Alfian/Annisa pun harus merelakan tiket semifinal kepada pasangan China tersebut.</p>
<p>Setelah berhasil mengalahkan Chris Adcock/Gabrielle Adcock pada babak pertama, Alfian/Annisa diharapkan mampu kembali memberikan kejutan. Namun, jumlah jam terbang dan kekuatan mentallah yang berbicara di lapangan, Zhang/Zhao tetap berhasil mengubur harapan Alfian/Annisa untuk tampil di babak semifinal Super Series Premier pertamanya.</p>
<p>“Lawan cukup tangguh, ya, ga gampang mati. Kita malah matinya dari hal sepele. Mereka (Zhang/Zhao) dari servenya aja udah bagus,” ucap Annisa.</p>
<p>“Udah sempet ngejar, eh hilang fokus, poinnya tertinggal lagi. Ngejar lagi, hilang fokus lagi, he he he,” lanjut Annisa.</p>
<p>Alfian menambahkan bahwa kendala fokuslah yang menjadi faktor utama kekalahan mereka. Beberapa kali mereka sempat kehilangan fokus dan hal itulah yang membuat Zhang Nan dan Zhao Yunlei terus memperlebar jarak poin mereka dengan Alfian/Annisa.</p>
<p>“Kita buru-buru, tertekan juga, karena musuhnya juga bagus, sih,” ucap Alfian.</p>
<p>Alfian/Annisa sempat mampu mengontrol jalannya permainan pada game kedua hingga awal game ketiga. Namun, Zhang/Zhao nampak langsung membangkitkan rasa percaya dirinya sampai akhirnya mereka bermain dengan lebih sabar. Zhang/Zhao juga berusaha membawa Alfian/Annisa masuk ke irama permainannya, dan itu berhasil.</p>
<p>“Sebenarnya tadi ada peluang untuk menang,” lanjutnya.</p>
<p>Ini merupakan pertemuan pertama bagi keduanya. Hasil ini membuat Alfian/Annisa cukup puas karena dalam pertemuan pertamanya mereka sudah berhasil merebut satu game dari pasangan nomor satu dunia tersebut.</p>
<p>“Dari segi teknik sih kita sama. Cuman yang membedakan, ya, ketenangan dan jam terbang mungkin ya,” tutup Alfian.</p>
<p>(RF/DD)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2610</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiara/Rizki Gagal Lanjutkan Kejutan</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2606</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2606#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2016 09:24:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2606</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 03/06/2016) Pasangan ganda putri Indonesia, Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta gagal melanjutkan kejutan di babak perempat final BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016. Tiara/Rizki harus dihentikan langkahnya oleh pasangan Belanda, Eefje Muskens/Selena Piek dalam tiga game dengan skor 10-21, 24-22, dan 23-25 pada Jumat (03/06) siang di Istora Senayan, Jakarta. Sempat unggul beberapa [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 03/06/2016)<a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_01671.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-2608" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_01671-300x200.jpg" alt="DSC_0167" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Pasangan ganda putri Indonesia, Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta gagal melanjutkan kejutan di babak perempat final BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016. Tiara/Rizki harus dihentikan langkahnya oleh pasangan Belanda, Eefje Muskens/Selena Piek dalam tiga game dengan skor 10-21, 24-22, dan 23-25 pada Jumat (03/06) siang di Istora Senayan, Jakarta.</p>
<p>Sempat unggul beberapa kali sejak game pertama, Tiara/Rizki nampak bermain kurang tenang dan cenderung terburu-buru. Di poin-poin kritis bahkan Rizki/Tiara cenderung sering melakukan kesalahan sendiri. Tiara/Rizki harus puas dengan hasil ini karena memang Eefje/Selena mampu lebih mengontrol keadaan.</p>
<p>“Tiara Rizki adalah pemain yang bagus juga. Buktinya mereka bisa mengalahkan juara Olimpiade,” ujar Selena.</p>
<p>“Ini pertama kali kami masuk semifinal di level superseries. Ini adalah hal luar biasa karena kami juga bisa menang di Indonesia di mana memang negara yang bulutangkis besar,” lanjutnya.</p>
<p>Sedangkan baik Tiara mau pun Rizki mengakui kalau hari ini mereka tidak bisa bermain tenang. Mereka bermain terlalu terburu-buru sehingga keduanya rentan melakukan kesalahan sendiri di akhir game ketiga. Tiara/Rizki mengakui kalau mereka kalah sabar daripada permainan Eefje/Selena.</p>
<p>“Hari ini kurang hoki. Buru-buru, mau matiin malah jadi mati sendiri kitanya,” ujar Tiara.</p>
<p>Walaupun mengalami kekalahan, Tiara/Rizki tetap mendapat apresiasi lebih. Mengingat, selain pasangan ini adalah pasangan baru, ini juga merupakan pertandingan perdana mereka di babak perempat final level Super Series Premier.</p>
<p>“Nuraidah/Pradipta tetap tampil membanggakan di rumah sendiri. Percaya superseries berikutnya bisa lebih beruntung,” tutur ketua umum PP PBSI Gita Wirjawan dalam <em>tweet</em>-nya di akun Twitter pribadinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(RF/DD)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2606</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anggia/Ketut Tambah Daftar Kejutan</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2602</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2602#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2016 15:17:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2602</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 02/06/2016) Kejutan kembali terjadi di babak enam belas besar BCA Indonesia Open 2016. Pasangan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istirani berhasil menumbangkan unggulan enam asal Korea, Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan. Laga berjalan dalam tiga game dengan skor 21-19, 19-21, dan 21-19 dalam durasi satu jam lima menit. Ini merupakan kali pertama bagi Anggia/Ketut [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 02/06/2016)<img class="alignright size-medium wp-image-2603" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_0988-300x200.jpg" alt="DSC_0988" width="300" height="200" /></p>
<p>Kejutan kembali terjadi di babak enam belas besar BCA Indonesia Open 2016. Pasangan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istirani berhasil menumbangkan unggulan enam asal Korea, Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan. Laga berjalan dalam tiga game dengan skor 21-19, 19-21, dan 21-19 dalam durasi satu jam lima menit.</p>
<p>Ini merupakan kali pertama bagi Anggia/Ketut memasuki babak perempat final level Super Series Premier, selain itu di beberapa kejuaraan Super Series dan Super Series Premier mereka biasanya hanya sampai babak enam belas besar, namun kali ini mereka berhasil lolos ke babak delapan besar.</p>
<p>“Seneng banget rasanya. Dari awal tahun biasanya babak enam belas ini bisa masuk delapan besar,” ujar Ketut.</p>
<p>Secara strategi, hari ini Anggia/Ketut mengatakan bahwa strateginya masih sama dengan kemarin, mereka lebih berani menyerang terlebih dahulu dan bermain lebih aman. Pada akhir game ketiga, Anggia/Ketut sempat memimpin 20-15, namun akhirnya pasangan Korea mampu mendekat menjadi 20-19 sebelum akhirnya Anggia/Ketut berhasil menutup game ketiga dengan skor 21-19.</p>
<p>“Akhir game itu kita buru-buru, mereka mainnya lebih safe juga, kita malah keikut pola ,mereka,” lanjut Ketut.</p>
<p>Besok, Anggia/Ketut akan melawan pasangan Malaysia Vivian Kah Mun Hoo/Khei Wei Woon. Pasangan Malaysia ini baru saja mengalahkan Greysia/Nitya dalam dua game langsung. Sebelumnya, Anggia/Ketut belum pernah bertemu dengan pasangan ini.</p>
<p>“Kita main <em>nothing to loose</em> aja, soalnya beban pasti lebih berat,” lanjut Ketut.</p>
<p>“Secara skill sih kita sama dengan pemain top, tapi mungkin keyakinannya aja kadang kita ga punya,” ujar Anggia.</p>
<p>Kemenangan di babak enam belas besar ini sekaligus memperbaiki catatannya di ajang Indonesia Open. Pada gelaran Indonesia Open tahun lalu, Anggia/Ketut hanya bisa melangkah hingga babak pertama. Namun tahun ini mereka mampu berjalan lebih jauh menuju ke babak delapan besar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(RF/DD)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2602</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ihsan Susul Jonatan ke Perempat Final</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2599</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2599#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2016 14:41:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2599</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 02/06/2016) Ihsan Maulana Mustofa berhasil mengikuti jejak Jonatan Christie dengan lolos ke babak perempat final BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016. Ihsan berhasil mengalahkan wakil China, Huang Yuxiang dalam dua game langsung dengan skor 21-18 dan 21-15. Ihsan menjadi wakil tunggal putra Indonesia kedua yang lolos ke babak delapan besar. Bermain di hadapan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 02/06/2016)<img class="alignright size-medium wp-image-2600" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_09681-300x200.jpg" alt="DSC_0968" width="300" height="200" /></p>
<p>Ihsan Maulana Mustofa berhasil mengikuti jejak Jonatan Christie dengan lolos ke babak perempat final BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016. Ihsan berhasil mengalahkan wakil China, Huang Yuxiang dalam dua game langsung dengan skor 21-18 dan 21-15. Ihsan menjadi wakil tunggal putra Indonesia kedua yang lolos ke babak delapan besar.</p>
<p>Bermain di hadapan ribuan pendukungnya, Ihsan tampil dengan tenang. Ihsan terlihat tidak terburu-buru untuk mematikan bola lawan. Kemenangan ini membawa Ihsan menuju pencapaian terbaiknya di ajang Indonesia Open.</p>
<p>“Di game pertama saya banyak mati sendiri, belum pas juga pukulannya, agak tegang, tapi saya yakin lawan lebih tegang,” ujar Ihsan.</p>
<p>Pada game kedua Ihsan tampil sangat percaya diri, ia langsung memimpin poin 11-1 sampai interval game kedua. Namun, menjelang akhir game kedua, Ihsan Nampak terlalu berhati-hati hingga Huang Yuxiang mengejar perlahan-lahan.</p>
<p>“Saat akhir set kedua saya terlalu hati-hati. Nunggu lawan mati sendiri ternyata malah saya yang mati sendiri,” lanjutnya.</p>
<p>Ribuan dukungan dari publik Istora tidak ,membuat Ihsan bermain dengan terlalu menggebu-gebu. Ihsan mengaku tetap bermain tenang karena menggebu-gebu justru akan menjadi bumerang baginya. Bermain menggebu-gebu justru akan membuatnya menjadi terburu-buru.</p>
<p>Di babak perempat final, Ihsan akan melawan wakil Inggris, Rajiv Ouseph. Ihsan dan Rajiv tercatat belum pernah bertemu sebelumnya. Hal ini membuat Ihsan harus meraba-raba bagaimana permainan Rajiv hanya lewat video pertandingan.</p>
<p>“Bola dia halus, jadi harus hati-hati. Tapi terakhir kan dia ketemu Jonatan dan dia (Rajiiv) kalah. Jadi positifnya, kalau Jonatan bisa menang, InsyaAllah saya juga bisa,” lanjut Ihsan.</p>
<p>(RF/DD)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2599</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ahsan/Hendra Kalah, Ganda Putra Tanpa Wakil</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2595</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2595#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2016 14:40:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2595</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 02/06/2016) Juara dunia ganda putra 2013 dan 2015, Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan, harus mengakhiri langkahnya di babak enam belas besar kejuaraan BCA Indonesia Open 2016. Ahsan/Hendra harus takluk di tangan wakil Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding dalam tiga game dengan skor 21-19, 13-21, dan 18-21. Ahsan/Hendra gagal mengulang kemenangannya di laga final Thomas Cup kemarin, [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 02/06/2016)<a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_0749.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-2597" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_0749-300x200.jpg" alt="DSC_0749" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Juara dunia ganda putra 2013 dan 2015, Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan, harus mengakhiri langkahnya di babak enam belas besar kejuaraan BCA Indonesia Open 2016. Ahsan/Hendra harus takluk di tangan wakil Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding dalam tiga game dengan skor 21-19, 13-21, dan 18-21.</p>
<p>Ahsan/Hendra gagal mengulang kemenangannya di laga final Thomas Cup kemarin, di mana saat itu Ahsan/Hendra menang dalam dua game langsung dengan skor 21-18 dan 21-13. Ahsan/Hendra mengakui kalau hari ini mereka memang melakukan banyak kesalahan dalam pertandingan melawan Mads/Mads.</p>
<p>“Hari ini ga sesuai harapan, ya. Tapi kita tetap positif, masih ada satu lagi di Australia menjelang Olimpiade. Hari ini banyak mati sendiri, merekanya (Mads/Mads) juga bagus,” ucap Hendra.</p>
<p>“Hari ini mereka lebih berani, berani dahuluin bola. Kalau di Thomas Cup kita kendalikan permainan, kali ini mereka yang kendalikan kita,” lanjut Ahsan.</p>
<p>Pencapaian ini memperpanjang catatan kurang baik Ahsan/Hendra selama 2016. Ahsan/Hendra belum pernah meraih satu gelar Super Series pun sejak awal tahun lalu. Pada Indonesia Open 2015, Ahsan/Hendra berhasil mencapai babak semifinal, dan ini merupakan penurunan yang cukup drastis dari pasangan nomor dua dunia ini.</p>
<p>“Target sih juara, ya. Kita ga selamanya ada di top performance. Masih ada tunggal putra muda kita juga, kan, mungkin ini waktunya mereka juara,” imbuh Hendra.</p>
<p>Dengan kekalahan Ahsan/Hendra berarti sektor ganda putra Indonesia tanpa wakil di babak delapan besar. Kekalahan ini juga menambah daftar unggulan Indonesia yang tumbang di babak kedua setelah Greysia/Nitya dan Tontowi/Liliyana juga ikut tersingkir di babak kedua.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(RF/DD)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2595</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiara/Rizki Pulangkan Juara Olimpiade London</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2592</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2592#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2016 12:51:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2592</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 02/06/2016) Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta berhasil membuat kejutan positif di babak kedua kejuaraan BCA Indonesia Open Super Sereies Premier 2016 di Istora Senayan, Jakarta, pada Kamis (02/06). Suci/Tiara berhasil mengalahkan unggulan empat asal China, Tian Qing/Zhao Yunlei dalam laga tiga game dengan skor 17-21, 21-17, dan 21-18. Di atas kertas, pasangan Tian Qing/Zhao [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 02/06/2016)<a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_0561.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-2593" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_0561-300x200.jpg" alt="DSC_0561" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta berhasil membuat kejutan positif di babak kedua kejuaraan BCA Indonesia Open Super Sereies Premier 2016 di Istora Senayan, Jakarta, pada Kamis (02/06). Suci/Tiara berhasil mengalahkan unggulan empat asal China, Tian Qing/Zhao Yunlei dalam laga tiga game dengan skor 17-21, 21-17, dan 21-18.</p>
<p>Di atas kertas, pasangan Tian Qing/Zhao Yunlei memang lebih diunggulkan. Secara peringkat pun Tian/Zhao jauh di atas Tiara/Rizki. Saat ini, Tian/Zhao berada di peringkat empat dunia, sedangkan Tiara/Rizki berada di peringkat 86 dunia. Selain itu, Tian/Zhao juga merupakan peraih medali emas Olimpiade London 2012.</p>
<p>Kemenangan ini tidak pernah disangka-sangka oleh Tiara/Rizki, mereka mengaku hanya bermain lepas saat melawan Tian/Zhao. Pada pertemuan mereka di Singapura Terbuka April lalu, Tiara/Rizki langsung kalah dalam dua game langsung oleh Tian/Zhao. Sedangkan saat ini Tiara mengaku bahwa mereka jauh lebih solid dibandingkan di Singapura kemarin.</p>
<p>“Gak nyangka bisa menang. Kita tuh mikirnya main rame aja udah bagus, jadi fokus satu satu,” ucap Tiara.</p>
<p>“Pokoknya solid doing yang bikin kami makin kompak hari ini. Kami menang komunikasi dibandingkan mereka (Tian/Zhao),” lanjutnya.</p>
<p>Kedua pasangan bermain sangat ketat sejak awal game pertama. Namun, Rizki mengatakan bahwa mereka terlalu banyak kesalahan sendiri di game pertama sehingga harus tertinggal. Selain itu, Tiara meambahkan bahwa mereka terlalu bermain bertahan sehingga banyak terserang di game pertama.</p>
<p>“Saat 18-18 kami udah ikhlas aja gitu. Menang atau kalah yang penting usaha,” ucap Tiara.</p>
<p>Besok (03/06) Tiara/Rizki akan berhadapan dengan pasangan belanda, Eefje Muskens/Selena Piek. Kedua pasangan belum pernah bertemu sebelumnya. Namun secara peringkat pasangan Belanda ini tetap berada di atas Tiara/Rizki. Eefje/Piek berada di peringkat sebelas dunia.</p>
<p>“Buat besok InsyaAllah, doain aja biar menang. Kita mulai lagi dari awal,” ucap Rizki. “Yang penting <em>enjoy</em>-lah,” tambah Tiara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(RF/DD)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2592</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(BCA Indonesia Open 2016) Dihadang Pasangan Denmark, Tontowi/Liliyana Gagal ke Perempat Final</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2581</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2581#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2016 11:11:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[BCAIndonesiaOpen2016]]></category>
		<category><![CDATA[liliyana natsir]]></category>
		<category><![CDATA[Tontowi Ahmad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2581</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 2/6/16) Ganda campuran andalan Indonesia yang juga merupakan unggulan kedua dalam turnamen BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir harus menghentikan langkahnya di babak kedua usai dikalahkan oleh pasangan non unggulan Denmark, Kim Astrup/Line Kjaersfeldt dengan skor 21-19, 21-17. Pertandingan yang terjadi pada game pertama cukup ketat. Poin dari kedua pasangan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/OWI-BUTET_RBD.jpg"><img class="alignright  wp-image-2586" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/OWI-BUTET_RBD-300x178.jpg" alt="" width="356" height="211" /></a>(Jakarta, 2/6/16) Ganda campuran andalan Indonesia yang juga merupakan unggulan kedua dalam turnamen BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir harus menghentikan langkahnya di babak kedua usai dikalahkan oleh pasangan non unggulan Denmark, Kim Astrup/Line Kjaersfeldt dengan skor 21-19, 21-17.</p>
<p>Pertandingan yang terjadi pada game pertama cukup ketat. Poin dari kedua pasangan ini saling menyusul satu sama lain. Owi/Butet seperti tampil di bawah tekanan. Owi/Butet mengaku bahwa mereka memang tidak tampil dalam performa terbaik.</p>
<p>“Penampilan kali ini <em>under performance</em> banget ya kita ini. Kita liat sendiri pasangan Denmark ini baru main <em>mix</em> juga. Ya memang mereka bukan pemain <em>mix</em>, mereka <em>nothing to lose</em>. Jadi lebih <em>enjoy</em>, kita sendiri kurang tenang,” ujar Liliyana usai pertandingan.</p>
<p>“Kalo melihat hasil ini saya kecewa ya. Saya jujur akui di bawah <em>performance.</em> Mungkin karena tekanan juga, terlalu pengen menang jadi berpengaruh,” tambah Tontowi.</p>
<p>Pada game kedua, sempat terjadi insiden, dimana ketika poin 16-17 bola yang seharusnya keluar dinyatakan masuk oleh wasit. Hal ini tentu membuat kecewa Owi/Butet serta pelatih Richard Mainaky. Pasangan Indonesia ini juga mengaku itu adalah poin kritis dan mereka tidak ingin kehilangan poin.</p>
<p>“Di 16-17 ya itu kan posisi kritis juga. Dari kitanya sendiri sih ya maksudnya itu kan bola tepat jatuh  di belakang deket pelatih ya dan mereka liat sendiri juga. Memang<em> out</em>, itu kan angin. Pas mukul gitu ke dorong angin, keliatan banget <em>out</em>-nya,” jelas Liliyana.</p>
<p>Sampai berita ini diturunkan, Indonesia hanya baru meloloskan dua wakilnya ke babak perempat final melalui tunggal putra pelatnas, Jonatan Christie usai kalahkan unggulan ketiga asal China, Lin Dan dengan dua game langsung 21-12, 21-12 dan Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika setelah membungkam Jacco Arends/Selena Piek asal Belanda dengan skor 21-17, 21-8.</p>
<p>(DD)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2581</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Greysia/Nitya Terhenti di Laga Perdana</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2578</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2578#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2016 10:48:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2578</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 02/06/2016) Pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, gagal melanjutkan langkahnya dalam kejuaraan BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016. Greysia/Nitya kalah dari tangan pebulutangkis Malaysia, Vivian Kah Mun Hoo/Khe Wei Woon dalam dua game langsung dengan skor 17-21 dan 19-21. Hal ini merupakan sebuah penurunan karena pada Indonesia Open 2015, Greysia/Nitya berhasil menjadi [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_0542.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-2579" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_0542-300x200.jpg" alt="DSC_0542" width="300" height="200" /></a>(Jakarta, 02/06/2016)</p>
<p>Pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, gagal melanjutkan langkahnya dalam kejuaraan BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016. Greysia/Nitya kalah dari tangan pebulutangkis Malaysia, Vivian Kah Mun Hoo/Khe Wei Woon dalam dua game langsung dengan skor 17-21 dan 19-21. Hal ini merupakan sebuah penurunan karena pada Indonesia Open 2015, Greysia/Nitya berhasil menjadi <em>runner-up</em>.</p>
<p>Pasangan Malaysia ini mengaku memanfaatkan cedera yang dialami oleh Nitya saat Kejuaraan Asia lalu, sehingga pergerakan Nitya pun belum sebaik biasanya. Selain daripada itu, pasangan Malaysia ini mengaku mereka juga beruntung karena bisa mengatasi tekanan dari penonton Istora.</p>
<p>“Bermain di sini tekanannya sungguh besar. Beruntung tadi kami bisa me-<em>manage</em> tekanan yang ada. Selain itu, Greysia/Nitya juga tidak berada dalam performa terbaik mereka,” ucap Khe Wei Woon.</p>
<p>Bermain fokus menjadi kunci utama kemenangan pasangan Malaysia ini, lalu mereka menilai bahwa gemuruh dan dukungan yang sangat besar dari penonton malah membuat pasangan Greysia/Nitya menjadi tertekan. Sejak awal pertandingan, Greysia/Nitya memang terlihat tidak bermain di dalam performanya. Banyak kesalahan-kesalahan kecil yang terus terjadi sehingga perolehan poin mereka terus tertinggal dari Vivian/Khe.</p>
<p>“Kondisi kami memang tidak seratus persen fit. Bukannya cari alas an, tapi inilah yang kami rasakan,” ucap Greysia.</p>
<p>“Kami tak berada dalam performa terbaik. Paha saya ketarik, Nitya juga belum pulih dari cederanya,” Lnjut Greysia.</p>
<p>Hal ini terlihat di lapangan ketika Greysia/Nitya tidak bermain seperti biasanya. Kondisi di lapangan pun Greysia/Nitya selalu berada di bawah tekanan. Pergerakannya pun tidak seperti biasanya,pun dengan pertahanan mereka yang cukup mudah ditembus oleh pasangan Malaysia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(RF/DD)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2578</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jonatan Christie Tumbangkan Lin Dan</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2575</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2575#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2016 10:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2575</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 02/06/2016) Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, berhasil melaju ke babak perempat final BCA Indonesia Open 2016. Jonatan berhasil membuat kejutan dengan mengalahkan tunggal putra peringkat tiga dunia asal China, Lin Dan, dalam dua game langsung dengan skor 21-12 dan 21-12. Kemenangan ini membuat Jonatan berhasil membalas kekalahannya di Singapura Terbuka April lalu, kala itu [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/jonatan-2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-2576" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/jonatan-2-300x200.jpg" alt="jonatan 2" width="300" height="200" /></a>(Jakarta, 02/06/2016)</p>
<p>Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, berhasil melaju ke babak perempat final BCA Indonesia Open 2016. Jonatan berhasil membuat kejutan dengan mengalahkan tunggal putra peringkat tiga dunia asal China, Lin Dan, dalam dua game langsung dengan skor 21-12 dan 21-12.</p>
<p>Kemenangan ini membuat Jonatan berhasil membalas kekalahannya di Singapura Terbuka April lalu, kala itu Jonatan kalah dalam dua game langsung dengan skor 13-21 dan 7-21. Dengan kemenangan ini pun Jonatan berhasil menyamai pencapaiannya tahun lalu yang juga berhasil mencapai babak perempat final.</p>
<p>“Puji Tuhan, ini bukan hanya kekuatan saya, tapi di sini ada kekuatan Tuhan juga saya bisa menang,” ucap Jonatan.</p>
<p>Lin Dan adalah salah satu pemain yang diidolakan Jonatan, sehingga kemenangan ini juga sekaligus menjadi prestasi tersendiri untuk Jonatan. Baginya, walaupun kelasnya masih di bawah Lin Dan, baik dari segi pukulan mau pun segi mental, tapi Jonatan tetap bisa membuktikan bahwa dia memang sudah pantas berada di level atas.</p>
<p>“Tadi pelatih bilang jangan mikirin menang atau kalah, yang penting strateginya jalan dulu. Kalau pun kalah, kan bisa kita evaluasi nanti kedepannya harus seperti apa. Beruntungnya, dukungan penonton yang luar biasa juga bisa membuat saya gak capek,” lanjut Jonatan.</p>
<p>Jonatan berpendapat bahwa hari ini Lin Dan bermain di bawah performanya. Selain daripada itu, bola-bola kencang yang saat ini digunakan pun tidak disukai oleh Lin Dan, sehingga hal ini membuat Lin Dan benar-benar tidak berkembang.</p>
<p>Lawan selanjutnya yang akan dihadapi oleh Jonatan adalah antara wakil Denmark, Jan O Jorgensen atau wakil Hong Kong, Wong Wing Ki Vincent. Di atas kertas, Jonatan memang diprediksi akan menghadapi Jan O Jorgensen yang berada di posisi unggulan kelima.</p>
<p>“Kalau ketemu Jan O, saya berharap setidaknya bisa main seperti tadi. Yang penting tampil all out,” ujar Jonatan.</p>
<p>Pada pergelaran BCA Indonesia Open 2015, di babak perempat final Jonatan Christie pun berjumpa dengan Jan O, saat itu Jonatan kalah dalam dua game langsung dengan skor 13-21 dan 15-21.</p>
<p>“Mungkin tahun lalu saya di lapangan ga terlalu siap, strategi juga gak jalan. Tahun ini semoga bisa <em>all out</em>,” tutup Jonatan.</p>
<p>(RF/RBD)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2575</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alfian/Annisa Tantang Pemain Nomor Satu Dunia</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2571</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2571#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2016 07:01:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2571</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 02/06/2016) Pasangan ganda campuran Indonesia, Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika berhasil melaju ke babak perempat final turnamen BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016 pada Kamis (02/06) di Istora Senayan, Jakarta. Alfian/Annisa berhasil menang atas pasangan Belanda, Jacco Arends/Selena Piek dalam dua game langsung dengan skor 21-17 dan 21-8. Kemenangan ini didapat dengan cukup mudah [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/ALFIN-ICHA_Rizky-Bagus.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-2572" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/ALFIN-ICHA_Rizky-Bagus-300x239.jpg" alt="ALFIN-ICHA_Rizky Bagus" width="300" height="239" /></a>(Jakarta, 02/06/2016)</p>
<p>Pasangan ganda campuran Indonesia, Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika berhasil melaju ke babak perempat final turnamen BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016 pada Kamis (02/06) di Istora Senayan, Jakarta. Alfian/Annisa berhasil menang atas pasangan Belanda, Jacco Arends/Selena Piek dalam dua game langsung dengan skor 21-17 dan 21-8.</p>
<p>Kemenangan ini didapat dengan cukup mudah oleh Alfian/Annisa dibandingkan dengan laga mereka di babak pertama kemarin melawan Chris Adcock/Gabrielle Adcock yang berlangsung ketat dalam laga tiga game.</p>
<p>“Yang pertama, seneng ya bisa masuk perempat final, semoga besok bisa main maksimal lagi,” ucap Alfian.</p>
<p>“Alhamdulillah lancar, ya, tadi. Sebenernya set satu masih kurang fokus, makanya poinnya naik turun. Tapi di set kedua udah enak banget,” lanjut Annisa.</p>
<p>Pada babak selanjutnya, Alfian/Annisa sudah ditunggu oleh Zhang Nan/Zhao Yunlei. Ini merupakan hadangan cukup berat bagi Alfian/Annisa mengingat di atas kertas Zhang/Zhao adalah pasangan peringkat satu dunia. Terlepas dari catatan di atas kertas, Alfian/Annisa mengaku bahwa mereka akan tetap bermain lepas.</p>
<p>“Belum pernah bertemu sebelumnya. Tapi kita kan tahu kalau Zhao Yunlei itu pemain depan yang<em> rapet</em> banget, jadi gak akan gampang. Tapi kita main maksimal dulu, main lepas, <em>all out</em>, berani juga, pokoknya gak ada yang gak mungkin,” lanjut Annisa.</p>
<p>Alfian Eko/Annisa Saufika merupakan wakil Indonesia pertama yang berhasil melaju ke babak perempat final Indonesia Open Super Series Premier 2016 setelah sebelumnya Riky/Richi harus gagal meraih tiket perempat final.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(RF/RBD)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2571</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zhang Nan Puji Penonton Indonesia</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2568</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2568#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2016 06:19:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2568</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 02/06/2016) Pemain ganda campuran nomor satu dunia, Zhang Nan/Zhao Yunlei berhasil melaju ke babak perempat final turnamen BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016 pada Kamis (02/06) di Istora Senayan, Jakarta. Zhang/Zhao melaju setelah mengalahkan pasangan Indonesia, Riky Widianto/Richi Puspita Dili dalam laga tiga game dengan skor 18-21, 21-16, dan 21-13. Sempat tertinggal di [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/ZHAZHA_Rizky-BagusD.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-2569" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/ZHAZHA_Rizky-BagusD-300x195.jpg" alt="ZHAZHA_Rizky BagusD" width="300" height="195" /></a>(Jakarta, 02/06/2016)</p>
<p>Pemain ganda campuran nomor satu dunia, Zhang Nan/Zhao Yunlei berhasil melaju ke babak perempat final turnamen BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016 pada Kamis (02/06) di Istora Senayan, Jakarta. Zhang/Zhao melaju setelah mengalahkan pasangan Indonesia, Riky Widianto/Richi Puspita Dili dalam laga tiga game dengan skor 18-21, 21-16, dan 21-13.</p>
<p>Sempat tertinggal di game pertama, Zhang/Zhao mengakui kalau mereka merasa tertekan. Bermain di hadapan publik Istora yang begitu bising, membuat Zhang/Zhao sedikit sulit untuk bermain fokus. Namun, pada game kedua dan ketiga, baik Zhang Nan mau pun Zhao Yunlei langsung bisa mengontrol permainan Riky/Richi sampai permainan Riky/Richi tidak bisa berkembang seperti game pertama.</p>
<p>“Pada babak pertama kami merasa tertekan, namun pada babak kedua kami lebih berusaha dan lebih gigih lagi,” ucap Zhang Nan.</p>
<p>Walaupun berhasil mengalahkan Riky/Richi, Zhang/Zhao pun tetap memuji permainan pasangan nomor 23 dunia itu. Mereka mengatakan bahwa walaupun level Riky/Richi tidak terlalu tinggi, tapi mereka bisa mengimbangi kecepatan Zhang/Zhao. Selain memuji Riky/Richi, pemain yang berada di peringkat satu dunia itu pun memuji publik Istora yang sempat membuatnya tertekan.</p>
<p>“Penonton Istora itu hangat. Di sini penontonnya sangat berbeda dengan di negara lain,” ungkap Zhang Nan.</p>
<p>Setelah ini, di babak perempat final Zhang Nan/Zhao Yunlei akan melawan antara pasangan Belanda, Jacco Arends/Selena Piek, atau pasangan Indonesia, Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika. Sampai berita ini diturunkan, Jacco/Selena dan Alfian/Annisa masih bertanding untuk berebut tiket perempat final.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(RF/RBD)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2568</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(BCA INDONESIA OPEN 2016) Kevin/Gideon Bungkam Pasangan Inggris</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2563</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2563#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2016 05:14:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[BCAIndonesiaOpen2016]]></category>
		<category><![CDATA[KevinSanjaya]]></category>
		<category><![CDATA[MarcusFernaldiGideon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2563</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 1/6/16) Di babak pertama BCA Indonesia Open 2016, pasangan ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil membungkam pasangan asal Inggris, Marcus Ellis/Chris Langridge dengan skor 22-20, 21-15. Sempat memimpin perolehan poin di awal game pertama membuat pasangan Indonesia ini percaya diri. Namun,  mendekati akhir game pertama, Kevin/Gideon mulai tertinggal dan perolehan poin [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left"><strong>(Jakarta, 1/6/16)</strong> <a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_0261.jpg"><img class="alignright  wp-image-2564" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/06/DSC_0261-300x200.jpg" alt="" width="335" height="223" /></a>Di babak pertama BCA Indonesia Open 2016, pasangan ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil membungkam pasangan asal Inggris, Marcus Ellis/Chris Langridge dengan skor 22-20, 21-15.</p>
<p style="text-align: left">Sempat memimpin perolehan poin di awal game pertama membuat pasangan Indonesia ini percaya diri. Namun,  mendekati akhir game pertama, Kevin/Gideon mulai tertinggal dan perolehan poin pun semakin ketat. Setelah terjadi <em>deuce</em> , pasangan Indonesia ini mampu memanfaatkan kesempatan dengan baik dan berhasil mencuri kemenangan di game pertama.</p>
<p style="text-align: left"><em>“Game</em> pertama awal-awalnya sempet<em> leading </em>juga ya, terus abis itu kaya hilang fokus. Tapi pelan-pelan kita lebih fokus lagi lah, terus akhirnya bisa ngejar,” ujar Kevin Sanjaya.</p>
<p style="text-align: left">Berbeda dengan game pertama, pada game kedua pasangan Indonesia ini semakin percaya diri dan terus menekan pasangan Inggris. Perolehan poin untuk Kevin/Gideon terus melaju hingga ganda putra pelatnas ini dapat menutup game kedua dengan skor 21-15.</p>
<p style="text-align: left">Di babak selanjutnya, Kevin/Gideon akan menghadapi pemenang antara Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama atau Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong yang merupakan unggulan pertama pada turnamen ini. Namun tampaknya pasangan lapis ketiga pelatnas ini lebih memprioritaskan pasangan Korea yang akan menjadi lawan mereka selanjutnya.</p>
<p style="text-align: left">“ya <em>step by step</em> aja lah, gak ditargetin soalnya setelah itu juga ketemu Lee Yong Dae. Gak ada target khusus, jadi lakuin yang terbaik ajalah,” ungkap Kevin ketika ditanya mengenai target dan pertandingan selanjutnya.</p>
<p style="text-align: left">Mengenai mental dari pasangan Indonesia ini, Kevin/Gideon mengaku bahwa mental bertandingnya lebih baik setelah mengikuti Thomas dan Uber Cup 2016 pekan lalu. Kevin/Gideon juga telah belajar banyak tentang kekurangan permainan mereka.</p>
<p style="text-align: left">“Ya udah mendingan sih, dari kemaren kan hasil-hasilnya lumayan. Cuma pas Thomas Cup aja sih, kan belum pernah main kan. Banyak belajar juga masih banyak kekurangan, masih evaluasi terus kan,” tutup Gideon.</p>
<p style="text-align: left">(DD)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2563</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tontowi/Liliyana Menang Mudah di Babak Pertama</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2559</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2559#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2016 11:01:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ronald Savalas]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=2559</guid>
		<description><![CDATA[(Jakarta, 31/05/2015) Pasangan ganda campuran nomor satu Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil meraih tiket babak kedua kejuaraan BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016. Tontowi/Liliyana menang mudah atas pasangan Australia, Sawan Serasinghe/Setyana Mapasa, dalam dua game langsung dengan skor 21-10 dan 21-6. “Lawan kan tadi, ya, rankingnya juga di bawah kita, jadi, ya, kita tetep [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/05/BUTETOWI2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-2560" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2016/05/BUTETOWI2-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>(Jakarta, 31/05/2015)</p>
<p>Pasangan ganda campuran nomor satu Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil meraih tiket babak kedua kejuaraan BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016. Tontowi/Liliyana menang mudah atas pasangan Australia, Sawan Serasinghe/Setyana Mapasa, dalam dua game langsung dengan skor 21-10 dan 21-6.</p>
<p>“Lawan kan tadi, ya, rankingnya juga di bawah kita, jadi, ya, kita tetep ga anggap remeh juga. Kita udah fokus dari awal sambil coba lapangan, arah angin, bolanya, jadi ya bagus juga buat kami,” ucap Liliyana.</p>
<p>“Pertandingan tadi cukup bagus. Tambah percaya diri untuk menghadapi musuh-musuh di depan nanti,” lanjut Tontowi.</p>
<p>Pertandingan ini menjadi sangat penting untuk Tontowi/Liliyana. Pasalnya, mereka akan menggunakan poin yang didapat di kejuaraan ini untuk menentukan daftar unggulan di Olimpiade Rio. Mereka menargetkan untuk berada di unggulan kedua nantinya.</p>
<p>Selama mereka berlaga di Indonesia Open, pasangan Tontowi/Liliyana belum pernah berhasil menjuarai kejuaraan ini. Hal ini pun menjadi target tersendiri untuk Tontowi/Liliyana agar mereka bisa meraih gelar juara untuk yang pertama kalinya.</p>
<p>“Kita mikirnya <em>step by step</em> aja, ga mau mikir jauh-jauh, mau fokus satu-satu dulu aja. Malah kadang ambisi juara kita itu jadi <em>boomerang </em>sendiri buat kita,” tambah Liliyana.</p>
<p>Riuh penonton Istora yang sangat luar biasa membuat Tontowi/Liliyana justru behati-hati. Mereka harus bisa mengontrol dukungan besar dari para penonton agar mereka tidak menjadi terlalu menggebu-gebu dalam menjalani pertandingan.</p>
<p>“Main di Indonesia itu ga ada duanya. Bersyukur banget udah di-<em>support</em> dengan sangat luar biasa. Tapi itu ga mau kami jadikan beban, karena ngadepin <em>supporter </em>Indonesia itu beda caranya dengan penonton di luar,” tutup Liliyana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(RF/DD)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=2559</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
