<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnal Bulutangkis &#187; &#187; rullichan</title>
	<atom:link href="http://jurnalbulutangkis.com/home/?author=1&#038;feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnalbulutangkis.com/home</link>
	<description>Rumah Bersama Bulutangkis Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jan 2026 06:57:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.1.41</generator>
	<item>
		<title>(Djarum Superliga 2015) Musica Champions Kudus Juara Untuk Ketiga Kalinya</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=38</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=38#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2015 14:20:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[rullichan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/bulutangkis/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[(Denpasar, 1/2/2015) Musica Champions Kudus meraih gelar juara Djarum Superliga 2015 untuk ketiga kalinya secara beruntun. Bertanding di GOR Lila Bhuana, Musica Champions Kudus menjadi kampiun setelah mengalahkan Djarum Kudus dengan skor tipis 3-2. Jonatan Christie mengantarkan tim ini meraih hattrick. “Senang sekali bisa menyumbang poin penentu. Ini pertama kali saya bermain di liga dan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://localhost/bulutangkis/wp-content/uploads/2015/02/20150201pbsi_superliga_musica.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-39" src="http://localhost/bulutangkis/wp-content/uploads/2015/02/20150201pbsi_superliga_musica-300x200.jpg" alt="20150201pbsi_superliga_musica" width="300" height="200" /></a></p>
<p>(Denpasar, 1/2/2015)</p>
<p>Musica Champions Kudus meraih gelar juara Djarum Superliga 2015 untuk ketiga kalinya secara beruntun. Bertanding di GOR Lila Bhuana, Musica Champions Kudus menjadi kampiun setelah mengalahkan Djarum Kudus dengan skor tipis 3-2. Jonatan Christie mengantarkan tim ini meraih hattrick.</p>
<p>“Senang sekali bisa menyumbang poin penentu. Ini pertama kali saya bermain di liga dan bisa mengantarkan Musica menjadi juara,” ujar Jonatan saat konferensi pers.</p>
<p>Sang juara bertahan lebih dulu tertinggal setelah Simon Santoso kalah dari Son Wan Ho 21-16, 9-21, 17-21. Beruntung, pasangan Lee Yong Dae/Fajar Alfian membuat keadaan jadi imbang setelah menang rubber game dari Mohammad Ahsan/Berry Angriawan. Lee/Fajar menang 16-21, 21-14, 21-15.</p>
<p>Lee Hyun Il membuat Musica Champions berbalik unggul setelah mengalahkan Dionysius Hayom Rumbaka 21-10, 21-7. Sayang, Musica Champions Kudus kembali diimbangi Djarum Kudus setelah pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira kalah. Marcus/Wahyu kalah dari Fran Kurniawan/Kevin Sanjaya Sukamuljo 17-21, 11-21. Kekalahan Marcus/Wahyu ini karena Wahyu sempat mengalami cedera engkel saat game pertama di kedudukan 13-11 untuk keunggulan mereka.</p>
<p>Wahyu menuturkan mengenai cederanya, “Saya mengalami cedera engkel tadi. Namun saya tidak ingin menyerah begitu saja, saya paksakan untuk main. Yang penting saya bermain maksimal.”</p>
<p>Di partai penentu, Jonatan Christie mengulangi kesuksesannya mengalahkan rekan sesama Pelatnas, Ihsan Maulana Mustofa dan memastikan gelar juara ketiga bagi Musica Champion Kudus. Jonatan menang 14-21, 21-11, 21-18.</p>
<p>“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, empat tim yang lolos ke semifinal, semua imbang. Namun keberuntungan ada di pihak kita karena semangat dan kekompakan anggota tim. Itu yang membuat kami lebih unggul,” tutur Effendy Widjaja, manajer tim Musica Champions Kudus.</p>
<p>Jonatan, sang penentu kemenangan, menuturkan kunci kemenangannya hari ini. “Game pertama sempat kalah angin. Saat game kedua, saya mengubah strategi permainan. Dan dukungan penonton hari ini sangat luar biasa,” tutup Jonatan. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=38</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Djarum Superliga 2015) Babak Penyisihan Dimulai Hari Ini</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=35</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=35#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2015 14:15:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[rullichan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/bulutangkis/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[(Denpasar, 24/1/2015) Djarum Superliga 2015 yang dihelat di Pulau Dewata Bali, akan memulai partai penyisihan hari ini, Minggu (25/1), di GOR Lila Bhuana. Turnamen dengan total hadiah USD 200 ribu ini, akan diikuti oleh 8 klub lokal dan 6 klub asing. “Semua pemain sudah konfirmasi untuk bermain di Superliga 2015 ini. Babak penyisihan akan diselenggarakan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mayini.com/bulutangkis/wp-content/uploads/2015/02/2014_preskon_bambang-roedyanto.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-36" src="http://mayini.com/bulutangkis/wp-content/uploads/2015/02/2014_preskon_bambang-roedyanto-300x200.jpg" alt="2014_preskon_bambang-roedyanto" width="300" height="200" /></a></p>
<p>(Denpasar, 24/1/2015)</p>
<p>Djarum Superliga 2015 yang dihelat di Pulau Dewata Bali, akan memulai partai penyisihan hari ini, Minggu (25/1), di GOR Lila Bhuana. Turnamen dengan total hadiah USD 200 ribu ini, akan diikuti oleh 8 klub lokal dan 6 klub asing.</p>
<p>“Semua pemain sudah konfirmasi untuk bermain di Superliga 2015 ini. Babak penyisihan akan diselenggarakan mulai tanggal 25-29 Januari 2015, babak semifinal tanggal 30 Januari 2015, babak final beregu putri 31 Januari 2015, dan babak final beregu putra 1 Februari 2015. Babak penyisihan besok dimulai pukul 09.00 WITA,” tutur Achmad Budiharto, Direktur Superliga di Hotel Sanur Paradise Plaza, Bali.</p>
<p>“Event Superliga kali ini berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya, dekorasi di GOR Lila Bhuana berbeda. Media Center kami buat lebih nyaman dari sebelumnya. Kami juga menyiapkan beberapa fasilitas yang kami harapkan akan dapat memanjakan atlet yang berpartisipasi di sini,” ujar Bambang Roedyanto, Event Manager Djarum Superliga 2015.</p>
<p>Berikut jadwal pertandingan babak penyisihan Djarum Superliga 2015, Minggu (24/1) :</p>
<p>Jam 09.00 WITA :</p>
<p>Grup A (Men’s Team) : Hitachi Jepang vs Granular Thailand (court 1)</p>
<p>Grup C (Women’s Team) : Hokuto Bank Jepang vs Gifu Tricky Panders Jepang (court 2)</p>
<p>Grup B (Men’s Team) : Hi Qua Wima Surabaya vs Mutiara Cardinal Bandung (court 3)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jam 13.00 WITA :</p>
<p>Grup D (Women’s Team) : Granular Thailand vs Suryanaga Surabaya (court 1)</p>
<p>Grup B (Men’s Team) : Tonami Jepang vs USM Blibli (court 2)</p>
<p>Grup D (Women’s Team) : Renesas Jepang vs Jaya Raya New Star (court 3)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jam 18.00 WITA :</p>
<p>Grup A (Men’s Team) : Djarum Kudus vs Suryanaga Surabaya (court 2)</p>
<p>Grup C (Women’s Team) : Jaya Raya Jakarta vs USM Blibli (court 3)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=35</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Djarum Superliga 2015) Wei Nan Antar Jaya Raya Jakarta Raih Posisi Tiga</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=30</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=30#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2015 13:59:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[rullichan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/bulutangkis/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[(Denpasar, 1/2/2015) Pebulutangkis asal Hong Kong yang dikontrak Jaya Raya Jakarta, Wei Nan tampil sangat baik di babak perebutan tempat ketiga yang digelar hari ini, Minggu (1/2). Wei Nan mengantarkan Jaya Raya Jakarta meraih posisi ketiga Djarum Superliga 2015 setelah menang 23-21, 21-8 dari Riichi Takeshita (Tonami Jepang). “Saya merasa tampil sangat baik hari ini. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div class="entry-content">
<p><a href="http://localhost/bulutangkis/wp-content/uploads/2015/02/20150201pbsi_superliga_jrj.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-32" src="http://localhost/bulutangkis/wp-content/uploads/2015/02/20150201pbsi_superliga_jrj-300x186.jpg" alt="20150201pbsi_superliga_jrj" width="300" height="186" /></a>(Denpasar, 1/2/2015)</p>
<p>Pebulutangkis asal Hong Kong yang dikontrak Jaya Raya Jakarta, Wei Nan tampil sangat baik di babak perebutan tempat ketiga yang digelar hari ini, Minggu (1/2). Wei Nan mengantarkan Jaya Raya Jakarta meraih posisi ketiga Djarum Superliga 2015 setelah menang 23-21, 21-8 dari Riichi Takeshita (Tonami Jepang).</p>
<p>“Saya merasa tampil sangat baik hari ini. Venue serta penonton juga sangat baik,” ujar Wei Nan.</p>
<p>Tommy Sugiarto membuka keunggulan Jaya Raya Jakarta setelah mengalahkan Sho Sasaki 21-12, 21-12. Pasangan Hendra Setiawan/Angga Pratama memperbesar keunggulan Jaya Raya Jakarta menjadi 2-0 setelah mengandaskan Noriyasu Hirata/Hirokatsu Hashimoto. Hendra/Angga menang 21-19, 21-18.</p>
<p>Pelatih tim Jaya Raya Jakarta, Wiempie Mahardi menjelaskan, bahwa timnya belajar dari pertandingan saat semifinal dua hari lalu.</p>
<p>“Kami belajar dari pertandingan semifinal kemarin, dan bertekad merebut posisi tiga. Hari ini para pemain tampil maksimal,” ujar Wiempi saat konferensi pers.</p>
<p>Di sisi lain, Harmono Yuwono, manajer tim Tonami Jepang mengatakan bahwa penampilan anak asuhnya hari ini terbilang kurang memuaskan karena pemain sudah kelelahan.</p>
<p>“Penampilan hari ini terbilang kurang maksimal dibanding sebelumnya. Karena para pemain sudah lelah juga dan motivasi kurang dibanding kemarin,” tuturnya.</p>
<p>Bagi tim Tonami Jepang sendiri, hasil tahun ini merupakan prestasi terbaik mereka sejauh ini di ajang Superliga. Tahun ini adalah kedua kalinya tim Tonami Jepang turut serta di ajang Superliga. Di tahun pertama keikutsertaan mereka, Tonami Jepang tidak berhasil lolos ke semifinal setelah menempati urutan kelima babak penyisihan Grup B.</p>
<p>“Target awal kami memang lolos ke semifinal. Secara keseluruhan penampilan tim sudah bagus dan maksimal,” tutupnya. (*)</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=30</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rudy Heryanto Saputra, Juara All England Dua Kali</title>
		<link>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=21</link>
		<comments>http://jurnalbulutangkis.com/home/?p=21#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2015 11:07:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[rullichan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/bulutangkis/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Rudy Heryanto Saputra, merupakan salah satu pemain Indonesia yang mampu meraih gelar juara All England dua kali. Bersama duetnya Kantono, ia menjuarai nomor ganda putra pada tahun 1981 dan 1984. Rudy lahir di Tasikmalaya, 19 Oktober 1954, putra pasangan Hidayat Saputra dan Lis Gumulya. Rudy kecil memulai latihan bulutangkis ketika sudah menginjak kelas 5 Sekolah [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/02/Rudy-Heryanto-Saputra.jpg"><img class="alignleft wp-image-109 size-medium" src="http://jurnalbulutangkis.com/home/wp-content/uploads/2015/02/Rudy-Heryanto-Saputra-300x200.jpg" alt="Rudy Heryanto Saputra" width="300" height="200" /></a>Rudy Heryanto Saputra, merupakan salah satu pemain Indonesia yang mampu meraih gelar juara All England dua kali. Bersama duetnya Kantono, ia menjuarai nomor ganda putra pada tahun 1981 dan 1984.</p>
<p>Rudy lahir di Tasikmalaya, 19 Oktober 1954, putra pasangan Hidayat Saputra dan Lis Gumulya. Rudy kecil memulai latihan bulutangkis ketika sudah menginjak kelas 5 Sekolah Dasar. Saat itu ia latihan bulutangkis karena ada salah satu temannya memiliki lapangan bulutangkis. Latihannya hanya sampai kelas enam, kemudian vakum selama 2 tahun. Ia mulai latihan lagi ketika menginjak kelar tiga SMP karena mengikuti kejuaraan antar sekolah.</p>
<p>Menginjak masa SMA, Rudy pindah dari Tasikmalaya ke Bandung. Ia bersekolah di SMAK Dago. Di sinilah ia sering ikut kejuaraan bahkan masuk klub Mutiara Bandung. Setamat SMA, ia ingin melanjutkan pendidikan dengan kuliah di Universitas Parahyangan. Ia di terima di Fakultas Ilmu Sosial &amp; Politik (Sospol) di universitas yang terletak di bagian utara kota kembang tersebut.</p>
<p>Di saat yang hampir bersamaan, Christian Hadinata mengajak Rudy Heryanto kembali bermain untuk persiapan PON tahun 1977. Kemudian Rudy berpasangan dengan Nara Sudjana mewakili Jawa Barat dalam PON yang berlangsung di Jakarta tersebut. Pasangan ini berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan Liem Swie King/Kartono dari Jawa Tengah. Setelah itu, ia harus mengorbankan kuliahnya karena dipanggil ke Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) di Jakarta</p>
<p>Kartono lalu menjadi pasangan tetap Rudy Heryanto. Kiprah Rudy Heryanto/Kartono semakin berkibar dengan raihan gelar bergengi sebagai juara All England 1981. Pasangan ini berhasil mengalahkan pemain Indonesia yang lebih dulu melegenda yakni Tjun Tjun/Johan Wahyudi di babak final. Tahun berikutnya podium Jepang Terbuka pun jadi milik mereka. Kali ini, giliran pasangan Ingrris Martin Dew/Michael Tredgett yang mereka tumbangkan di babak akhir.</p>
<p>Rudy Heryanto/Kartono kembali mengulang keberhasilan menjuarai All England tahun 1984 dengan menundukkan andalan tuan rumah Martin Dew/Michael Tredgett di partai puncak. Di akhir karirnya tahun 1987, Rudy sempat menembus final All England ketika berduet dengan Bobby Ertanto. Namun Rudy/Bobby harus mengakui keunggulan pasangan China, Tian Bingyi/Li Yongbo. Di tahun 1987 inilah, Rudy menyatakan diri pensiun dan memulai karir di dunia kerja. Ia menekuni pekerjaan di sebuah perusahaan kontraktor sampai akhirnya pensiun dari dunia kerja. Saat ini, ia tetap aktif mengikuti kegiataan bulutangkis seperti acara caoching clinic bagi atlet muda ataupun acara ekshibisi bulutangkis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Profil :</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td width="189"></td>
<td width="19"></td>
<td width="376"></td>
</tr>
<tr>
<td width="189">Nama</td>
<td width="19">:</td>
<td width="376">Rudy Heryanto Saputra</td>
</tr>
<tr>
<td width="189">Tempat Lahir</td>
<td width="19">:</td>
<td width="376">Tasikmalaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="189">Tanggal Lahir</td>
<td width="19">:</td>
<td width="376">19 Oktober 1954</td>
</tr>
<tr>
<td width="189">Pegangan Raket</td>
<td width="19">:</td>
<td width="376">Kanan</td>
</tr>
<tr>
<td width="189">Nama Bapak</td>
<td width="19">:</td>
<td width="376">Hidayat Saputra</td>
</tr>
<tr>
<td width="189">Nama Ibu</td>
<td width="19">:</td>
<td width="376">Lis Gumulya</td>
</tr>
<tr>
<td width="189">Nama Istri</td>
<td width="19">:</td>
<td width="376">Suzie Ogeh</td>
</tr>
<tr>
<td width="189">Nama Anak</td>
<td width="19">:</td>
<td width="376">Yodi Saputra</td>
</tr>
<tr>
<td width="189"></td>
<td width="19">:</td>
<td width="376">Yoan Saputra</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>Prestasi Rudy Heryanto Saputra :</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td width="78">Tahun</td>
<td width="505">Turnamen</td>
</tr>
<tr>
<td width="78">1977</td>
<td width="505">Medali emas PON (/Nara Sudjana)</td>
</tr>
<tr>
<td width="78">1981</td>
<td width="505">Juara All England Open (/Kartono)</td>
</tr>
<tr>
<td width="78"></td>
<td width="505">Kejurnas (/Kartono)</td>
</tr>
<tr>
<td width="78">1982</td>
<td width="505">Juara Japan Open (/Kartono)</td>
</tr>
<tr>
<td width="78"></td>
<td width="505">Juara Indonesia Open (/Kartono)</td>
</tr>
<tr>
<td width="78">1983</td>
<td width="505">Juara Indonesia Open (/Kartono)</td>
</tr>
<tr>
<td width="78">1984</td>
<td width="505">Juara All England Open (/Kartono)</td>
</tr>
<tr>
<td width="78"></td>
<td width="505">Juara Scandinavian Master (/Kartono)</td>
</tr>
<tr>
<td width="78">1985</td>
<td width="505">Juara Thailand Open (/Kartono)</td>
</tr>
<tr>
<td width="78">1987</td>
<td width="505">Runner up All England (/Bobby Ertanto)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalbulutangkis.com/home/?feed=rss2&#038;p=21</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
